Pasukan Langit
Kecurigaan dan Kecemburuan Alicia
Benar saja, para pendekar sudah bersiap dan memberesi barang-barang mereka. Saatnya memasuki kota Samarkan, untuk menuju portal teleportasi dan kembali ke Kota Prisma. Terutama, Dasatama yang tentu saja harus segera mendiskusikan peperangan besar yang baru saja dialami oleh para pendekar kepada para penasehat di seluruh benua.
Ancaman dari Lord Demon sepertinya akan segera mengguncang seluruh benua. Perang yang tertunda dua puluh tahun lalu bisa jadi akan segera pecah. Dasatama juga menyadari pesan dari Aji sebelumnya, pemuda itu menyebut bahwa invasi dari pasukan kegelapan akan segera dimulai.
Aji dan Gayatri pun kembali ke Pasukan Langit dan mereka bergabung dengan yang lainnya. Saat melewati sudah pergi dari sungai itu. Alicia ternyata ada di sisi lain di dekat pohon dan mengetahui percakapan mereka tersebut.
Alicia cukup memahami dengan jelas percakapan mereka. Dia pun menyusul bergabung dengan Pasukan Langit yang lain. Alicia pun berpikir lebih dalam, dia merasakan adanya energi yang membuat pikirannya seolah tertidur. Itu adalah semacam sihir tingkat tinggi saat artefak Bunga Bulan menghilang.
Alicia masih merasakan sedikit kesadaran karena dia memiliki kekuatan sihir yang kuat, sehingga mampu menahan serangan mental. Saat itu, Alicia merasakan adanya energi besar yang diledakkan dan menghancurkan dengan kekuatan penuh artefak Bunga Bulan.
Hal itu persis seperti kejadian di dalam Dompai, saat ujian Pasukan Langit serta saat pertarungan di Blacksmith di perguruan Bangau Emas.
Energi yang sama dari seseorang, Alicia sudah mencurigai kalau Aji adalah dalang itu semua. Namun, dia tidak memiliki bukti dan juga kecurigaan akan kekuatan besar yang dimiliki oleh seorang pemuda, yang seolah-olah sudah bertarung puluhan tahun dan latihan tanpa henti.
Jika mengingat perkataannya bahwa dia adalah murid dari Tiga Legenda yang berarti adalah murid dari kakeknya. Maka itu bisa menjadi mungkin, tapi tetap saja kekuatan sebesar itu termasuk saat memurnikan Heart Dragon dan memberikan kekuatan itu pada Pasukan Langit. Itu adalah sebuah pengorbanan yang bahkan akan mencabik-cabik jiwa seseorang dan hancur.
Aji, pemuda yang mencurigakan. Dia bahkan memberikan gulungan warisan dari kakeknya secara langsung padanya, yang merupakan kekuatan tertinggi yang dimilki oleh kakeknya. Dari mana pemuda itu mendapatkan warisan dari kakeknya yang ditujukan untuk dirinya, apakah itu tanda bahwa dia adalah benar-benar murid dari kakeknya dan juga para Tiga Legenda lainnya?
Alicia hanya berharap bahwa pada akhirnya nanti dia akan mengetahui jati diri dari Aji sebenarnya. Selama ini, Aji sudah memberikan banyak kontribusi bagi perjuangan para pendekar. Apalagi dengan jawabannya pada Gayatri tadi, bahwa Gayatri tidak akan percaya jika dia mengatakan kalau dialah yang menghancurkan artefak langit itu.
Apa artinya memang dia yang menghancurkan artefak Bunga Bulan itu? Jika melihat kekuatan dari Dasatama memang luar biasa. Namun, untuk menghancurkan sebuah artefak langit, hal itu membutuhkan energi yang kuat, mental yang kuat serta rasa sakit yang luar biasa.
Hal itu karena sebuah artefak langit memiliki energi yang besar dan tidak mudah dihancurkan. Untuk menghancurkannya juga membutuhkan kekuatan yang lebih kuat dari artefak itu sendiri. Alicia tidak meragukan kekuatan dari Dasatama, hanya saja sulit untuk mempercayai bahwa kekuatan Dasatama mampu menghancurkan sebuah artefak langit.
Semua masih misteri dalam pikiran Aji. Kedekatan pemuda itu dengan Gayatri sepertinya intens, apakah mereka memiliki hubungan spesial? Gayatri selama ini yang paling dekat dengan Aji, apakah mereka memiliki hubungan khusus?
Alicia sendiri tiba-tiba berpikir soal hubungan kedua anggota Pasukan Langit itu. Apakah itu adalah perasaan cemburu yang tiba-tiba muncul?
Alicia langsung menyingkirkan pikirannya itu segera. Dia tidak mau lagi memikirkan hal itu, Alicia memang merasakan bahwa dia tak terlalu suka kalau Aji berdekatan dengan Gayatri. Tapi..., sudahlah! Alicia tak memikirkan hal itu lagi. Dia segera menyusul rekan-rekannya yang lain dan mereka bergerak menuju kota Samarkan.
Rahasia tentang apa yang terjadi pada artefak Bunga Bulan menjadi rahasia yang sampai saat ini belum bisa diterima oleh para pendekar. Kecuali dua orang, Dasatama dan Aji yang mengetahui persis peristiwa itu.
Dasatama pun akan menyimpan hal itu dengan baik, karena memang pemuda itu yang seolah memintanya untuk merahasiakan hal itu.
***
Benua Emerald, di sebuah tempat tersembunyi dari kehidupan manusia dan ada dinding kekuatan kegelapan yang menyegel tempat terlarang itu. Seolah, tempat itu terpisah dengan kondisi di dunia nyata.
Tak ada yang bisa memasukinya tempat itu kecuali atas izin Draudo, salah satu dari 10 Iblis Pemusnah. Di bawah kekuasaannya, prajurit dengan jumlah yang banyak berada dalam kepemimpinannya.
Dia baru saja mendapatkan pesan dari Nesia untuk bersiap. Lord Demon, Shura telah selesai menyerap dengan sempurna artefak Blood Supreme. Selain itu, sudah waktunya bagi pasukan kegelapan untuk menguasai dunia.
Draudo merasa bahwa ini kesempatannya untuk bersinar kembali dan menunjukkan kekuatan barunya kepada para Iblis Pemusnah yang lainnya. Selama dua puluh tahun, Draudo sudah mengumpulkan energi kekuatan yang besar dengan menyerap jiwa-jiwa para pendekar yang ditangkap oleh para prajuritnya.
Di benua Emerald sendiri sering terdapat kasus orang hilang dan juga para pendekar yang menghilang misterius. Itu adalah ulah dari anak buah Draudo dan Draudo akan menyerap energi mereka dengan ritual kekuatannya. Draudo telah mengumpulkan banyak energi, kekuatan kegelapannya sudah sempurna.
Saat dia hendak menyiapkan semua pasukannya untuk berkumpul. Saat itu, dinding array yang dipasangnya dengan kekuatan kegelapan dimasuki oleh seseorang.
Draudo merasakan energi besar yang memasuki tempatnya dan itu berarti dia adalah orang yang hebat. Siapa dia? Bahkan dia bisa menembus pertahanan yang dibuatnya?
Draudo melesat cepat menuju tempat dinding penghalangnya di buat. Dan disana sudah berdiri sosok dengan senjata gerigi di tangan kanan dan tangan kirinya. Gerigi itu terus berputar seperti mesin di kedua pergelangan tangannya.
Siapa lagi kalau bukan, Rukio. Satu dari Iblis Pemusnah yang juga bersembunyi di benua Emerald. Tapi, Rukio adalah sosok yang misterius dibandingkan dengan 10 Iblis Pemusnah lainnya. Dia memang memiliki banyak pasukan, namun pasukannya itu adalah summon dan bukan pasukan murni dari pasukan kegelapan.
Tidak ada yang berani meremehkan kekuatan dari Rukio. Meskipun Iblis Pemusnah yang lainnya memiliki kekuatan dengan pasukan yang banyak namun pasukan summon Rukio tidak akan kalah jika dipertarungkan dengan pasukan Iblis Pemusnah lainnya.
Shura pun sangat menghormatinya. Dia selalu sendiri, namun jika sudah bertempur maka dia akan memunculkan pasukannya yang mengerikan dan berupa skeleton yang diselimuti dengan energi kegelapan.
”Ada apa engkau menembus barrierku Rukio?” Draudo malas berlama-lama, karena dia harus mempersiapkan seluruh pasukannya, dan bersiap bergabung dengan Shura sesegera mungkin.
”Sepertinya kau tak sabaran Draudo. Itulah susahnya jika memiliki pasukan yang banyak jumlahnya dan kamu perlu mengatur mereka semua,” Rukio menyilangkan kedua tangannya sambil tersenyum. Kedua gerigi di pergelangan tangannya kini berdekatan dan berputar bersam-sama. Energi kegelapan mengikuti putaran dari gerigi-gerigi tersebut.
Sindiran dari Rukio itu menyakitkan bagi Draudo, dia merasa tersinggung karena diremehkan untuk mengumpulkan pasukannya yang berjumlah seratus ribu pasukan itu. Benar memang, tapi itu menyindirnya. Bagi Rukio, hal itu pasti membuang waktu, pasukannya adalah pasukan yang dipanggil secara langsung dan memiliki penampakan seperti skeleton berkekuatan kegelapan.
Rukio adalah sosok yang membunuh setiap orang yang kuat yang ditemuinya. Jasad orang yang mati tersebut dihidupkan dengan energinya yang kuat, dan dijadikan bagian dari pasukan skeletonnya dengan menyelimutinya dengan energi kegelapan.
Benar-benar kekuatan yang aneh bagi seorang Iblis Pemusnah. Setiap Iblis Pemusnah memang memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Namun, Rukio sendiri yang memilih memiliki pasukan skeleton dengan menghidupkan jasad orang kuat yang dibunuhnya.
Benar-benar mengerikan!
”Cepat katakan apa keperluanmu Rukio, aku tidak punya banyak waktu!” desak Draudo yang makin marah ketika Rukio berbelit-belit.
Rukio kini terlihat serius. Senyum Rukio hilang, ”Apakah kamu sudah mendapatkan pesan dari Nesia?” pertanyaan yang singkat, dan itu juga yang baru didapatkan oleh Draudo soal pesan dari Nesia untuk bersiap untuk berperang.
”Aku yakin, semua Iblis Pemusnah pasti sudah mendapatkan pesan dari Shura tersebut. Sudah saatnya bagi Iblis Pemusnah untuk bangkit kembali dan menghancurkan seluruh benua!” Draudo mengalungkan pedang besarnya di pundak. Pedang yang memancarkan energi ego yang besar. Satu-satunya senjata yang memiliki ego yang dimiliki oleh 10 Iblis Pemusnah.
Ego adalah kehadiran yang hidup. Pedang milik Draudo diketahui oleh semua Iblis Pemusnah sebagai pedang yang hidup sendiri, dan memakan apa saja untuk terus hidup dan menguatkan kekuatannya.
Pedang yang selalu haus dan harus makan darah dan juga makan senjata. Senjata yang dimakan seperti sebuah asahan yang akan menajamkan pedang tersebut, dan juga memakan darah manusia untuk mengingkatkan kekuatan kegelapan yang menyelimuti pedang tersebut.
”Kamu benar Draudo, semua Iblis Pemusnah sudah mendapatkan pesan,” Rukio menatap tajam ke arah Draudo, ”Aku menyadari bahwa empat dari Lima Gerbang sudah mati.”
Perkataan dari Rukio mengagetkan Draudo. Semua anggota dari sepuluh Iblis Pemusnah tahu bahwa kepekaan Rukio terhadap energi luar biasa dan sangat tepat. Jika dia mengatakan bahwa empat dari Lima Gerbang sudah mati, lalu siapa yang membunuh mereka?
”Siapa yang sudah membunuh mereka?” Draudo menjadi penasaran dan bahkan dia mengira sesuatu yang buruk. Apakah mereka melakukan kesalahan sehingga Shura membunuh mereka untuk tujuan tertentu? Tapi itu tentu tidak mungkin!
”Mereka dibunuh oleh energi yang kuat. Musuh kita kali ini memiliki energi yang besar. Sepertinya, para pendekar dari aliansi bela diri sudah memiliki persiapan besar untuk menghadapi invasi dari pasukan kegelapan!”
Rukio menambahkan ceritanya, dia merasakan bahwa energi yang besar dan bukan dari pasukan kegelapan yang membunuh 4 dari Lima Gerbang. Rukio ingin mengingatkan bahwa 10 Iblis Pemusnah harus berhati-hati dan jangan sampai mereka lengah dan sombong karena merasa sudah di atas angin.
”Berhati-hatilah Draudo, pasukan dari aliansi bela diri kini berbeda. Aku merasakan energi mereka sudah meningkat drastis dari dua puluh tahun yang lalu.”
Tidak biasanya Rukio mengingatkan dengan serius dan meminta Draudo untuk berhati-hati. Mereka berdua sejak kecil adalah seorang sahabat dekat dibanding anggota Iblis Pemusnah yang lainnya. Biasanya Rukio selalu meremehkannya, tapi kali ini mengingatkannya akan sebuah bahaya yang besar.
Benarkah pasukan aliansi bela diri sudah berubah menjadi kekuatan yang besar? Tapi tidak perlu khawatir. Dirinya sudah berlatih dengan sangat ketat selama dua puluh tahun ini. Dan tentunya, Rukio pasti mengiranya dia bermalas-malasan setiap hari.
Dia akan tahu kekuatan terbaru dari Draudo, Draudo pun tersenyum dan berterima kasih pada Rukio yang mengingatkannya. Dia pun segera pergi untuk mempersiapkan semua prajurit kegelapannya. Saatnya berperang!