Pasukan Langit

Menghancurkan Pusat Energinya

Serangan Nesia ditahan oleh perisai yang dibuat oleh energi empat Makhluk energi yang tiba-tiba muncul di sekitar Gayatri. Saat Nesia kaget, Gayatri tersenyum. Gayatri menghempaskan kekuaan serangan Nesia itu dengan tekanan dari perisai enegi itu.

Boomm!

Gayatri menggerakkan kedua tangannya dari arah kedua sisi dan menyatukannya ke depan dadanya. Sudah saatnya. Empat makhluk energi seolah tersedot ke dalam tubuh Gayatri dan semuanya menyatu dengan Gayatri. Kekuatan Gayatri langsung terpompa dan menyatu dengan keempat makhluk energinya itu. Semuanya pecah dan menyatu hingga armor milik Gayatri seolah bercahaya dan mendapatkan suplai tenaga.

Tanda di dahi Gayatri menyala kembali, energinya pulih. Dia menugaskan para makhluk energinya untuk menyerap energi alam dan akan menyatukannya kembali dalam tubuhnya. Mereka bertugas menyarin dan menyerap energi alam. Saat sudah dimurnikah, maka energi alam itu kini menjadi energi dirinya.

Gayatri tidak mau mengambil membuang kesempatan ini sia-sia. Musuh juga sudah tertipu dan seolah dirinya yang menang. Gayatri melihat warna energi kegelapan dalam tubuh Nesia. Kekuatan energi kegelapan milik Nesia tersisa dua puluh persen saja dan itu semua merupakan energi keseluruhan dari penyerapan energi Lima Gerbang.

Gayatri pun menerjang dengan kecepatan penuh menuju arah Nesia. Nesia yang mengetahui itu hampir tak percaya jika wanita itu memiliki trik aneh seperti itu. Keduanya pun bertemu lagi dan Nesia mengaktifkan kekuatan terakhirnya. Dia menggunakan energi kegelapan untuk menghadang dan menyerang Gayatri.

Blam!

Pertemuan energi kegelapan dan cahaya bertemu kembali. Nesia sekuat tenaga menggunakan energi terakhirnya. Dia masih berpikir bahwa apapun yang terjadi, dia masih memiliki kekuatan regenerasi yang kuat sehingga dia bisa melakukan pemulihan jika kalah dalam adu kekuatan kali ini.

Nesia tidak menyangka bahwa gadis anggota dari Pasukan Langit itu masih memiliki trik aneh seperti itu. Kekuatan cahaya milik Gayatri sulit ditahan dan Nesia mulai terdorong mundur beberapa jarak. Nesia terus menahan dengan kekuatannya, tubuhnya yang besar terdorong perlahan ke belakang.

Gayatri melihat tenaga kegelapan milik Nesia sudah diambang kritis. Gayatri mengeluarkan senjata energi di seluruh tempat di sisinya. Ribuan senjata energi dengan bentuk spear energi muncul dan besar. Saling terikat dengan energi yang berasal dari energi dari tubuh Gayatri. Saatnya untuk mengakhiri pertempuran ini.

Perlahan dan terus-menerus Nesia terdorong ke belakang. Senjata Spear energi yang banyak jumlahnya juga mengarah ke satu titik. Gayatri memberi kode, dia meledakkan energi yang kuat pada pertahanan Nesia. Pertahanan kuat milik Nesia pecah.

Crak! Crak! Pyar!

Energi penghalang milik Nesia pecah dan tak lagi kuat menahan serangan energi Gayatri. Saat tubuh Nesia terpental mundur. Ribuan senjata energi milik Gayatri yang sudah mengarah sebelumnya melesat dengan arahan dari Gayatri.

Syuung! Wuush!

Nesia tak bisa menghindari itu karena dia sendiri sedang terpental. Serangan spear itu menusuk dan menyerang tubuhnya. Meledak di setiap sisi tubuh Nesia yang besar itu. Beruntun dan terus beruntun, saling susul-menyusul tiada henti.

Teriakan Nesia terdengar menahan serangan itu. Regenerasi Blood Black terlihat, bagian tubuh Nesia yang terluka menyembuhkan diri seperti cacing-cacing yang menggeliat dan menyatu dengan cacing lainnya dan mencoba menghubungkannya  lagi.

Sayangnya, serangan Gayatri tidak berhenti sama sekali dan bahkan semakin intens bagaikan hujan deras. Semakin kekuatan penyembuhan diri Nesia berjalan, namun seperti satu sembuh dan tiga hancur. Nesia pun menahan rasa sakitnya serangan dari Gayatri dan tubuhnya bagaikan tercabik-cabik.

Gayatri dengan energinya terus menciptakan ribuan spear energi yang terus muncul. Energinya masih banyak dan itu cukup untuk menghancurkan sebuah kota sekalipun. Gayatri ingin melihat sebatas mana kekuatan Nesia dalam menyembuhkan tubuhnya.

Boomm! Blaamm! Blaamm!

Satu titik, semua kekuatan spear energi disatukan dalam satu serangan dan tidak bergantian. Semuanya menyerang bersama. Gayatri memberi kode ledakan besar dengan serangan dalam satu kali serangat total. Dan ledakan super besar menghancurkan tubuh besar Nesia dalam satu serangan kuat.

Booommmm!

Ledakan besar itu mampu menimbulkan angin yang bergemuruh. Tubuh Nesia hancur dan menyebar. Cacing-cacing dari tubuh yang hancur menggeliat dan mencoba bergabung kembali dalam kegelapan yang tercipta dari pecahan tubuh Nesia.

Regenerasi Blood Black sudah sangat lambat dalam tubuh Nesia yang tersisa. Hal itu karena energi kegelapan milik Nesia hampir habis dalam pertempuran itu. Tapi, energi yang tersisa itu seolah menolak untuk menyerah dan masih terus mencoba menyatu seperti cacing-cacing hitam yang mencoba menempel dan menyatu hingga membentuk cacing lebih besar dan daging-daging semuanya mulai menyatu.

Gayatri tak mau membiarkan hal itu terjadi. Dia melesat degan cepat. Dia sudah tahu ada sumber energi yang menjadi titik perintah bagi penyatuan Blood Black tersebut. Bagi mata Gayatri, dia paham bahwa inti energi itu berdenyut di tengah kegelapan dan tersembunyi dengan baik ditutupi oleh perisai kuat.

Mata Gayatri bercahaya dan menemukan inti dari energi milik Nesia. Dia maju dan menghalau semua cacing-cacing besar yang mencoba menyatu. Menghancurkannya dengan tombak energi yang dia buat. Ledakan terjadi dan penyatuan dari beberapa bagian tubuh pecah kembali.

Bukan itu yang diincar Gayatri, dia hanya menyibak dan mencari titik inti energi. Dan, dia menemukannya tertutupi kegelapan di bagian tengah dan ada segel seperti armor yang melingkupinya. Gayatri tak bisa ditipu dan menghunjamkan tombak energinya kesana. Tepat di armor yang menutupinya.

Krak! Perisai yang menutupi pecah dan tombak energi milik Gayatri menembus jantung hitam kemerahan yang berdetak itu, berdenyut seperti memiliki kekuatan memompa energi kegelapan dan mencoba untuk menyatukan elemen-elemen yang pecah dari tubuh Nesia.

Jantung itu tertusuk tombak energi Gayatri dan meledak pecah, kegelapan pun menyebar dan buyar diterpa angin. Tidak ada yang tersisa disana kecuali Gayatri dengan tombak bercahayanya. Gayatri menatap langit siang itu, cukup panas. Dia tersenyum dan terlihat bahagia. Benar, dia telah mencapai apa yang menjadi harapannya selama ini.

Membuat kedua orangtuanya tenang dengan memusnahkan para pasukan kegelapan dan tentu saja menjaga perdamaian dunia. Energi Gayatri terlihat tidak stabil, dia sangat kelelahan. Dia pun segera turun dan mencari pasukan bela diri yang membutuhkan bantuannya.

Namun, kekuatannya tak bisa dikontrol. Dia sedikit limbung dan kepalanya sedikit berat. Apakah ini efek karena memaksakan kekuatannya melampaui fisiknya? Benar, hal itu bisa terjadi karena memang dia belum terbiasa menggunakan kekuatan yang besar dalam satu waktu yang melebihi kapasitas energi yang bisa ditampung oleh fisiknya.

Seperti orang yang kelebihan makanan, maka dia bisa jadi mengalami mual dan muntah. Hal itu wajar juga terjadi bagi para eniman bela diri. Kekuatan besar yang dipaksakan masuk dan dikeluarkan, menjadikan fisik seseorang itu kaget karena energi besar yang terlalu melimpah.

Gayatri harus istirahat sejenak dan memurnikan energi dalam tubuhnya agar berhenti bergejolak. Namun, saat dia hendak mencari tempat karena tubuhnya yang berontak. Dua orang pasukan kegelapan menyerang dari arah bawah dengan pedang mereka. Sepertinya mereka tahu kalau dirinya sedang kritis energi. Gayatri tak boleh menyerah, dia menggunakan kekuatan penghalang untuk menahan serangan dua  pasukan kegelapan itu.

Klang!

Serangan kedua pasukan kegelapan itu terhalang dengan perisai energi yang dikeluarkan Gayatri. Namun, tubuh Gayatri semakin berontak setelah mengeluarkan energi kembali. Ada darah yang keluar dari mulut Gayatri. Dia benar-benar kelebihan energi, fisiknya belum mampu mengimbangi energi yang kuat.

Gayatri butuh waktu untuk menetralisir energi yang berlebihan tersebut. Dia butuh waktu untuk fokus. Kedua pasukan kegelapan itu melihat Gayatri semakin lemah. Mereka menyamping dan bergerak dari dua sisi menghindari perisai Gayatri. Keduanya mencapai kedus sisi Gayatri dan mengayunkan pedang besar mereka dari kedua sisi.

Tidak ada cara lainnya, Gayatri harus tetap menggunakan energi untuk menghadang mereka. Atau, dia akan menghindari saja dengan kecepatan tinggi. Namun, itu tetap saja harus mengeluarkan energinya. Tapi ..., dia harus tetap berusaha, rekan-rekannya yang lain juga sedang berjuang di setiap sisi pertarungan.

Gayatri harus kuat, dia menguatkan kepalan dua tangannya. Dan, dia hendak menghalangi lagi dengan kemampuannya dan menghancurkan dua pasukan kegelapan itu. Namun, sebuah tangan menyentuh pundaknya pelan.

”Gayatri, istirahatlah dulu!”

Suara itu? Suara yang amat dikenal baik oleh Gayatri. Sosok yang selam ini dikaguminya, dia sudah kembali ternyata. Jadi, dia sudah menang melawan musuhnya. Ah! Rasanya, Gayatri bisa tenang untuk sekedar menutup mata saat ini. Dia yakin, semuanya akan selesai ketika lelaki itu sudah turun tangan.

Lelaki itu memegang pingang Gayatri dan bergerak memutar. Dia menghempaskan dua penyerang dari pasukan kegelapan itu dan mementalkan keduanya dengan mudah. Dua pasukan kegelapan itu terhempas dan membentur tanah di sisi pertempuran yang lain.

Lelaki itu langsung membawa Gayatri turun ke sisi yang lain dengan kecepatan yang tinggi. Entah kenapa, Gayatri tiba-tiba saja tak sadar menggerakkan kedua tangannya ke pinggang lelaki itu. Lelaki itu adalah Aji. Aji pun sedikit kaget ketika kedua tangan Gayatri memegang pinggangnya. Namun, Aji hanya menebak bahwa Gayatri benar-benar tak bisa menahan kekuatan dalam dirinya.

Dari mulutnya masih ada sedikit darah yang keluar, luka dalam dideritanya. Dia butuh mengontrol kekuatannya dan fokus menyembuhkan luka dalamnya.

Aji melesat dan sempat melihat wajah putih Gayatri, tudung kepalanya terbuka dan rambutnya tergerai. Wajah itu sangat cantik, Aji pun sempat terpesona. Namun, dia segera menjaga hatinya dan berpaling dari melihat wajah cantik itu.

Pertarungan masih berlangsung sengit, perjuangan belum terhenti. Tugas berat masih menanti, Aji membawa Gayatri cukup jauh dari pertempuran dan turun ke tanah. Dia duduk dan mendudukkan Gayatri.

”Lakukan recovery pada energi dan tubuhmu Gayatri, jika tidak energi dalam tubuhmu akan kacau.”

Gayatri baru sadar dia sudah di tempat aman. Dia menarik kedua tangannya yang tadi memegang Aji. Gayatri membuka matanya, wajahnya terlihat memerah saat Aji di depannya. Aji pun paham, dia berdiri dan menghadap pada pertempuran. Dia membiarkan Gayatri untuk melakukan pemulihan pada kekuatan dan fisiknya.

”Kita harus kembali, jadi kamu harus cepat Gayatri!”

Suara yang agak keras dari Aji itu membuyarkan lamunan Gayatri. Benar, pertarungan masih berlangsung dan mereka masih dibutuhkan dalam pertempuran. Tidak ada waktu, Gayatri langsung menggerakkan tangannya dan melakukan pemulihan dirinya. Aji menjaga di dekatnya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!