Pasukan Langit
Mencari Ujung Dunia
Tiga Legenda maju ke depan, dan Lord Demon muncul di belakang Lima Gerbang yang sudah kewalahan menghadapi Tiga Legenda. Lord Demon turun dari udara dan dia maju di antara Lima Gerbang.
”Aku akui kekuatan kalian, Tiga Legenda yang mengguncang dunia bela diri. Tapi, kalian semua harus berakhir disini. Jika masih ada kalian, aku tidak akan bisa menggapai cita-citaku!”
Pertarungan dahsyat itu terus berlangsung cukup lama. Lima Gerbang membantu Lord Demon dan pertarungan sengit itu menciptakan gemuruh di seluruh benua, dan juga goncangan pada seluruh bumi.
Tiga Legenda bisa melawan imbang Lima Gerbang dan Lord Demon. Pemukul Halilintar melawan Lord Demon. Namun, ada yang aneh pada Pemukul Halilintar, karena selalu meminta Lord Demon untuk menghentikan perbuatan jahatnya, dan menghentikan invasinya untuk menguasai dunia.
Pemukul Halilintar terkesan ingin bernegosiasi dibanding Yonan dan Ganada. Dia selalu mencari cara agar Shura menghentikan invasinya. Namun, keraguan Pemukul Halilintar itulah, yang membuat Shura mengambil peluangnya.
Shura seolah menyetujui Pemukul Halilintar untuk menghentikan invasi pasukan kegelapannya. Karena dia tahu, sosok Pemukul Halilintar adalah Bagas. Sosok yang sudah sejak kecil bersamanya dalam asuhan satu guru yaitu kakek Mahesa.
Kelemahan saudara angkatnya itu selalu sama. Dia masih berharap bahwa dirinya, Shura akan bisa berubah menjadi baik. Sayangnya, itu semua hanya sandiwara. Saat Pemukul Halilintar lengah. Kekuatan penghancur semesta di lepaskan oleh Shura. Yonan dan Ganada bertindak, mereka mengerahkan semua kekuatannya untuk menghentikan Shura, yang ingin membunuh Pemukul Halilintar.
Ledakan besar terjadi, Yonan menggunakan kekuatan sihirnya dengan kekuatan penuh ditambah Ganada yang ikut menyerang. Ganada membuat semua pasukan Lima Gerbang terpental, dan dia menyerang Lord Demon dengan kekuatan penuhnya.
Ledakan besar yang dilepaskan oleh Yonan membuat kehancuran dimana-mana. Bahkan, ribuan pasukan kegelapan musnah menjadi debu. Lord Demon yang belum sepenuhnya menyerap Blood Supreme pun terluka.
Sebelum Yonan menyelamatkan Pemukul Halilintar. Sebuah pedang besar sudah menusuk perut Pemukul Halilintar. Bagas atau Pemukul Halilintar tertipu dengan sandiwara Lord Demon. Dia mengira Lord Demon akan sadar dengan perbuatannya, masa-masa indah mereka bersama saat kecil berlatih dan bermain bersama.
Semua itu tidak membuat Lord Demon berubah sedikitpun. Dia semakin jahat dan hanya kehancuran dunia yang menjadi keinginan Shura. Dia ingin mereset ulang dunia dan menjadikannya dunia yang hanya terisi keadilan.
Tubuh Pemukul Halilintar mulai dingin. Yonan mulai kehabisan energinya, akhirnya Ganada yang harus bertarung memberi kesempatan bagi Yonan dan Pemukul Halilintar, untuk mundur terlebih dahulu. Namun, kekuatan Lord Demon masih terlalu besar ditambah kekuatan dari Lima Gerbang. Ganada terdesak dan kalah dalam pertempuran itu.
Ganada ikut terluka, tapi juga bisa memberikan luka pada Lord Demon. Melihat rekan-rekannya terluka. Yonan, mengambil sebuah keputusan besar yang akan mengubah hidup Pemukul Halilintar. Dia mengeluarkan sebuah artefak kuat. Yaitu Soul Deep. Artefak langit yang selalu disimpannya. Saat sebelum Pemukul Halilintar menghembuskan napasnya. Dia menanamkan artefak Soul Deep pada tubuh Pemukul Halilintar.
Ganada sudah dikalahkan, dan sudah waktunya bagi Yonan untuk membuat keputusan soal hidupnya. Pemukul Halilintar harus hidup dan menyelesaikan misinya. Dia harus bisa menuntaskan pertempuran dengan Lord Demon. Kesalahan yang sudah dibuatnya tidak akan dia ulangi lagi di masa depan.
Kekuatan terakhir dari Yonan dikeluarkan. Ganada dapat mundur dan terluka, dia berada di dekat Yonan. Yonan memberinya sebuah telepati, bahwa sudah saatnya mengakhiri pertempuran ini. Yonan dan Ganada mengangguk, mereka meninggalkan sebuah gulungan dari kekuatan mereka yang tertinggi di balik baju Pemukul Halilintar yang terluka parah, dan artefak Soul Deep masih bekerja.
Kekuatan terakhir Yonan dikeluarkan. Dia memasang aliran sihir dan dia menghancurkan seluruh tempat dimana pasukan Kegelapan berkumpul disana. Ledakan besar terjadi dan Lord Demon mengalami luka karena menghadang serangan kuat tersebut.
Sebelum menggunakan kekuatan terakhirnya. Yonan, mengirim Pemukul Halilintar ke tempat dunia cermin dan dia berpesan kepada Pemukul Halilintar, ”Kamu yang harus mengakhiri Shura! Berlatihlah dan capailah ujung dunia!”
Itu adalah kata-kata terakhir yang diingat Pemukul Halilintar. Kekuatan terakhir yang melukai Lord Demon, hingga harus memulihkan diri selama dua puluh tahun sambil menyempurnakan penyerapan Lord Demon di pengasingannya.
Saat itu, Pemukul Halilintar diteleporasikan ke dunia cermin. Dan saat itulah, dia memulai hidupnya sebagai untuk berlatih dan berlatih. Dia memegang gulungan kekuatan tertinggi dari dua rekannya, berlatih siang dan malam sambil menyusuri dunia cermin. Pemukul Halilintar benar-benar sendirian dan tidak memiliki teman selama dua puluh tahun.
Semua kehidupan memang ada di dunia cermin, hanya tidak ada kehidupan manusia kecuali dirinya. Dia harus bisa mencapai ujung dunia untuk kembali, dan menemui para pendekar untuk menyatukan para pendekar dan melawan kekuatan dari pasukan kegelapan, Lord Demon.
”Disinilah aku ketika dua rekanku mengorbankan dirinya demi agar aku tetap hidup, dan bisa menghentikanmu, Shura!”
Shura tak bisa berkata lagi. Mulutnya seolah terkunci. Jadi sosok pemuda yang selama ini telah merusak semua rencananya dalam melakukan invasi dan menguasai lima benua. Semua itu digagalkan oleh seorang yang sangat dia kenal sejak kecil. Bagas!
Bagaimana bisa sosok yang seharusnya mati oleh ledakan besar dua puluh tahun yang lalu bisa kembali. Bahkan, telah menjadi fisik yang muda dan tak bisa lagi dikenalinya. Terlalu banyak wajah yang dilalui dan dilihat oleh Shura, dia bahkan tak lagi mengenali sosok lelaki kecil yang diadopsi kedua setelah dirinya, oleh kakek Mahesa.
Shura bahkan sudah lupa kenapa dirinya dulu harus membunuh lelaki yang begitu baik padanya. Kakek Mahesa, sosok yang selalu ingin ditunjukkannya dunia baru yang ingin dia ciptakan dengan dunia tanpa permusuhan dan hanya ada kedamaian.
Dua orang yang dulu selalu bersama, mereka terpisahkan dan menjalani hidup dengan jalan yang berbeda. Satu yang ingin menguasai dunia dan menjadikannya indah dengan keadilan mutlak dan membuat semua manusia tunduk di bawah kakinya. Sedangkan satunya, selalu berjuang untuk menghentikan saudara angkatnya.
Ini merupakan kisah keduanya. Saat ini, keduanya berada di tempat yang sangat luas dan tidak ada yang menganggu mereka. Namun, Shura masih saja tak bisa menerima kenyataan ini. Bahkan, dia hampir saja bisa menguasai seluruh benua. Dan dia digagalkan lagi oleh orang paling dekat dengannya, yang selalu dibencinya.
”Bagas! Kembalikan aku ke dunia lagi! Ini adalah mimpiku yang sudah aku rangkai seumur hidupku! Jika tidak, aku akan membunuhmu disini!”
Shura mulai kesumat dan menggunakan kekuatannya, daya kekuatan kegelapan memenuhi kedua tangannya. Langit berpendar dan seolah terjadi siang dan malam bergantian karena kekuatan yang luar biasa ditunjukkan oleh Shura. Dia sudah tak bisa lagi mengendalikan emosi kesumatnya.
”Bertarunglah Shura! Buktikan kalau dirimu memang layak memimpin dunia! Aku ingin lihat sebatas mana kekuatanmu selama ini dilatih, dan bagaimana keteguhanmu untuk menguasai dunia. Tunjukkan kekuatanmu itu!”
Aji Bagaskara, dia juga tidak mau lagi tertipu dengan semua kebusukan saudaranya. Sudah cukup dua saudara dan rekannya mati demi melindunginya. Saat itu, dia masih saja naif meskipun usianya sudah tua. Dua puluh tahun yang lalu, dia tertipu oleh Shura dan hampir saja terbunuh.
Tidak ada lagi yang bisa membuat Aji tertipu kembali. Sudah cukup untuknya berusaha agar Shura kembali untuk tidak lagi berbuat angkara murka di dunia. Saat ini, Aji sudah mendapatkan kekuatan penuh dari semua pelatihan yang dilakukannya.
Aji juga ingin melihat apakah kekuatan dari Shura dan dirinya bisa bertarung dengan seimbang. Itu adalah cita-cita terakhirnya, sebelum waktunya selesai di dunia ini. Benar, dia sendiri berubah menjadi fisik muda, dan itu semua sebagai hadiah dari perjuangannya di dunia cermin selama dua puluh tahun.
Dua puluh tahun, Aji kehilangan siapapun dan hanya sendirian. Aji terus merenung dalam pelatihan dan kesendiriannya. Dia belajar untuk bersabar dan tidak akan lagi tertipu dengan apapun, kesendirian selama dua puluh tahun membuatnya semakin jernih berpikir dan bijaksana dalam setiap tindakannya.
Lagi-lagi, Aji teringat semua peristiwa yang terjadi setelah Yonan sahabatnya, mengirimnya di ujung maut ke tempat dimensi cermin. Mirror World. Dunia yang tidak ada siapapun dan Aji harus kembali ke dunia lagi setelah dia mencapai ujung dunia.
Saat Aji bangun di dunia cermin, dia kebingungan dan segala hal tentang masa lalu pun terbayang semuanya. Dia ingin pergi kembali ke dunia nyata, tapi tak tahu lagi bagaimana caranya bisa pergi kesana.
Dua rekannya, Yonan dan Ganada pasti sedang dalam bahaya dalam perjuangan mereka. Dia yakin, Yonan mengirimkan ke dunia cermin untuk menyelamatkannya. Ujung dunia, hanya itu yang teringat dalam pesan Yonan. Dia harus mencari ujung dunia untuk bisa kembali ke dunianya semula.
Aji pun bangun dan memulihkan kekuatannya. Dia segera menyadari ada beberapa gulungan di dalam bajunya. Itu semua peninggalan dari Ganada dan Yonan. Bahkan, itu adalah warisan kekuatan tertinggi mereka. Mereka ingin warisan mereka tetap hidup dan Aji harus mempelajarinya.
Dia mulai melangkah melakukan perjalanan menuju ujung dunia. Tak peduli ada dimana itu, dia hanya perlu terus berjalan sambil berlatih untuk menguatkan kekuatannya dan juga mencari jurus kekuatan yang baru. Selain itu, dia mempelajari kekuatan tertinggi dari Yonan dan juga Ganada. Dia terus berlatih, siang dan malam, melakukan perjalanan dan itu terus dilakukannya. Tak peduli apapun, dia hanya perlu sampai di ujung dunia.
Aji juga merasakan kalau artefak Soul Deep yang dijaga oleh Yonan sudah ditanamkan untuknya. Artefak yang menjaga jiwanya agar selalu teraliri energi dan menjaga tubuhnya dari pengaruh buruk apapun yang menyerangnya.
Dia hanya terus berjalan, berlatih dan meneruskan perjalanannya. Tak peduli berapa tahun yang dia habiskan. Namun, dia sendiri yakin bahwa dia harus menghadapi Lord Demon, Shura pada akhirnya. Dia tidak boleh menyerah, semangat kedua rekannya telah menyatu dalam dirinya. Semangat kedua rekannya dan amanah yang mereka tinggalkan.
Kedua sahabatnya sudah berkorban untuknya, mereka mengorbankan nyawa mereka agar hanya orang yang menyadari tentang bahaya Shura, maka dia akan menghadapinya dengan hati-hati di kemudian hari.
Orang yang paling mengenal Shura, adalah Aji, Pemukul Halilintar. Maka, dia yang harus menyelesaikan misi ini. Apapun yang terjadi. Perjalanan Aji pun dimulai, tubuhnya tidak menua dan tetap sama. Jenggotnya panjang dan meskipun tua, artefak Soul Deep berada dalam tubuhnya. Dia terus merasa bugar dan berlatih dengan sangat kuat.
Dia memulai perjalanannya untuk menemukan ujung dari dunia.