Pasukan Langit

Ilusi Heart Dragon

Saga melihat apa yang barusan dilakukan oleh lelaki tua yang memendarkan cahaya itu, energi dahsyat langsung memancar dari dalam Dompai. Saga yang terluka cukup berat, karena serangan besar dari ketua Yarko itu mengenai dadanya.

Dia kini memikirkan kedua rekannya di dalam Dompai yang sudah masuk. Dilihatnya, Junta dan Drisin juga kewalahan menghadapi seorang di sebelah kirinya. Saga segera mengalirkan energi gelap dalam tubuhnya. Setidaknya, lukanya akan menjadi ringan dengan kekuatan kegelapan yang dimilikinya.

Saga harus kabur, entah apa yang akan terjadi pada ketuanya; Jasum dan Mora di dalam Dompai. Setelah ledakan energi di dalam Dompai, sepertinya Heart Dragon sudah diaktifkan.

Saga mengibaskan pedangnya, dia melemparkan energi pedang kepada ketua Yarko. Yarko melihat serangan jarak jauh itu, dia berpikir pendekar hitam masih memiliki kekuatan cukup kuat. Yarko dapat menangkis serangan itu dengan mudah. Namun itu adalah pengalihan, Saga menghilang dengan cepat dan sudah berada di dekat ketua Gonan.

Ketua Gonan yang baru saja mengibaskan kekuatan ledakan sihir, dan menggoncangkan bumi di depannya menghentikan serangan. kilatan pedang datang dari arah kanan, dan dia menangkisnya dengan barier energi. Itu adalah serangan kejutan dari Saga. Saga mundur dan berada di dekat Drisin dan Junta yang juga terluka.

Saga mengangguk pada Drisin, saat mereka hendak bersiap pergi. Yarko dan Gonan merangsek maju dan hendak menyerang mereka bertiga sekaligus.

Para pendekar gelap mempunyai trik tersendiri untuk kabur. Junta membenturkan kedua telapak tangannya di tanah, seketika awan gelap menyelimuti mereka. Areal gelap cukup luas hingga diameter 7 meter.

Gonan melancarkan serangan sihir bertubi-tubi ke arah gumpalan awan gelap itu. Begitupan Yarko yang mengibaskan pedangnya, hingga energi ledakannya mengarah ke awan hitam.

Blaaaaamm! Booooomm!

Saat kabut menghilang perlahan, hanya ada bekas serangan dari ketua Gonan dan ketua Yarko. Ketiga pendekar gelap itu telah menghilang tanpa jejak. Tentu saja, mereka pergi menggunakan portal seperti yang dilakukan sebelumnya.

”Biarkan mereka pergi! Aku rasa, sudah ada penyusup di antara tetua di benua kita. Dia mencoba untuk merebut artefak suci Heart Dragon.”

Perkataan Kaken Nurin itu langsung dipahami dengan baik oleh Yarko dan Gonan. Benar saja, tidak mungkin mereka dapat menembus pertahanan. Bahkan, mereka dapat menyamar menjadi prajurit Kota Prisma, untuk merebut salah satu artefak dari Rahasia Langit yang disimpan di Benua Orpris.

Mereka telah melakukan serangan mendadak, itu merupakan langkah awal para pasukan kegelapan untuk memulai aksi mereka. Ancaman pada dunia persilatan semakin terlihat, tepat untuk membentuk Pasukan Langit yang akan dilatih menjadi pasukan paling besar yang dimiliki perguruan di seluruh benua.

”Kakek Nurin,” Yarko yang berasal dari salah satu orang yang dihormati di benua Emerald memberanikan bicara, ”Maaf Kakek, lalu bagaimana dengan peserta Pasukan Langit yang masih ada di dalam Dompai. Apa kita tidak masuk saja untuk membantu mereka mengusir dua pasukan gelap yang terlanjur masuk?” tanyanya pada tetua benua Orpris tersebut.

Tentu saja, Ketua Yarko merasa harus melontarkan pertanyaan tersebut. Mengingat, dua orang dari pasukan gelap tadi, sudah masuk ke lingkaran sihir untuk masuk ke Dompai. Pasti, di dalam Dompai akan terjadi peperangan antara para peserta Pasukan Langit, dan dua pasukan dari pasukan gelap.

Kakek Nurin yang merupakan penasehat atau penatua di Benua Orpris itu tersenyum pada ketua Yarko, ”Kalian tenang saja. Untuk menjadi orang yang kuat, mereka harus mendapatkan pelajaran penting sebagai awal langkah mereka menjadi Pasukan Langit. Mereka akan berhadapan langsung dengan pendekar kegelapan.”

”Tapi Kakek,” kini, suara dari ketua Gonan yang juga berasal dari benua Orpris ikut bicara, ”Bagaimana dengan Kakek yang membuka segel dari Heart Dragon, dan membiarkan mereka semua menghadapi ilusi Heart Dragon.”

Ketua Gonan tentu tidak terlalu khawatir pada dua pendekar aliran gelap yang terjebak dalam Heart Dragon. Namun, bagaimana dengan peserta Pasukan Langit yang harus berhadapan dengan pasukan gelap dan juga di bawah pengaruh Heart Dragon?

Kakek Nurin tersenyum dan matanya menatap ke gedung Dompai, ”Biarlah mereka membuktikan, apakah mereka layak menjadi Pasukan Langit atau tidak. Ini adalah ujian nyata untuk mereka. Tidak perlu mengkhawatirkan merek. Lulus dan tidaknya mereka, ada pada kemampuan mereka sendiri!”

Ketua Yarko dan ketua Gonan saling berpandangan, keputusan dari kakek Nurin pasti sudah dipikirkannya matang-matang.

Kakek Nurin berbalik dan melihat ke arah Dompai, dia agak mengangkat kedua ujung bibirnya. Dia mengaktifkan dan membuka segel Heart Dragon karena terpaksa melakukannya. Awalnya, segel Heart Dragon akan dibuka ketika mereka sudah memilih senjata mereka. Namun, karena insiden pasukan gelap yang datang tiba-tiba. Maka, semuanya kini tergantung pada kemampuan para peserta Pasukan Langit.

Namun satu hal dalam pikiran Kakek Nurin, kejutan apa lagi yang akan ditunjukkan oleh pemuda satu itu. Ya, itu adalah mengarah pada Aji, di mana lelaki itu cukup mengejutkan karena menggunakan kecepatan seorang assassin tingkat tinggi.

Dan, kakek Nurin pun tersenyum.

***

Semua mata di dalam Dompai itu menjadi silau, itu adalah cahaya yang berpendar dari ujung tombak yang tegak menghadap ke atas. Saat itu Aji dan Mora berada di dekat dengan tombak itu. Ruangan besar di dalam Dompai itu seolah menjadi putih seluruhnya karena silau.

Saat itulah, keajaiban terjadi.

Aji merasakan tubuhnya menggigil. Dia seolah berada di padang hijau yang luas di penuhi dengan rerumputan yang tinggi, setinggi perut orang dewasa dan berayun-ayun diterpa angin. Dimana ini? Begitu pikir Aji.

Tubuh Aji menjadi bergetar, dia mengingat semuanya. Iya, benarkah ini resonansi dari Soul Deep dan juga Heart Dragon. Lalu, kenapa dia seolah diteleportasikan ke tempat ini? Apa yang harus dilakukan Aji, untuk bisa lepas dari ilusi Heart Dragon?

Aji sudah mengetahui tentang artefak Heart Dragon. Dulu, Heart Dragon dijaga dengan baik oleh para penasehat dari seluruh benua, dan disembunyikan di tempat tertentu. Heart Dragon akan membuat seseorang yang terkena damage area, karena kekuatan Heart Dragon maka akan menimbulkan ilusi.

Kali ini, Aji merasa bahwa dirinya berada dalam ilusi Heart Dragon. Resonansi antara Deep Soul dalam diri Aji, dan juga pecahnya artefak Heart Dragon dapat dirasakan begitu kuat pada Aji. Saat tengah memikirkan cara keluar dari ilusi di padang rerumputan itu, Aji kaget karena melihat sosok yang berjalan di antara rerumputan.

Rerumputan yang hijau hangus sepanjang jalan, yang diikuti sosok yang berjalan menuju arah Aji. Sosok itu teramat dikenal Aji, genggaman tangan Aji pun mengepal. Sosok yang berjalan itu menciptakan rerumputan tinggi di sekitarnya hangus dan menjadi abu.

Sosok itu adalah Lord Demon, sosok yang pernah bertarung dengannya 20an tahun yang lalu.

***

Di sisi lain, Jasum yang juga terperangkap cahaya berkilau yang berpendar seolah dipindahkan di sebuah bukit-bukit yang penuh dengan batu besar. Jasum sendiri heran, kenapa dia ada di sana? Jasum hanya ingat sedang bertarung, dan dikeroyok dengan para peserta Pasukan Langit yang tengah mengikut tes.

Kilatan energi menyambar dengan cepat, Jasum melompat mundur dan turun di batu besar di belakangnya. Batu besar yang tadi dipijak oleh Jasum sudah meledak seperti ledakan pasir. Ada sosok yang melayang di udara, dia adalah sosok yang menyerangnya barusan.

Jasum menajamkan pandangannya kepada sosok yang melayang tersebut. Tubuh kekar dan juga perawakan yang cukup tua berusia 40an tahun. Sosok itu membuat mata Jasum mendelik dengan tajam. Itu adalah....

Kemarahan Jasum meledak, energi di kedua kepalan tangannya seolah menyala-nyala dan siap melumat apapun yang ada di hadapannya. ”Akhirnya, kau datang juga Pemukul Halilintar!” teriakan dari Jasum meledak dan dia menerjang terbang dengan pedangnya. Dia menghambur dan menyerang sosok yang melayang itu, sosok yang pernah mempermalukannya. Dan, Jasum bersumpah akan membalaskan kekalahan telaknya saat dia menghadapi Pemukul Halilintar.

Jasum sudah berlatih siang dan malam tanpa henti, untuk menunggu saat dirinya dapat bertemu lagi dengan sosok kebanggan para aliran putih, Legenda Pemukul Halilintar.

HIIIIIAAAAAA!

Alicia yang baru saja menyerang Jasum, dia juga terpental karena sinar ledakan dari ujung tombak itu. Dia kini membuka matanya dan berada di sebuah pinggiran danau, air danau itu amat jernih dan dapat membuat seseorang terpesona dan betah tinggal di sana.

Alicia mendekati pinggiran air di danau tersebut. Dia merasakan ada kesejukan yang tercipta, ”Indah sekali.” begitulah, Alicia bermain di pinggiran pantai sambil duduk, tangannya mencipak air dan air itu terasa sangat segar.

Matahari pun naik sepenggalan, kilau matahari menyinari air dan memantulkan keindahan penuh warna pada pepohonan, pada udara dan pada apapun yang terpantul dari air danau tersebut. Indah penuh warna, bahkan banyak sekali kupu-kupu yang terbang mengelilingi Alicia.

Ini adalah tempat terindah yang pernah dilihat Alicia, dan inilah impian Alicia. Bisa hidup tenang tanpa peperangan untuk memperebutkan kepala  penerus untuk Kota Prisma. Tidak ada lagi latihan yang berat dan membosankan, Alicia ingin bebas seperti kupu-kupu dan hidup dengan tenang. Itu saja.

Ini adalah tempat yang sempurna untuk ditinggali seumur hidup Alicia. Dia pun terpesona dengan seluruh pemandangan indah di sekelilingnya yang penuh kilau, penuh warna, dan penuh kesegaran.

”Ini sangat indah, di sini sangat nyaman,” itulah yang diinginkan Alicia selama ini. Dia tersenyum pada apapun yang dilihatnya. Semuanya indah dan tenang.

Sisi yang lain, Lao yang melemparkan energi bayangan dari senjata cakramnya merasakan, bahwa dirinya kesulitan melihat karena ledakan dari ujung tombak. Saat dia membuka matanya, dia sudah dikepung oleh ribuan orang dengan energi gelap yang menyelimuti tubuh mereka.

Lao langsung gemeretukan giginya, dia begitu kesumat. Inilah saatnya, Lao tidak akan membiarkan kesempatan ini menghilang. Dia akan menumpas seluruh pasukan kegelapan dengan kekuatan maksimalnya.

Ada dendam kesumat yang disimpan Lao terlalu dalam, kematian kedua orangtuanya. Kematian mereka dilihat dengan mata kepalanya sendiri, saat dirinya kecil dan disembunyikan di tempat tersembunyi sambil melindungi adiknya, Gayatri. Dari tempat tersembunyi itu, teriakan kedua orangtuanya memekakkan telinganya dan airmatanya tak bisa ditahan lagi.

”Habislah kalian!”

Teriakan Lao bersamaan dengan ribuan energi cakram, yang merupakan bayangan dua cakram senjatanya. Pasukan gelap yang jumlahnya ribuan itu menyerang dan menerjang Lao sekaligus. Lao tak gentar, dia mengayunkan cakramnya ke depan dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan. Energi bayangan dari cakram yang bercahaya dan berpendar itu meliuk sesuatu perintah dan arahan dari Lao.

BLAAAAMMM! Booommmm! Braaakkk!

Serangan demi serangan bertabrakan, pedang bertabrakan dengan energi cakram. Cahaya serangan api, serangan cahaya dan serangan energi saling pecah berbentur. Lao menjatuhkan sekitar 10 orang pasukan gelap. Namun, salah satu dari mereka menyerang dengan serangan jarak jauh dan mengenai dadanya.

Lao mundur dan bersalto, dia memulihkan kekuatannya dan bersiap siaga untuk bertempur lagi. Ini tidak ada habisnya bagi Lao, tapi dia akan berjuang habis-habisan, dendamnya sudah mencapai puncaknya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!