Pasukan Langit

Pertempuran di Kandang Kuda

1 Jam sebelum perang pecah.

Dua orang lelaki dengan stealth tinggi, dan tanpa bisa dideteksi melompat dari pohon. Mereka berada di genting sebuah rumah yang sangat luas, meskipun cukup berantakan. Itu adalah tempat luas di ujung perguruan Bangau Emas. Di sana juga menjadi tempat kandang bagi kuda-kuda dari pemerintahan kota Linggar Emas.

Melihat penjagaan ketat tentu saja menjadi hal biasa, di mana di tempat yang luas ini adalah tempat kuda yang terbilang banyak jumlahnya dan menjadi alat transportasi bagi prajurit. Namun, jika para penjaganya terlalu waspada dan bahkan tidak memperbolehkan orang biasa masuk ini menjadi hal lain.

”Kamu yakin ini tempatnya, Pejuang Jiro?” Aji bertanya sekali lagi, ada tiga tempat yang memang sudah dikabarkan oleh Aaman, jika itu menjadi tempat persembunyian senjata masal yang begitu banyak jumlahnya.

Di ujung timur ada kandang kuda yang luas dan tanpa terjamah orang luar, kedua di ujung barat ada desa yang ditinggalkan dan diapit dua gunung. Serta, ketiga adalah di sebelah utara di sebuah hutan yang memiliki cerita magis di dalamnya.

Melihat lebih jauh lagi, pejuang Jiro yang mendapatkan kabar itu menyelidiki tiga tempat. Desa yang ditinggalkan itu ternyata masih ada beberapa penduduk yang bertahan, dan tidak ada penjagaan sama sekali. Di utara yang disebut hutan yang dipenuhi makhlok roh dan binatang buas, tidak ada kecurigaan.

Dua tempat itu, baik desa yang diapit oleh gunung dan hutan, bisa dicurigai menjadi tempat penyimpanan senjata masal yang disebutkan oleh Aji. Namun, tempat kandang kuda yang luas bahkan tidak akan terbesit dalam pikiran, kalau itu adalah tempat untuk menyimpan senjata masal. Itulah masalahnya, tempat yang tidak disangka adalah tempat yang tepat untuk menyembunyikan sesuatu.

”Inilah satu-satunya tempat yang mungkin, dengan penjagaan ketat dan juga rahasia.”

Mereka berdua melesat, kecepatan serta stealth yang menyembunyikan aura serta keberadaan yang seolah-olah hilang dan menjadi bayangan. Kemampuan assassin tingkat tinggi sudah dimiliki oleh pejuang Jiro dan Aji. Mereka pun menyelinap di belakang rumah-rumah.

Mereka berdua duduk sebentar atas perintah Aji, pejuang Jiro mematuhinya. Aji mengeluarkan energi tipis dari tangannya, dia kemudian menyentuh tanah dengan tangan kanannya dan energi seperti akar masuk ke tanah. Energi tipis itu seolah menyebar di tanah. Aji berkonsentrasi.

Dia merasakan berapa jumlah orang di sini, dan di mana pusat dari berkumpulnya orang. Aji merasakan energi gelap yang melimpah. Di sebuah kediaman di ujung tempat kandang kuda. Energi disana terlihat banyak orang sedang berkumpul.

”Ikuti aku!” Aji kembali melesat dan pejuang Jiro mengikutinya. Mereka sampai di sebuah pohon besar, di depan mereka ada kediaman yang cukup lama namun besar. Beberapa orang berjaga di depan kediaman itu, itu adalah murid dari perguruan Bangau Emas.

Dua orang tampak berlari ke arah kediaman itu dengant tergesa-gesa, ”Tuan! Tuan!” salah satu dari lelaki dari pemerintahan kota Linggar Emas nampak berteriak dan gelisan di depan kediaman itu.

Beberapa orang keluar dari dalam, dan itu adalah para ahli bela diri dengan baju serba tertutup dan dan hitam. Mereka terlihat hanya kepalanya saja dan sisanya berpakaian gelap.

”Ada apa? Kenapa malam-malam begini datang?” wajah itu terlihat seram. Prajurit yang datang itu juga terlihat ketakutan, karena wajah seram lelaki yang keluar dari rumah itu.

”Tuan pemimpin meminta untuk menutup tempat ini! Kalian harus pergi sementara waktu! Jangan lupa untuk menutup semua segelnya!”

Segel! Ini yang menjadi tempat yang tepat untuk menyembunyikan sesuatu. Aji pun menyadari bahwa inilah tempatnya. Pejuang Jiro yang duduk di antara semak juga mendengarkan hal itu dan masih bingung, benarkah kalau Bangau Emas adalah bagian dari Mondu?

”Baiklah! Kalian pergi dulu!” teriak lelaki yang terlihat paling depan diantara yang lain. Petugas dari pemerintahan itu pun kembali pergi, dan tergopoh-gopoh meninggalkan kediaman itu.

Lelaki yang berada paling depan pun menoleh kearah kawan-kawannya, ”Tutup segel dengan kekuatan kalian. Kita harus segera pergi untuk sementara waktu sampai keadaan aman kembali!”

Lelaki yang berpakaian sama, dan jumlahnya ada banyak itu mengangguk. Sepuluh orang melesat melompat ke sisi lain, mereka menuju ke sebuah kandang di samping kediaman itu. Itu adalah celah bukit, jadi kandang kuda itu dibuat di dekat sebuah bukit besar.

Beberapa orang itu seperti memasang array tepat di belakang kandang kuda. Ada sebuah batu besar disana, dan seolah sebuah sihir dilepaskan untuk menghilangkan batu besar itu. Batu besar itu seolah menyatu dengan dinding bukit itu.

Itulah tempatnya, jadi mereka membuat goa di bukit itu, jadi semua senjata dimasukkan disana, dan digunakan sihir untuk menghilangkan pintu masuknya.

Beberapa orang itu kembali ke kediaman, dan mengatakan bahwa mereka sudah membereskan masalah. Saat mereka hendak pergi dari kediaman itu, mereka terhenti dan tak bisa meneruskan untuk pergi. Dua orang sudah berada di atas mereka di genting itu.

”Siapa kalian?” pemimpin dari orang-orang di kediaman itu berteriak, dia ingin memastikan siapa dua lelaki yang juga berpakaian gelap sebagai penyamaran itu.

Mereka adalah Aji dan pejuang Jiro yang mengenakan pakaian penyamaran serba hitam, untuk menutupi baju mereka seperti biasanya. Aji memutuskan untuk menyelesaikan misi kali ini, tidak ada waktu lagi.

”Kami akan menangkap kalian semua! Pasukan kegelapan!” pejuang Jiro membuka baju hitamnya, dari kebesaran bajunya membuat para penjaga kediaman itu sangat kaget. Jadi benar bahwa mereka ketahuan?

Merasa terancam, pemimpin itu pun berteriak, ”Para pasukan! Keluar semuanya!”

Braaaaaakkk! Braaaaakkk! Klaataaakkk!

Dari balik jendela dan dinding kayu yang pecah, muncul puluhan prajurit dengan pakaian hitam seluruhnya. Mereka semua keluar berhamburan dan mengelilingi kediaman besar itu, jumlahnya ratusan orang yang penuh dengan pakaian serba hitam.

Mereka semua menatap dua lelaki di atas genting kediaman itu. Semuanya bersiap.

”Kamu siap Aji?” pejuang Jiro menatap Aji.

”Lebih dari siap, pejuang Jiro!”

Pemimpin pasukan hitam itu pun berteriak, ”Serang mereka!”

Pasukan ratusan berpakaian hitam itu pun terbang dan menerjang ke atas, pertarungan dahsyat itu pun terjadi. Namun, bukan pejuang Jiro namanya jika gentar setelah puluhan tahun berlatih dari banyak guru dan juga belajar langsung dari Ganada. Ini belum seberapa, saatnya menikmati pertarungan.

Beberapa orang yang terbang dan menyerang dalam hitungan detik, sudah terpental dan terkena serangan yang sangat cepat dari Aji dan pejuang Jiro. Aji melepas pakaian hitamnya, baju kebesaran dari Pasukan Langit nampak megah, di iringi gerakan cepat dan menjatuhkan satu demi satu pasukan kegelapan itu.

Terjatuh menimpa atap kandang kuda, terpental menghantam bukit, gerakan gila dan cepat itu membuat para prajurit yang memakai pakaian serba hitam semakin gemetar. Namun, mereka adalah pasukan milik Lord Demon. Mereka pun siap mati.

”Selesaikan semua pejuang Jiro! Kita juga harus membantu yang lainnya!”

Mendengar hal itu dari Aji, pejuang Jiro semakin semangat dan dengan cepat menghantam dan menyerang para penyerangnya. Ini seperti menepuk nyamuk yang mengelilinginya, kekuatan mereka terlihat cukup jauh jaraknya.

Mereka menyelesaikan pertarungan itu dalam waktu 15 menitan. Tempat itu berantakan, kediaman yang roboh dimana-mana.

”Aku akan pergi dulu pejuang Jiro, aku harus membantu rekan yang lain. Anda bisa melaporkan hal ini dan menyegel tempat ini terlebih dahulu!”

Jiro pun menggangguk, Aji melesat pergi, Barsha dan Aaman membutuhkannya.

Wooooossshhhhh!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!