Pasukan Langit
Menyatukan Blood Supreme
Brush!
Pukulan kuat bersarang di perut Aji, Aji terpental sangat jauh dan membentur pepohonan serta menimbulkan kehancuran dan ledakan besar.
Booom!
Shura terlihat bersemangat dan juga kelelahan. Dia segera mengisi kembali kekutan energinya dengan kekuatan kegelapan. Dia melihat asap mengepul dari tempat Aji terjatuh. Tetap saja, Aji bangun dan melesat kembali dengan kekuatan penuh. Luka-lukanya juga sudah hilang.
”Pukulan Halilintar!”
Aliran energi listrik dan petir yang menyambar dari langit mengikuti pergerakan cepat Aji menuju Shura. Shura pun membuat barier dengan kedua tangannya yang dimajukan ke depan. Tameng kegelapan tercipta dan mencoba menahan serangan dari Aji.
Booomm!
Krak!
Penghalang pecah dan pukulan yang dipenuhi aliran halilintar itu, mengenai tubuh Shura yang dilapisi dengan energi kegelapan. Pukulan itu menyebabkan Shura terpental sangat jauh dan terdorong sangat kuat. Kekuatan pukulan halilintar milik Aji memang sangat kuat, bahkan ledakan di sekitarnya menciptakan kehancuran dan ledakan dimana-mana.
Pukulan halilintar yang sudah dilatihnya sejak usia 12 tahun, hingga usianya kini hampir mencapai 100 tahun. Kekuatan ledakan dan juga efeknya mampu menghancurkan sebuah benua sekalipun.
Tubuh Shura yang dipenuhi kegelapan dan bayangan hitam terpental cukup jauh. Dia mencoba untuk menahannya namun kekuatan itu sangat kuat. Dia mencoba menahannya lagi agar tidak semakin jauh terpental. Namun, saat dia hampir menguasai tubuhnya. Aji sudah berada di belakangnya saat dirinya terpental.
Aji kembali mengayunkan pukulannya yang kuat dan langsung menuju punggung Shura.
”Langkah ke-2, Pukulan Halilintar Ganda!”
Duag! Bruush!
Pukulan kuat itu mengenai punggung Shura secara langsung. Meskipun, Shura sudah menggunakan pelapis energi untuk menghadang energi serangan. Namun tetap saja, punggungnya langsung terkena pukulan Aji dengan kuat.
Syuuuung!
Tubuh Shura kembali terpental maju. Kali ini, pukulan itu lebih kuat dan lebih dahsyat. Ledakan di sekeliling tubuh Shiro yang terpental ke depan itu hancur dengan radius lebar bahkan mencapai satu kilo meter yang terkena efek kehancurannya. Tubuh Shura terpental dan membentur sebuah gunung.
Boomm!
Gunung itu langsung hancur berkeping-keping.
Dari kejauhan dan sangat jauh, dua orang yang menyaksikan pertarungan itu melihat bahwa mereka saat itu melawan Aji. Namun, Aji juga tidak terlalu serius menganggap perrtempuran mereka berdua. Jika saat itu, Aji menggunakan kekuatan penuhnya. Mungkin, Marie dan Jonas akan dikalahkan dengan mudah.
Pertarungan antara Aji dan Shura tentu saja membuat Marie dan Jonas merasakan bahwa keduanya adalah sosok yang benar-benar legenda dalam menguasai kekuatan bela diri. Mungkin, di antara ratusan tahun, tidak akan muncul sosok-sosok seperti mereka yang melatih kekuatan bela dirinya hingga melewati batas normal kekuatan manusia pada umumnya.
Luka-luka di tubuh Shura perlahan mulai pulih dari luka serangan dahsyat yang diterimanya. Dia melesat dan mengeluarkan kekuatan kegelapannya. Kekuatan Blood Black memulihkan tubuhnya yang terluka dan dia menerjang kembali ke arah Aji.
”Aku tidak akan kalah lagi darimu, Bagas!”
Pedang kegelapan dimunculkan, Aji pun demikian. Pedang kegelapan dan pedang bercahaya bertemu dan kekuatan mereka kembali beradu. Kecepatan mereka sudah sangat tinggi, benturan energi pedang terjadi.
Klang!
Shura melompat ke atas dan menarik pedangnya kembali, dia membelah dari atas dan energi dari langit memenuhi pedangnya. Dia dengan cepat mencoba membelah tubuh Aji. Dengan kecepatan tinggi Aji menghindarinya menyamping.
Refleks kekuatan untuk menghindari sudah sangat dipahami oleh Aji. Pertarungan demi pertarungan yang sudah dilalui dan juga pelatihan terus-menerus membuat tubuhnya merespon setiap bahaya yang mendekat.
Wuush!
Serangan pedang hitam dari Shura mengenai angin karena Aji sudah menghindarinya dengan cepat. Efek energi pedang kegelapan yang mengenai ke bawah mencipatakan ledakan dahsyat dan bumi kembali bergetar.
Aji yang menghindari serangan pedang itu memilki kesempatan untuk membalas. Dia memutar tubuhnya sangat cepat dan bahkan melebihi bayangannya sendiri. Dia perputar dan membuat pedangnya untuk memcepat pergerakannya. Tendangan kaki kanan Aji berputar dan hampir mengenai kepala Shura.
Shura paham kalau serangan itu menyasar dirinya saat lengah, dia pun memutar tubuhnya ke kanan dan terus berputar cepat ke kanan menghindari tendangan Aji.
Aji tak bisa mengenai tubuh Shura padahal tadi dia sedang lengah, kekuatan Shura juga sangat meningkat jauh. Hal itu karena kekuatan kegelapan yang sudah diserapnya melebihi kapasitas kekuatannya sendiri. Aji berputar kembali menstabilkan tubuhnya dan pedang bercahayanya disabetkan dengan energi memanjang saat Shura memutar tubuhnya di udara.
Shura melihat serangan energi kuat itu, dia pun menekan tubuhnya dan segera menahan serangan itu dengan kekuatan pelindung kegelapan yang dia buat dari tangan kanannya.
Klang!
Energi serangan pedang Aji tertahan penghalang kegelapan. Aji tidak membiarkan Shura istirahat, dia menerjang ke depan dengan pedangnya dan menghunuskan dengan menusuk pertahanan kegelapan yang diciptakan Shura.
Klang!
Ujung pedang bercahaya milik Aji bertemu dengan pertahanan energi kegelapan Shura. Aji tak peduli lagi, dia mengerahkan seluruh kekuatannya dan mencoba menembus pertahanan energi tersebut.
Krak! Klatak!
Penghalang itu retak dan pecah. Pedang tusukan adalah kekuatan yang sangat kuat dalam ilmu berpedang. Saat seorang pemegang pedang menyabetkan pedangnya, maka hal itu seperti menyebarkan energi pedang memanjang sehingga kekuatan serangannya menjadi buyar.
Berbeda dengan tusukan pedang yang difokuskan pada satu titik. Kekuatannya tentu saja melimpah dan memberikan efek serangan yang sangat besar.
”Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan aku lagi Bagas! Aku sudah menyerap semua energi kegelapan dan Blood Supreme! Aku tidak akan pernah kalah lagi darimu!”
Shura berteriak sambil membentuk lapisan kekuatan penghalang di depannya. Setelah lapisan pertama retak, dia membuat lapisan energi kegelapan dan itu pun berkali lipat lebih kuat. Shura mengeluarkan kekuatannya dengan berhadap bahwa dia tidak akan lagi bisa dipermainkan oleh Bagas. Dia selalu merasa direndahkan setiap kali kalah dengan Aji saat berlatih bersama dan disaksikan oleh kakek Mahesa.
Benturan energi kembali terjadi. Aji merasakan pertahanan Shura semakin kuat dan berlapis. Dia pun meningkatkan kualitas serangan tusukan pedangnya. Energinya difokuskan pada ujung pedang dan energi alam mengalir dengan cepat melalui pori-pori tubuhnya.
HIIIIIIAAAA!
Aji terus mendorong pedangnya, ujung pedang difokuskan memiliki efek kuat untuk menembus penghalang apapun.
”Kamu memang tidak pernah berubah Shura! Itulah yang membuatmu lemah, karena tidak pernah menerima kekalahan dan berlatih lebih giat. Kamu malah lebih suka melakukan cara pintas dan membunuh orang banyak demi menyerap energi mereka. Itu adalah tindakan pengecut!”
Sudah banyak para korban yang jatuh karena sikap Aji sebelumnya. Dia merasa lemah ketika berharap bisa menyadarkan Shura. Namun sayangnya, dua rekannya menjadi korban pada akhirnya. Itu semua karena sikapnya yang tidak punya keteguhan.
Hal itu tidak akan terulang lagi bagi Aji. Sudah saatnya tidak lagi memainkan perasaan, bahwa jika Shura tak bisa diajak kembali. Maka, bunuh saja dirinya dan menghilangkan sumber masalah bagi seluruh kebaikan pendekar di seluruh benua.
Itu adalah tujuan Aji saat ini, dia sudah mempercayai Shura dua kali, oleh karena kakek Mahesa dan kedua rekan terbaiknya meninggal. Kali ini, tidak akan ada lagi toleransi. Aji harus tegas demi kebaikan dunia. Jika harus kehilangan sahabat kecilnya, maka tak mengapa dan dia juga belum tentu bisa selamat dari pertarungan ini.
Energi alam mengaliri kekuatan Aji dan energi tusukannya semakin tak terbendung. Meskipun Shura menggunakan kekuatan penghalang energinya. Namun, energi tusukan Aji semakin lama semakin besar dan tak lagi bisa dibendung.
Energi penghalang kegelapan yang berlapis-lapis itu akhirnya pecah, dan energi pedang menusuk lebih dalam. Pedang milik Aji menembus tubuh Shura dan menembus dadanya sedikit.
Crop!
Pedang itu menusuk sekitar tiga centimeter. Namun, pedang Aji terhenti dan tak bisa lagi menembus tubuh Shura. Shura merasakan rasa sakit karena tertusuk pedang bercahaya milik Aji. Dia pun meledakkan kekuatan tertingginya sebagai seorang yang sudah menyatu dengan Blood Supreme.
Pedang Aji tertahan. Energi ledakan pecah dari tubuh Shura dan menyebarkan energi kegelapan yang pekat. Aji mundur dengan cepat, kabut gelap itu seolah ingin memerangkap musuh. Pedang bercahaya dari energi yang dibentuk Aji pun pecah berantakan.
Sepertinya, Shura akan menggunakan kekuatan Blood Supreme. Energi ledakan dari kekuatan itu sepertinya adalah kekuatan yang sangat besar. Jika demikian, Aji harus mundur karena kekuatan dari artefak Blood Supreme sangat kuat. Bahkan, kakek Mahesa harus menggunakan waktu seumur hidupnya, mencoba memurnikan kekuatan kegelapan yang bersemayam dalam artefak tersebut.
Jika seseorang dikuasai oleh kegelapan sepenuhnya, maka aura kegelapan dari generasi ke generasi yang terkumpul akan menyebabkan kekuatan jahat iblis muncul. Sosok manusia yang dikuasai iblis sepenuhnya, tidak akan bisa kembali dalam ingatan manusia. Dia sepenuhnya akan menjadi iblis yang hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menghancurkan dunia.
Aji mundur, dia menggunakan kekuatan energinya untuk menciptakan senjata energi yang berbentuk tombak yang sangat besar. Tombak itu bahkan sebesar sebuah tumah dan panjang hingga tak terlihat ujungnya. Senjata energi itu dipersiapkan Aji dan dia pun menyerang tubuh Shura yang kini diselimuti dengan energi kegelapan.
Jika belum terlambat maka serangan itu masih bisa mengenai Shura dan memecah dirinya dengan Blood Supreme. Aji merasa bahwa Shura sedang mempersiapkan penyatuan besar antara kekuatan kegelapannya dan juga Blood Supreme.
Serangan Aji melesat dengan energi yang sangat besar. Ujung tombak cahaya itu melesat dan menghantam tubuh Shura yang masih diselimuti oleh kabut kegelapan dan energi yang besar tersebut.
Bruush!
Energi meledak, energi cahaya dari bentukan Spear raksasa itu menembus tubuh Shura yang berada di kegelapan. Namun, tombak yang menembus kegelapan yang menyelimuti Shura itu bahkan hancur berantakan begitu mengenai kabut kegelapan milik Shura.
Roaarr!
Sebuah suara muncul dari kabut tebal yang menyelimuti Shura. Kabut kegelapan semakin pekat dan energi kegelapan itu pecah dan dari pecahnya kabut itu keluar sebuah kekuatan serangan. Bola yang sangat besar dan dikelilingi api hitam melesat ke arah Aji. Tidak hanya satu bola api hitam. Di belakangnya, menyusul bola api kegelapan yang banyak jumlahnya. Semuanya mengarah pada Aji dan menargetkannya.
Serangan balasan yang kuat dari Shura. Aji pun bersiap, dia menganti senjatanya dengan sebuah tongkat energi. Dia membentuk senjata itu dari energi alam yang diserapnya. Dia pun bersiap menghadang serangan kuat dari Shura itu.