Pasukan Langit

Masa Lalu dan Dua Murid

”Apa yang kau lakukan Shura?” teriak Rukio yang sudah tak bertarung dan sejak tadi memperhatikan Shura. Apa yang dia pikirkan dan lakukan ini, tentu saja ini adalah sesuatu yang hanya dilakukan oleh orang gila menurut Rukio.

Penghancuran total. Rukio bahkan tak mengira kalau kekuatan ledakan dari Shura menghancurkan pasukannya sendiri dan merambat terus-menerus, menyebarkan kegelapan dan yang tertinggal hanyalah jeritan sakit dan menghilangnya pasukannya sendiri. Lama kelamaan, semua pendekar bela diri pun juga akan mengalaminya.

Jadi ..., apakah ini yang direncanakan oleh Shura selama ini, atau dia sedang tak berpikir jernih dan menghancurkan semuanya?

”Tenang saja Rukio, aku akan membangkitkan mereka semua nantinya. Hanya saja, saat ini aku perlu membuat mereka tertidur terlebih dahulu! Hal itu pun berlaku untukmu Rukio, jadi ..., beristirahatlah dengan tentang!”

Kekuatan kegelapan merambat dan menyebar hingga membesar. Prajurit kegelapan berlarian, tapi tetap saja mereka tergulung karena mereka tengah berdesakan dengan yang lainnya untuk menyelamatkan diri. Rukio sendiri yang merupakan salah satu dari Iblis Pemusnah memang memperkirakan hal ini bisa terjadi.

Kekuatan Shura yang sangat kuat mampu melakukan hal ini. Lalu, apakah Rukio akan diam saja menerima tubuhnya hancur dalam kekuatan gelap dari Shura? Dia sendiri melihat bahwa Lord Demon memang menginginkan semua orang mati agar dia bisa menguasai seluruh kehidupan di dunia ini. Dia juga akan membangkitkan orang yang sudah hancur dengan kekuatan artefaknya.

Hanya saja, Rukio tahu bahwa orang yang dihidupkannya nanti hanya akan menjadi boneka tanpa memiliki keinginan dan harapan. Jadi, itulah rencana dan tujuan Shura. Dia menyadarinya sekarang bahwa dunia yang ingin diciptakan oleh Shura dengan kekuatan absolut. Tidak ada pembangkangan dan semua hidup dengan damai adalah kehidupan manusia tanpa kehendak.

Rukio harus mengambil keputusan, ledakan energi itu terus menyebar. Menciptakan angin yang menderu marah. Ketika asap tebal hitam itu melewati pasukan kegelapan, maka saat itu juga tubuh mereka meleleh dan hancur seperti debu yang terbang.

”Tidak! Aku tidak mau mati!”

”Tolong kami Lord Demon!”

”Aku ingin hidup!”

”Tolooong!”

”Aaaaaa!”

Suara jeritan dari ratusan orang atau bahkan ribuan terdengar menakutkan. Para pendekar bela diri semuanya semakin gugup. Mereka semua seolah sedang didatangi oleh air bah yang besar seperti tsunami kuat yang siap menghantam mereka.

Bedanya, air bah yang datang adalah maut itu sendiri. Begitu mereka terkena gumpalan hitam itu, maka mereka akan langsung hilang dan mati menjadi debu. Para pendekar dengan kemampuan magic melepaskan kekuatan serangan energi mereka dan mencoba menghentikan laju kekuatan gelap itu dari jauh. Mungkin bekerja.

Serangan-serangan energi terus meluncur, ada juga serangan dari berbagai energi yang mencoba membentuk penghalang agar aura kegelapan itu tidak menyebar. Mereka membentuk perisai besar, mereka berhasil menghalangi kegelapan itu menyebar. Semua pasukan kegelapan masih sempat berlari dan terus berlari.

Beberapa pasukan bela diri masih terus diarahkan oleh pejuang Jiro untuk masuk ke dalam  portal teleportasi. Mereka terus masuk dan bergantian. Mereka menghilang dalam portal dan pergi ke pusat kota Prisma.

Semua pendekar ketakutan, seolah kematian sudah berada di depan mereka. Shura terbang di atas dan dia masih mengeluarkan kekuatannya. Inilah yang selama ini dirumorkan, tentang kekuatan dan kejamnya Lord Demon. Saat ini, semua melihat dengan mata mereka sendiri, bagaimana kejamnya Lord Demon. Prajuritnya sendiri pun dikorbankan, dan bahkan semuanya ingin dimusnahkan.

Semua pendekar bela diri menggunakan kekuatan energinya. Mereka mencoba menahan kekuatan kegelapan milik Lord Demon menyebar semakin jauh. Hal itu akan sangat berbahaya karena semua orang yang berada di dalam perangkap tembus pandang milik Lord Demon, akan binasa.

Penghalang energi terbentuk di semua sisi, bahkan pasukan kegelapan yang merasa hidupnya juga di ujung tanduk mengelurkan energi mereka. Meskipun mereka mengeluarkan energi kegelapan, mereka mencoba menahan kabut pekat itu untuk menyebar. Jika kabut pekat itu menyebar, maka mereka dipastikan akan hancur menjadi abu.

Jadi, mau tidak mau, mereka bekerjasama dengan pasukan bela diri untuk bertahan hidup dan menahan kekuatan gelap yang menyebar dan semakin menyebar.

Seluruh kekuatan yang tersisa di dalam lingkaran perangkap yang dibuat oleh Lord Demon. Mereka semua yang berjumlah banyak tersebut menyerang dengan energi mereka dan mencoba mempertahankan kabut tebal itu tidak menyebar. Bahkan jika bisa, menghancurkan kekuatan dari serbuan kabut hitam itu.

Di sisi lain, banyak pendekar yang mencoba menghancurkan penghalang yang menghalangi mereka, namun tetap saja tidak tembus oleh kekuatan yang mereka keluarkan. Penghalang itu tetaplah kokoh dan tidak memiliki celah untuk dihancurkan.

Dasatama pun mencoba dengan sekuat tenaga, tapi kekuatannya hanya mampu membuat penghalang itu retak. Namun, saat akan diserang kembali dan mempersiapkan serangan susulan. Retak yang tercipta dalam penghalang itu, tiba-tiba pulih kembali seolah tidak pernah ada retakan karena serangan sebelumnya. Utuh kembali.

Kekuatan pemimpin benua lainnya dan juga para penasehat digabungkan untuk menjebol penghalang itu. Tetap saja tidak berhasil. Awalnya retakan ruang lebih besar muncul, namun tiba-tiba menyatu kembali dan menjadi lapisan transparan dengan kekuatan utuh kembali. Sulit dipercaya, kekuatan dari penghalang itu bisa sangat kokoh.

”Kalian pikir, kalian bisa menahan kekuatanku? Sungguh naif, aku adalah Tuhan. Tuhan yang turun untuk membawa keadilan dan kebaikan untuk semua orang! Aku akan membuat dunia ini indah dan nyaman untuk ditempati siapapun. Semuanya harus menjadi satu denganku dan dunia penuh keadilan akan tercipta!”

Kalimat tegas Lord Demon didengar oleh semua orang. Dia mengangkat kembali kedua tangannya ke atas. Ada energi kegelapan yang seolah menarik dari tubuh Lord Demon. Itu adalah energi kegelapan  yang ditarik dari semua pasukan kegelapan yang merupakan bawahannya.

Pasukan kegelapan yang tersisa merasa tubuhnya ditarik, namun bukan tubuh mereka yang hilang. Melainkan, kekuatan energi kegelapan dalam diri mereka ditarik dengan paksa. Bahkan, Pasukan Iblis Pemusnah yang tersisa juga merasa energi kegelapan mereka ditarik paksa dari tubuh mereka. Ini adalah kekuatan dari Lord Demon yang menyedot kembali kekuatannya.

Energi kegelapan yang melimpah mulai beterbangan dan masuk ke dalam tubuh Lord Demon. Benar saja, sejak awal memberikan bekal kekuatan kegelapan atau benih kekuatan kegelapan pada. Semua energi kegelapan yang hilang dari para pendekar kegelapan itu semuanya dipaksa keluar. Mereka pun seolah kehilangan energi mereka dan hanya tersisa energi internal yang mereka miliki secara alami.

Kekuatan kegelapan dalam jumlah tinggi terus terbang dan menyatu dengan Lord Demon. Kekuatan artefak Blood Supreme diaktifkan oleh Lord Demon. Kekuatan kegelapan dari tiap jiwa pasukannya masuk ke tubuhnya. Bahkan, kekuatan dari Iblis Pemusnah pun dipaksa keluar dan menyatu dengan Lord Demon.

Semua energi gelap itu seperti menemui muaranya. Di pihak Lord Demon, dia memasang senyum kemenangannya. Dia memang sejak awal menanam benih dalam jumlah banyak dan berharap para pengikutnya akan mencari kekuatan dengan dalih meningkatkan kekuatannya sendiri.

Setelah mereka semua menjadi semakin kuat, pada awalnya itu adalah meningkatkan kekuatan mereka sendiri. Mereka semakin egois dan merasa bahwa mereka akan menjadi bertambah kuat dan bahkan akan melebihi kekuatan dari Lord Demon dan bisa berjuang di sisinya.

Sayangnya, mereka hanyalah wadah untuk mencari energi kegelapan. Entah itu dengan membunuh atau menyerap energi dari artefak. Semua energi yang semula dirasakan adalah miliknya, pada dasarnya adalah titipan dari Lord Demon dan akan diambil saat Lord Demon membutuhkan kekuatan besar untuk menyatu dengan kekuatannya.

Saat para Pendekar kegelapan mencoba menyelamatkan diri dengan membantu pasukan bela diri untuk mendorong energi kegelapan. Saat itulah, energi mereka dirampas kembali oleh Lord Demon sehingga mereka kehilangan kekuatan penuhnya. Mereka bahkan seperti seorang seniman bela diri biasa dan tak bisa mengeluarkan energi dari tubuhnya. Kecuali hanya kecil dan itu tak seberapa.

Energi yang meluap terus tersedot ke arah Lord Demon berada. Dia masih melayang di udara. Energi yang masuk perlahan-lahan dirasakan oleh Lord Demon dengan kekuatannya menjadi melimpah.

”Hari yang aku tunggu akhrinya datang! Lihatlah kakek Mahesa! Aku sudah menunjukkan bahwa aku akan menjadikan dunia ini penuh keadilan! Kamu harus mempercayai ucapanku! Aku akan membuktikannya!”

Teriakan Lord Demon membahana. Tidak semua orang mengetahui masa lalu dari Lord Demon. Bahkan, dia menyebut nama kakek Mahesa. Satu orang yang mengetahui hal itu, dia adalah Aji. Tangan kanan Aji mengepal, dan dia teringat akan kematian kakak Mahesa yang dibunuh oleh Shura.

Saat itu, saat Aji baru pulang berburu. Dia melihat kakek Mahesa sudah terluka dan tubuhnya kehitaman. Selain itu, Mahesa di dekatnya terlihat ketakutan dan pergi mengilang membawa artefak Blood Supreme dalam genggamannya.

Saat itu, Aji diketahui oleh kakek Mahesa dan Shura dengan nama Bagas. Jadi, selama ini, nama Aji tidaklah diketahui terlalu banyak oleh Shura. Dia hanya tahu soal Bagas yang merupakan sesama murid dari kakek Mahesa, dan mereka sudah bersama sepanjang delapan tahun.

Aji atau Bagas masih menemui kakek Mahesa dalam keadaan sekarat. Kakek Mahesa menceritakan bahwa Shura sangat menginginkan kekuatan dan ingin menjadikan dunia ini penuh dengan keadilan. Tidak ada lagi kejahatan dan cara yang dia pikirkan adalah melenyapkan seluruh manusia di bumi ini dan menjadikannya hidup kembali dengan Blood Supreme.

Semua manusia akan dihidupkan dan mereka akan hidup tanpa memiliki keserakahan dan kehendak. Kehidupan mereka akan terjadi sangat tenteram. Itulah mimpi dari Shura, kehidupan manusia dalam kendalinya dan tidak ada lagi permusuhan. Karena, manusia tidak lagi memiliki kehendak atas emosi dan ego dirinya.

Kakek Mahesa akan menghentikannya dan mereka pun bertarung untuk mendapatkan Blood Supreme. Kakek Mahesa yang baru saja memurnikan Blood Supreme dengan bertahap sudah sangat kelelahan, dan Shura menyerap energi hitam dari Blood Supreme dan memukul dada kakek Mahesa.

Di akhir hayatnya, kakek Mahesa berpesan pada Aji Bagaskara, dia harus  menghentikan rencana dari Shura. Apapun yang terjadi. Shura memang memiliki niat baik bagi dunia, tapi caranya salah dan itu akan menciptakan malapetaka, dan kiamat di saat dia sudah bisa menyerap Blood Supreme sepenuhnya.

Pesan terakhir dari kakek Mahesa itu benar-benar terjadi pada saat ini. Kekuatan mengerikan yang terakumulasi pada tubuh Shura sudah mencapai tingkat tinggi dan itu bisa menghancurkan dunia. Aji harus menghentikan Shura selagi dia sempat.

Aku harus menghentikannya!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!