Pasukan Langit
Kalah Tanpa Melihat Gerakan Musuh
Para anggota Pasukan Langit mulai turun satu-persatu dan bergiliran. Tiga orang sudah turun, tinggal Alicia dan Aji. Alicia hendak turun duluan.
Alicia terhenti sejenak sebelum turun dari kereta, ”Sepertinya ada yang kamu sembunyikan kepada kami Aji. Tapi tenanglah, kami akan selalu menjadi rekanmu dalam berjuang melawan Lord Demon dan pasukannya.”
Alicia meninggalkan kata-kata itu kepada Aji dan kemudian turun. Aji sendiri merasa bahwa Alicia tidak jauh berbeda wataknya dengan Yonan. Mereka sangat mirip, bahkan bagaimana menerka perasaan orang lain, mereka berdua sangat ahli.
Aji pun turun, semuanya sudah bersiap. Mereka semua berjalan beriringan, dan dijaga oleh para prajurit yang berdiri di samping dinding. Mereka sedang mengiringi Pasukan Langit. Ketua Yarko dan ketua Gonan mengarahkan para anggota Pasukan Langit, untuk mengikuti mereka. Mereka sudah dihubungi oleh Dasatama untuk menuju ruang pertemuan.
Ruang itu sangat besar, mejanya cukup panjang dan sudah disediakan kursi yang mencukupi. Ketua Yarko dan ketua Gonan berdiri di pojok depan, satu kursi di tengah masih kosong. Anggota Pasukan Langit dipersilakan duduk terlebih dahulu, dengan masing-masing kursi yang disediakan.
Beberapa saat kemudian, sosok yang mereka tunggu datang juga. Dasatama, sang God of War yang paling disegani di seluruh penjuru benua.
Sosok itu amat gagah terlihat, meski usianya mungkin di atas 40 tahun. Namun, dia terlihat sangat kekar. Ada beberapa pernik di lengannya yang berbentuk ukiran nada dan kepala harimau. Baju kebesarannya saja sudah membuat orang lain kagum. Rambutnya melewati telinga namun diikat rapi sehingga dia terlihat sangat gagah.
Saat dia datang, ketua Yarko dan ketua Gonan nampak berdiri menyambut. Dasatama pun tersenyum pada semua anggota Pasukan Langit, dan mempersilakan mereka semua duduk kembali.
Dasatama sosok yang ramah, dia menyapa semua anggota baru Pasukan Langit tersebut dan semua merasa senang diperlakukan dengan baik.
Selanjutnya, Dasatama akan mencari waktu yang tepat untuk datang ke kantor Pasukan Langit. Tentu saja, untuk adu kekuatan dan bahkan jika anggota Pasukan Langit tidak keberatan, maka Dasatama bisa berbagi dan mengajarkan jurus yang dimilikinya.
Semua anggota Pasukan Langit malah merasa bahagia, jika sang God of War mengajarkan mereka jurus dan kekuatan.
Cukup lama mereka berbicara, Aji memperhatikan seksama pada God of War. Dia mengingat sesuatu tentang wajah itu. Dia ingat bahwa sosok di depannya itu, adalah sosok seorang pemuda yang pernah dibawa oleh sahabatnya Markus. Markus adalah sosok pengguna pedang yang memiliki seorang murid.
Markus mendatangi setiap orang besar bersama muridnya, yang masih muda kala itu. Markus sudah mengajarkan kemampuannya pada pemuda itu, dan mendatangi satu-persatu pendekar kuat yang dikenal Markus.
Markus mendatangi Ganada, dan meminta Ganada untuk mengajarkan ilmunya kepada pemuda itu. Selama sebulan, pemuda itu belajar dari Ganada dan mereka pergi kembali. Mereka sampai pada kediaman Yonan dan begitu juga, bahwa Markus meminta tolong pada Yonan untuk mengajarkan beberapa hal keahlian pada pemuda itu.
Satu bulan Markus pamitan kepada Yonan bersama muridnya itu, dan mendatangi Pemukul Halilintar. Pemukul Halilintar tidak mau mengajari pemuda itu kekuatan ilmu beladirinya. Hal ini karena memang Pemukul Halilintar, tidak mau mengambil murid siapapun dalam hidupnya. Itu adalah keyakinannya dahulu.
Markus demikian memohon, agar pemuda itu atau muridnya tersebut mampu memperoleh pencerahan, dan belajar jurus bersama para orang kuat di seluruh benua. Namun, Pemukul Halilintar tetap menolaknya.
Pemukul Halilintar pun memberi alternatif agar tidak membuat Markus menjadi kecewa. Pemukul Halilintar tidak akan mengajari jurus pada muridnya itu. Tapi, Pemukul Halilintar ingin beradu tanding dengan pemuda itu, dan mengukur kemamuannya.
Jika pemuda itu jenius, maka dia bisa mempelajari kekuatannya tanpa perlu Pemukul Halilintar mengajarinya. Markus pun setuju dan membicarakan hal itu pada pemuda itu, pemuda itu pun bersedia dan mengucapkan terima kasih banyak pada Pemukul Halilintar.
Mereka pun siap, maka Pemukul Halilintar dan pemuda itu beradu kekuatan. Pemukul Halilintar ingin menunjukkan, bahwa jalan bela diri itu sangat luas dan harus tegar. Pemukul Halilintar ingin menunjukkan perbedaan kekuatan mereka, sehingga dia menggunakan kekuatan penuhnya.
Di sisi lain, pemuda itu pun mengerahkan segenap kemampuannya yang sudah dipelajarinya dari semua pendekar. Dia penasaran dengan kekuatan Pemukul Halilintar, yang katanya tak terkalahkan. Dapat beradu kekuatan dengannya adalah keberuntungan besar baginya.
”HIIIIIAAAAA!” pemuda itu menyerang terlebih dahuu dengan percaya diri. Namun, saat dia mendekati Pemukul Halilintar dan jarak keduanya masih jauh.
Cahaya seolah pecah begitu saja dengan sangat cepat, dan tak mampu diikuti oleh mata biasa. Pemuda itu kaget dan dia sudah tak sadarkan diri karena serangan kejutan yang mengenai tubuhnya. Pemukul Halilintar, bahkan sudah mengalahkannya tanpa dia tahu kekuatan seperti apa yang menghantamnya.
Pemuda itu adalah Dasatama, kini dia menjadi orang yang sangat dihormati di seluruh dunia. Dasatama mampu menjadi kekuatan besar, dan dapat diandalkan untuk keadilan rakyat di seluruh benua.
Di tangan Dasatama, pasukan kegelapan seolah kehilangan taringnya. Beberapa tempat yang awalnya sudah direbut oleh pasukan kegelapan, langsung dimusnahkan dengan mudah oleh Dasatama yang secara cepat menyelesaikan kasus laporan yang dibawa oleh para intelejen.
Para anggota Pasukan Langit penasaran dengan kekuatan besar yang dimiliki oleh sang God of War. Apalagi Lao, dia sangat antusias berbincang dengan God of War, yang kini ada di depannya langsung.
Mereka terlibat obrolan seru. Para anggota Pasukan Langit diminta untuk berdiskusi dan bertanya apa saja soal pemerintahan dan juga soal kekuatan tempur. Dasatama tak membatasi pembicaraan, dan memang memfokuskan waktunya untuk melayani para Pasukan Langit saat ini.
Astro yang berasal dari kota Prisma pun tak mau ketinggalan, dia memberanikan bertanya pada God of War. Bagaimana dengan cara latihan pemimpin Dasatama atau apa yang melatarbelakangi kekuatan dari Dasatama, sehingga dia mampu menjadi orang yang sangat kuat seperti saat ini.
Dasatama tersenyum di tempat duduknya, ”Sebenarnya, aku dulu terlalu sombong dengan kekuatanku. Aku berlatih dengan giat, aku menemui orang-orang hebat untuk mendapatkan pengajaran khusus dari mereka. Hingga, aku bertemu dengan sosok yang luar biasa dan menyadarkanku bahwa di atas langit masih ada langit.”
Dasatama melanjutkan kisahnya, pertemuan itu adalah pertemuan dengan Legenda Pemukul Halilintar. Dia mengira bahwa Pemukul Halilintar adalah sosok yang sombong dan egois, tapi Dasatama berpikir masih bisa mengimbangi kekuatan dari Pemukul Halilintar.
Dasatama menggelengkan kepalanya perlahan dan tersenyum, ”Aku bahkan kalah dengan Pemukul Halilintar, tanpa sempat melihat gerakannya satu kalipun.”
Semua kaget mendengar hal itu, bagaimana bisa Dasatama muda bahkan kalah dari Pemukul Halilintar tanpa mengetahui satu gerakan pun. Hal itu juga yang menyadarkan Dasatama dari sikap sombongnya, dia lalu meneruskan latihannya tanpa henti dan bertekad untuk menjadi orang yang kuat dan lebih kuat lagi.
Semakin kuat maka semakin merasa lemah, maka Dasatama menempa dirinya dalam latihan tanpa henti dan mendapatkan pengajaran dari banyak guru hebat yang ditemuinya.