Pasukan Langit

Ledakan yang Menjatuhkan

Boooommm! Blaaaammmm!

Kode diberikan oleh Aji, Lao meledakkan seluruh energi cakram ke seluruh penjuru dan dia menggunakan energi yang tersisa dalam dirinya. Gayatri yang sudah merasakan ledakan energi, dia segera memasang barier dengan energinya. Dia tak paham kenapa dia diminta untuk menahan dari luar dengan energinya.

Satu lagi, Barsha juga bingung karena dia harus bersiap, dengan kecepatan serangannya sebagai assassin. Dia harus membersihkan yang tersisa, memangnya serangan apa yang akan membuat para penyerang jatuh dan tersisa?

Ledakan sudah terjadi, energi pecah dan pandangan menjadi silau. Saat mata sudah mulai dapat melihat sekeliling, puluhan orang yang menggunakan topeng wajah sudah terjatuh di lantai Colosium. Tersisa dua atau tiga orang yang masih berdiri, kabut energi yang diciptakan Gonan pun musnah.

Kini, semua orang dapat melihat kondisi di seluruh lantai Colosium. Tiga orang penguji yang tersisa, seolah masih merasa harus menyerang dan mereka hanya tinggal tiga orang. Mereka langsung menyelesaikan tugas dan menyerbu keempat orang yaitu kelompok Aji.

Saat penyerang itu maju melesat, gerakan Barsha dengan cepat menghadang mereka dan meliuk menjatuhkan mereka bertiga secara cepat dan bergantian. Pandangan Barsha sudah tidak terganggu dengan kabut energi yang dibuat oleh Gonan. Kondisi yang terang membuatnya bergerak bebas, dan langsung menjatuhkan tiga orang yang tersisa dengan gagang belatinya.

Ketiga penyerang terjatuh, dan itulah yang dilihat terakhir kali oleh semua peserta tes kedua yang tersisa. Dan, penonton yang masih terjaga di atas dinding-dinding Colosium yang penasaran dengan hasil ujiannya.

Termasuk, Ketua Yonan yang seolah terpaku di tempatnya. Dia baru sadar bahwa ada orang yang bisa menghilangkan kabut yang diciptakannya. Dia sempat kaget, bahkan saat matanya tersadar dia sudah melihat puluhan orang, yang menjadi assassin dalam tugas pengujian di tes kedua itu terjatuh begitu saja.

Serangan pamungkas Barsha itu mengakhiri sesi tes kedua untuk misi bertahan. Beberapa pendekar segera cepat masuk ke lantai Colosium, dari lubang-lubang pintu di dinding dan segera bergegas membawa para pendekar yang jatuh di lantai untuk disembuhkan terlebih dahulu.

Semua masih menantikan apa yang akan terjadi. Ketua Gonan masih belum percaya dengan apa yang terjadi. Dia masih memikirkan apa sebenarnya yang terjadi dalam beberapa detik yang lalu? Namun, dia harus mengumumkan apa yang sudah terjadi karena dia penguji dari tes kedua ini.

”Baiklah! Dengan ini, saya nyatakan, inilah yang tersisa dan lulus dalam tes kedua dengan misi bertahan kali ini. Besok, kalian yang lulus akan menjalani tes ketiga untuk menjadi Pasukan Langit!”

Ketua Gonan membuka kedua tangannya sebagai bentuk ucapan selamat bagi yang berhasil lulus dalam tes kedua kali ini. Itu merupakan tanda bahwa tes kedua juga berakhir.

Tersisa 21 orang peserta Pasukan Langit yang lulus dan masih bertahan di lantai Colosium. Orang-orang yang jatuh sudah dibawa seluruhnya ke ruang dalam Colosium untuk pengobatan.

Namun, sampai Ketua Gonan mengumumkan bahwa tes kedua sudah berakhir dan yang bertahan di sana adalah yang tersisa. Tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi dengan kilatan ledakan yang terjadi, dan kenapa para penyerang bisa jatuh hampir seluruhnya dalam waktu singkat.

Para pendekar pun masih penasaran, termasuk di ujung sana ada Alicia yang masih keheranan. Dia sendiri sebelumnya merasakan bahwa dalam beberapa waktu, seolah penyerang berhenti melakukan serangan pada mereka. Dia tidak merasakan adanya serangan atau energi yang hendak mendekat.

Benar-benar tak ada serangan, kecuali suara denting senjata dan energi bertabrakan di tempat yang lain. Bentrokan itu sangat keras dan bahkan menimbulkan pantulan energi yang kuat yang dirasakan Alicia.

Alicia tahu bahwa semua penyerang seolah sedang menjatuhkan peserta di tempat lain secara keseluruhan. Mereka bahkan tidak mendapatkan serangan apapun, Alicia pun mencoba menggunakan energi sihirnya untuk membuat kabut di depannya tersibak, dan dia pun dapat melihat melalui celah yang dibuatnya sendiri.

Serangan demi serangan para penyerang itu yang jumlahnya puluhan menyerang empat orang dalam sebuah tim. Dan, saat gerakan mereka yang kompak itulah, dia melihat semua penyerang secara keseluruhan terhempas dan berjatuhan, ditambah energi besar yang meledak dan membuat mata silau tak bisa melihatnya.

Alicia pun merasa keheranan tentang apa yang terjadi sebenarnya. Dia pun menebak bahwa energi tersebut merupakan energi besar, yang membuat orang di sekitarnya mendapatkan serangan energi.

Satu hal yang membuat Alicia bingung, bagimana bisa ledakan energi itu hanya berimbas pada seluruh penyerang? Dan kenapa peserta lain di sekitar mereka yang tersisa tidak terjatuh sama sekali?

Setelah tes kedua dianggap selesai oleh Ketua Gonan, semua peserta yang tersisa adalah 21 orang.

Peserta yang lulus diumumkan dengan nomor urut yang mereka kenakan, diantaranya; Gayatri, Lao, Aji, Barsha, Arion, Astro, Alicia, Midan, Domar, Rosa, Nagada, Sanjo, Yara, Nanji, Samuel, Nora, Hamda, Namud, Binto, Aria, dan Mega.

Para peserta pun diminta untuk kembali lagi besok di alun-alun, mereka semua dipersilakan untuk makan atau istirahat di penginapan mereka. Peserta yang tersisa juga diminta untuk bermeditasi untuk mengembalikan energi kekuatan mereka. Mereka harus mempersiapkan diri mereka nantinya, besok adalah ujian ketiga untuk mereka.

Tentu saja, ujian ketiga adalah ujian yang lebih sulit dari dua ujian sebelumnya, mereka bersiap untuk menjadi Pasukan Langit.

Peserta pun bubar meninggalkan Colosium, meski dalam setiap pikiran para peserta, penguji dan penonton. Semuanya masih penasaran dengan apa yang terjadi setelah ledakan besar yang ditimbulkan oleh Lao.

Tidak ada yang tahu dan semua masih menebaknya.

***

Seorang lelaki tua masih berdiri di tempat paling atas di Colosium itu. Dia melihat kepergian semua orang dari Colosium.

Lelaki tua berjanggut itu, Nurin. Dia adalah sosok yang terlihat santai melihat semua pergerakan. Kini, dia tertinggal sendiri, semua penonton beralih pergi dan penguji juga sudah undur diri.

Nurin memegangi janggutnya, dilihatnya dengan tajam seorang lelaki muda yang akan keluar dari pintu di bawah lantai Colosium. Aji menjadi perhatiannya, lelaki tua itu tersenyum sambil mengurut jenggotnya yang cukup panjang.

”Menarik! Ada sosok yang begitu menarik dalam tes Pasukan Langit ini.”

Nurin manggut-manggut, dia tak menyangka akan menyaksikan sebuah pertunjukan yang sangat besar menurutnya.

Di saat kebanyakan orang tidak tahu apa yang terjadi, dia sendiri merasa bahagia dengan ketajaman kekuatannya. Dia melihat dengan baik saat pertarungan tes terakhir itu. Saat Lao terlihat meledakkan energi cakramnya, saat itulah wanita lain menyelubungi mereka dengan energi barier.

Saat itu, sosok keluar dari barier dan dengan kecepatan yang tak bisa diikuti dengan mata. Dia memegang semua cakram energi dan meliuk kesana dan kemari, untuk mengenai para penyerang dan menjatuhkan mereka satu persatu dengan cakram yang diciptakan Lao.

Lelaki itu adalah Aji, barier yang dibuat oleh Gayatri itu untuk melindungi mereka sendiri karena pecahan energi cakram hancur berkeping-keping, saat Aji menyerang satu demi satu para penguji itu dengan kecepatan yang luar biasa.

Itu yang disadari oleh Nurin, bahkan mungkin dia satu-satunya orang yang memahami situasi tersebut.

Pertanyaannya, lelaki itu atau Aji. Apakah dia seorang assassin dengan kecepatan dan mencapai tingkat 9 assasin yang merupakan tingkat tertinggi?

Nurin pun berbalik, dan sedetik kemudian dia menghilang seperti kilat yang menyambar lalu menghilang.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!