Pasukan Langit

Nesia dan Quadra Milik Gayatri

Sayap di belakang tubuh Nesia terbentuk dengan sangat banyak, dan semuanya adalah sayap-sayap dengan bulu tajam. Semuanya berwarna hitam dan sayap itu memenuhi seluruh tempat, dan maju ke arah depan seperti rambut-rambut besar, yang jumlahnya sangat mengerikan karena tidak dapat diperkirakan lagi jumlahnya.

Sayap-sayap itu memenuhi penglihatan dan berayun-ayun bagai rambut besar yang bergoyang diterpa angin. Bedanya, sayap tajam dan hitam itu dikendalikan dengan kekuatan dari Nesia. Dia telah menyerap kekuatan dari empat orang rekannya. Itu adalah hadiah terbesar dari Lord Demon kepadanya.

Kini, dia mungkin jadi lebih kuat dari anggota Iblis Pemusnah sekalipun. Kekuatannya yang besar itu, terasa seperti Nesia bisa menggenggam dunia ini dengan kekuatannya. Energi yang mengalir dalam tubuhnya begitu pekat dan seolah dialah raja segala raja. Dia mampu melakukan apapun dengan kekutan itu. Meskipun pada akhirnya, dia mengabaikan keempat rekannya yang sebelumnya hendak dihidupkan lagi.

Satu hal yang menjadi alasan bagi Nesia, jika keempat rekannya hidup sekalipun. Mereka semua hanya akan menjadi boneka patung, dan tak lagi bisa berbicara dan berpikir seperti manusia. Mereka hanya makhluk yang menunggu perintah dari Lord Demon. Tetap saja, Nesia akan kehilangan mereka.

Dengan menyerap kekuatan mereka semua, mereka semua hidup dalam diri Nesia. Dan, Nesia akan bersama mereka dalam setiap pertempuran yang dilakukan oleh Nesia. Itu lebih berguna bagi sejarah nama Lima Gerbang. Mereka telah bersatu dalam satu kekuatan dan mereka akan menjadi legenda baru tentunya.

Itu adalah pembenaran dari kesimpulan Nesia. Namun di sisi lain, dia merasa sangat bahagia karena kekuatannya kini melampaui apa yang dipikirkannya. Kekuatan besar ada di tangannya, dan dia merasa sangat tepat menjadi tangan kanan Lord Demon dan melumat kekuatan yang mencoba melawan pasukan kegelapan.

Gayatri paham akan hal itu, dia pun mempersiapkan kekuatan yang besar untuk menghadang serangan dari Nesia tersebut.

Kekuatan yang sudah dilatih dengan sangat intens, setidaknya Gayatri akan punya perlawanan  yang merepotkan bagi Nesia. Dia tidak yakin bisa mengalahkan Nesia, karena dia melihat energi yang begitu pekat dan memang berwarna lima warna. Kekuatan itu tentunya gabungan dari kekuatan Lima Gerbang seperti yang disebutkan wanita itu.

Pertarungan antara Gayatri dan Nesia tampak diperhatikan oleh semua orang. Mereka juga sibuk dalam pertempuran itu. Namun, mereka melihat bahwa energi yang luar biasa ditampakkan dalam kekuatan mereka berdua. Tekanan yang sangat kuat.

Penasehat dari setiap benua; Nenek Silvi, kakek Nurin, Alex, Yingnan dan Gundala merasakan energi yang dahsyat. Keduanya hampir beradu kekuatan tapi energi mereka sudah seperti menusuk kulit mereka semua. Anggota Pasukan Langit pun demikian, saat mereka menghadang serangan dari pasukan kegelapan yang banyak jumlahnya. Mereka melihat energi Gayatri yang siap menghadapi Nesia.

Mereka paham akan kekuatan dari Gayatri, apalagi Lao yang selalu satu langkah kalah dari adiknya itu. Dia yakin, adiknya akan bisa mengimbangi kekuatan dari Nesia itu sebelum bantuan datang dan membantu mereka semua.

Lao hanya bisa percaya pada adiknya tersebut, dia kini juga menghadapi puluhan pasukan kegelapan yang sulit dialihkan dari mereka.

Serangan sayap yang jumlahnya tak terhitung dengan bulu yang tajam-tajam itu menyerang Gayatri. Sayap yang seperti menutupi langit itu menutupi panas matahari bagai mendung dan menutupi Gayatri. Serangan bulu dari sayap-sayap hitam tajam itu terus menyeruak dan berebut untuk menembus tubuh Gayatri.

Gayatri menciptakan shield energi dari jarak jauh, serangan sayap ada yang terhenti tapi karena banyak dan kekuatan yang kuat. Pertahanan itu retak dan hancur.

Crak!

Penghalang pecah dan serangan sayap-sayap hitam itu terus menyerang Gayatri. Gayatri menggunakan kekuatan elemental dengan berbagai elemen yang digabungkan. Tanah membuat penghalang dari gumpulan tanah yang keluar dari tanah, kemudian melesat ke atas menghadang serangan sayap-sayap kuat itu.

Angin yang bertiup menggulung dan mencoba menghempaskan kekuatan serangan Nesia. Halilintar yang dalam jangkauan  Gayatri menyambar dan terus memberikan damage ke arah serangan Nesia. Ledakan api dan air mengelilingi tubuh Gayatri. Jarang ada seorang penyihir support yang mampu menguasai dengan baik elemen yang ada di alam.

Gayatri telah menunjukkan kekuatan yang kuat, yang selanjutnya akan diakui oleh para pendekar bela diri tentang kekuatan Quadra. Bahkan melebihi dua kekuatan elemen, semuanya dikuasainya.

Nesia terkejut dengan kekuatan tersembunyi dari Gayatri tersebut. Jadi, itu adalah kartu kekuatannya. Pantas saja dia juga arogan. Tapi, Nesia penasaran sebatas mana kekuatan gadis Pasukan Langit itu mampu menahah serangan-serangannya.

Nesia fokus menggunakan penyerangan dengan sayap-sayapnya yang terus menyerang. Kekuatan elemen yang dikeluarkan Gayatri sedikit menghambatnya. Namun, dia terus melakukan serangan dengan kekuatan kegelapan yang penuh dan mengalir dari tubuhnya. Kini, tubuhnya bukan lagi seorang dari anggota Lima Gerbang. Tapi, dia adalah kesatuan dari kekuatan hebat Lima Gerbang.

Tak peduli seberapa kuat manusia melatih kekuatannya, seberapa hebat dia melakukan hari-hari tanpa istirahat mengumpulkan energi dari internalnya. Tidak akan bisa menahan serangan gabungan dari Lima Gerbang dalam satu kesatuan. Sedangkan, setiap satu dari Lima Gerbang sudah menyerap ratusan energi dari pasukan bela diri. Mereka semua disatukan dalam satu kesatuan tubuh Nesia.

Energi kegelapan meledak kembali dari tubuh Nesia. Tekanan kembali diberikan oleh Nesia. Serangan dari sayap-sayap itu semakin kuat dan menjebol pertahanan dinding tanah, dan juga angin yang seolah terbelah. Halilintar hanya bisa menahan laju kecepatan tapi serangan dari Nesia tetap mendekati Gayatri.

Gayatri menahan serangan-serangan itu, dia pun akhirnya harus berhadapan dengan serangan bulu dari sayap-sayap besar yang tajam itu. Sayap kegelapan milik Nesia itu banyak jumlahnya dan bergantian menyerang dengan damage besar dan kecepatan tinggi.

Gayatri harus menghindari kesana dan kemari, sambil memutar kekuatan dan menyatukan api dan air yang sudah dibentuknya. Dia menyerang sayap-sayap itu dengan bola api dan spear berbentuk es. Jumlahnya ribuan persis seperti jumlah bulu dari sayap kegelapan milik Nesia.

Benturan energi dari Nesia dan Gayatri terus-menerus berpendar dan menghasilkan tekanan bagi orang yang bertarung di sekitar mereka. Sungguh, di segala tempat adalah pertempuran yang dahsyat dan saling terkait menimbulkan efek area. Setiap serangan dari masing-masing orang harus disertai defensif penahan energi dari ledakan yang terjadi di sekitar mereka.

Perang ini seperti sebuah serangan energi demi energi jika dilihat dari kejauhan. Energi yang meledak, bertemu adu dan juga saling menghantam dengan kekuatan besar. Bumi seperti bergoncang dan langit seolah bergetar.

Sungguh, perang ini sangat besar imbasnya. Pasukan bela diri yang sedang menuju kota Prisma merasakan getaran yang luar biasa. Mereka pun mulai mempercepat perjalanannya. Mereka harus sampai sebelum sesuatu yang parah terjadi pada Kota Prisma.

Persatuan dari seluruh aliansi bela diri akan mampu membuat pertarungan seimbang dan mencegah Lord Demon untuk menguasai seluruh benua. Hal itu karena mereka yakin, perjuangan dari Tiga Legenda dua puluh tahun yang lalu tidak boleh menjadi sia-sia.

Tora, salah satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah mampu membuat beberapa pendekar dari aliansi bela diri terpental dengan membuat rantainya berputar dan membuat luka dalam bagi beberapa pendekar. Kekuatan pengendalian rantai dan juga energi warrior kuat karena kekuatan kegelapan mampu membuat pendekar merinding dan ragu untuk menyerangnya.

Lima orang pendekar ragu untuk maju, karena tubuh mereka akan berada dalam jangkauan rantai milik Tora tersebut dan tubuh mereka bisa jadi hancur. Mereka bukanlah lawan dari pemimpin dari pasukan kegelapan yang menyeramkan itu. Dia pasti adalah panglima perang di pasukan kegelapan karena kekuatannya mampu mementalkan sepuluh pendekar dengan mudah.

Keraguan para pendekar pun di balas oleh Tora dengan melompat ke arah mereka, dan mengayunkan rantai yang diujungnya senjata tajam berbentuk bomerang atau sabit yang melengkung. Kekuatan senjata di ujung rantai itu bahkan bisa menebas puluhan pohon jika dilemparkan dengan memutar rantainya.

Energi kegelapan menyeruak dari rantai dan mereka bahkan tak sempat untuk menghindar. Tamatlah mereka semua! Mereka gemetaran dan hanya menahan sekedarnya dengan pedang mereka. Mereka sudah tak punya kesempatan menghindar jadi hanya bisa memajukan pedangnya saja.

Saat lemparan rantai sudah terbang dan menuju lima pendekar itu, Tora tersenyum puas dan merasakan bahwa lima orang itu akan menjadi tumbal dalam sekali serangan. Kalian tak akan bisa menghindar dan terima nasib kalian menjadi tahu yang empuk untuk senjataku, pikir Tora dengan senyuman sinisnya.

Kekuatan dari Sepuluh Iblis Pemusnah tidak bisa diremehkan, jika mereka bergerak maka kehancuran dunia hanya menunggu waktu. Dan kali ini, para pendekar bodoh itu memilih melawan pasukan kegelapan?

Sungguh lelucon kematian yang menarik! Hampir saja Tora tertawa dan senjatanya sudah sepersekian detik bersiap memotong para pendekar yang terlihat gemetaran itu.

Klap!

Pandangan sedikit silau. Serangan ujung dari rantai Tora seolah tertahan dan menancap pada sebuah batu kuat. Sekilas kemudian cahaya mulai menyingkir dan di hadapan Tora. Sosok lelaki setengah baya sudah berdiri dan memegang pedang yang dibuat melilit pada rantai, sehingga serangan dari Tora tadi terhenti sebelum menghancurkan lima pendekar yang diincarnya.

Sosok itu adalah Jiro, pejuang Jiro. Dia merebut salah satu pedang dari pendekar itu tanpa disadari dan langung memutarkan pada rantai milik Tora, dan membuat senjata tajamnya terhenti sebelum membuat luka pada para pendekar. Jiro mampu menahannya dengan kekuatan energinya.

”Kalian pergilah, bantu yang lain. Musuh ini biarlah aku yang menghadapinya!” perintah Jiro, dia paham bahwa para pasukan bela diri biasa dengan rank 7 atau rank 8, hanya akan menjadi tumbal bagi kekuatan besar lelaki di hadapannya.

Di adalah pemimpin dari salah satu Sepuluh Iblis Pemusnah yang diceritakan Aji. Mereka sangat kuat dalam kekuatan karena bersembunyi dan hanya berlatih. Mereka semua hanya akan dipanggil oleh Lord Demon dalam perang besar dan juga misi khusus.

Artinya, mereka mungkin bisa jadi sama dengan kekuatan angota Lima Gerbang, atau bahkan lebih kuat dari anggota Lima Gerbang untuk tiap anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah.

Jiro pun bersiap dan melepaskan pedangnya sehingga rantai milik Tora ditarik kembali oleh pemiliknya. Mata mereka berhadapan dan mereka pun bersiap bertarung di antara deru peperangan dan pertemuan senjata di sekitar mereka.

Mereka fokus untuk melawan musuh di depannya. Semua sedang bertarung dan menunjukkan siapa yang lebih kuat. Jadi, mereka juga siap bertarung untuk membuktikan siapa di antara mereka yang lebih kuat dan akan menjadi pemenang. Pertarungan dari para pendekar sebenarnya untuk melihat, sebatas mana perkembangan dirinya dalam latihan selama ini.

Tapi dalam peperangan ini, hidup dan mati akan dipertaruhkan. Sedikit salah atau celah terbuka maka bayarannya adalah kematian.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!