Pengorbanan Cinta David

Sedekah ke Panti

"David!" pekik Dinda saat David membalikan tubuhnya.

 

Betapa terkejutnya Dinda saat itu juga, rambut David kini terlihat pendek tidak sepanjang dulu seperti cowok itu mengalami banyak perubahan setelah memeluk agama islam, senang tentu saja Dinda senang bisa kembali dipertemukan dengan David meski dengan situasi dan keadaan yang kurang mendukung.

 

Saat itu juga David tersenyum hangat, "Hay apa kabar?" ujarnya, ada rasa rindu dalam dirinya.

 

Dinda terlihat begitu gugup melihatnya, "Alhamdulillah baik, kau sendiri bagaimana kabarnya?"

 

"Alhamdulillah gue juga baik kok, bagaimana dengan Choco gue rindu dengannya," ungkap David selain dia merindukan Dinda dia juga sangat merindukan kucing peliharaannya itu.

 

Akhirnya mereka mengalami perbincangan yang lama, sehingga Hamdan dan Alex datang menjemput David yang sudah pergi meninggalkannya di warung dengan begitu lama takut jika David akan kesasar di Pasar namun saat mereka melihat dengan siapa kini David berbicara membuat ke dua temannya itu tersenyum.

 

"Oh ternyata di sini pantas saja kita cari-cari di mana-mana tidak ketemu," seru Alex dengan berdecak pinggang.

 

Mereka semua pun menoleh menatap kedatangan Alex dan Hamdan, mereka berdua sudah mencari David sejak tadi karena David tak kunjung kembali ternyata David sedang bersama dengan Dinda.

 

David tersenyum, "Sorry gue tadi tidak sengaja bertemu dengan Najma eh tahu-tahunya dia sedang bersama dengan Dinda," jelasnya dengan terus terang.

 

"Eh kalian bertiga ngapain di pasar, beli baju juga?" seru Dinda memecahkan kecanggungan di antara mereka.

 

Tidak ada yang tahu dengan bagaimana perasaan Dinda yang pasti cewek itu tidak suka jika digosipkan dengan laki-laki siapa pun itu sebab dia akan merasa tidak bebas saat bertemu apalagi mengobrol bareng nantinya.

 

Hamdan menoleh ke arah David, "Iya dong beli baju dong emang kalian doang yang belanja, oh ya Din nanti sore ikut ya kita mau ngadain acara santunan ke panti asuhan, lo juga ya Naj harus ikut biar Dinda mau."

 

Ucapan Hamdan mewakili keinginan David untuk mengatakannya hatinya tersenyum senang dia menundukan pandangannya dalam agar tidak terlihat kalau dia memang mengharapkan Dinda untuk ikut.

 

Sebelum menjawab Dinda melihat jadwal hariannya jika biasanya dia ada kegiatan mengajar dan membantu orangtuanya jualan di sore hari nanti sore dia libur sebab orangtuanya mengizinkan dirinya untuk beristirahat dan pengajian pun juga libur jadi dia bisa pergi bersama dengan David dan Hamdan.

 

Najma tidak mau memutuskan terlebih dahulu sebelum Dinda yang akan menjawabnya sebab dia hanya ikut dengan Dinda jika sahabatnya itu tidak bisa ikut maka dia pun tidak akan ikut.

 

Seketika Dinda melirik Najma dengan alisnya yang terangkat, "Hemm boleh deh lagipula aku tidak ada kesibukan sore nanti, kabarkan saja ya jika memang butuh sesuatu."

 

"Bagaimana dengan lo Naj?" Kini Alex melirik ke Najma yang sejak tadi diam dan menganggukan kepalanya saja membuat dirinya bingung akan cewek itu.

 

"Iya aku juga ikut, apapun yang menjadi keputusan Dinda aku akan menyetujuinya," ungkap Najma seraya tersenyum manis sangat manis sampai membuat Alex terbuai oleh senyuman itu.

 

Akhirnya mereka pun membuat janji di mana dan kapan akan berkumpul kembali karena hari sudah larut malam mereka memutuskan untuk pulang takut jika jalanan akan semakin ramai jika larut malam atau mungkin sebaliknya tidak ada yang bisa menebaknya.

 

"Iya sudah Dav gue tunggu di sana ya mau beli sesuatu dulu," ujar Alex dan berlalu pergi dia ingin pergi ke tempat yang tadi dia lewati sebelumnya.

 

Kini tinggallah Dinda, Najma, David dan Hamdan sebelumnya David ingin menanyakan tentang ke dua orangtuanya kepada Dinda sebagai tetangganya otomatis cewek itu pasti tahu sedikit tentang ke dua orangtuanya.

 

"Dan sorry ya lo bisa kan tunggu gue di sana dulu!" pinta David pelan dia menyuruh Hamdan untuk menunggunya di warung telur gulung yang berada tidak jauh darinya berdiri.

 

Hamdan pun berlalu pergi dia mengerti apa yang akan David lakukan, "Baiklah mari Najma kita tunggu dua sejoli ini di sana saja, tidak apa-apa kan Din gue ajak Najma ke sana tenang tempat ini ramai tidak akan menimbulkan fitnah," celetuknya saat melihat ekspresi Dinda yang nampak ketakutan.

 

"Aku tunggu di sana ya Din," kata Najma seraya tersenyum sambil menyentuh lengan Dinda sebelum berlalu pergi.

 

Ketika Hamdan dan Najma pergi membuat David bisa bernapas lega dia memang belum menceritakan tentang Dinda yang sebagai tetangganya meski begitu dia akan mengatakan itu secepatnya sebelum Hamdan tahu dari orang lain.

 

"Din sorry ya gue belum bilang sama Hamdan kalau lo itu tetangga gue," ungkap David dengan wajah yang nampak bersalah.

 

Dinda menanggapinya dengan tersenyum, "Ya gak usah minta maaf Dav aku juga belum bilang ke Najma kok kalau aku bertetangga dengan kamu," katanya.

 

"Oh gitu, Din gue minta maaf sebelumnya tapi boleh gak gue minta bantuan sama lo sekali ini saja!" David menangkupkan ke dua tangannya ke depan dada sambil memejamkan ke dua matanya.

 

Dengan tidak enak hati Dinda langsung menyahut, "Boleh Dav katakan saja insya Allah jika aku bisa membantunya akan aku bantu," jawabnya.

 

"Gue minta tolong sama lo buat jagain Nyokap gue di rumah dan pasang kamera ini di sudut dinding perbatasan rumah lo sama gue agar gue bisa melihat apa yang sedang kedua orangtua gue lakukan, lo bisa kan Din? pasang kameranya yang aman okey."

 

Meski ada sedikit keraguan tetapi Dinda tetap meyakinkan dirinya. "Insya Allah aku bisa menjadi orang yang amanah Dav, aku ma-u ngucapain selamat buat kamu semoga Allah SAW menjadikan kamu orang yang istoqomah dan bertakwa," ujarnya dengan tersenyum malu dia senang sekali mendengar kabar bahwa David telah memeluk agama islam.

 

"Iya makasih banyak ya! ya sudah gue pulang dulu ya lo hati-hati pulangnya di pertigaan rawan sekali loh." David memberikan peringatan kepada Dinda untuk berhati-hati.

 

Perhatian kecil David akankah mampu meluluhkan hati Dinda? selama ini cewek itu hanya menganggap David sebagai teman dan tetangganya saja tidak lebih tapi tidak ada kemungkinan bukan untuk Dinda memiliki perasaan yang sama dengan David? Biarkan waktu yang akan bicara.

 

****

 

David berniat mengadakan sedekahan bersama anak yatim piatu di asrama panti asuhan kemarin dia sudah melihat panti asuhan yang tidak terlalu besar dan tidak pula kecil, dia mengajak Dinda dan ke dua temannya ke tempat ini untuk memberikan bingkisan dan beberapa amplop untuk anak panti dan pemiliki yayasan.

 

"Selamat datang di yayasan Nurul Quran nak David," sapa si ketua yayasan itu menyambut kedatangan David beserta teman-temannya.

 

Setelah acara buka dengan sambutan-sambutan dari David beserta ketua yayasan yang sebagai pembawa acara dan Dinda sebagai pemimpin doa bersama akhirnya mereka berbuka puasa bersama dengan para anak panti asuhan.

 

"Terima kasih kak," seru anak kecil itu dengan menyengir menunjukan giginya yang bolong-bolong namun terlihat manis dan imut.

 

David mengusap lembut kepala anak itu, "Sama-sama Dek semoga menjadi anak yang sholeha ya!" katanya.

 

Di samping David ada Hamdan yang sedang tersenyum kepada anak kecil yang sedang berbicara dengan David, "Yang rajin ya Dek hafalan al-qurannya, doain kak David agar rezekinya lancar terus begitu pun dengan kakak-kakak yang ada di sini juga ya!"

 

"Iya semoga jadi anak yang pintar ya!" seru Najma ikut menimrung dengan ke dua cowok itu.

 

Ini memang merupakan acara santunan atau sedekahan buat anak-anak panti asuhan yang sebagaian uangnya dari ke dua teman-teman David namun David lebih banyak mengeluarkan uang dibanding Hamdan dan Alex tetapi bagi David itu adalah uang tabungan mereka yang akan disumbangkan untuk bersedah dengan anak-anak panti.

 

Semua anak-anak berbaris dengan rapi bersalaman dengan tertib kepada David dan teman-temannya, David senang bisa melakukan acara sedekahan ini betapa indahnya budaya islam serta ajaran-ajarannya, dia banyak belajar dari ustad Abdullah akan pentingnya melakukan amal sholeh seperti tolong menolong, berbuat kebaikan, bersedekah serta melakukan apa saja yang bermanfaat bagi orang lain.

 

Tanpa Hamdan sadari nanti malam adalah malam jumat membuatnya tersadar akan janjinya untuk bisa mengaji di masjid dia kira ini adalah hari rabu jadi dia akan mengajar ngaji anak-anak TPA namun mengingat nanti malam adalah malam jumat Hamdan tidak perlu mengajar dia akan membaca surat yasin saja di masjid bersama kawan-kawannya yang lain.

 

*David

 

"Nanti malam gue bakal ke masjid setelah mengembalikan buku ke rumah ustad Abdullah."

 

David akan datang telat malam ini dengan sebab dia akan pergi ke rumah ustad Abdullah untuk mengembalikan buku yang sudah dipinjamnya, jadi Hamdan akan menunggu teman satunya itu kembali baru dia akan membaca yasin bersama-sama.

 

Setelah mengabarkan David, kini Hamdan pergi menemui Mamahnya yang sedang bersantai di depan televisi hari ini restoran akan buka di waktu sore saja jadi paginya mereka sibuk memasak.

 

"Mamah," panggil Hamdan dan duduk di bangku bersama Mamahnya itu.

 

Dahlia langsung menoleh menatap Hamdan, "Lah katanya mau pergi ke apartemen David kok masih di rumah?" tanyanya dengan mengerutkan keningnya.

 

"Iya sore nanti Hamdan akan ke sana kok." Hamdan memang sudah berniat untuk pergi bertemu dengan David mengunjungi teman baiknya itu sembari bermain di aparmetennya.

 

"Bagaimana hubungan David dengan orangtuanya? apa sampai sekarang mereka belum bertemu?" ujar Dahlia dia tidak tahu kabar keluarga David sekarang terakhir yang dia ketahui kalau David sudah tidak bisa menghubungi keluarganya lagi.

 

Sulit untuk Hamdan menjelaskan keadaan David saat ini sebab yang dia juga tidak tahu pasti bagaimana kabar ke dua orangtuanya David setelah memutuskan untuk mengusir David pergi dari rumahnya.

 

"Aku kurang tahu Mah, semenjak kejadian itu aku tidak berani bertanya-tanya kepada David tentang keluarganya dia juga tidak pernah cerita apa-apa Mah yang terpenting sekarang aku akan memastikan kalau David senang," terang Hamdan seraya tersenyum simpul kepada Mamahnya.

 

Apa yang dikatakan Hamdan membuat Dahlia senang bisa mempunyai anak yang baik dan tanpa dia sadari dia sudah membuat David memeluk agama islam, dengan penuh kasih sayang Dahlia memeluk David lalu mencium anak remajanya itu.

 

"Semoga lebaran kita bisa kumpul bareng lagi ya Mah dengan semuanya," ucap Hamdan dengan penuh harap kondisi pandemi saat ini membuatnya tidak berkumpul dengan Bapak dan adik-adiknya yang berada di Lampung.

 

Sedangkan David masih sibuk dengan ponselnya dia akan bertemu dengan ustad Abdullah sore ini namun sebelumnya dia akan menyelesaikan tugas kuliahnya dulu sebelum pergi.

 

Hidup di negara orang di lingkungan yang baru membuat David selalu merasa canggung tapi di sinilah dia bisa menemukan jati diri yang sebenarnya, David berharap dalam setiap sujud doanya bisa menemukan jalan yang diridhoi sama Allah SAW dan diberikan keistiqomahan.

 

"Mau pergi ke mana Nak David?" seru scurity apartemen melihat David memakai helm kemarin malam dia bermain catur dengan Pak scurity kedekatan itulah terjalin.

 

David lantas langsung menoleh mencari di mana sumber suara, "Ke rumah ustad Abdullah Pak biasa mau mengembalikan buku yang sudah David pinjam," katanya seraya tersenyum.

 

"Oh iyaiya hati-hati ya! awas jangan pulang larut malam nanti akan kukunci apartemennya," ancam Pak scurity itu sembari terkekeh, dia memang kerap kali mengingatkan David untuk pulang tepat waktu pas pada jam 10 malam.

 

Mengingat akan hal itu tentu saja David tidak akan melanggarnya jika dia sampai terkunci di luar akan tidur di mana dia nanti maka dia akan sangat patuh dengan apa yang dikatakan Pak scurity itu.

 

"Siap aku akan pulang lebih awal Pak, terima kasih telah mengingatkanku." Di balik helm yang dia gunakan ada senyuman manis yang mengembang di sana.

 

Pak scurity itu pun memberikan hormat kepada David seraya tersenyum, "Hati-hati di jalan," teriaknya saat David menyalankan mesin motornya.

 

Setelah itu David langsung pergi bersama motor ninjanya membelah kota Jakarta dengan udara yang sejuk berembus menerpa kulit wajah David yang tertutup helm, harus David katakan jika kini dia sudah merasa nyaman tinggal di Jakarta di sinilah awal dia memulai kehidupan yang baru namun terbesit dalam hatinya juga untuk bisa kembali ke Jakarta setelah dia mengakhiri semester 4 nanti karena bagaimana pun dia mempunyai mimpi di Eropa yang harus dia gapai.

 

Motor David pun telah sampai di depan kediaman ustad Abdullah dia pun langsung turun dari motornya dan memasuki kediaman Gurunya itu dan disambut baik oleh Ummi Pipit istri ustad Abdullah.

 

"Assalamualaikum Ummi," ujar David sembari bersalaman dengan Ummi.

 

"Waalaikumsalam ya Allah Nak David, ada perlu apa sampai sore-sore datang kemari?" tanya Ummi Pipit dengan mengerutkan keningnya.

 

"Ustad Abdullahnya ada Mi?" David ingin mengembalikan buku yang dia pinjam ini langsung kepada ustad Abdullah.

 

Ummi Pipit terlihat bingung matanya sempat menoleh ke dalam rumahnya, "Baru saja Abi pergi tapi jika ada perlu sesuatu bisa katakan sama Ummi biar nanti Ummi yang menyampaikannya."

 

Mendengar ustad Abdullah sedang pergi akhirnya David memutuskan untuk memberikan buku pinjamannya kepada istrinya saja, "Gini Mi ... David ke sini mau mengembalikan buku yang minggu lalu David pinjam sebenarnya sih David mau ngasih langsung sama ustad Abdullah tapi gak apa-apa deh David titipkan lewat Ummi saja ya!" jelasnya.

 

"Oh ya sudah nanti Ummi akan berikan ke Abi, apakah Nak David mau masuk terlebih dahulu?" ujar Ummi Pipit sembari mempersilahkan David untuk masuk ke dalam rumahnya.

 

David langsung menggelengkan kepalanya, "Hemm maaf Ummi David haru pergi ke masjid akan ada acara buka bersama di sana serta pengajian malam jadi aku tidak bisa membuat rekan-rekanku menunggu Mi maaf mungkin lain kali aku akan datang kemari lagi." David menolak tawaran Ummi Pipit dengan sesopan mungkin.

 

"Baiklah tidak masalah," sahut Ummi Pipit sembari tersenyum.

 

Kemudian David kembali pergi meninggalkan kediaman ustad Abdullah kini dia akan langsung pergi ke masjid sebab Hamdan dan Alex sudah berada di sana terlebih dahulu untuk mengatur acara apa saja sebelum membaca yasin nanti setelah salat terawih.

 

Untung saja perjalanan David lancar sehingga dia tiba di masjid dengan begitu cepat, "Dan, Lex bagaimana sudah siap belum?" tanyanya setelah berhasil melepaskan helm dari kepalanya.

 

"Sudah yuk masuk ke dalam Dav acara sudah mau dimulai tapi gue lagi mesan air disuruh ustad Zaki jadi lebih baik kau masuk saja dulu bersama Hamdan nanti gue nyusul," tukas Alex sembari memegang bahu David.

 

"Baiklah gue masuk dulu ya!" David dan Hamdan pun masuk ke dalam masjid untuk salat terawih bersama yang akan dilanjut dengan membaca surat yasin berjamaah.

 

Salat terawih di sini tidak lama bacaan suratnya kali ini pendek-pendek sebab yang imam sudah tua mungkin dia akan merasa capek jika membaca surat yang panjang jadi pukul 08:15 WIB salat terawih selesai yang dilanjut dengan membaca yasin berjamaah yang dipimpin oleh ustad Abdullah.

 

"Membaca Surat ini akan memberikan beberapa keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Daud, barangsiapa membaca surat Yasin dan di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya, untuk itu surat ini bisa dibaca saat kita memohon rezeki pada Allah, menyembuhkan penyakit, menghadapi ujian, mencari jodoh, dan masih banyak lagi." Ustad Hambali menjeda ucapannya matanya menatap para jamaah yang hadir.

 

"Dan Barangsiapa yang membacanya karena Allah, maka dia kan diampuni. Untuk itu dianjurkan membaca Yasin di disamping saudara kita yang sedang dalam keadaan sekarat. Saat itu melaikat akan berbaris di dekat si sakit dan ikut membacakan shalawat serta istighfar kepadanya. Kemudian mereka akan turun menyaksikan proses pemandian jenazah dan mengantarkan ke pemakaman," jelas Ustad Hambali menjelaskan sedikit keutamaan membaca surat yasin di malam jumat.

 

#Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penjelasan, mohon bijak dalam berkomentar.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!