Pasukan Langit
Apakah Kamu akan Kembali?
Pasukan Langit sudah bergabung dengan pasukan dari aliansi bela diri. Jumlah yang sangat luar biasa dari semua tempat. Meskipun pasukan besarnya belum datang dan akan segera datang. Semua pasukan yang ada di Kota Prisma harus bisa bertahan, dan menunggu bala bantuan datang.
Alicia tampak sedang berbincang dengan Gayatri, sepertinya mereka sedang membicarakan untuk mengantisipasi kekuatan besar dari pasukan kegelapan. Mereka ingin membuat kombo pada kekuatan mereka berdua.
Itu sangat tepat mengingat mereka adalah pengguna dengan kemampuan magic, meskipun berbeda spesifikasi kekuatan sihirnya.
Pembicaraan keduanya harus terhenti karena Aji berada di dekat mereka. Seolah, dia muncul begitu saja. Gayatri sangat paham dengan Aji, dia memang berbeda dan mampu menggunakan kekuatan manipulasi waktu dengan baik dengan berpindah menggunakan kekuatan portal yang sangat stabil.
”Saya ingin bicara penting dengan kalian berdua,” kata Aji, itu bahkan bukan seperti permintaan melainkan perintah karena dari sorot matanya yang tajam.
Mereka bertiga mencari tempat yang cukup sepi di dekat pepohonan. Aji tidak mau berpanjang lebar dan segera memulai pembicaraannya.
”Aku akan menceritakan fakta ini pada kalian. Aku tidak ingin kalian kaget saat pertempuran terjadi. Terutama kamu Alicia,” Aji menatap Alicia sejenak. Aji kemudian juga menatap Gayatri, ”Gayatri, kamu sangat dibutuhkan dalam perang besar ini. Kekuatanmu itu bisa menjadi kunci penting untuk kemengan seluruh pasukan bela diri.”
Alicia dan Gayatri semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Aji. Aji pun menceritakan laporan dari Aaman, bahwa dua sosok yang akan muncul dan menjadi kartu penting bagi Lord Demon adalah dua dari Tiga Legenda. Alicia pun kaget, dan saat menyebut kakeknya maka dia merasa gemetar dan kepalan tangannya seolah diselubungi energi. Dia marah.
Aji menenangkannya, dia masih bisa menyelesaikan semua ini. Namun, Aji memberinya saran dan Alicia harus bisa mengalahkan kakeknya itu sendiri. Penting untuk diingat, mayat itu bukanlah manusia yang memiliki kesadaran. Itu semua karena artefak dari Blood Supreme dan dia berada dalam kendali Lord Demon.
Hal itu dijelaskan oleh Aji, agar Alicia tidak terbawa perasaan begitu melihat kakeknya menjadi bagian dari pasukan kegelapan. Sesuatu yang harus diingat oleh Alicia bahwa itu bukanlah kakeknya, hanya kekuatannya yang diambil alih oleh Lord Demon.
Alicia harus bisa mengalahkan kakeknya itu, dan dia harus membersihkan nama kakeknya sendiri dan menjadi sosok yang pantas meneruskan semangat dan perjuangannya.
Aji memberi Alicia cara agar bisa mengalahkan kakeknya itu, tapi itu semua tergantung bagaimana kemampuan dari Alicia dalam mengalahkan klon dari kakeknya tersebut. Selanjutnya, Aji menyerahkan urusan pertempuran itu pada Alicia dan rekan-rekannya yang lain. Aji percaya pada mereka semua kalau mereka bisa mengalahkan pasukan dari Lord Demon.
Gayatri tidak lepas dari perhatian Aji, Gayatri diminta untuk membantu Aji dalam membagi kekuatan musuh agar mereka terpencar dan tidak terkonsentrasi dengan baik. Tugas Gayatri bisa jadi adalah tugas penting dalam pertempuran melawan pasukan kegelapan nantinya.
Aji mengarahkan tugas Gayatri dan memintanya untuk kuat mental dalam menghadapi serangan dari pasukan kegelapan. Gayatri dapat memahami tugasnya dengan baik. Aji pun hendak undur dari untuk mempersiapkan hal lainnya.
”Aji,” itu adalah suara Gayatri.
Aji pun berhenti sejenak sebelum melesat pergi lagi. Gayatri merasa bahwa Aji seolah sedang memberikan arahan bagi pasukan bela diri, dan dia akan melakukan tugas besar lainnya. Hanya saja, Gayatri merasa Aji menyembunyikan sesuatu yang penting. Aji seolah ingin melakukan hal besar dan hanya dia sendiri yang bisa melakukannya.
”Apakah kamu akan kembali setelah perang besar ini?” pertanyaan dari Gayatri itu membuat Aji seolah terdiam. Angin berhembus pelan dan Aji seolah menghirup udara dalam-dalam.
”Pulanglah ...., kamu memiliki teman di Pasukan Langit, kami selalu menunggumu, Aji.”
Gayatri mengatakan hal itu juga, dia memberikan diri untuk mengatakan hal itu. Aji pun menengok ke arah Gayatri dan Alicia. Dia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sudah tidak banyak waktu, Aji melompat dan menghilang kembali di balik lebatnya pepohonan.
Saat Aji mulai melompat dari satu dahan ke dahan lain dengan kecepatan tinggi. Tubuhnya bergetar, ada aura yang dirasakannya hadir. Mereka ..., pasukan kegelapan sudah mulai bergerak dari tempat mereka. Getaran ini menandakan bahwa mereka bergerak secara bersama-sama menuju gerbang masuk Kota Prisma.
Aji pun bergegas dengan cepat mengambil sisi dimana pasukan bela diri berada. Dia harus bertemu dengan Dasatama segera.
***
Pasukan kegelapan mulai bergerak, mereka bergerak bersamaan menuju gerbang utama di kota Prisma. Lord Demon berdiskusi dengan pasukan yang tersisa dari Lima Gerbang, dan juga dari Sepuluh Iblis Pemusnah menghasilkan keputusan untuk menyerang secara terbuka dan langsung dimulai dari kota Prisma.
Mereka semua bergerak, satu juta pasukan yang begitu banyak jumlahnya bergerak. Sepuluh Iblis Pemusnah yang tersisa berada di depan semua prajurit, Lord Demon dan Nesia berada di tengah pasukan.
Perang besar ini tidak lagi bisa dihindari. Kekuatan dari pasukan kegelapan pasti akan membuat para pendekar ngeri melihat jumlah dan kekuatan pasukan kegelapan.
Strategi yang mereka gunakan adalah menyerang kota Prisma dengan cepat, dan tidak membiarkan satu orang pun dari para pendekar dan penduduk bisa lepas dari mereka. Intinya, perintah untuk membunuh semua manusia selama mereka tidak mau tunduk pada kekuatan Lord Demon.
Langkah-langkah kaki mereka bahkan sampai dirasakan beberapa kilometer jauhnya. Suara hentakan dari sejuta pasukan kuat dari pasukan kegelapan dan juga senjata dan wajah yang menyeramkan. Mereka bahkan berjalan di dunia ini dan menghancurkan apapun. Sungguh, pasukan yang mereka bawa semunya memiliki aura yang gelap dan mengerikan.
Trap!
Trap!
Trap!
Mereka teus melaju dan membelah jalan menuju gerbang kota Prisma. Dari tengah dan menaiki sebuah kereta, Lord Demon dan Nesia bersama di dalam kereta itu.
”Kita akan melihat dulu, bagaimana Delapan Iblis Pemusnah dalam menghabisi pasukan bela diri. Aku merasa mereka mampu untuk memghancurkan para pendekar di kota Prisma. Jadi, simpan tenaga kita!”
Nesia menanggukkan kepalanya. Nesia mengikuti Lord Demon apapun yang diinginkan Lord Demon tersebut. Di satu sisi, dia juga merasa bahwa Sepuluh Iblis Pemusnah memiliki kekuatan besar untuk bertarung dengan pasukan bela diri.
Nesia paham watak dari Lord Demon. Dia akan turun saat waktunya tepat, dan pasti saat dia muncul kehancuran para pendekar bela diri akan segera terjadi. Kekuatan yang mengerikan dari diri Lord Demon tak bisa dibayangkan dengan kekuatan dan gambaran pikiran manusia biasa.
Pasukan kegelapan bergerak bagaikan semut yang begitu rapat, mereka memenuhi dataran yang mereka lewati. Beberapa orang dari pasukan beladiri dan pasukan pertahanan yang bertugas mengawasi, sudah melihat pergerakan dari pasukan kegelapan dan mereka segera melaporkan bahwa pasukan kegelapan dalam jumlah besar sudah mendekat.
Bersamaan dengan pasukan intelejen dari pasukan aliansi bela diri yang sampai pada Dasatama. Dia melaporkan perkembangan pasukan dari Lord Demon sudah memasuki benua Orpris. Sekitar satu jam lagi, mereka akan tiba di gerbang masuk kota Prisma. Saat itu, Aji juga datang menemui Dasatama.
Dasatama langsung menyambut Aji, dan mengajaknya berbicara dengan beberapa panglima yang sudah disiapkan sebagai pemimpin kelompok pasukan oleh Dasatama. Jumlah mereka ada sepuluh orang termasuk Dasatama dan Aji. Belum selesai mereka berkumpul, datang lima orang penasehat benua yang bergabung, dan Dasatama meminta mereka ikut bergabung untuk membicarakan peperangan yang akan terjadi ini.
Para penasehat dari masing-masing benua juga ikut dalam diskusi untuk menentukan strategi selanjutnya. Kakek Nurin, Alex, Yingnan, Gundala dan juga nenek Silvi. Mereka semua datang dengan cepat dan bersiap bergabung dengan semua pasukan bela diri, untuk menghadang kekuatan dari Lord Demon.
Serangan dari pasukan kegelapan sudah dikonfirmasi. Mereka semua menyerang dari satu arah dan mereka pasti terlalu percaya diri. Hal itu karena mereka memiliki kekuatan besar sedangkan pasukan kota Prisma tak akan bisa membendung kekuatan mereka. Pasukan dari benua lain baru bergabung dalam jumlah kecil, mereka semua dalam perjalanan.
Pasukan bela diri di kota Prisma harus bisa menahan serangan dari pasukan kegelapan, untuk mengulur waktu hingga pasukan dari masing-masing benua datang.
Rapat dilanjutkan, semua menginginkan para pasukan lebih baik bertahan di dalam kota Prisma. Hal itu akan memudahkan mereka bertahan sambil menunggu bantuan dari benua lain yang saat ini sedang dalam perjalanan.
Dasatama memikirkan hal itu, benar juga semua pendapat memang menyebutkan bertahan di kota Prisma lebih menguntungkan. Hal itu juga karena para penduduk sipil sudah dievakuasi di tempat yang aman. Mereka akan dapat dengan mudah memberikan serangan kejutan sambil bersembunyi di dalam kota.
Namun ..., Dasatama mengingat sesuatu. Aji ada dalam rapat tersebut, dia tadi yang mengajaknya dan Dasatama paham dengan kekuatan dahsyat yang dimilikinya. Meskipun, semua orang di dalam rapat tersebut tidak mengetahui kekuatan dari pemuda itu.
”Aji, selaku dari perwakilan Pasukan Langit. Apa yang akan kamu sarankan untuk masalah kita saat ini?” Dasatama bertanya pada Aji dan melihatnya seksama. Semua orang di sana sedikit heran karena Dasatama terlihat begitu menghormati pemuda itu, bahkan seharusnya pemuda itu tak memiliki kesempatan berbicara, karena di antara mereka adalah para penasehat yang sangat bijak. Juga, para panglima yang biasa berperang.
Aji pun tersenyum dan menatap Dasatama, ”Saranku adalah, kita tidak akan menunggu mereka di dalam kota Prisma. Hal itu akan menghancurkan kita sendiri dengan mudah. Ingat, bahwa musuh kita saat ini adalah pasukan Lord Demon. Bukan pasukan bandit gunung yang bisa kita tipu dengan strategi rumah-rumahan.”
Penjelasan dari Aji itu mengisyaratkan pada Dasatama, bahwa kekuatan dari pasukan kegelapan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kekuatan mereka bahkan mampu membakar sebuah kota dengan mudah. Jika bersembunyi di dalam gerbang dan bersembunyi, itu seperti masuk dalam jebakan kita sendiri.
Penjelasan Aji memahamkan Dasatama. Namun, ada juga penasehat dan juga panglima yang tak setuju. Perang di lahan terbuka dengan musuh yang bahkan bisa mencapai sepuluh kali lipat seperti menyerahkan nyawa semata.
”Saya setuju dengan pemuda dari Pasukan Langit itu,” dia adalah Alex, sosok yang pernah terjerat dalam kekuatan kegelapan, dan berniat membunuh Dasatama atas perintah dari pasukan kegelapan.
”Kita pasti bisa bertahan di pertarungan terbuka, strategi kita yang harus matang. Bertarung di lahan terbuka akan membuat kita memiliki banyak celah!”
Aji pun tersenyum mendengar Alex yang mendukungnya.