Pasukan Langit

Pertarungan Puncak, Ilusi atau Kenyataan

Aji menggunakan kekuatannya untuk memaksa jaring-jaring sihir energi itu untuk terus dipersempit. Jiwa-jiwa itu semakin meronta tapi tak bisa lepas dari jaring sihir milik Aji.

Aji merasa kemampuan yang dipelajarinya selama dua puluh tahun kini memiliki fungsinya. Aji setelah pertempuran besar itu dipindahkan dengan kemampuan terakhir dari Yonan, di samping itu, Ganada mengorbankan dirinya untuk bertarung habis-habisan.

Aji dipindahkan dengan kekuatan sihir terakhir milik Yonan, Aji terpisah dengan dunia yang nyata dan seolah dirinya berada di tempat dimensi berbeda. Dia hanya sendirian selama dua puluh tahun.

Tempat itu memang bumi seperti nyata, tapi itu seperti dunia cermin dari bumi. Semua bentuk bumi yang sama tapi tidak memiliki penghuni. Ini adalah dunia cermin dari dunia, saat itulah Aji terus melangkah dan berlatih dua ajaran dari sahabatnya, Ganada dan Yonan. Dua buah salinan dalam bentuk kekuatan sudah diberikan pada Aji, sebelum mereka bertarung habis-habisan dengan Shura.

Sambil terus melangkah ke ujung dunia, Aji terus berjalan dan melakukan perjalanan sambil mempelajari kekuatan sihir dan assassin sekaligus. Dia begitu  terobsesi dengan kekuatan, sehingga bertahun-tahun dia semakin mahir menggunakan sihir dan kekuatan assassin.

Bisa dibilang, 20 tahun yang digunakan dalam dimensi berbeda oleh Aji, digunakan untuk melatih tiga kemampuan sekaligus. Kemampuan warior, kemampuan assassin dan kemampuan sihir. Mungkin, ketiganya sudah mencapai puncak dari seni bela diri masing-masing klasifikasi tersebut.

Saat perjalanan itulah, selama dua puluh tahun seiring dengan kemampuan Aji meningkat. Di ujung dunia, wajah Aji menjadi muda kembali. Itu adalah karena kekuatan air kehidupan, air di ujung dunia. Namun, itu juga ditambah dengan salah satu dari artefak Rahasia Langit

Perjalanan kesendirian Aji dilaluinya dengan sabar dan terus berlatih. Tujuannya adalah satu, mengalahkan Lord Demon, Shura. Itu adalah harapan satu-satunya hidup di dunia ini dan itu juga merupakan sarat baginya, untuk bisa membuat dua sahabatnya tidur dengan tenang dalam keabadian.

Jaring-jaring yang dibentuk Aji semakin mengerucut kecil, kini seperti ukuran seekor gajah saja. Semua jiwa yang terperangkap itu memberontak, dan maju kesana kemari di setiap sudutnya. Aji menahannya dengan kekuatannya.

Semakin kecil dan terus mengecil. Tiba-tiba saja, semua pecahan jiwa yang merintih itu menyatu kembali dan membentuk sosok tubuh. Itu adalah Lord Demon.

Lord Demon menyeringai dan mengerakkan kedua tangannya dengan kuat. Jaring yang sudah dibentuk oleh Aji pun pecah dan menghilang seperti terbakar. Lord Demon turun dari posisi di atas dan menjejak tanah yang hancur dimana-mana.

Aji dan Lord Demon berhadapan kembali. Mereka mempersiapkan kekuatan masing-masing dan mengumpulkan energi untuk segera menyerang lawannya.

Lord Demon menyerang lebih dulu, api berkobar menyelimuti tubuhnya, sedetik kemudian dia lenyap dan melesat dengan kecepatan tinggi. Kecepatannya itu seolah seperti api yang melaju seperti cahaya, mata biasa pasti kesulitan melihat gerakan cepat itu.

Aji mampu melihat arah gerakan Lord Demon, tendangan dengan aliran energi api diselimuti asap gelap menyambar kepala Aji dari atas. Aji dengan sigap mundur dengan cepat, step langkahnya lembut namun cepat. Sambil menjaga keseimbangannya, Aji memutar tubuhnya dan meninju ke arah Lord Demon sebagai serangan balasan.

Lord Demon pun setelah menendang pada target kosong, dia juga mengarahkan pukulannya ke arah Aji. Dua pukulan kuat itu pun beradu kembali, sedetik kemudian mereka saling menyerang dengan pukulan dan tendangan. Sambil meliuk menghindar, dan pukulan serta tendangan saling bertabrakan.

Kecepatannya sungguh sangat cepat, dan denting pecahan energi menyebar dimana-mana. Mereka sesekali terlihat di sebelah kiri, berbenturan. Namun, sesaat kemudian sudah berada di tempat lain dan saling berbenturan energi kembali.

Kecepatan serangan mereka berdua sungguh di luar imajinasi seseorang. Pendekar biasa pun tak mampu melihat pertarungan super cepat dan super kuat tersebut.

Sudah lama rasanya, Aji tidak menikmati pertarungan dengan imbang seperti ini. Dua puluh tahun dalam kesendirian dan tak ada teman yang bisa diajak bicara. Tentu sebuah kesendirian yang hanya diisi untuk berlatih dan terus berlatih. Menghancurkan gunung atau memuntahkan isi danau adalah keasyikan tersendiri yang dilakukan Aji selama perjalanan kesendiriannya itu.

Kini, musuh yang sudah ditargetkan itu muncul di depannya. Ini adalah puncak dari tujuannya. Aji pun sangat bersemangat menghadapi Lord Demon. Saatnya habis-habisan!

Saat mereka beradu kekuatan di atas sebuah perairan, maka perairan itu seperti tsunami karena efek benturan energi mereka. Sesaat mereka berpindah di dekat bukit atau gunung, maka gunung itu pun meledak dengan mudahnya.

Puncak pertempuran ini bagi Aji adalah penentu, tujuannya harus diselesaikan.

”Menyerahlah Pemukul Halilintar! Aku akan menganggapmu sebagai sekutuku dan kita akan bekerjasama untuk menguasai dunia. Tidak ada lagi yang bisa mengalahkan kita! He.. he.. he..!”

Senyum licik Lord Demon menyeringai, tepat di depan wajah Aji. Mereka sedang beradu tenaga dengan energi mereka. Tangan mereka saling bertaut dan saling menahan serangan dari musuhnya. Kedua mata mereka saling bertatapan.

”Aku tidak butuh menjadi penguasa dunia, Shura! Aku hanya ingin menghentikanmu saja. Itu adalah tujuan hidup dan pengasinganku salama ini. Aku sudah menghabiskan masa kesendirianku dan berlatih untuk memberikanmu kejutan. Kini, waktu itu telah tiba. Aku akan meghancurkanmu!”

Wajah Aji bergurat, dia penuh kesumat. Dia mengalirkan energi yang kuat melalui kedua tangannya. Dia menghantam dengan energinya kearah Lord Demon. Lord Demon pun demikian, dia juga mempersiapkan energi besar untuk menghadang serangan Aji dan benturan energi kembali terjadi.

Keduanya terpental cukup jauh. Ada luka yang diderita Aji, Aji segera bergerak untuk mengatur napas dan menyembuhkan luka dalam yang dialaminya. Beberapa saat dia memulihkan tenaga melalui pernapasannya. Untunglah, dia juga mempelajari teknik healing dalam dunia sihir yang diajarkan dalam peninggalan Yonan.

Aji mampu menggunakan energi penyembuhan sekaligus dalam waktu singkat. Luka-luka Aji pun pulih dengan cepat. Dilihatnya, Lord Demon juga dari kejauhan sudah bersiap kembali.

Aji pun teringat dalam kesendiriannya selama dua puluh tahun, dia hanya mengingat wajah dua sahabatnya yang sudah mendahuluinya ke alam keabadian. Bayang-bayang wajah mereka adalah semangat bagi Aji untuk terus bertahan dan memperdalam kekuatan internalnya.

Semangat itu dia salurkan kembali, sihir, kecepatan, kekuatan sudah terkumpul dari dalam dirinya. Ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan Lord Demon. Tidak ada waktu dan kesempatan terbaik selain saat ini. Saat dirinya menghadapi Lord Demon dengan satu lawan satu.

Kesempatan ini tentu tidak akan terulang, kesempatan yang selalu dia tunggu. Cahaya berkobar-kobar dalam genggaman tangan Aji, dia mengalirkan kekuatan tempur dengan kekuatan sihir sekaligus. Gumpalan energi yang seperti garis-garis melingkupi kepalan tangannya, itu adalah kekuatan sihir yang menambah kekuatan pondasi dari energi halilintar yang menjadi spesifikasinya.

Saatnya! kesendirian selama dua puluh tahun di dimensi yang berbeda menemukan jawabannya. Inilah jawabannya, saat harus menghabisi Lord Demon!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!