Pasukan Langit

Luka di Wajah Gultron

Beberapa detik sebelum ledakan kuat yang dilancarkan oleh Gultron. Angin meraung kuat. Energi kuat melesat ke bawah saat para pendekar tengah bertarung, dengan pasukan kegelapan serta perguruan dari Bangau Emas.

Alicia di bawah kaget melihat hal itu, tapi seseorang sudah berada di dekatnya dan menyadarkannya.

”Alicia! Ini saatnya, pasang portal di belakangku!” itu adalah suara Aji.

Alicia segera paham, dia mengingat bahwa selain kekuatan dari mendiang kakeknya, Yonan. Dalam gulungan itu, ada satu kekuatan di mana itu adalah pengatur ruang hampa. Itu adalah kekuatan yang tersembunyi dari saint Yonan.

Alicia dapat melakukannya, Aji mengirimkan koordinat titik di mana portal itu akan menjadi stasiunnya. Aji mengirimkan kesadarannya, Alicia pun membaca koordinat itu dan membentuk lingkaran portal di belakang Aji, serta mempertahankannya untuk tetap bersama Aji.

Aji melesat dan menghantam kekuatan serangan kedua dari Gultron. Aji melesat melewati ledakan dan Alicia dari bawah mempertahankan posisi portal itu. Portal itu pun menghilang, membawa Aji dan Gultron yang juga ikut menghilang.

Itu adalah, tempat terpencil di salah satu tempat di benua Frost Line. Kenapa tempat itu yang diberikan koordinatnya oleh Aji kepada Alicia?

Alicia masih bingung, tapi dia pun segera tersadar dan mencari Sengturi untuk mengakhiri pertarungan mereka.

Di ujung dunia yang lain, di benua Frost Line. Di antara tiga gunung yang sangat besar. Sebuah portal muncul

Wuuunggggggggg!

Portal itu membuat suara bising, sehingga beberapa hewan seperti burung langsung buyar.

Ada kilatan energi di portal itu. Sesaat kemudian, dua orang keluar. Aji menarik bagian baju hitam milik Gultron, dan mereka keluar dari portal di atas udara. Keduanya berada di atas pepohonan, di hutan diantara gunung-gunung.

Reaksi Gultron nampak kaget, dan tidak menyangka kecepatan sosok yang menariknya membuatnya tak bisa melakukan perlawananan. Namun, saat setelah mereka keluar, Gultron menggunakan kekuatannya untuk melepaskan diri, seketika mereka keluar dari portal. Keduanya saling menghindar dan melompat mundur.

Gultron merasa kaget, karena sosok yang menghadang serangannya dan juga menariknya masuk portal itu adalah sesosok pemuda  yang menjadi anggota Pasukan Langit. Hal itu terlihat dari bajunya, bagaimana bisa pemuda sepertinya melakukan hal itu?

”Siapa kamu Pemuda? Aku akui keberanianmu itu.” 

Masih hening, angin di antara atas pepohonan lembut mengipasi kedua wajah mereka.

”Gultron! Lama tidak bertemu.”

Mata Gultron membulat besar, pemuda itu sangat mengenalnya? Dan, nada suaranya bahkan tidak takut sama sekali kepadanya. Satu dari Lima Gerbang yang ditakuti di seluruh benua. Apakah pemuda ini sudah gila? Atau memang kekuatannya sebanding dengan keberaniannya?

Jika tak mencoba tidak akan mengetahui. Gultron, mengeluarkan senjata pedang di balik punggungnya. Pedang yang sudah menewaskan banyak pasukan pendekar. Pedang itu terselip di pinggang kirinya. Sudah lama rasanya, dia tak mengangkat pedangnya. Cukup lama, setelah Lord Demon memerintahkannya untuk sembunyi dan mempersiapkan diri.

Tugas terbarunya adalah melindungi persiapan logistik senjata masal, tapi kali ini sepertinya dia akan sedikit bersenang-senang.

Gultron mengangkat pedangnya ke atas, angin pun langsung berubah marah dan mengitari tubuh Gultron dengan pekatnya.

”Entah kau bicara apa Pemuda, tapi sepertinya kamu akan membuatku sedikit bersenang-senang kali ini.”

Energi kegelapan berputar di ujung pedang, Gultron mengarahkan pedangnya dengan cepat ke arah Aji. Dari ujung senjata pedang Gultron, kilatan energi hitam menyerang dari satu titik dan menyebarkan energi  ke arah Aji. Serangan bertubi-tubi datang dan berbentuk melengkung ke semua arah dan menyerang Aji.

Boooommmm! Duaaaarrrr!

Ledakan demi ledakan terjadi. Aji menghindari satu demi satu serangan yang begitu banyak itu. Dia menghilang di satu sisi dan serangan menyerangnya lagi. Dia menghilang ke sana dan kemari, itu adalah kecepatan tingkat tinggi. Gultron melihat kecepatan menghindar dari pemuda itu dan dia terus memborbardirnya dengan serangan penuh. Pemuda itu melesat. Namun semuanya mudah dihindari, dan pemuda itu melihatnya dan masih bisa fokus terus menghindar.

Gultron mengumpulkan semua energi, dan bersamaan energi itu tidak lagi saling bergantian menerjang, melainkan semua energi ratusan mengarah pada satu titik pada pemuda itu. Bersamaan dalam satu serangan.

Wooosshh!

Aji mengeluarkan sesuatu dari balik punggungngya, sebuah tongkat!

Beberapa saat sebelum perpindahan Aji ke portal yang dibuat oleh Alicia.

Rakuta melihat Aji setelah masuk ke pertempuran, Rakuta tak tahu darimana Aji datang. Saat itu, Aji datang setelah memindahkan serangan pertama dari Gultron dan menghilangkannya. Itu adalah kekuatan yang merupakan sihir tingkat tertentu untuk mengurung suatu ledakan.

Artefak, Loka. Itu adalah sebuah benda seperti segitiga yang di dalamnya ada ruang. Aji selalu menyimpannya. Artefak itu mampu menyerap serangan besar dan menghilangkan daya ledaknya. Artefak Loka, tak pernah dipakai oleh Aji selama ini. Namun, dia percaya bahwa suatu saat akan memerlukan artefak tersebut.

Artefak Loka adalah benda sihir yang dibuat sendiri oleh Yonan, artefak itu hanya bisa dipakai sekali dan Loka akan meledak bersama dengan kekuatan ledakan yang dia serap.

Saat Aji turun kemudian bersama para Pasukan Langit yang lain, tidak ada yang menyadari kehadirannya karena masih terkejut dengan serangan Gultron. Namun, Rakuta melihat Aji dan memberikan senjata terakhir yang sudah ditempa oleh tim penempa Blacksmithnya. Tongkat itu dibawanya, dan diapun melemparkannya pada Aji.

Saat itulah, Aji langsung melesat ke arah Alicia dan meminta Alicia membuatkan portal ganda untuk diarahkan ke tempat koordinat yang dibagikan oleh kesadaran Aji. Koordinat yang menjadi tempat keluarnya Aji dan Gultron, di salah satu gunung di benua Frost Line.

Aji mengeluarkan tongkatnya, dia memutar tongkatnya dengan energi yang mengalir dan menahan semua serangan penuh dari Gultron. Ledakan demi ledakan terjadi, Aji masih memutar tongkatnya dan ledakan hanya terjadi di depan tongkatnya.

Blaaaaaaarrrrr! Booooooommm! Boooooommmmm!

Gultron menghentikan serangannya, pemuda itu cukup tangguh.

”Wahai pemuda, katakan siapa namamu! Aku akan menghormati musuh yang kuat!”

Aji tersenyum, ”Aku adalah Aji Bagaskara! Dan kali ini, kamu akan pergi selama-lamanya dari sisi Shura!”

Sekali lagi, Gultron merasa heran dengan pemuda yang mengaku bernama Aji itu. Dia bahkan tahu soal Shura, yang merupakan nama dari Lord Demon sesungguhnya. Seberapa kenal pemuda itu pada pasukan Lord Demon?

”Apa kamu mengenal kami wahai Aji?” pertanyaan Gultron, dia masih penasaran. 

”20 tahun yang lalu, ketika matamu yang sebelah terluka. Aku sangat mengenalmu, Gultron. Lima Gerbang yang berasal dari Frost Line.”

Gultron kaget mendengar kata-kata Aji, Gultron sendiri  langsung melepas penutup kepalanya, mukanya pun terlihat dan sebelah matanya terlihat ada luka bekas sabetan.

Luka sabetan itu jika biasa, tentu akan bisa disembuhkan dengan cepat. Tapi, itu adalah akibat melindungi Lord Demon 20 tahun yang lalu, ketika melawan Tiga Legenda. Luka itu adalah sabetan dari Ganada disertai sihir yang diperkuat oleh Yonan. Siapakah pemuda bernama Aji itu sebenarnya?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!