Pasukan Langit

Memilih Lorong untuk Dimasuki

Barsha melewati Ketua Gonan di sebelah kiri, dan Ketua Yarko di sebelah kanannya. Keduanya sangat mengenal Barsha dan memberikan penghormatan, agar Barsha segera memasuki pintu besar Dompai.

Melihat Barsha yang terus maju ke pintu Dompai, pintu Dompai itu pun terbuka dan daun pintu dengan ukiran serta megah itu terbuka otomatis. Peserta Pasukan Langit yang lainnya pun mengikuti untuk masuk ke pintu Dompai.

Alicia beserta yang lainnya pun ikut maju, semua peserta pun mengikuti langkah Alicia. Barsha sudah sepenuhnya masuk ke Dompai. Alicia melewati dua Ketua dan diikuti 19 peserta yang tersisa termasuk Aji. Lao dan Gayatri memberi kode untuk saling bersama dalam memasuki Dompai, mereka bisa saling mendukung dan melindungi.

Aji masuk terakhir, dia menunggu semua orang masuk dan dirinya pun sepenuhnya berjalan memasuki pintu Dompai tersebut.

Dua meter ketika Aji sudah memasuki bangunan Dompai, pintu di belakangnya tertutup otomatis dengan kekuatan sihir. Aji mengetahui hal itu, mereka memang akan dikurung dalam Dompai. Dan tentu saja, Aji merasa bahwa akan ada pertempuran jika memang mental yang menjadi arahan dari semua orang.

Mental, tentu saja adalah pertarungan melawan ketakutan dan perang. Mental adalah sebuah perlawanan diri sendiri dalam menghadapi ketakutannya. Jika yang dimaksud mental adalah melawan kelemahan diri sendiri, maka pasti akan ada penyerangan pada mereka.

Aji merasakan ada energi lain yang mengelilingi semua tempat di Dompai yang luas tersebut. Entah kenapa, tubuh Aji terasa terkontaminasi dengan energi yang kuat. Resonansi itu dirasakan pada tubuh Aji dan juga sesuatu yang ada di dalam Dompai tersebut.

Sudahlah! Aji merasa akan menemukan jawabannya nanti, ketika dia sudah mencari tahu apa yang ada dalam tes ketiga ini.

Aji berada paling belakang para peserta Pasukan Langit. Mereka terus melangkah, Barsha paling depan dan juga ada Alicia. Semua berjalan menuju ke depan, masuk lebih dalam. Aji terus di belakang, sambil mengamati situasi seluruh ruangan Dompai tersebut.

Saat berjalan awal masuk, mereka berjalan dengan ruangan yang lurus dibuat ke depan, di pinggir kanan dan kiri sebuah tembok. Atap tertutup rapat, lebar ruangan itu adalah 10 meter persegi, ternyata Dompai memiliki banyak pintuk dari awal masuk. Mereka masuk dari arah masuk paling tengah, dan semua ruang masuk berjejer di depan Dompai.

Mereka terus melangkah, setelah 20 meter mereka menemukan pintu kembali. Di atas pintu tersebut ada ukiran yang baru saja dibuat dengan kekuatan sihir, melalui layar di bagian atas pintu tersebut. Ada tulisan dengan energi pada bagian atas pintu tersebut.

”Ujian ketiga tes Pasukan Langit, masuk dan sampailah pada ujung Dompai dan keluar di pintu ujung ruangan. Melewati pintu di ujung Dompai, kalian lulus ujian ketiga!”

Sebuah peringatan yang cukup, untuk membuat semua peserta Pasukan Langit yang berjumlah 21 orang itu segera bersiaga dengan kekuatan tempur penuh mereka. Senjata yang mereka miliki pun dipegang dengan erat, dan bersiap untuk memasuki pintu tersebut.

Semua peserta sudah mencapai ujung ruangan panjang itu, di depan pintu itu mereka semua sudah bersiap maju. Mereka saling bertatapan sejenak, saling memberi kode untuk masuk bersama. Saat tangan Alicia maju untuk menyentuh pintu itu, pintu itu terbuka dengan otomatis.

Drrrrrrttt! Tak!

Pintu bergetar dan terbuka menyamping. Tempat luas terpampang di depan mereka. Bagi mereka yang pernah memasuki Dompai mungkin tidak terlalu kaget. Namun, Dompai direnovasi dengan cukup beda. Ruangan dengan garis yang berbeda terbentuk, jalur yang berbeda ada lima jalur besar yang seperti jalanan luas, lorong dengan ruangan yang masing-masing sama besarnya.

Lima jalur itu, tentu saja diperuntukkan untuk para peserta Pasukan Langit untuk memilihnya. Para peserta akhirnya bingung dengan lima jalur yang berada di depan mereka.

”Kita berpisah, silakan pilih tim kalian sendiri!” itu adalah suara Nagada. Nagada merasa harus berbicara, agar mereka semua bisa segera berbagi, dan masing-masing bisa segera masuk dan memilih lorong yang ingin dilewati.

”Benar juga, mari kita bentuk tim sesuai lorong. Kita bagi menjadi lima kelompok,” itu suara Alicia. Dia merasa bahwa mereka memang harus berpisah, karena mereka harus mencapai ujung pintu Dompai dan lorong juga sudah disedikan lima. Jadi, secara naluriah memang mereka diminta untuk dibagi menjadi lima tim.

Beberapa orang masih ragu, jika mereka mendapatkan tim yang kurang berpengalaman tentu akan menjadi kerugian tersendiri. Beruntung tentunya bagi yang memiliki tim dengan orang-orang kuat di dalanya, mereka pasti akan lebih mudah lulus dalam ujian kali ini.

”Barsha, aku harap kamu ikut dengan timku saja,” kata-kata Nagada itu diarahkan pada Barsha yang masih saja tenang mengamati suasana.

”Aku akan memilih timku sendiri Nagada, sudah jelas bahwa kita harus lulus bersama dalam ujian kali ini bukan?”

Mereka semakin bimbang, sudah beberapa menit mereka masih tertahan di depan pintu. Nagada sendiri sudah membawa empat orang di sisinya. Mereka adalah; Sanjo, Yara, Nanji dan Samuel.

Alicia juga sudah ditempel oleh beberapa peserta lainnya diantaranya; Midan, Domar dan Rosa. Di sisi lain, ada kelompok Arion dan Astro yang masih berdua. Sisanya mereka masih bingung dengan apa yang akan mereka lalukan. Membentuk tim jugakah, atau bergabung dalam tim yang sudah ada.

Nora yang terlihat paling gemuk mendekati Aji yang masih terdiam, ”Lalu, bagaimana menurutmu Kawan? Apakah kamu akan membentuk tim, dan aku akan bersamamu?” Nora menatap Aji yang masih berkumpul dengan orang-orang yang belum memiliki tim, di sana juga ada Barsha, Gayatri dan Lao.

”Kita jangan berpisah, sebaiknya semuanya masuk pada lorong satu saja,” Aji berkata pelan pada Nora, dan juga beberapa orang di sekitarnya.

Nora menjadi heran, ”Satu lorong dan kita mengabaikan empat lorong yang ada?”

Aji tidak menjawab hal itu, dia menatap Nora dan tersenyum. Nora pun tak berani berkata lagi dan dia hanya diam menunggu keputusan yang lainnya.

”Benar juga kata Aji,” kali ini, Lao menimpali, ”Tidak ada keterangan apapun kalau kita harus memisahkan diri di dalam Dompai. Ujungnya adalah kita akan lulus jika mencapai pintu di ujung dan keluar dari Dompai. Jika kita bersatu maka kita akan semakin kuat menghadapi ujian kali ini.”

Kalimat dari Lao itu kemudian dapat didengar oleh peserta yang lain. Ada benarnya perkataan dari Lao tersebut, bukankah ketika mereka bersatu maka mereka semakin kuat dalam melawan sesuatu dalam ujian kali ini?

”Bagaimana jika ada lorong yang benar dan ada lorong yang salah?” Astro mencoba menduga yang lain. Lorong salah dan benar, artinya lorong yang salah adalah lorong yang ketika dimasuki, akan membuat peserta gagal. Dan, lorong yang benar adalah lorong yang membuat para peserta bisa lulus.

Kalimat Astro itu pun didengar oleh peserta yang lainnya. Mereka semakin bimbang dan masih tertahan di depan lorong-lorong tersebut.

Segala kemungkinan bisa terjadi, dan itu yang dipikirkan oleh masing-masing peserta. Adanya lima lorong itu membuat mereka menajadi ragu, apa yang harus mereka lakukan selanjutnya untuk melewati lorong. Apakah benar akan berpisah dengan tim masing-masing, atau bersatu dan masuk salah satu lorong saja.

”Begini saja,” Barsha melihat kebanyak peserta berbisik-bisik sendiri dengan rekan di sebelahnya. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah.

”Kita ambil jalan tengah, silakan jika ada yang memisahkan diri. Namun, mereka yang ingin bersama, silakan untuk masuk ke lorong yang sama,” suara Barsha ini membuat para peserta merasa ada kebenaran dalam hal itu. Biarlah setiap orang memilih apa yang menjadi keyakinan mereka.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana memilih lorong yang tepat untuk mereka masuki? Tim masih terbagi menjadi empat kelompok. Satu kelompok Nagada, satu kelompok Alicia dan satu lagi kelompok Arion. Sisanya masih belum menentukan kelompok pilihan.

Waktu sudah berjalan cukup lama, hingga mereka merasakan ada energi yang datang. Tepat di depan mereka, di atas lorong-lorong yang berjumlah lima. Ada tulisan berukiran energi yang muncul disana. Mungkinkah itu salah satu penguji yang menyampaikan pesan?

”Saya Kakek Nurin. Dengan ini, kami mengubah jalannya tes ketiga. Karena kalian terlalu lama masuk ke dalam lorong, maka kami memutuskan untuk membatasi tes ketiga ini dengan hanya 3 jam. 3 jam ke depan. siapapun yang tidak mencapai pintu belakang, dan membuka pintunya maka kalian dinyatakan gagal menjadi Pasukan Langit. Sekian!”

Pesan yang mendadak dari Kakek Nurin. Artinya, pola ujian berubah sejak tidak dibatasi waktu dan kini menjadi dibatasi 3 jam saja. Jika mereka terus saja bingung memilih lorong di depan, maka mereka akan kehabisan waktu.

”Apa yang harus kita lakukan sekarang Lao?” kali ini, Nora bertanya pada Lao soal apa yang harus mereka lakukan.

Lao sendiri tersenyum kepada Nora, ”Aku akan selalu bersama dengan teman, bukankah kita nanti akan menjadi Pasukan Langit dan harus bekerjasama? Maka, mari kita bersama dalam satu lorong.”

Penjelasan dari Lao itu membuat Nora kini tidak bimbang lagi. Benar, bersama lebih kuat seperti sebuah kelompok. Lebih mendalam lagi, jika dipikirkan ujian setiap lorong bisa jadi sama. Jika kita masuk bersama, maka ujian akan semakin mudah. Demikian pemahaman Nora sekarang.

”Aku tidak punya banyak waktu, aku masuk dan siapapun yang ingin bersamaku silakan ikuti aku!” itu suara Barsha. Dia melangkah maju mendekati lorong-lorong itu. Barsha tak peduli lagi apa yang akan orang lain pikirkan soal lorong. Waktu terus berjalan, sebaiknya hadapi ujian daripada hanya berdiam diri.

Barsha hampir memasuki lorong, tapi dia bingung dari lima lorong mana yang akan dia masuki.

”Barsha, pilihlah lorong paling tengah,” melihat Barsha bingung, Gayatri memberi saran, ”Aku akan mengikutimu untuk masuk!”

Barsha menoleh kearah Gayatri, dia pun tersenyum, ”Terimakasih Gayatri.”

Barsha pun tanpa ragu lagi akhirnya masuk lorong paling tengah, Gayatri hendak menyusul.

”Apa yang kau lihat Gayatri?” suara Lao yang juga beberapa orang lainnya mendengar hal itu.

”Semua lorong, memiliki jenis yang sama. Sepertinya, semuanya sama saja,” kalimat Gayatri itu membuat Lao akhirnya yakin dengan sempurna, dia pun mengangguk pada adiknya itu. Gayatri masuk, Lao pun masuk.

Semua peserta yang berada di sana tak bisa berpikir apapun, mereka mengingat waktu yang semakin berjalan. Tak ada lagi yang harus dipikirkan. Alicia melangkah ke depan, dua orang mengikutinya. Tak ada anggapan lain, Alicia dan dua orang itu masuk ke lorong paling tengah.

Semua orang akhirnya tak bisa memutuskan persoalan memilih lagi. Mereka melangkah, daripada memikirkan terlalu lama, mereka pun masuk ke lorong tengah, semuanya.

Aji pun tersenyum dan Nora mengikuti langkah Aji sebagai orang terakhir yang masuk. Semuanya memasuki lorong paling tengah.

Dari kejauhan, kekuatan Kakek Nurin mampu memperhatikan hal itu. Dia pun tersenyum merasakan bahwa mereka semua memasuki lorong yang sama, ”Menarik untuk dinantikan!”

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!