Pasukan Langit

Pilihan yang Membingungkan

Pejuang Jiro melihat ke atas, di sana nampak Alicia masih berdiri di udara dan membantu pejuang Jiro dengan serangan akhir berupa menghabisan untuk menyelesaikan ultimate dari pejuang Jiro.

Jiro tersenyum pada Alicia, mereka saling mengangguk. Alicia pun bergegas kembali ke arah pertarungan yang lain. Pasukan kegelapan sudah agak jauh jaraknya dengan gerbang kota Prisma. Sedangkan di sisi agak masuk pertarungan, beberapa Pasukan Langit merangsek maju. Salah satu di antaranya adalah Aji. Alicia pun terbang dengan mengguankan energi angin dan mencoba membantu.

Ada Gayatri di sana yang juga ikut membantu, mereka semua sepertinya akan menerjang pasukan kegelapan. Entah apa yang dipikirkan mereka hingga merangsek ke pasukan kegelapan seperti itu. Mereka seperti mencari atau mengincar sesuatu, Alicia pun harus bergabung dan membantu pergerakan mereka semua dengan sihir kekuatan yang mampu membuka celah pasukan kegelapan.

Alicia terus melayang membantu Pasukan Langit yang masih bertarung di sisi Aji. Mereka menjauhkan pasukan kegelapan dari gerbang kota Prisma. Apakah itu tujuannya? Beberapa pasukan kegelapan menyerang Alicia dan ikut terbang ke udara. Mereka sudah melakukan perubahan Iblisnya dan memiliki sayap yang menyerang Alicia dengan senjata yang kuat yang mereka keluarkan dari bagian tubuhnya.

Alicia menghindari serangan mereka. Kecepatan Alicia dalam menggunakan kekuatan sihirnya m ampu menghalau serangan dari para penyerang dengan mudah. Seolah, serangan dari senergi yang mengarah pada Alicia dihempaskan dengan hanya menggerakkan tangannya dan energi serangan musuh sudah dihalau sebagaimana pedang yang ditahan dan dipentalkan dengan pedang yang kita miliki.

Duaar! Duaar!

Alicia membalas serangan mereka dengan mengirimkan energi serangan dari pedangnya. Ledakan besar dengan energi besar menghantam tubuh mereka sehingga membuat tubuh pasukan kegelapan itu hancur karena serangan energi yang kuat.

Beberapa pasukan kegelapan kembali mengulang serangan rekannya dan beberapa menyerang Alicia dari semua sisi. Kekuatan energi Alicia sudah mencapai pemahaman yang tinggi, sejak pertarungannya dengan fisik kakeknya. Alicia seolah mendapatkan pengajaran baru dari guru langsung dan kini dia mampu menggunakan kekuatan dengan lebih baik.

Alicia hanya perluh memutar pedangnya dan energi dari pedangnyanya seperti pecah membuyar ke semua sisi. Semua pasukan kegelapan yang menyerang kearahnya terkena seranga energi Alicia yang meledak. Mereka, pasukan kegelapan itu terkena serangan energi dan tubuh mereka tercabik-cabik dengan kuat.

Alicia menurunkan posisi tubuhnya di udara, dia ingin lebih dekat dengan daratan dan tempat semua pertarungan terjadi. Dengan lebih dekat ke bumi, dia mampu membantu lebih efektif semua pendekar bela diri yang bertarung. Terutama rekan-rekannya yaitu Aji dan Pasukan Langit yang berusaha memecah pasukan Lord Demon dan menembusnya dari dalam.

Ketika posisi Alicia sudah dekat dengan tanah dan sekitar tiga meter di atas tanah. Pasukan kegelapan yang penuh berada di bawahnya seketika menyerang Alicia dengan menghambur ke arah Alicia. Alicia menggunakan kekuatan energi sihirnya. Dia membuat benteng pertahanan dengan penghalang energi.

Pasukan kegelapan tertahan serangan mereka karena penghalang itu. Dan, ketika pasukan kegelapan sudah mulai mengerumuni Alicia dengan banyaknya jumlah mereka. Serangan kuat dari arah para pendekar bela diri nampak sekelebat energi tersebut mendekati dan menghancurkan mereka semua.

Itu bukanlah serangan energi dari jarak jauh. Itu adalah kekuatan dari fisik seseorang yang menggunakan kekuatan kecepatan dan menyambar semua pasukan kegelapan yang mengelilingi Alicia. Para musuh yang mengepung Alicia tercabik-cabik dengan serangan cepat bahkan seolah ribuan senjata memenuhi semua tempat dan pasukan kegelapan sudah terjaruh semuanya ke bumi.

Itu adalah serangan dari Barsha, dia datang membantu Alicia. Dia melihat bahwa pasukan bela diri di semua sisi pertempuran sudah dapat mengimbangi kekuatan kegelapan. Bahkan, pasukan bela diri bisa dibilan dengan kedatangan energi baru dari tiga benua. Mereka mampu mendesak pasukan kegelapan dengan baik dan kini potensi kemenangan mencapai nilai enam puluh persen.

”Kenapa kamu kesini Barsha?” Alicia mengeluarkan serangan energi jarak jauh pada pasukan kegelapan yang tersisa dan mencoba menyerang mereka.

”Pasukan bela diri sudah mampu menguasaip jalannya peperangan. Aku melihat kalian disini masih terkepung pasukan musuh. Jadi aku putuskan masuk ke pertempuran kalian dan membantu kalian!”

Alicia mengerti jawaban dari Barsha, sama seperti tindakan yang dia lakukan. Dia penasaran dengan Pasukan Langit yang lain kenapa menggunakan kekuatan mereka sendiri dan mencoba menembus pasukan kegelapan dengan merangsek masuk di antara pasukan kegelapan.

Itu semua sungguh tidak masuk akal. Harusnya mereka bertempur di pinggi dan tidak masuk ke pasukan kegelapan seperti ini. Kecuali, jika ada yang berharga di dalam pasukan kegelapan yang sedang mereka incar untuk memenangkan peperangan ini. Tapi, sepertinya hal itu tidak mungkin.

Kecuali jika mereka menginginkan sesuatu yang paling berharga, yaitu pemimpin pasukan kegelapan itu sendiri. Ya, itu tidak lain sesuatu yang paling berharga yang dimiliki pasukan kegelapan adalah Shura, Lord Demon itu sendiri.

Jika Pasukan Langit memang mengincar Lord Demon maka itu tidak akan mungkin bisa dilakukan. Kecuali, jika itu adalah keinginan dari Aji. Benar! Aji sebenarnya ingin sendirian untuk merangsek masuk ke pasukan Lord Demon. Namun, anggota Pasukan Langit yang lain melihat perjuangan Aji. Mereka pun membantu Aji dan terperosok masuk dalam pertempuran dngan pasukan kegelapan lebih jauh.

Gayatri bahkan terus membantu Aji dengan kekuatan elemental supportnya. Barsha adalah salah satu anggota Pasukan Langit yang juga ketuanya. Dia sering berbincang dengan Aji, apa tujuannya bergabung dengan Pasukan Langit. Aji bahkan tak ragu jika dia menjawab sedang menargetkan pemimpin Pasukan Kegelapan, Lord Demon.

”Benar! Ini sangat berbahaya Barsha. Aji hanya ingin mendapatkan Lord Demon dan bertarung untuk menembus blokade pasukan kegelapan. Tujuannya adalah mencapai Lord Demon. Ini berbahaya!”

Barsha menjelaskan hal itu pada Alicia. Alicia pun menyadari jika hal itu benar dan masuk akal jika memang itu dilakukan oleh Aji. Dia sedang mengincar pemimpin pasukan kegelapan. Jika dia mendapatkannha, maka perang ini akan segera berakhir.

Tujuan pertarungan dari Aji adalah mencapai Lord Demon. Menembus pasukan kegelapan yang jumlahnya masih terlalu banyak. Menembus dan mencapai Lord Demon sama saja dengan menyerahkan nyawa sendiri.

Belum sampai pada titik dimana Lord Demon berada, pendekar yang menuju ke tempat Lord Demon akan mengalami kelelalahan terlebih dahulu. Sekuat apapun Aji, jika dia sudah kelelahan karena membuang banyak energinya. Maka, Lord Demon akan membunuhnya dengan mudah ketika sudah mencapai tempat dimana Lord Demon berada.

Alicia harus menghentikan serangan konyol dari Aji dan mundur untuk bertarung bersama pasukan bela diri yang lain. Tunggu sampai peluang itu tiba dan pertarungan melawan Lord Demon pasti akan bisa tercapai. Butuh perencanaan yang matang dan bukan sekedar menyerang tanpa memperhatikan penghalangnya.

Alicia terbang mendekati Aji dan Gayatri. Mereka masih bertarung dengan sengit. Aji dengan dua senjata, yaitu pedang dan belati mampu mencabik-cabik tubuh penyerangnya tanpa gerakan berlebih. Saat pasukan kegelapan terbang dari kiri. Aji menyabetkan pedang di tangan kirinya dan energi memotong dada penyerang itu.

Sebaliknya, serangan dari kanan pun demikian. Aji tetap melangkah dengan tenang dan serangan belati dari tangan kanannya membelah dua penyerang sekaligus. Benar-benar energi yagn tidak ada habisnya. Alicia bahkan tidak bisa berhenti untuk kagum pada Aji. Bagaimana pemua itu memiliki kekuatan besar dan mampu mempertahankan serangannya dengan akurat.

”Aji! Hentikan serangan ini, mundur ke belakang terlebih dahulu! Kita butuh persiapan yang baik untuk menargetkan Lord Demon!”

Alicia berteriak pada Aji yang terlihat santai sambil berjalan melangkah dan menghancurkan setiap penyerang yang hendak menghentikan pergerakannya. Namun, Aji mendengar hal itu dan dia pun melihat ke arah Alicia sambil tetap menghalau serangan demi serangan dari pasukan kegelapan.

”Tidak ada waktu lagi, kita harus menghentikan Lord Demon sebelum segalanya terlambat!” teriak Aji sambil membelah pasukan kegelapan dengan kedua senjata kuat yang dipegangnya. Kedua senjatanya itu juga sudah dilumuri dengan energi tingi sehingga menjadi lebih tajam dan lebih kuat.

”Apa kamu tidak lihat, banyak anggota Pasukan Langit yang mengikutimu! Mereka dalam bahaya jika terus mengikuti kemauanmu!” teriak Alicia sekali lagi. Dia ingin membuat Aji sadar dengan perbuatannya. Dia harus memperhitungkan rekan-rekannya dengan baik. Sudah hampir separuh lebih anggota Pasukan Langit yang bergabung dan mengikuti Aji merangsek ke dalam pasukan kegelapan.

Rekan-rekan anggota Pasukan Langit pasti tahu kalau hal yang mereka  lakukan ini sangat berbahaya. Namun, mereka seolah mengabaikannya dengan pemikiran bahwa mereka sedang saling melindungi satu sama lain. Mereka tak peduli lagi dengan bahaya yang mengancam jiwa mereka. Mereka hanya peduli untuk saling bahu-membahu dan melindungi rekan yang lainnya.

”Kamu harus kembali Aji! Jika kamu teruskan, kamu bisa saja mencapai Lord Demon. Tapi, kamu akan menemui banyak rekanmu tak akan bisa bertahan dan mereka akan mati disini! Rencanakan dengan baik dan kita pasti akan bisa mencapai Lord Demon!”

Nada suara Alicia seolah mmberi penekanan pada Aji, bahwa dia harus menyadari untuk mundur. Dia harus mengawasi rekan-rekannya. Mereka tak akan bisa bertahan jika terus masuk ke dalam pasukan kegelapan.

Aji mengedarkan pandangannya ke belakang. Rekan-rekan di Pasukan Langit memang hampir sepenuhnya sudah masuk ke dalam pertempuran. Mereka semua dikepung oleh pasukan kegelapan karena mengikutinya sampai sejauh ini. Aji mengepalkan tangan kanannya, energi yang kuat tersalurkan. Dia merasa padahal sebentar lagi dia akan mencapai Lord Demon.

Jika tidak segera menghentikan Lord Demon, Aji takut kalau kekuatan mengerikan dari Shura akan dikeluarkan disini. Entah kenapa, Aji merasa bahwa saat itu akan segera terjadi. Kekuatan mengerikan dari Lord Demon seolah hampir saja dilepaskan.

Aji teringat peristiwa dua puluh tahun yang lalu. Ledakan yang menghancurkan segalanya dan menyebabkan dua rekannya meninggal dalam mempertahankan kekuatan dan menyelamatkan dirinya.

Hal itu tidak boleh lagi terjadi disini, tapi dia juga melihat kalau rekan-rekan anggota Pasukan Langit juga berada dalam bahaya.

Sial! Apa yang harus aku lakukan sekarang! Aji bingung antara hendak melangkah ke depan dan mencoba menghentikan Lord Demon sebelum terlambat. Namun, resikonya adalah semua rekannya bisa mati dalam membantunya masuk ke pertahanan pasukan kegelapan dan mencapai Shura.

Apa yang harus aku pilih! Aji mengepalkan tangannya, di tengah deru pertempuran yang sangat kacau balau tersebut.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!