Pasukan Langit
Menyerang Bersama-sama
”Apa tidak sebaiknya kita masuk Tetua Nurin?” Gonan merasa khawatir dengan kondisi para peserta Pasukan Langit di dalam Dompai. Dia merasakan bahwa ada pertarungan yang cukup besar dari dalam Dompai.
Benturan demi benturan energi seperti menggoncangkan keadaan di luar Dompai. Dompai sendiri sudah dipasang kekuatan pelindung dengan sihir tingkat 8. Memastikan bahwa latihan di dalam Dompai tidak dapat membuat kerusakan hingga di luar Dompai. Hal ini penting karena Dompai merupakan arena tanding terbesar di benua Orpris, di mana dari banyak pendekar dari seluruh benua sering melakukan tanding adu kekuatan di sini.
Tempat latihan Dompai sudah disusun dengan kuat agar menjadi tempat latihan nyaman, tidak peduli dengan kekuatan seseorang pendekar. Semua kekuatan mereka bisa diredam, dan tidak menimbulkan kerusakan ke luar Dompai.
Namun, saat ada pertarungan besar di dalam Dompai. Orang di luar Dompai, dengan kekuatan tinggi mampu merasakan dahsyatnya pertempuran di dalamnya. Hal itulah yang dirasakan Gonan, tak terelakkan lagi juga dirasakan Kakek Nurin dan juga ketua Yarko.
”Percayalah pada para pemuda itu Gonan. Mereka adalah orang-orang yang kuat dan bisa dipercaya, jika waktu 3 jam habis dan mereka belum keluar. Kita akan masuk.”
Perkataan Tetua atau Kakek Nurin itu membuat Gonan tak berani membantah lagi. Sudah dua jam semenjak para peserta diberikan waktu 3 jam saat akan memasuki lorong di dalam Dompai. Jika menggunakan waktu yang ditetapkan, maka tinggal satu jam lagi waktu mereka untuk bisa keluar dari Dompai.
Sisi yang lain, selain harus keluar dari Dompai dengan durasi waktu 3 jam. Mereka mungkin juga menghadapi dua orang dari pasukan kegelapan, yang sudah masuk ke dalam Dompai lewat portal.
Gonan tak mau mengandai-andai, jika tetua Nurin mempercayai para peserta untuk meneruskan ujian. Maka, Gonan hanya bisa mempercayai kakek Nurin. Begitupun dengan ketua Yarko, dia pun akhirnya terdiam dan tak berani protes.
***
Dua sisi pertempuran sama-sama merupakan pertempuran yang dahsyat. Banyak hal yang masih belum terlihat sebelumnya, kini dapat dilihat karena kekuatan yang mereka keluarkan sebagai bentuk pertarungan berat bagi mereka.
Aji melihat semua sisi, para peserta Pasukan Langit memang secara kekuatan bagus dan tidak perlu diragukan di usia mereka yang masih muda. Mereka termasuk jenius-jenius dunia persilatan, tapi mereka kurang dalam hal kerjasama dan sekedar asal menyerang.
Di sisi lain, para pendekar dari aliran hitam, baik Mora yang sudah mengeluarkan Demon Transform dan satu lagi Jasum menggunakan kekuatan tingginya. Ini merupakan pertarungan hidup dan mati bagi para peserta Pasukan Langit.
Mereka masih butuh banyak pelatihan dan juga arahan.
Beberapa pendekar aliran putih; Gayatri, Lao, Nora, Arion dan Astro mereka berlima menghadapi Jasum yang diprediksi memiliki kekuatan tempur tingkat delapan untuk ukuran pendekar putih. Namun, di urutan aliran hitam itu berbeda, tapi setidaknya itu tingkatan Jasum di aliran hitam cukup tinggi.
Kali ini, Astro meminta kepada pendekar yang lain untuk menyerang Jasum bersama, mungkin akan ada kesempatan.
”Kita serang bersama!” Astro yang termasuk seorang magic swordman itu mengangkat pedangnya. Lintasan pedangnya bercahaya dan seperti memiliki ekor bercahaya, dia memutar pedangnya ke atas. Energi yang cukup kuat membentuk lingkaran energi pun muncul.
Kali ini, semua peserta Pasukan Langit yang tersisa selain yang berhadapan dengan Mora, merasa terpanggil untuk membantu Astro. Mereka harus bekerjasama, tentu saja mereka adalah harapan dunia bela diri, dan menjaga keadilan bagi dunia. Menciptakan rasa aman pada seluruh benua harus mereka pikul.
Domar, Rosa, Hamda, Namud, Binto, Aria, Mega. Semuanya, yang tadi belum ikut bertarung pun membantu dengan kekuatan mereka. Ada yang support dengan menghubungkan energi dan memberi jalan serangan dan ada yang bersiap dengan serangan fisik.
Jasum merasa bahwa semua sedang mengincarnya. Dengan kode cepat, Astro menyerang dengan mengayunkan pedangnya, energi melesat ke arah Jasum. Mega menggunakan kekuatan area pada Jasum dan membidik dari jarak jauh, salah satu kemampuan Mega adalah memperlambat gerakan musuh dan seolah menguncinya. Ini kemampuan yang unik, dan Jasum kesulitan hendak menggerakkan tangannya.
Aria menyerang dengan tongkatnya, Rosa juga ikut menghambur dengan pedang panjang khas pedang wanita. Namud dengan kapak bermata tajam satu itu melompat kearah Jasum. Hamda dan Binto juga menyerang dengan pedang mereka, satu lagi dari kejauhan Domar menyerang dengan tombak pendek yang dipegang di tangan kanan dan kiri menyerang ke depan.
Gerakan Jasum kini semakin cepat dan kuat, saat dia susah bergerak karena tekanan dari Mega dia memecahkan segel itu hingga tenaga Mega terkuras. Saat bebas bergerak, dia menahan serangan dari Astro, Serangan itu tertahan dengan baik. Aria yang datang dengan tongkat disambut dengan tendangan sehingga benturan terjadi. Rosa yang juga menyerang dengan pedang dihindari oleh Jasum, bahkan Jasum dapat menyerang balik dengan tendangannya dan mendarat di perut Rosa.
Rosa terpental mundur, Namud yang datang dengan kapak pun dihindari oleh Jasum dengan mudah. Jasum memijak lantai dan melesat maju menyambut Hamda dan Binto, keduanya terkena serangan energi dan mundur ke belakang. Saat itu, Domar dengan kedua tombak pendek yang merupakan senjata khasnya itu berhadapan dengan Jasum.
Blaaarrrr!
Domar sekuat tenaga menahan serangan dari Jasum. Jasum menekan kekuatan Domar namun Domar tidak mau kalah. Saat Jasum masih sibuk dengan Domar, Mega kembali menggunakan kekuatannya untuk mengikat pergerakan Jasum. Saat itu, tombak Arion meluncur dengan mata tajam langsung mengarah pada Jasum dan serangan itu seolah sulit dihindari oleh Jasum.
Apakah berhasil?
Duag!
Jasum menahan ujung tombak milik Arion dengan tangan kirinya, telapak tangannya maju dan dilapisi energi menahan ujung tombak tajam milik Arion.
”Benar-benar merepotkan!”
Jasum terlihat marah, dia memutar tubuhnya penuh energi kegelapan, dan mementalkan semua serangan dari para peserta Pasukan Langit. Masih ada kesempatan, Gayatri dan Lao segera masuk ke pertempuran, dan sesaat setelah mereka berhasil memulihkan kekuatan mereka.
Saat para pendekar yang lain terpental, Lao dan Gayatri masuk, dibantu Nora yang membawa pedang besar maju dengan memutar pedang besarnya. Lao dan Gayatri membiarkan Nora masuk terlebih dahulu. Nora berputar dan diiringi dengan energi besar, mungkin itu adalah kekuatan puncaknya, dia mengerahkan semuanya.
”Hancurkan pasukan kegelapan!” teriakan Nora membahana dan pedangnya mengarah ke tubuh Jasum. Ledakan energi kembali terjadi, energi gelap dan terang saling berpendar kuat. Jasum menahan kembali serangan pedang dari Nora itu dengan kedua tangannya. Energi gelap dari tubuh Jasum menggeliat seperti api yang berkobar-kobar.
Craaakkk! Craaakkkk!
Pedang besar milik Nora retak sedikit demi sedikit, dan hancur karena Jasum menekannya dengan kekuatan yang besar.
”Demon Transform!”
Blaaaaaarrrrr!
Ledakan kegelapan terjadi. Nora terpental, dan dia kehilangan pedang besarnya karena hancur berkeping-keping. Kekuatan energi Jasum dengan demon transform mampu menghancurkan senjata Nora.
BOOOMMM!