Pasukan Langit
Ultimate God of War
Wuussh! Klang!
Sesosok bayangan dengan cepat melesat dan berada di atas Dasatama. Lelaki itu membawa sebuah pedang dan menangkis serangan Hexos yang hampir mengenai Dasatama. Pedang berbenturan dengan kapak, dan tekanan dari keduanya membuat pasukan kegelaan yang ada di sekitar mereka terkena imbas energi. Membuat mereka mundur beberapa langkah terseret energi ledakan tersebut.
Serangan Hexos ditahan dengan kekuatan yang cukup besar, siapa dia dan kecepatannya sungguh sangat tinggi.
Lelaki yang menahan serangan Hexos tersenyum, ”Sampai kapan kamu akan terus bertahan Kakak!” teriakan lelaki itu langsung membuat Dasatama segera tersadar dan memecahkan penghalang energi dari luar tubuhnya.
Dasatama tahu siapa yang datang membantunya. Bukan saatnya lagi untuk bertahan, ini adalah perang puncak. Segala kekuatan yang dimiliki harus dikerahkan dengan maksimal. Pedangnya langsung dialiri energi yang kuat dan serangan dari pasukan kegelapan kembali menerjang.
Sabetan pedang kuat dari Dasatama mampu membelah mereka semua dengan kekuatan yang dahsyat. Sementara pejuang Jiro sudah datang dan melihat kakaknya dalam masalah dan datang membantu. Dia menahan serangan dari Hexos dengan pedangnya.
”Jiro, kamu berisik sekali! Apakah kamu sudah menghadapi musuh di sisi yang lain?” Dasatama saling berhadapan punggung karena dia menahan serangan dari para pasukan kegelapan yang mendekat.
”Tentu saja, aku sudah menyelesaikan satu dari mereka. Aku hanya ingin melihat apakah Kakak sudah mengalahkan musuh. Tapi, Kakak malah butuh bantuan!”
Ledakan kekuatan terjadi antara pejuang Jiro dan Hexos. Hexos merasa bahwa lelaki yang baru datang itu juga memiliki kekuatan yang besar. Jika tidak salah maka, dia adalah adik dari Dasatama. Pejuang Jiro yang legendaris. Benar-benar merepotkan!
Sudah saatnya bagi Hexos untuk mengerahkan semua kemampuannya. Dia pun menggunakan kekuatan kegelapan yang besar, dan tubuhnya diselimuti asap hitam dan menutup semua tubuhnya.
Ultimate Demon Transforom!
Tidak ada jalan lain untuk segera menyelesaikan pertarungannya kecuali harus dengan kekuatan terbesarnya. Penggunakan perubahan iblis terbesar dalam tubuhnya sehingga mampu memperkuat tubuhnya berkali lipat. Dengan demikian, dia akan memiliki kekuatan besar untuk menyelesaikan pertarungan ini.
Dasatama yang paham akan kekuatan adiknya yang terlihat kurang, tentus aja. Dia sudah bertarung sebelumnya dengan salah satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah. Mungkin, dia belum pulih sepenuhnya. Jadi, untuk musuh kali ini, Hexos. Dasatama yang akan menghadapinya.
”Jiro! Tukar!” teriak Dasatama pada pejuang Jiro. Jiro memahami hal itu, tentu saja. Itu adalah mangsa kakaknya. Kekuatan Hexos juga sudah pada ambang maksimal, maka Jiro pun mundur, dan memutar tubuhnya melewati tubuh kakaknya. Pejuang Jiro langsung memutar pedangnya dan menghadang serangan dari para pasukan kegelapan. Tukar lawan, artinya hancurkan semuanya!
Maju! Pejuang Jiro yang sudah melewati kakaknya langsung menghadang pasukan kegelapan yang sudah menerjang. Pedang Jiro diselimuti energi dan serapan energi alam. Saat pedang Jiro terayun dan menghandang pasukan lawan. Musuh yang sudah menggunakan demon transform terkena efek slow.
Ini adalah kekuatan yang diajarkan Aji kepada pejuang Jiro. Kekuatan yang langsung terintegrasi dengan kekuatan alam yang melimpah. Tubuh sebagai wadah energi harus murni dan dapat menyatu sepenuhnya dengan energi alam. Saat energi alam diserap, maka muntahkan energi itu menjadi energi halilintar yang memiliki serat untuk menghentikan dan memperlambat gerakan musuh.
Semakin kuat penguasaan seseorang terhadap energi alam, maka semakin bisa dia membuat musuh tak bergerak. Jika kekuatan alam yang diserap tidak penuh maka musuh hanya mengalami gerakan melambat karena pengaruh benang-benang halilintar yang membuat serangan efek tersebut.
Untuk pasukan kegelapan yang diseranga pejuang Jiro saat ini. Mereka melambat hampir separuh keadaan normal mereka. Jadi, kekuatan Jiro belum sempurna dalam penyerapan energi alam dan menjadikannya kekuatan ledakan efek pada area dimana musuh berada.
Tapi, hal itu cukup. Cukup untuk menyelesaikan semuanya dengan kecepatan tinggi. Saat mereka dihilangkan kecepatannay hampir separuhnya. Pejuang Jiro meningkatkan kecepatannya dua kali lipat. Jiro menerjang dengan pedangnya.
Beberapa pasukan kegelapan sudah tumbang dengan serangan sibuan sabetan pedang yang kuat. Setiap Jiro melewati mereka, maka mereka yang tertinggal di belakangnya sudah dihancurkan dengan kekuatan pedang Jiro.
Tring! Tring! Tring! Klang!
Pejuang Jiro melewati puluhan pasukan kegelapan yang sudah menggunakan kekuatan perubahan iblisnya. Mereka semua dihancurkan. Berada di tengah-tengah mereka. Pejuang Jiro memusatkan kekuatan di tubuhnya. Energi internal dilepaskan dan pedangnya mengalir energi yang dahsyat. Jiro memutar tubuhnya dan pedangnya ikut dalam putaran.
Energi yang dihasilkan oleh pedang itu meledak dan sabetan pedang itu mengenai semua tempat dan menghancurkan semua pasukan kegelapan dalam radius diameter dua puluhan meter. Tubah mereka tercabik-cabik dan semuanya jatuh ke tanah. Ledakan energi itu sangat kuat dan Jiro memulihkan kekuatannya lagi dan mencapai posisi stabil di udara.
Pasukan kegelapan yang lainnya menyadari hal itu, kekuatan Jiro juga hebat seperti kekuatan Dasatama. Mereka pun menerjang kembali dan menyerbu Jiro dari segala sisi. Jiro menggelengkan kepalanya. Sungguh merepotkan!
Di sisi pertarungan Dasatama dan perubahan akhir pada Hexos. Keduanya bersiap dengan kekuatannya masing-masing. Dasatama juga mengumpulkan energinya dan memulihkan energi yang sebelumnya sudah dikeluarkan. Dia pun bersiap kembali, dia melihat perubahan tubuh Hexos yang mengerikan.
Tubuh Hexos yang diselubungi energi hitam dan tubuhnya terus membengkak. Tubuh Hexos seolah-olah akan pecah. Tubuhnya terus membesar dan kulitnya mulai pecah. Armor hitam dan berbentuk seorang ksatria mulai terbentuk dan tubuh itu sangat kekar. Tangan-tangan kuat bermunculan di bawah tangan yang utama.
Benar saja, tangan Hexos kini menjadi delepan. Enam tangan adalah bentukan baru. Ledakan energi memperingatkan Dasatama bahwa perubahan tubuhnya menjadi perubahan Iblis sudah selesai. Kini, wujud Hexos sudah sempurna terlihat.
Kepalanya dipenuhi armor, beda dengan para Iblis Pemusnah lainnya. Hexos merupakan seorang tipikal warior. Sehingga perubahan Iblisnya mengikuti kemampuannya. Dia kini menjadi ksatria besar dengan armor yang menutupi seluruh tubuh dan kepalanya. Tangannya ada delapan dan setiap tengannya memiliki armor kuat yang menyelimutinya.
Kepekatan energi kegelapan dalam tubuh Hexos sudah mencapai puncaknya. Dasatama menilai bahwa, semua musuh yang pernah dihadapinya. Semuanya tidak ada yang mencapai kekuatan seperti Hexos di depannya tersebut. Ini akan menjadi tantangan bagi Dasatama. Dia selalu mengejar musuh dan pendekar yang kuat untuk diajak bertanding.
Satu orang yang selama ini pernah mengalahkannya, Fist Thunder. Sosok itu yang akhirnya membuat Dasatam terus berlatih tiada henti untuk dapat melampaui Fist Thunder. Latihan berat dan kesungguhan sudah dilakukan. Mungkin, Hexos adalah salah satu orang yang juga memiliki kekuatan besar. Jadi, Dasatama kali ini akan mengeluarkan kekuatan maksimal juga untuk berhadapan dengannya.
Genggaman tangan Dasatama mengepal kuat. Energi melingkari lengan tangan dan juga kepalan tangannya. Kekuatan yang sudah dilatih demikian panjang dan menghabiskan waktu-waktu santainya. Kali ini, benarkah harus dikeluarkan untuk menghadapi makhluk kuat di hadapannya ini? Apakah memang layak dirinya mengeluarkan energi kuat ini sebelum menghadapi Lord Demon?
Tentu saja! Tidak perlu ragu lagi, Lord Demon adalah Lord Demon. Entah siapa yang akan menghadapinya nanti, tapi musuh di depannya ini memiliki kekuatan yang besar.
”Perlu kamu ketahui God of War! Aku adalah satu-satunya pengikut Shura yang paling kuat. Maka dari itu, aku memilihmu untuk bertarung!” suara dari Hexos kuat bahkan efek suaranya saja membuat tekanan di sekitarnya.
Perlu diketahui, semua Iblis Pemusnah dan Lima Gerbang selalu menganggap masing-masing dari mereka adalah yang terkuat. Mereka selalu menyombongkan dirinya sendiri lebih kuat dari yang lain. Tapi ..., semua pasukan inti dari Lord Demon mempercayai satu hal. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan Hexos ketika menggunakan kekuatan penuhnya.
”Baiklah ..., aku percaya padamu. Maka dari itu, aku akan menghadapimu dengan kekuatan penuhku yang sudah aku latih!”
”Itu bagus! Mari lakukan dengan benar, sang God of War!”
Kepalan tangan kanan Dasatama semakin pekat, cahaya dalam tubuhnya juga bersinar. Tak ada yang menghalanginya lagi untuk mengeluarkan kekuatan terbesarnya. Kekuatan warior yang juga sudah dilatihnya. Meskipun, dia juga mempelajari Swordmanship.
Energi meluap-luap, tekanan yang diberikan Dasatama juga dapat dirasakan oleh semua orang. Termasuk Jiro yang bertarung dekat di sekitarnya melawan pasukan kegelapan. Jiro menyerang para pasukan kegelapan sambil tersenyum. Akhirnya, Kamu mengeluarkan kekuatan penuhmu, Kakak!
Tak ada perubahan dalam diri Dasatama setelah energi diledakkan dari tubuhnya. Tekanan yang kuat dirasakan semua orang, mereka menyadari ada seorang yang menggunakan kekuatan terhebatnya. Itu adalah God of War. Tubuh Dasatama bercahaya dan tubuhnya diselimuti energi yang kuat.
Perubahan dalam tubuhnya hanya ada dua dari penampilan seperti biasanya. Pertama, kepalan tangan Dasatama yang besar seperti menggunakan sarung tebal dari besi dan bercahaya. Itu adalah armor di kepalan tangan kanannya, ada energi yang kuat seperti bara api yang mengelilingi kepalan tangannya.
Kedua, ada lingkaran bercahaya seperti sebuah portal namun kecil. Itu berada di punggung Dasatama. Sebuah lingkarah bercahaya yang sebesar piring makan dan itu dipenuh dengan cahaya. Dasatama sudah siap, dia sudah menggunakan Ultimate God of War!
Hexos menatap Dasatama, dia juga sudah siap menyerang. Keduanya saling menatap dan sekejap tanpa terlihat pergerakannya. Keduanya sudah beradu kepalan di udara, kecepatan yang tak bisa diikuti oleh mata biasa. Mereka saling mempertemukan kepalan tangan mereka dan menimbulkan ledakan energi yang membuat banyak orang seperti terdorong dengan pertemuan dua kekuatan besar itu.
Duaag! Bruush!
Mereka saling menekan, saling menahan serangan lawan dan terus memperkuat serangan masing-masing. Bagi seorang warior, beradu kekuatan dengan kepalan mereka adalah cara bagi mereka untuk mengetahui kekuatan lawannya. Mereka terus menekan dan ledakan terjadi. Mereka saling terpental. Mereka kembali lagi saling bertemu dan menyerang. Gerakan yang cepat dan hanya terlihat benturan dan pertemuan kekuatan mereka di semua sisi. Sungguh pertempuran selayaknya para dewa yang tengah bertempur dengan kekuatan terdahsyat mereka.
Semua orang mencuri penglihatan dan melihat pertempuran hebat mereka. Sang God of War memang sesuai dengan namanya. Kekuatannya yang luar biasa, begitupun dengan Hexos, sosok yang disebut sebagai satu-satunya yang mendekati kekuatan Lord of Demon oleh semua anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah. Sampai sebatas mana kekuatan mereka akan dibuktikan?