Pasukan Langit
Pertemuan Rahasia dengan Aaman
Anggota Pasukan Langit berlatih kembali di depan kantor Pasukan Langit. Pejuang Jiro mengarahkan mereka dengan baik, dan mereka sangat senang karena dilatih dengan sangat intensif. Bahkan, itu semua melebihi arahan dari guru-guru mereka sebelumnya.
Mereka bahkan menyebut kalau pejuang Jiro, adalah seorang guru yang benar-benar memahami dengan baik.
Di sisi lain, Aji tidak muncul di latihan hari ini. Semua angota Pasukan Langit beranggapan bahwa mungkin Aji malu karena kemarin dia tentu kalah saat melawan Pejuang Jiro. Bagaimana bisa seorang muda seumuran dengan mereka, bisa mengalahkan pejuang Jiro yang bahkan jika mereka semua dikumpulkan belum tentu bisa mengalahkannya.
Jiro seperti biasa, tidak ada masalah dan dia mengingat pesan kemarin agar menjadi semua rahasia dari Aji. Permintaan Aji akan dilaksanakannya. Pertama, dia akan fokus pada pelatihan anggota Pasukan Langit. Entah apa rencana Aji hingga dia ingin Pasukan Langit menjadi sangat kuat.
Kemudian, jurus terakhir dan kesempurnaan dari saint Ganada sudah dikirimkan melalui energi. Rahasia itu sudah dihapal dengan baik oleh pejuang Jiro, bahkan itu lebih sempurna dari jurus rahasia pertama. Artinya, Aji berusaha melengkapi kekurangan yang ada pada jurus akhir tingkat tertinggi dari assassin. Celah kelemahan dari assassin adalah kurangnya sisi pertahanan. Di rahasia terakhir itu, pertahanan sudah dikuatkan dengan metode khusus.
Ini adalah pencapaian yang besar, sosok pemuda seperti Aji mampu menguasai dengan baik semua kekuatan tingkat tinggi dari masing-masing spesifikasi ilmu bela diri.
***
Hilangnya Aji untuk hari ini, ternyata dia bertemu dengan seorang kawan lamanya, di sebuah rumah makan di pinggir kota Prisma. Mereka membuat janji, dia adalah Aaman.
”Bagaimana keadaanmu selama ini, Aji?” Aaman bertanya tapi dia sendiri sudah tahu jawabannya dan sekedar basa-basi. Tidak mungkin Aji yang Aaman ketahui dengan kekuatannya, sejak awal mampu mengalahkan Drapuda yang sangat kuat hanya dengan sentakan pukulan, akan mengalami luka.
Benar, jika Aaman mengingat kejadian awal pertemuannya dengan Aji waktu itu, sungguh ketua perguruan Singa Hitam yang diakui memiliki kekuatan rank 8 bisa dikalahkan dengan demikian mudah. Maka, tidak mungkin bagi Aji untuk mendapatkan masalah lainnya.
”Biasa saja Aaman, aku sudah mulai bertugas dalam Pasukan Langit dan bersiap untuk mengungkap banyak hal soal Mondu.”
Benar, keberadaan Mondu memang sangat mengkhawatirkan bagi dunia pendekar. Diketahui Aaman saat pertarungan dengan perguruan Singa Emas, bahkan Aji menyebut tentang Singa Hitam. Saat kehancuran perguruan itu, Aji menyebut bahwa mereka adalah bagian dari Mondu yang disembunyikan dengan baik oleh salah satu bangsawan di benua Orpris.
Aaman memang agak ragu akan hal itu, tapi dia sudah menyelidiki hal itu. Dukungan untuk Singa Emas memang cukup kuat. Bahkan, ketika mereka melakukan banyak kejahatan semua perguruan putih seolah kurang memperhatikannya. Semua itu karena pastinya ada dukungan dari bangsawan besar.
Namun, soal mereka adalah bagian dari Mondu, itu belum bisa dibuktikan. Entah kenapa, Aji bisa begitu yakin kalau mereka bagian dari Lord Demon. Apakah itu karena memang Aji adalah Pemukul Halilintar? Meski sangat aneh bagi Aaman. Namun, kekuatan Aji memang luar biasa dan bahkan bisa jadi menyaingi kekuatan dari Dasatama sendiri, sang God of War dari seluruh benua.
”Apakah kamu mendapatkan kabar soal perguruan Bangau Emas?” Aji bertanya pada Aaman, karena beberapa hari ini Aji sibuk dengan persiapan di Pasukan Langit.
Benar, Aaman diminta secara khusus menyelidiki soal perguruan Bangau Emas. Itu adalah perguruan yang termasuk tiga perguruan besar di benua Orpris. Tidak ada yang berani menuduh apapun pada mereka tentunya, karena kontribusi yang besar bagi mereka.
Perguruan Bangau Emas adalah perguruan yang bertanggungjawab penuh pada senjata untuk seluruh benua Orpris. Mereka memegang tanggungjawab dari pemimpin tertinggi Kota Prisma dan seluruh benua Orpris yaitu Dasatama.
”Aku beberapa kali berkunjung ke sana dan sekedar inspeksi. Semua tak berani mencurigai mereka karena kepercayaan yang kuat dari Dasatama.”
Aaman pun menceritakan, dia kesana dan bahkan menyamar menjadi orang biasa. Dia beberapa hari bertahan untuk mendapatkan informasi apapun soal perguruan besar Bangau Emas. Saat malam, memang keadaan disana cukup sepi dan lebih ketat.
Dia juga bingung, kenapa Aji begitu yakin untuk memeriksa dengan teliti soal perguruan Bangau Emas. Perguruan terbesar nomor dua setelah perguruan Ledakan Langit milik Dasatama. Mereka memang dipercaya sebagai penyedia senjata terbaik, penempaan senjata mereka diakui di seluruh dunia. Bahkan, semua prajurit dan juga pendekar memesan senjata dari sana.
Mereka juga mampu menempa artefak tingkat tinggi, yang memiliki kekuatan sihir dalam penempaannya.
Tak mudah mencari informasi lebih lanjut, Aaman pun menjadi seorang pemesan dan berpura-pura menempa senjata di sana. Namun katanya, para penempa atau blacksmith sedang sibuk dan banyak kerjaan jadi sementara waktu tidak bisa menempa senjata pesanan dari siapapun.
Aaman sedikit memaksa, tapi tetap saja tidak mendapatkan pelayanan untuk membuat senjata bahkan antrean pun tidak diperbolehkan. Aaman bahkan sampai mendatangi kepala bagian blacksmith.
Ada kecurigaan bagi Aaman, karena mereka berbeda pendapat soal pesanan senjata yang sedang mereka persiapkan. Dan, informasi lainnya mereka kini sibuk dalam menempa dan tidak bisa membuatkan pesanan bagi orang lain.
Disitulah Aaman sedikit curiga soal senjata yang sedang dibuat oleh seluruh Blacksmith, di bawah naungan perguruan Bangau Emas.
”Itu dia! Kemungkinan besar,” Aji memelankan suaranya sangat pelan, dia juga sedang mengenakan pakaian biasa di rumah makan itu sehingga orang tidak mengenalnya sebagai Pasukan Langit, ”Itu yang sedang dipersiapkan oleh Lord Demon, mereka merencanakan invasi besar-besaran soal senjata artefak tingkat tinggi, dan mengurangi pasokan senjata untuk para pendekar.”
Aji bisa menebak demikian dalam dan percaya diri, itu membuat Aaman merasakan kengerian dari ucapan Aji. Jika hal itu benar, maka ini adalah bencana besar bagi seluruh benua. Dan, tidak ada yang berani mencurigai gerakan apapun dari Bangau Emas, karena mereka sangat percaya dengan kinerja mereka selama ini.
”Tidak mungkin bisa mencurigai mereka semudah itu Aji. Itu adalah dugaan yang besar. Namun, jika hal itu benar maka hanya akan ada kehancuran yang akan mengintai dunia ini. Lalu, bagaimana membuktikan hal itu?”
Mereka benar-benar memperkecil suara mereka sangat hati-hati. Mereka terlihat santai sambil menikmati makanan mereka. Mereka juga sangat mahir dalam hal seperti ini. Aaman adalah seorang intelejen mata-mata khusus dari pertahanan seluruh benua. Dia juga paham bahwa Aji memiliki kemampuan menyamar yang baik.
Bagi Aaman, Aji merupakan sosok yang sudah memiliki pengalaman luar biasa, bahkan kini dia menjadi yakin dengan baik. Sosok Pemukul Halilintar mungkin benar adalah dirinya, entah apa yang terjadi padanya sehingga dia kini menjadi sosok pemuda.
Apakah reinkarnasi benar-benar terjadi padanya? Itu menjadi hal mungkin ketika dia tahu segalanya soal dunia persilatan dan seluk-beluk seluruh benua.