Pasukan Langit
Kemunculan Satu dari Lima Gerbang
Serangan bertubi-tubi menghantam barier yang diciptakan Gayatri. Dia menahannya dengan segenap energinya. Sebentar lagi, Gayatri harus kuat bertahan. Bariernya terus diserang dan dihantam dengan senjata dan juga energi gelap.
Sesosok pendekar keluar dari para penyerang berpakaian gelap itu, pakaiannya berwarna hitam dan ada garis merah gelap. Dia melihat penghalang yang menutupi Nasura. Dia pun mengangkat tangan kanannya, dan keluar senjata besar berbentuk pedang energi yang dipenuhi kegelapan di atas kepalanya.
Pedang itu berwarna gelap dan bercahaya magis. Semua penyerang melihat itu dan mundur. Pedang energi gelap dan besar itu melesat kearah array penghalang yang dibuat oleh Gayatri. Maka, para penyerang menjauh dan berbalik ke belakang untuk menghindari serangan besar itu. Itu adalah serangan dari petinggi mereka.
Blaaaaaaaarrrrrrr!
Cahaya pecah berantakan seperti pecahnya kaca saat dihancurkan. Array buatan Gayatri pecah, karena berbenturan dengan pedang besar yang diselimuti energi kegelapan. Itu bukan lagi serangan yang bisa ditahan oleh Gayatri. Ledakan terjadi, Gayatri dan Lao terpental ke belakang beberapa langkah dan juga Nasura yang masih sempat ditarik menjauh oleh Lao.
Mereka bertiga terpental sekitar 9 meter dari arah ledakan besar itu.
Ledakan yang diciptakan itu mampu membuat tanah berlubang. Dari atas sana, pemimpin dari pasukan kegelapan itu memakai penutup kepala berupa topi besar. Lelaki itu membuka topinya dan masih melayang di udara.
Gayatri terduduk, dia melihat lelaki tersebut dan merasakan energi yang mengerikan darinya.
”Dia adalah seorang dengan tingkat beladiri di puncak! Kita harus waspada Kakak,” kata Gayatri kepada Lao. Lao juga menyadari hal itu. Lelaki itu, mungkin adalah salah satu sosok penting dari pasukan kegelapan.
Lelaki yang menyerang dengan energi pedang itu mulai turun, dia berjalan pelan ke depan.
”Serahkan Nasura! Kalian akan kubuat mati dengan cepat!” nada ancaman beserta energi gelap menyelimuti ucapannya itu. Rambut lelaki itu terlihat panjang, namun dia memakai mahkota sederhana di keningnya. Dan, di mahkota yang berputar di keningnya itu, ada sebuah gambar di tengahnya. Itu adalah gambar seekor Naga.
Jika orang yang memahami mitos para pasukan kegelapan. Ada Lima Gerbang yang menjadi tangan kanan dari Lord Demon. Meskipun mereka selalu bersembunyi, para Lima Gerbang tidak pernah keluar kecuali misi yang penting dan mendesak.
Kali ini, jika terkaan Gayatri benar. Maka dia adalah salah satu dari Lima Gerbang dan dia adalah Gultron. Seorang paling kuat di bawah kekuatan langsung dari Lord Demon. Jika dia muncul, maka dia sudah seperti seorang seniman bela diri dengan kemampuan di atas rank 8, dia berada di rank 9.
Lao maju ke depan dan membelakangi Gayatri dan Nasura, ”Kalian pergilah! Aku akan menahan mereka.”
”Tapi Kakak, dia adalah...”
”Cukup Gayatri, aku tahu siapa dia. Dia adalah salah satu pembesar dan satu di antara Lima Gerbang. Aku sudah berlatih keras untuk menghadapi mereka semua, ini adalah hari di mana pembalasan akan datang. Akan kutunjukkan pelatihanku selama ini, mereka para pembunuh orangtua kita harus mengetahui bahwa dua anak yang dulu selamat dari pembantaian mereka. Kini akan menghancurkan mereka!”
Nada suara Lao sangat meyakinkan. Airmata Gayatri malah menetes perlahan.
”Tidak Kakak, kita akan menghadapi mereka bersama, matipun kita akan bersama. Ini adalah pembalasan yang layak untuk kedua orangtua kita.”
Lao menatap wajah adiknya, dendam kesumat yang tersimpan dalam hati mereka demikian menghunjam. Seolah, hidup mereka adalah hanya untuk membuat kedua orangtua mereka tenang di alam sana. Mereka harus menjadi pembalas yang akan menenangkan kedua arwah orangtuanya.
Gayatri tak peduli lagi, dia menciptakan beberapa spear tombak dengan kekuatan besar dan bentuknya juga besar. Jumlahnya ada 10 yang siap menghunjam ke depan. Lao juga memahami, dia memegang dua cakram barunya, cahaya petir menyatu antara keduanya. Bermunculan cakram energi memenuhi langit di atas mereka dan bersiap menyerang kembali.
”Perjuangan sia-sia yang cukup menarik. Kalian pikir mainan seperti itu mampu menghentikanku!”
Para prajurit dari pemimpin pasukan kegelapan itu mundur beberapa jarak. Mereka tahu bahwa ketuanya itu cukup mampu untuk mengalahkan musuh mereka dari Pasukan Langit itu. Siapa yang tidak tahu kekuatan dari Gultron, salah satu dari Lima Gerbang paling ditakuti di seluruh pasukan kegelapan.
”Serang!” Lao menggerakkan dua cakramnya ke depan dan satunya menyamping. Seluruh energinya meluap, ratusan bahkan ribuan cakram energi yang tercipta menyentak terbang, dan mengarah seluruhnya pada lelaki pemimpin dari pasukan kegelapan itu.
Gayatri pun melihat ini sebagai kesempatan. Spear raksasa yang berjumlah 5 itu melesat dan menuju kearah lelaki yang melayang. Jika dia salah satu dari Lima Gerbang, maka apakah serangan mereka cukup membuatnya sibuk?
Boooommm! Braaaaaakkkk! Duaagggg!
Serangan demi serangan seolah menghantam pemimpin dari pasukan kegelapan itu. Namun, herannya sosok dari pemimpin pasukan kegelapan itu masih menyala penuh kegelapan. Dia seolah menghindari serangan-serangan dahsyat itu dengan menggerakkan tangannya pelan. Saat dia menghadang setiap serangan, maka ledakan terjadi dan tubuhnya terhalang shiel kegelapan.
Semua serangan kuat dari Gayatri dan Lao dengan mudah seperti dihempaskan dan meledak di sekitarnya. Lelaki itu masih kokoh tanda ada luka sama sekali, dan dia tersenyum dengan ejekannya.
”Mainan Bocah!” suara dari pemimpin pasukan kegelapan itu. Sesaat kemudian dia sudah melesat dan menghilang dengan cepat.
Lao dan Gayatri kaget, bahkan mereka tak menyadari sama sekali bahwa pemimpin kuat musuh itu sudah berada diantara Lao dan Gayatri. Lao dan Gayatri reflesk dengan cepat dan merasakan bahaya. Mereka menengok kearah musuh yang sudah berdiri di antara mereka dan hendak menghindarinya. Sayangnya mereka kalah telak dalam kecepatan.
Sosok itu langsung melemparkan keduanya dengan energi gelap pada kedua tangannya. Ledakan terjadi dan tubuh Lao dan Gayatri terpental dengan masing-masing pada sisi yang berbeda. Keduanya terpental hingga membentur tembok masing-masing. Lao terpental hingga bergulingan dan berakhir di pinggir tembok.
Serangan yang luar biasa, para prajurit pasukan kegelapan bahkan tersenyum sinis melihat hal itu. Mereka sudah membayangkan bahwa memang seperti inilah akhir tragis dari dua pendekar muda dari golongan pendekar putih itu. Siapa yang berani melawan Gultron? Kekuatannya bahkan hanya setingkat di bawah Lord Demon.
Nasura ketakutan di depan Gultron, dia adalah satu dari Lima Gerbang, Nasura menggigil dan takut bahkan hampir saja dia jatuh begitu saja.
”Maaf... maafkan aku Tuan Malam. Aku dipaksa dan disandera untuk dibawa paksa Tuan,” Nasura menangkupkan kedua telapak tangannya tanda meminta ampun.
”Terlambat Nasura. Kau sudah tidak dibutuhkan lagi!”
Bersamaan dengan itu, telapak tangan Gultron terangkat dan senjata energi muncul dari depan tangan Gultron dan bergetar hendak menyerang Nasura. Nasura ketakutan dan keringatnya bercucuran.
Di sisi lain, Gayatri masih berusaha bangun akibat serangan kejutan kuat itu. Dia merasa serangan tadi sangat luar biasa kuat. Begitupun dengan Lao, dia berusaha bangun dan mereka berdua merasa bahwa mereka terlambat dan tak bisa menyelamatkan Nasura.
”Matilah dengan tenang, Nasura,” suara pelan Gultron.
Wooossshh! Senjata energi tajam itu melesat dan mengarah kepada leher Nasura untuk dipatahkan.
Traaannnggg!
Sebuah senjata belati kuat dan disertai cahaya terang, terbang dan menghancurkan senjata energi yang diarahkan Gultron. Nasura selamat dan dia panik sambil bernapas tak karuan. Kilauan senjata dan energi pecah di depannya, dan Nasura bahkan sudah merasa pergi ke alam baka. Dia lemas dan jatuh.
Gultron sedikit kaget dan menengok ke kiri, darimana asal serangan senjata tadi? Di sana, sesosok lelaki memegang senjatanya dan tersenyum. Lelaki itu memberikan gerakan memanggil kembali belati tajamnya. Kini, masing-masing tangannya memegang satu belati.
Lelaki yang banyak dikenal oleh para seniman bela diri, baik hitam maupun pasukan kegelapan. Dia adalah pejuang Jiro. Di sebelahnya, seorang wanita dengan pedang yang juga berselimutkan cahaya terang dan siap bertempur, dia adalah Alicia.
”Menarik!” Gultron pun tersenyum.