Pasukan Langit

Peperangan yang Semakin Sengit

Draudo teralihkan dengan fokus pada pemuda satunya yaitu Aaman, dan berniat menghancurkannya. Satu kekuatan lagi tidak diperhitungkannya, mungkin karena sudah merasa senang akan kemenangan, atau karena gerakan pemuda satunya yang terlalu cepat. Yang jelas, refleks dari Draudo tak bisa menangkap serangan itu.

Pukulan Aji mendarat tepat pada kepala naga yang menyembul dari ujung pedang ego milik Draudo. Kepala dan pedang itu hancur berantakan, karena pukulan dahsyat yang bahkan mementalkan Draudo hingga terpental, dan menghantam tanah menciptakan lubang dan asap debu yang mengepul.

Draudo merasakan punggungnya seperti hancur karena menghantam tanah, pukulan pemuda itu bahkan tidak mengenainya dan hanya menghancurkan pedangnya. Pedangnya? Bagaimana bisa pedang Dragon Ego hancur berantakan? Ini tidak mungkin?

Draudo kaget dengan kejadian cepat sebelum dirinya jatuh ke tanah. Dia tidak percaya bahwa seorang dari Sepuluh Iblis Pemusnah, bahkan dipecundangi dengan mudah dan dilemparkan begitu saja karena ceroboh. Bahkan, pedang ego satu-satunya yang dimiliki oleh pasukan kegelapan bisa hancur.

Kemungkinannya adalah, musuh yang menghancurkan pedang Dragon Ego bukanlah seorang pendekar biasa. Dia pasti seorang pendekar tingkat tinggi dan bersembunyi di antara para pendekar untuk menyamarkan keberadaannya.

Serangan dari pemuda satunya menyusul dengan kedua belati panjang dan mengarah pada tubuh Draudo. Serangan itu memiliki kekuatan yang besar terlihat dari kekuatan tekanan yang diberikan pemuda itu. Aaman ingin mengakhiri salah satu pemimpin Iblis Pemusnah itu dengan cepat. Hal itu sangat dibutuhkan mengingat pasukan bela diri saat ini sangat jauh tertinggal, dan mereka harus melemahkan pasukan kegelapan, bagaimanapun caranya.

Membunuh satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah dapat membuat mental pasukan kegelapan akan turun sehingga mereka akan merasakan kekuatannya berkurang.

Aaman mangangkat kedua belati panjangnya mengarah ke atas, sambil melompat ke arah Draudo yang masih terkapar di tanah. Ini adalah kesempatan yang baik untuknya menyelesaikan salah satu dari Iblis pemusnah.

HIIIAAAA! Energi meluap dan kedua mata Aaman seolah bercahaya sangat terang.

***

Pasukan kegelapan semakin mendesak pasukan bela diri. Bahkan, pasukan yang jumlahnya hanya seperilima itu didorong begitu kuat, hingga mendekati gerbang kota Prisma. Mereka, pasukan bela diri terus dipojokkan dan terpaksa mundur sambil terus melawan. Pasukan yang tidak imbang, dan juga pasukan kegelapan yang mampu meregenerasi tubuhnya yang terluka.

Pasukan kegelapan memang luar biasa dalam hal penyerangan, mereka tidak membutuhkan siasat karena ketika mereka terluka penyembuhan segera didapatkannya selama lukanya tidak fatal.

”Hancurkan kepalanya atau tebas lehernya, mereka tidak akan bisa melakukan pembentukan ulang pada fisiknya yang terluka!” teriakan dari Dasatama memberi semangat kepada semua prajurit, semua pendekar dan semua yang sudah hadir untuk membantu kota Prisma yang berada di ambang kehancuran.

Ketua Yarko juga menemani Dasatama dan berada di sisi lain untuk terus melawan pasukan kegelapan, sambil memerikan semangat pada semua prajurit bela diri. Mereka harus bertahan sambil menunggu kekuatan bala bantuan dari empat benua. Dari awal, perangn ini sudah tidak adil dan persiapan para pendekar kurang ditata dengan baik.

Perang ini sangat menguntungkan pasukan kegelapan dengan jumlah terkumpul begitu banyak, dan juga memiliki kemampuan-kemampuan unik yang mereka miliki. Kekuatan kegelapan memang memiliki metode pelatihan khusus, dimana mereka dapat meningkatkan energi mereka tanpa melalui latihan yang keras.

Mereka bisa melakukan penyerapan kepada pendekar yang mati, sehingga energi yang tersisa dalam tubuh orang yang meninggal itu akan mereka serap. Selain itu, regenerasi fisik yang bahkan seperti sebuah keistimewaan.

Namun, itu semua tetaplah hanya pendapat yang indah semata bagi para pasukan kegelapan. Kekuatan kegelapan tidak semudah itu untuk dibayangkan. Rasa sakit karena penyerapan paksa kekuatannya sehingga menjadi sangat besar tanpa pelatihan fisik yang menyulitkan.

Para pendekar bela diri terutama oleh Sepuluh Iblis Pemusnah selama puluhan tahun. Mereka melatih kekuatan penyerapan dari kemampuan seseorang, dan juga mulai melatih regenerasi sel melalui pelatihan terus-menerus.

Para Iblis Pemusnah ini bisa mancapai ketinggian kekuatan mereka, dengan mempelajari semua hal dibantu dengan energi kuat dari energi kegelapan. Mereka semua mempelajari draft peta pelatihan menggunakannya.

Para pendekar aliran keburukan, mereka semua adalah orang-orang yang putus asa dari menggapai kekuatan dengan energi cahaya. Mereka mengalami perubahan tapi terlalu lambat. Mereka ingin mengambil kekuatan dengan mencapai keinggian bela diri, dengan waktu yang cepat dan dapat dilaksanakan dengan baik.

Pendekar aliran kegelapan terus mencoba mendekat dan merangsek lebih jauh. Pasukan bela diri akan tersandar pada tembok dan baru merasakan mereka terjepit. Saat itulah para pendekar kegelapan akan berpesta menghancurkan mereka semua. Kali ini mereka tidak akan gagal mengingat pasukan yang sangat jauh berbeda jumlahnya. Dan, seolah pasukan dari Kota Prisma dalam beberapa hai ini sudah mempersiapkan serangan dari Lord Demon meskipun mereka semua kewalahan.

Ada sesuatu yang dilakukan dari pasukan bela diri, yaitu mengulur waktu dan menunggu bantuan tiba di depan gerang. Saat kekuatan dalam jumlah imbang, tentu perang akan berakhir sesuai dengan kesungguhan tiap orang dalam bergerak.

Selain pasukan bela diri yang terdesak, mereka harus berhadapan dengan kekuatan yang tak terukur dari pasukan pemimpin dari mereka. Yaitu, 10 dari Iblis Pemusnah. Mereka seolah bersenang-senang dalam pertarungan itu, bahkan mereka menerbangkan pasukan bela diri dengan begitu mudah.

Tora sudah dapat dihadang diperlambat serangannya oleh Jiro. Widi si pengguna kekuatan ilusi dan juga kekuatan sihir ditahan oleh ketua Gonan, nenek Silvi dan beberapa anggota Pasukan Langit dan pasukan pertahanan.

Satu lagi yang menemukan lawan bertarung imbang, Draudo juga bertemu dengan lelaki bernama Aji dan Edo.

Sisa dari anggota Iblis Pemusnah sedang menghadapi pendekar dengan kekuatan yang hebat. Semua anggota Iblis Pemusnah dijebak oleh para pendekar agar dapat celah dalam pertarungan mereka, yaitu memancingnya di tempat terbuka yang jarang ada pertarungan. Para Iblis Pemusnah di ganggu konsentrasi sehingga marah sehingga diarahkan di tempat agak jauh dari pertempuran besar itu.

Anggota Iblis Pemusnah, Rukio. Dia harus berhadapan dengan Lao dan juga rekan dari Pasukan langit lainnya juga. Rukio adalah pasukan kegelapan yang menggunakan senjata dari gelang gerigi di lengan tanan kanan dan kiri.

Kekuatan Rukio mampu memanggil makhluk summon dan dia pun melakukannya. Skeleton-skeleton atau tengkorak dari manusia memiliki senjata di tangan kanannya, dan mengenakan perisai di tangan kirinya.

Makhluk-makhluk asli berbentuk kerangka manusia memiliki senjata serta lengkap dalam kesadaran mereka. Mereka kini menjadi anak buah dari Rukio dan semua skeleton itu dipenuhi energi kegelapan. Lao menghadang serangan demi serangan dan menghindari para skeleton yang gencar menyerangnya. Mereka juga bisa menyerang dengan kecepatan tinggi, bisa dibilang mereka sihir pemanggilan tingkat tinggi, karena makhluk yang disummonnya itu sangat kuat dan bahkan seperti para pendekar kuat dari kalangan elite di pasukan kegelapan.

Astro segera datang melihat Lao yang cukup kewalahan dengan pasukan kegelapan yang ditambah dengan para pasukan sekeleteon. Pasukan bela diri menyerang para skeleton. Namun mereka tidak terkena efek dari serangan pasukan skeleton. Skeleton yang hancur karena tebasan senjata mereka akan bergabung kembali.

Hexos yang memakai kapak besar dengan kemampuan damage yang bahkan sangat kuat itu, harus berhadapan dengan Dasatama sekaligus. Ini adalah kesempatan bertemu dengan Hexos dan Dasatama akan berusaha bertarung dengannya dan mengukur kemampuan dari Hexos tersebut.

Serangan kapak Hexos saat disabetkan pada banyaknya prajurit bela diri yang tengah melawan pasukan kegelapan. Serangan itu diarahkan pada mereka dengan tepat sehingga mereka diharapkan tidak bisa memberikan perlawanan.

Serangan dari Hexos ditahan oleh Dasatama.

”Kamu adalah musuhku hari ini, pengganggu!” teriak kembali Hexos pada Dasatama. Sosok yang katanya orang paling kuat di seluruh pasukan bela diri. Hexos akan habis-habisan disana pertarungan epik itu akan menjadi pertarungan yang ditungu olehnya.

Hexos menerjang dan memutar tubuhnya, kapaknya terus berputar dan menciptakan pusaran angin yang mampu memporak-porandakan apapun yang ditemuinya. Dasatama melompat dan memegang pedangnya. Dia berhadap mampu menahan serangan dari Hexos. Tidak hanya menahan tidak menyerang. Dastama ingin mengakhiri hidup Hexos dengan kemampuannya sendiri.

Perang semakin berkecamuk dengan kuat. Suara teriakan, kesakitan, semangat dan lainnya memenuhi tempat. Jumlah masing-masing anggota saja sudah sangat banyak meskipun tidak seimbang jauh jumlahnya, para pasukan bela diri mampu menahan dengan baik serangan gelombang dari kekuatan kegelapan.

Tiga anggota dari Iblis Pemusnah belum terlihat semuanya. Mereka mungkin sibuk menyabet dan mementalkan pasukan bela diri yang mencoba menghalangi mereka?

Zero yang memegang tombak trisula harus ditahan serangannya oleh penasehat Alex dan juga oleh Pasukan Langit. Zero mengamuk dengan kekuatan air yang sangat dahsyat. Namun, Alex juga memiliki kekuatan besar untuk menghadang serangan Zero. Alex sendiri tidak berharap menang bersama Pasukan Langit dalam menghadapi Zero. Cukup menahannya sementara waktu sambil menunggu bantuan tiba.

Kakek Nurin yang merupakan penasehat dari benua Orpris dan sebelumnya dia juga yang memegang artefak Heart Dragon sebelum hancur. Kini, lelaki setengah baya itu harus kembali turun ke medan laga untuk melawa Alumero. Alumero yang mampu menggunakan magic pedangnya dengan sangat baik.

Penguasaan dari Alumero dalam menggunakan pedangnya sungguh unik. Pedang dalam genggaman Alumero bahkan menjadi senjata yang mampu menembakkan ribuan energi dengan sangat cepat, dan juga dia mampu menggunakan sabit energi yang mampu memecahkan gunung dengan serangannya itu.

Penasehat Yingnan dan Gundala harus menghadapi sosok kuat dari Sepuluh Iblis Pemusnah, Metri. Mereka berdua menghadapi satu orang yang mencapai ketinggian tertentu dalam hal menggunakan senjata yang dipadukan dengan energi yang sangat pekat dan jauh jangkauannya. Hal itu akan mempermudah Metri dalam melumpuhkan musuh dari jangka yang sangat panjang.

Pasukan Langit diminta oleh Yingnan dan Gundala, untuk membantu pasukan yang lainnya dan mereka akan menghadapi Metri tersebut dengan kekuatan mereka berdua.

”Sial, sudah lama ya kita tidak bertarung bersama seperti ini?” Gundala mencoba menggoda Yingnan.

”Baik, selesaikan wanita satu ini bersama, baru setelah itu kita akan meminum teh bersama,” jawab Yingnan.

Mereka pun melaju dan bersiap menyongsong kekuatan kegelapan itu dari Metri, dan benturan kekuatan di antara mereka terjadi lagi.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!