Pasukan Langit
Aku, Pewaris dari Tiga Legenda
Aji berada di atas sebuah genting, di dekat asap pembakaran dari penghangat di dalam kantor Pasukan Langit. Aji bersandar di sana, dan memperhatikan semua sudut sambil memainkan sebuah kayu di tangan kanannya.
Di bawah sana, pejuang Jiro sedang melatih para anggota Pasukan Langit yang lain. Tidak semua, yang lain bertugas di kantor di benua lainnya. Hal itu untuk mencoba beradaptasi dengan semua tempat dan memberikan rasa kepercayaan semua orang, baik itu ahli bela diri mapun rakyat biasa.
Nagada sendiri ikut dalam latihan karena tugasnya di benua Orpris, sedangkan; Lao, Arion, Domar dan Aria. Mereka bertugas ke masing-masing tugas mereka. Mereka pun ditemani tiap orang satu anggota.
Latihan hari ini hanya 12 orang yang berlatih, selain Aji tentunya. Aji sendiri memang tak pernah ikut dalam latihan bersama. Pejuang Jiro menjelaskan, ada latihan khusus pada Aji yang dilakukannya di dalam Dompai.
Kini, Pasukan Langit adalah tempat untuk membela kebenaran dan menjaga perdamaian bagi seluruh benua. Mereka sebenarnya memikul beban berat, penasehat dari Pasukan Langit adalah Dasatama langsung dan juga ketua Yarko. Keduanya adalah tokoh yang paling dihormati di seluruh dunia.
Latihan selesai, siang hari mereka semua dapat beristirahat. Alicia memulihkan kekuatannya dengan meditasi sebentar, dia pun melihat Aji yang masih berada di atas genting. Di antara terik cahaya matahari, Aji berteduh dari corong asap tersebut.
Alicia melompat ke atas, hal itu juga dilihat oleh Barsha dari kejauhan, Gayatri pun melihat hal itu. Gayatri sendiri sejak awal memang mengagumi sosok Aji, kekuatannya dan juga hal misterius tentang kekuatannya.
Alicia berdiri bersejajar di dekat corong asap, dia juga menutupi tubuhnya dari sinar matahari.
”Apa yang terjadi pada pemimpin pasukan gelap itu?” Alicia menatap wajah Aji dari samping. Pemuda itu bahkan sedari tadi hanya memainkan sebatang kayu kecil di tangan kanannya, dan memutar-mutarnya saja.
Aji menoleh kearah Alicia, ”Maksudmu, Gultron?”
Alicia pun mencoba akrab dan duduk di sebelah Aji, ”Benar, dia adalah satu dari Lima Gerbang. Bagaimana kamu berpikir untuk membawanya pergi dengan portal itu, dan apa yang terjadi setelahnya?”
Alicia sendiri masih penasaran, bagaimana bisa sosok Aji dan Gultron saat itu menghilang. Alicia hanya mengetahui titik koordinat, yang dikirimkan melalui energi di alam bawah sadar Alicia. Kekuatan portal sendiri sangat rumit. Namun, berkat salah satu kekuatan dari gulungan yang diberikan Aji, Alicia mampu mencapai ketinggian tertentu karena itu adalah peninggalan dari kakeknya, Yonan.
Selain itu, banyak hal yang masih membuat Alicia bertanya segala hal. Kemunculan Aji ini adalah penuh dengan misteri, dan seolah-olah dia merencanakan banyak hal. Termasuk, seolah dialah dalang dari terbongkarnya pengkhianatan dari perguruan Bangau Emas.
Hal itu bertepatan dengan kedatangan mereka kesana, untuk membuat senjata pada tiap-tiap anggota Pasukan Langit.
Bahkan, soal rencana Aji untuk membawa Gultron pergi seolah dia sudah mengetahui bahwa itu akan terjadi. Lalu..., pertanyaan dalam diri Alicia selanjutnya. Bagaimana Aji bisa kembali dari tempat titik koordinat yang jauh itu, padahal tidak ada jalan pulang dalam portal yang dibuatnya.
Apakah, Aji juga bisa melakukan portal teleportasi? Jika dia bisa, kenapa dia meminta bantuannya untuk memasang dan mempertahankannya di belakang punggungnya?
”Tenang saja, Gultron sudah mati!” Aji berkata pelan dan seolah tidak ada hal dusta dalam perkataannya itu.
Seperti biasa, jawaban singkat Aji mungkin bisa jadi orang tak akan percaya dan menyebutnya omong kosong. Mengalahkan seorang dari Lima Gerbang sendirian, adalah hal yang mustahil. Sosok di sampingnya itu mengatakan kalau dia sudah menghabisi Gultron dan dia pulang tanpa luka sama sekali.
Apakah ini normal? Alicia masih sedikit ragu untuk bertanya lagi.
”Kamu penasaran bagaimana aku bisa membunuhnya?”
Pertanyaan balik dari Aji bahkan tidak diduga oleh Alicia, seolah itulah yang sebenarnya ingin dia tanyakan. Alicia pun tak menjawab hal itu.
”Kemampuan saint Yonan memang tak bisa mengalahkan Lord Demon, ataupun para Lima Gerbang. Namun, penelitiannya soal cara mengalahkan mereka selalu dia lakukan, dan dia menemukan cara untuk memperlambat proses regenerasi blood black milik mereka.”
Blood Black sendiri dikenal di dunia bela diri, sebagai bagian dari kekuatan hitam yang sudah mencapai ketinggian tertentu. Mereka bisa melakukan proses regenerasi dengan sangat cepat begitu mereka mendapatkan luka. Hal ini juga menjadi kunci para pasukan kegelapan tidak mati ketika bertarung.
Ketika mereka masih bisa mengirimkan sinyal dari otak mereka, maka luka mereka akan segera sembuh. Maka dari itu, cara paling mudah adalah menghancurkan kepala mereka. Para pasukan kegelapan pun membuat pelindung yang kuat di kepala mereka, seperti misalnya artefak yang dipakai di kening mereka.
Selama otak mereka masih bisa mengirimkan sinyal, maka luka mereka akan sembuh kembali dengan cacing-cacing hitam yang memenuhi urat mereka. Regenerasi sel yang seolah hidup abadi, dan saling menyambung kembali.
Aji baru saja mengatakan bahwa kakeknya Yonan, telah membuat ramuan untuk memperlambat proses regenerasi Blood Black mereka.
Lalu, kapan Aji sebenarnya bertemu dengan kakeknya, Yonan. Padahal...
”Alicia, percayalah padaku. Kakekmu selalu menyayangimu sehingga 20 tahun lalu sebelum perang. Dia datang kepadamu dan menciummu saat kamu masih kecil.”
Alicia bertambah kaget, hal itu memang selalu diceritakan ibunya. Bagaimana kakeknya datang sebelum perang terjadi. Dia datang secara khusus bahkan meninggalkannya sebuah gelang yang sampai sekarang masih dikenakannya.
Gelang itu adalah artefak yang dapat menahan serangan dari kegelepan, dan mengurangi damage serangan musuh sabanyak 30 persen.
”Lalu... siapa kamu sebenarnya Aji? Bagaimana kakekku bahkan bisa mempercayaimu dan memberikan peninggalannya untukku?” Alicia tak mau lagi berpikir jauh dia ingin tahu siapa sebenarnya Aji itu.
”Aku adalah pewaris dari Tiga Legenda, dan tugasku adalah menghapus Lord Demon dari dunia ini. Jadi, latihlah dirimu sampai tingkat tertinggi, agar kamu bisa berhadapan dengan Lima Gerbang yang tersisa.”
Pewaris Tiga Legenda. Benarkah Tiga Legenda mewariskan ilmu mereka setelah pertempuran besar 20 tahun yang lalu.
Meskipun seolah tak bisa dipercaya dengan akal sehat. Namun, hal itu bisa terjadi. Kekuatan Aji memang mumpuni untuk menjadi buktinya. Bahkan, dia sendiri yang menghancurkan dua kali serangan dari Gultron. Dia bahkan yang membawanya pergi.
Tentu, dia tahu bahwa Gultron memiliki kekuatan yang besar. Jika tidak dihentikan, maka akan banyak korban dari kalangan Pasukan Langit.
”Lalu... kenapa kamu membutuhkanku untuk membuatkan portal, bukankah kamu bisa melakukannya sendiri?”
Alicia masih saja heran. Dia yakin, Aji bisa melakukan pembuatan portal energi teleportasi. Tapi, kenapa dia membutuhkannya saat itu?
”Apakah kamu tidak tahu dasar pembuatan portal? Portal itu harus stabil dan fokus dibuat dengan pemusatan energi tinggi. Aku tidak bisa mempertahankan energi portal itu sembari aku menyerangnya. Aku juga tidak mempelajari teknik portal energi dengan serius.”
Mau tidak mau, Alicia mulai percaya. Benar saja, mempertahankan portal dengan fokus tinggi tidak bisa dibarengi sambil bertarung. Saat itu, Aji memang sedang menghadang serangan dari Gultron dan dia tak bisa mempertahankan fokus membuat portal. Maka, Alicia diminta mempertahkan portal dengan titik koordinat yang sudah ditentukan, dan tetap mempertahankan portal itu di belakang Aji.
Alicia pun setuju, kali ini dia masih belum bisa mempercayai sepenuhnya. Namun, dia tak bisa menyangkal sama sekali, bahwa Aji adalah murid dari Tiga Legenda. Bahkan, murid terakhir dari kakeknya, Yonan.