Pasukan Langit

Tujuan Aji, Sudah Terlihat

Pasukan Lord Demon sudah mendorong demikian jauh pada pasukan bela diri. Mereka mendesak karena jumlahnya yang masih tak imbang. Saat pasukan bela diri sudah benar-benar terdesak dan mencapai tembok gerbang masuk Kota Prisma. Dari kejauhan, dari tiga penjuru mata angin. Pasukan dengan jumlah tak terhitung terbagi menjadi beberapa kelompok.

”Mereka sudah datang, God of War,” suara Aji mengagetkan Dasatama, ”Sudah saatnya kamu memimpin mereka pada era baru untuk mempersatukan kekuatan pasukan bela diri dari seluruh benua. Mereka harus bekerjasama untuk memusnahkan semua pasukan kegelapan. Agar bibit mereka tidak berani tumbah sedikitpun.”

Dasatama melihat ke arah pasukan yang terlihat kecil-kecil seperti semut tersebut. Benar kata Aji, mereka adalah para pasukan bela diri yang datang karena kesadaran akan pentingnya persatuan. Jika mereka ingin menang melawan pasukan kegelapan. Tidak ada cara lain kecuali bersatu dan saling bahu-membahu. Menyingkirkan ego untuk merasa paling kuat dan paling berwenang, serta manjauhkan dari sikap lebih berkuasa dari yang lain.

Kata-kata itu keluar dari mulut seorang pemuda yang masih berumur dua puluhan tahun. Dasatama tak percaya bahwa itu adalah seorang pemuda, dia merasa yakin. Aji adalah reinkarnasi dari Pemukul Halilintar, meskipun itu seperti tidak mungkin terjadi. Tapi, jika boleh berandai. Maka, Dasatama bisa menganggap khayalannya itu nyata.

Dari kejauhan di tengah para pasukan kegelapan. Lord Demon, Shura masin menopang dagunya dengan kedua tangannya. Dia menyaksikan semua pertempuran dan dia merasa ikatan dengan beberapa Iblis Pemusnah sudah hilang.

Dia melihat bahwa para pasukan bela diri sudah mencapai ketinggian tertentu dan mereka bahkan sudah mampu meningkatkan kekuatan tempur mereka dengan baik. Mereka juga bekerjasama dengan sangat baik dan mampu bertahan dengan durasi waktu yang cukup lama.

Di belakang Shura, dia merasakan ada energi yang besar datang dari kejuahan dengan berbagai arah yang mengelilingi. Mereka telah datang! Pasukan bela diri yang merupakan bantuan dari seluruh benua. Pertarungan ke depannya akan berjalan imbang, perang akan berkecamuk dengan lebih keras lagi. Shura masih terdiam santai, kedua bibirnya sepertinya bukan kecewa, melainkan ada senyuman licik yang dia tunjukkan.

”Saatnya, pertunjukkan akan segera dimulai. Semakin kuat musuh, akan semakin bagus untuk mengumpulkan energi dan membuat perubahan besar bagi dunia. Dan aku, akan menjadi Tuhan bagi seluruh manusia.”

Mimpi dari Shura akan segera terjadi, mimpi dimana semua orang akan takluk dan patuh, serta tidak ada lagi kejahatan dan semua orang tunduk dalam aturan dan saling bersatu. Itu lebih baik dari pada dunia yang ada saat ini. Seperti sedang menuju ke arah peradaban yang lebih baik.

Pertarungan masih gencar dan pasukan bela diri masih bertahan. Para petarung tingkat tinggi yang menghadapi pasukan Iblis masih bertarung dengan keras. Pertarungan mereka menimbulkan efek yang sangat kuat di sekitar mereka.

Saat pasukan bela diri semakin terdesak. Pasukan dari tiga benua sudah datang. Mereka adalah pasukan dari  Kota Godam dan dipimpin oleh pemimpin Nexus. Dia datang dengan pasukan yang memenuhi dataran dari arahnya datang. Dia membawa sekitar dua ratus ribu pasukan lengkap tambahan dari beberapa perguruan bela diri di benua Fosfit tersebut

Dari sisi kiri, pasukan juga masuk dan mulai mendekat. Mereka adalah pasukan bela diri dari benua Frost Line, pemimpin mereka pemimpin Ronald yang menempatai kota Samarkan. Mereka sebelumnya sudah dibantu oleh Pasukan Langit dan Pasukan Pertahanan untuk menyelesaikan Lima Gerbang dan juga menyelesaikan perselisihan para pendekar saat memperebutkan Heart Dragon.

Pasukan terakhir dari sebelah kanan. Mereka adalah pasukan dari Benua Denad. Mereka dipimpin oleh Basel. Pasukan yang begitu banyak juga dipimpin oleh Basel.

Ketiga pasukan dari tiga benua itu adalah bantuan yang sangat tepat. Saat-saat genting dan semuanya berhembur. Pasukan kegelapan kini berada di tengah para pasukan bela diri dan pertarungan dahsyat itu tak bisa dihindari.

Dasatama masih terbang di udara. Dia berpamitan pada Aji untuk mengatur pasukan bela diri. Dia adalah God of War, orang paling berpengaruh dan pemimpin dari semua aliansi bela diri di seluruh benua.

”Para Pejuang semua! Hari ini, kita akan bersatu untuk mengalahkan pasukan Lord Demon. Tak peduli ada apa dengan kita di masa lalu. Kita semua harus bersatu untuk menghancurkan kekuatan kegelapan untuk menjaga perdamaian dunia!

Setiap pasukan bela diri adalah keluarga bagi pasukan bela diri lainnya. Semua kini bertempur dengan sukarela. Kita harus melindungi semua orang-orang yang kita cintai dan melindungi semua hak dari para pendekar dan penduduk di seluruh benua!”

Dasatama mengangkat pedangnya ke atas, halilintar menyambar-nyambar dari langit dan terarah ke dalam pedang Dasagtama. Pasukan bela diri yang baru datang langsung mendengar arahan dari Dasatama. Mereka pun memacu kendaraan dan juga kakinya. Mereka semua mengangkat senjata dan tujuan mereka adalah satu.

Bertarung hidup atau mati melawan pasukan kegelapan. Ini adalah waktunya. Pertarungan akhir sudah ditentukan di depan mata mereka. Mereka tak peduli lagi dengan rumor kekuatan pasukan kegelapan yang berdasarkan rumor tidak terkalahkan dan tidak bisa mati.

Mereka merangsek maju dan pertempuran besar dengan pasukan kegelapan tak bisa dihindari.

Saat perang semakin berkecamuk dari semua sisi dan semua tempat. Pasukan kegelapan berada di tengah, dikepung dengan kekuatan besar dari semua pendekar bela diri yang mengelilingi mereka. Namun, bukannya takut. Lord Demon malah menyiratkan senyuman aneh yang sungguh di luar pikiran sehat.

Dia malah semakin girang karena semua sudah berkumpul dalam satu peperangan dan di satu tempat. Dia merasakan energi yang melimpah di sekelilingnya. Jika dia bisa menyerap semua kekuatan dari semua pendekar di sekitarnya. Maka, dia benar-benar akan menjadi dewa dan bahkan akan dipuja menjadi Tuhan di dunia ini.

Senyuman aneh kembali terlihat, kedua matanya bersinar memberi respon dari pemikirannya yang liar tersebut.

Pertarungan semakin keras. Para Pasukan Langit mampu menguasai kekuatan dan mendorong prajurit kegelapan. Di sisi pertarungan Lao dan rekan-rekan Pasukan Langit melawan Rukio, mereka juga bertarung sangat sengit. Lao sudah mampu menggunakan kekuatan energi pembentukan dari senjatanya dengan sangat baik.

Dia sudah mencapai ketinggian tertentu, tanda lingkaran di dahinya nampak seperti gerigi dan bercahaya. Tanda itu terus berputar dan membuat serangan senjata energi yang diciptakannya bahkan bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan senjata cakram yang dipegangnya di kedua tangannya.

Pasukan Langit yang lain juga membantunya.

Di sisi pertarungan Zero yang merupakan salah satu dari Iblis Pemusnah juga melawan Alex dibantu Pasukan Langit yang lainnya termasuk dengan Domar. Pertarungan mereka juga hampir mencapai puncak dengan serangan demi serangan untuk menjatuhkan lawannya.

Para penasehat dari lima Benua juga bertarung habis-habisan dengan pasukan kegelapan dan pemimpin mereka.pertarungan yang terjadi sulit untuk melihat siapa yang sedang bertarung. Semua bertarung di sisi yang berbeda dan masing-masing dari pendekar juga sibuk dengan pertarungannya sendiri.

Hal itu karena mereka butuh konsentrasi penuh dalam pertarungannya dan tidak sempat untuk memberi bantuan pada yang lain. Mereka hanya tahu, bantuan dari tiga benua sudah datang. Artinya, pasukan bela diri dari lima benua sudah lengkap dan berada dalam medan pertempuran di depan gerbang kota Prisma tersebut.

Suara ledakan, senjata yang beradu dan juga adu mulut terjadi di seluruh tempat. Ini adalah puncak pertarungan antara pasukan bela diri dengan pasukan kegelapan. Siapa yang hari ini bisa bertahan dan keluar menjadi pemenang, maka pihak yang kalah mungkin selamanya akan tenggelam atau bahkan sulit untuk keluar kembali dalam dataran benua.

Jadi, pertarungan ini adalah pertarungan habis-habisan untuk menentukan siapa yang layak memimpin seluruh benua dan menguasainya. Bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, pertempuran antara pasukan kegelapan dan pasukan bela diri hanya dalam skala kecil dan tidak berani bertarung dengan besar-besaran. Hal itu karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing, atau takut akan bertemu dalam pertarungan besar yang akan memakan banyak korban.

Namun tetap saja, keduanya seperti gelap dan terang yang tidak bisa dipersatukan. Pertempuran agung dan besar antara keduanya suatu hari tidak akan bisa dihindari lagi. Dan itu benar sepenuhnya, hari ini pertarungan besar itu benar-benar terjadi.

Aji yang melihat pertempuran ini menyadari satu hal, dia ingin melihat hal ini dua puluh tahun yang lalu. Saat dirinya dan dua rekannya menghadapi kekuatan pasukan kegelapan mati-matian. Mereka merasa tak bisa mengumpulkan kekuatan besar untuk menghentikan invasi Lord Demon.

Dua rekannya pun menjadi korban, tapi itu tidaklah sia-sia. Mereka bisa membuat pasukan Lord Demon mundur dan baru kali ini mereka keluar kembali untuk pertempuran sesungguhnya. Dua puluh tahun yan sudah dibuat oleh Tiga Legenda menjadi jembatan untuk pasukan bela diri mempersiapkan kekuatan dan melawan pasukan Lord Demon dengan kesungguhan kekuatan yang dimilikinya.

Lima benua sudah bergabung, seluruh aliansi bela diri, pasukan pertahanan, para perguruan bela diri dan juga kerajaan di seluruh benua menyadari bahwa mereka tak akan bisa hidup dan bertahan jika mereka dikuasai pasukan kegelapan.

Mereka sadar, persatuan adalah satu-satunya jalan bagi mereka untuk menghadapi kekuatan dari Lord Demon, Shura.

Dua pasukan kegelapan menerjang ke arah Aji, mereka menggunakan senjata pedang. Aji sudah tidak bisa diam lagi dan tidak menunjukkan kekuatan aslinya. Ini adalah saat terakhir, mimpi dan misinya kembali ke dunia adalah mengahdapi Shura dan membawa ketenangan untuk kedua sahabatnya, Ganada dan Yonan.

”Sahabat-sahabatku, aku akan membalas kematian kalian. Setelah itu, mungkin kita akan bersama dan berkumpul lagi untuk saling bercerita. Sudah cukup aku sendirian di dunia ini, dan hanya memikirkan cara untuk berhadapan dengan Shura!”

Aji memegang tengah-tengah tongkatnya, kedua tangannya berada di tongkat tersebut. Dengan kekuatan yang sudah dipersiapkan di tangannya. Tongkat itu seperti hancur dan terbuka.

Splash!

Tring!

Kedua tangan Aji, masing-masing memegang gagang senjata yang disembunyikan dalam tongkat tersebut. Itu adalah senjata yang dipesan khusus saat berada di Blacksmith Bangau Emas. Kedua senjata yang terbuat dari bahan meteor yang khusus tersimpan. Meskipun itu sulit ditempa, Aji meminta untuk dibuatkan untuknya.

Senjata itu akan menjadi penentu, pertarungan akhirnya nanti dengan Shura! Itu adalah misi kehidupan Aji. Hari ini telah tiba, waktu pertempuran yang ditunggu dua puluh tahun datang, dan hidupnya adalah untuk tujuan menghabisi Shura!

Mata Aji menatap di kejauhan, dia melihat arah tengah pasukan kegelapan. Di sana, Shura masih berdiri di atas tandu dan sedang memperhatikan semua pertempuran di sekelilingnya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!