Pasukan Langit

Terus Mencari Bukti

Alam bawah sadar milik Alicia seolah terbangkitkan, matanya bercahaya dan dia seperti berada di dunia astral. Semua tempat berwarna putih. Di sana ada sosok yang tengah berdiri dan tersenyum padanya.

Itu adalah kakeknya, Yonan.

”Aku akan menunjukkanmu kekuatan terkuatku, ini akan menjadi kekuatanmu.”

Alicia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, kakeknya menunjukkan kekuatan di depannya. Dia memperhatikan secara seksama, dari tiap step yang dilakukan oleh kakeknya Yonan. Saat Alicia mencoba berbicara dengan kakeknya, Yonan, dia tidak mendapatkan tanggapan apapun.

Seolah, itu adalah bentuk yang tidak bisa berkomunikasi dan hanya sebatas monoton. Seperti seseorang yang bicara sendiri pada muridnya, tapi muridnya hanya memperhatikannya saja. Kekuatan yang ditunjukkan Yonan sangat luar biasa. Kekuatan ledakan dan juga aliran energi pernapasan dan lainnya semua melengkapi.

Di tambah di akhir gerakan, kakek tua Yonan itu memakai sebuah pedang. Dia mempraktekkan kekuatan seorang penyihir yang dilengkapi dengan artefak pedang. Ini benar-benar kekuatan yang luar biasa dan sangat mendalam.

Saat kekaguman Alicia mencapai puncaknya, dia terbangun dari alam bawah sadarnya itu dan dia sadar sedang berada di ruang pelatihan khusus. Memori dari jurus yang ditunjukkan oleh kakeknya itu, sangat membekas dan energi di dalam tubuhnya juga meluap. Segel skill itu berisi energi besar yang masuk ke dalam pusat energinya.

Alicia merasakan tubuhnya terisi energi yang jauh lebih kuat. Dia terpaksa harus bermeditasi untuk menyerap energi besar dalam butiran energi itu. Dia harus mensinkronkan dengan energinya. Penyerapan energi itu juga butuh waktu, dia harus mampu membuat energi itu menjadi energinya.

Itu yang harus dilakukannya terlebih dahulu, baru kemudian mempraktekkan gerakan dan skill yang sudah dilihatnya dalam kenangannya itu.

Alicia harus menjadi lebih kuat, airmatanya tanpa terasa masih saja menetes. Wajah kakek Yonan amat dirindukannya itu hadir. Namun, seperti tidak mengenalnya dan hanya seperti sedang memperagakan jurus-jurus untuk diajarkan.

Meski hanya sebentar, rasa kerinduan dari Alicia sedikit terobat. Kini, gilirannya untuk mengambil alih semua tanggungjawab keluarga di pundaknya. Dia harus membalas semua hinaan bagi keluarganya.

Keturunan Yonan akan bangkit dan membanggakan kakek Yonan. Mata Alicia menajam dan dia meneruskan penyerapan energi dari kristal personal skill yang dimakannya tadi.

***

Dua hari terlewati, beberapa senjata dari anggota Pasukan Langit ada yang sudah jadi. Sekitar separuh lebih sudah jadi. Para anggota Pasukan Langit merasa senang dengan hasil dari pembuatan senjata yang juga dilapisi dengan artefak energi sihir oleh para ahli.

Rakuta sendiri yang langsung menyerahkan senjata-senjata itu pada para anggota Pasukan Langit. Dia merasa sangat bahagia karena menjadi salah satu bagian dari kepahlawanan Pasukan Langit di masa depan, karena dirinyalah yang langsung memimpin dalam pembuatan senjata mereka.

Beberapa orang mulai menjajal senjata yang dikhususkan untuk mereka, di sisi lain ada beberapa yang belum jadi dikarenakan tingkat kesulitannya lebih tinggi dari yang lain.

Aji yakin bahwa senjata pesenannya pasti belum jadi, dia memang merencanakan pembuatan senjata yang cukup sulit. Hal itu bagian dari rencananya, sehingga dia memiliki kesempatan untuk menyelidiki lebih lanjut dan mencari bukti kuat keterlibatan Bangau Emas dengan pasukan kegelapan.

Siang ini, Aji pergi ke rumah makan untuk makan. Sinyal dari Aaman sudah didapatkannya, ada sesuatu yang mungkin ingin dilaporkan sahabatnya itu. Mereka makan bersama kembali, mereka bahkan kini sangat hati-hati sehingga berbicara dengan resonansi suara melalui kekuatan bawah sadar.

Mereka memasang barier kuat agar tidak ada yang bisa menembus percakapan mereka dalam mengirimkan sinyal  suara melalui gelombang pikiran. Hal itu bisa dilakukan Aji, Aaman tak bisa melakukannya tapi dia mendapatkan sinyal itu dan menerimanya.

Aji benar-benar luar biasa, itulah yang dipikirkan Aaman.

”Apakah kamu mendapatkan kabar suatu tempat, yang bisa menjadi tempat penampungan senjata dalam jumlah banyak.”

Suara sinyal itu dipahami oleh Aaman, beberapa hari lalu memang Aaman diminta mencari informasi. Adakah tempat di seluruh kota Linggar Emas tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan sementara senjata dalam jumlah massal.

Aaman pun melakukan penyelidikan dan juga melihat peta kota Linggar Emas. Menurutnya, ada tiga tempat yang bisa menjadi tempat paling rasional dalam jumlah besar tersebut; pertama di ujung sebelah timur kota Linggar Emas yaitu tempat penjagaan kuda dari seluruh pasukan Linggar Emas. Kedua di sebelah barat di antara dua gunung besar ada sebuah desa yang sudah ditinggalkan.

Ketiga, hutan di sebelah utara kota Linggar Emas. Di hutan itu sepertinya tidak terjamah, karena banyak binatang buas dan dikabarkan banyak hal mistis seperti roh halus.

Itulah tiga tempat yang dilaporkan oleh Aaman. Selain itu, soal lelaki bernama Nasura yang dikabarkan memerintah Rakuta sebagai kepala Blacksmith. Bahkan, Aaman tak pernah menemukan ada seorang prajurit atau murid perguruan dari Bangau Emas dengan nama Nasura.

Aji jadi berpikir, apakah Rakuta membohongi dirinya? Bukankah Rakuta menjelaskan bahwa semua operasional dirinya dalam pembuatan senjata semua atas arahan dari Nasura? Lalu, siapa dia, kenapa Aaman bahkan tidak mengenal siapa itu Nasura.

Kini, untuk membuktikan keterlibatan perguruan Bangau Emas, maka harus menemukan dua bukti kuat. Pertama adalah menemukan sosok Nasura yang mengendalikan Blacksmith dan memerintah Rakuta. Karena, dia yang bertugas memberikan outline senjata yang harus dibuat oleh Rakuta dan bawahannya di kantor Blacksmith.

Kedua, tempat persembunyian senjata selama ini dalam produksi besar-besaran seperti yang diakui oleh Rakuta sendiri. Hal ini juga hal yang menjadi pemikiran dari Aji, bahwa mereka para pasukan kegelapan sedang menyiapkan serangan besar dan tentu saja membutuhkan senjata yang banyak dan juga kuat.

Mereka tentu ingin melemahkan pasukan kebenaran dan ahli bela diri. Mereka menyatakan sibuk tidak bisa membuat senjata karena banyaknya pesanan.

Mereka pun berpisah kembali, mereka bertemu seperti teman lama yang baru bertemu. Pembicaraan rahasia mereka dikirimkan melalui gelombang resonansi dari alam bawah sadar. Itu adalah sihir yang cukup langka, namun Aji bisa melakukannya.

Aaman merasa aman berbicara banyak hal soal kecurigaan mereka untuk mengungkap kasus ini. Senjata dalam jumlah massal, jika terjadi maka harusnya ada tempat persembunyian yang sangat besar dan itu bisa menjadi barang bukti untuk mengungkap kebusukan dari perguruan Bangau Emas.

Aji melangkah kembali bersama anggota Pasukan Langit yang lain. Saat keluar dari rumah makan itu, Aji merasakan ada energi yang sedang mengintainya.

Sepertinya, mereka juga mencurigai semua pergerakan dari anggota Pasukan Langit. Mereka sangat waspada, Aji merasakan energi itu mengawasinya dari kejauhan. Energi gelap mereka mampu dirasakan Aji. Hal ini semakin menguatkan dirinya untuk segera menghapus keberadaan para Mondu, setelah dirinya menghabisi Singa Hitam saat pertama kali keluar dari pengasingannya.

Kali ini, Aji harus menyiapkan bukti kuat untuk melemahkan kekuatan pasukan gelap, dengan cara menghabisi Bangau Emas yang dulu selalu melindungi Singa Hitam.

Sinyal di cincin Aji menyala, ada pesan. Ini adalah sesuatu yang cukup penting, dari Lao dan Gayatri. Ada apa dengan mereka?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!