Pasukan Langit

Amanah dari Pemuda Tak Dikenal

Energi yang terkumpul dari tangan kanan Aji itu, terhubung dengan aliran seperti rambut energi dan mengikat artefak bercahaya dari Bunga Bulan tersebut. Energi itu mampu mengikat energi dari artefak langit itu dengan kuat.

Dasatama menjadi penasaran, energi dari Aji seolah menembus pertahanan dari artefak langit tersebut, dan tidak menimbulkan efek penghalang. Bisa jadi, energi dari Aji itu bahkan menembus penghalang dari artefak langit.

Semakin kuat energi terhubung antara Aji dengan artefak langit tersebut. Apakah pemuda itu akan menyerap esensi dari artefak itu dengan lansung memurnikannya sendiri? Bagaimana hal itu mungkin? Ini adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dengan akal pikiran yang sehat. Sementara, semua pendekar seolah kehilangan kesadarannya dan membeku dalam posisinya masing-masing.

Artefak Bunga Bulan mulai terangkat ke atas perlahan-lahan. Artefak itu sebesar kepalan tangan orang dewasa dan terus bergerak ke atas dan bahkan melewati tingginya kepala Aji. Itu adalah kemampuan telekinesis yang disambungkan dengan energi yang menusuk pertahanan dari artefak langit tersebut.

Artefak bercahaya itu semakin ke atas dan kini tingginya sekitar  tujuh meter di atas bukit, berada di atas Aji. Energi cahaya yang keluar dari artefak itu menyilaukan pandangan. Dasatama melihat artefak itu dan terpukau karena indahnya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Aji pada artefak tersebut.

Aji pun mengangkat kedua tangannya ke atas dan menyalurkan energinya kearah artefak Bunga Bulan. Ada sejenis benturan energi yang menolak energi dari Aji yang menuju ke arah artefak Bunga Bulan. Ada tolakan yang menghambat energi Aji tersebut sehingga energi Aji dan energi dari artefak langit itu saling mendorong.

Dasatama merasa aneh karena apa yang diperkirakannya salah, Aji bukan ingin menyerap energi dari Bunga Bulan itu. Mungkin dia menyadari bahwa menyerap energi dari Bunga Bulan, bisa berakibat buruk karena efek samping penyerapan energi besar, atau bahkan tubuhnya yang tidak akan bisa menerima energi sebesar itu.

Namun, bagaimana saat ini Dasatama melihat Aji menyalurkan energinya dan seolah menyerang artefak Bunga Bulan. Artefak itu sendiri juga seolah menahan serangan dari energi Aji dan energi keduanya saling mendorong.

Kekuatan energi dari bumi bahkan seolah terserap ke tubuh Aji dan membuat serangan energi Aji bertambah kuat, dan terus mendorong energi pertahanan dari artefak Bunga Bulan. Apakah itu sejenis kekuatan untuk memurnikan suatu artefak dan itu adalah caranya?

Itu adalah sesuatu yang terpikirkan oleh Dasatama untuk saat ini.

Energi Aji terus mendorong lebih kuat. Pertahanan dari artefak Bunga Bulan semakin mundur dan seolah pecah. Energi kekuatan Aji terus mendesak hingga hampir mencapai artefak Bunga Bulan bahkan hanya tinggal setengah meter saja. Energi itu terus mendorong dan Aji terus mengeluarkan energi kuat, untuk mencapai artefak langit yang masih menggantung di udara dan tinggi tersebut.

Rasanya, Dasatama jadi teringat pesan terakhir dari Aji sebelum dia melesat ke arah artefak Bunga Bulan. Sesuatu yang mengancam dari keserakahan para pendekar perlu dihancurkan. Apakah itu adalah tujuan dari Aji saat ini?

Ini gila! Menghancurkan artefak langit dengan kekuatan seorang manusia?

Saat penasaran dari Dasatama semakin membuncah. Energi besar dari Aji sudah mendekati beberapa centi meter saja dari artefak Bunga Bulan. Dan akhirnya, energi besar itu mendesak energi pertahanan dari Bunga Bulan dan menembus hingga ke fisik dari artefak langit itu.

Energi terus mendesak dan membuncah terus-menerus. Energi Aji terus masuk ke dalam artefak Bunga Bulan dan seolah masuk terus-menerus seperti mengisi air dalam sebuah gelas. Jika air dalam gelas itu penuh, maka akan tumpah. Dan benar saja, ledakan besar terjadi dengan aliran energi dari Aji yang terus-menerus pada artefak Bunga Bulan.

Blaaaammmm! BOOM!

Energi sedikit buyar dan energi kejutnya mulai terasa di semua tempat, seperti angin yang bertiup kencang.

Setelah ledakan yang cukup besar itu, energi besar kembali dikeluarkan Aji dan seolah itu adalah energi yang menjadi kekuatan penghancur. Seperti kekuatan seorang saint sihir dari damage sihir api yang sangat panas dan mampu membakar apapun.

Cahayanya sangat menyilaukan dan membuat mata menjadi nanar ketika melihatnya. Energi itu dikerahkan Aji dan membuatnya meledak tepat di artefak Bunga Bulan.

Boooommmmm!

Pemuda itu? Dasatama kaget bukan main, bukan untuk menguasai atau memurnikan artefak Bunga Bulan. Tetapi itu adalah menghancurkannya dengan kehancuran total. Dia tidak menginginkan kekuatan dari artefak langit itu sama sekali.

Dia hanya ingin memusnahkannya. Itu seperti kata-katanya terakhir kali sebelum pergi ke arah artefak Bunga Bulan. Sesuatu yang akan menghancurkan masa depan para pendekar dan membuat mereka membangkitkan keserakahan. Sebab itu harus dihancurkan!

Ledakan besar itu sekaligus membuat areal pembekuan yang tercipta di seluruh sisi tempat itu menjadi hilang. Efek pembekuan hilang total dan aliran listrik yang seperti akar dan saling terhubung juga menghilang.

Para pendekar yang semula membeku tersadar kembali dan mereka semua seolah merasa ada sesuatu yang terjadi. Mereka seolah tertidur sejenak dan kehilangan kesadaran untuk beberapa detik saja.

Apa yang baru saja terjadi? Dan kenapa mereka semua seolah kehilangan kesadaran untuk waktu yang cepat. Seolah mereka bingung dengan kondisi mereka saat ini. Apa mereka baru saja bertempur sesama pendekar, tapi untuk apa? Mereka mulai menerka dan mulai tersambung dengan kesadaran mereka sendiri-sendiri.

Benar! Mereka semua mulai menyadari kalau mereka bertempur satu sama lain demi sesuatu yang sangat berharga. Artefak Bunga Bulan yang akan menjadikan seseorang memiliki kekuatan besar dan dapat dihormati di seluruh benua.

Mereka saling bersiap kembali dan mengumpulkan enegi dalam tubuh mereka. Mereka bersiap untuk bertarung kembali, hanya saja dalam sedetik kemudian mereka harus terhenti. Itu semua tak lain karena ketika mereka melihat ke arah dimana Bunga Bulan berada. Semua mata menatap tak percaya pada apa yang dilihat masing-masing pendekar.

Bunga Bulan telah lenyap.

Semua menghentikan aktivitasnya. Semuanya tiba-tiba menurunkan kekuatan energinya yang terkumpul. Untuk apa lagi mereka bertarung kalau artefak langit itu sudah tidak ada. Permasalahannya, siapa yang mengambilnya?

Semua saling bertanya, bahkan mereka yang baru saja bertarung saling bertanya apakah ada yang mengetahui dimana artefak Bunga Bulan? Semuanya tak mengerti dan saling bertanya. Mereka yang semula bermusuhan, dan bertarung bahkan saling berdiskusi kemana hilangnya artefak langit itu.

Dasatama bahkan tersenyum kecil, dia menyadari ketajaman pikiran dari pemuda bernama Aji itu. Mungkin disana, hanya dia satu-satunya orang yang mengerti apa yang sudah terjadi. Bahkan, Adiknya sendiri, pejuang Jiro sepertinya tidak paham dan dia juga terkena efek pembekuan sehingga kesadarannya hilang untuk sejenak.

Bisa jadi, Aji memang membiarkan dirinya tidak terpengaruh oleh kekuatan mentalnya, sehingga dia hanya tertahan dan masih bisa sadar.

Jika demikian, kekuatan seperti apa yang dimiliki pemuda bernama Aji itu. Bahkan kekuatannya mampu untuk mengalahkan semua pendekar disana dengan kekuatannya. Untung saja dia ada di pihak kebenaran, semua itu adalah keuntungan bagi para pendekar aliran putih.

Para pendekar seolah tak berhenti dan tetap saling curiga, mereka mengira ada di antara mereka yang mencoba mengambil artefak Bunga Bulan dan mengeluarkan ilusi, sehingga kesadaran para pendekar hilang untuk sejenak.

Para pendekar pun saling curiga dan melemparkan tuduhan satu sama lainnya.

”Pemimpin Dasatama!”

Dasatama kaget dengan suara pelan di belakangnya, suara itu adalah..., Aji. Dasatama langsung menengok dan cukup kaget sehingga dia mundur satu langkah. Sejak kapan Aji berada di belakangnya, bahkan dia tak menyadari sama sekali akan kehadiran energinya. Pemuda yang sangat mengerikan.

Aji tersenyum pada Dasatama, ”Pemimpin aliansi bela diri, aku sudah kelelahan. Saatnya anda yang harus bertindak dan menenangkan mereka semua. Aku harus memulihkan energiku dulu, aku cukup menghabiskan energi yang besar setelah menghancurkan artefak itu!”

Dasatama mencerna perkataan pemuda itu dengan cepat. Benar saja, selama orang itu masih sebagai manusia. Tentu, kekuatan sebesar itu bukanlah sesuatu yang biasa saja, itu pasti akan menguras energi dengan sangat besar.

Dia pasti butuh waktu untuk memulihkan diri, dia telah membuat pertempuran yang bahkan sulit dihentikan oleh siapapun bahkan oleh aliansi bela diri, dan juga pasukan pertahanan. Namun, dia dengan cepat dapat melerai mereka semua.

Kali ini, pemuda itu menyerahkan tugas selanjutnya pada seorang pemimpin aliansi para pendekar di seluruh benua. Itu merupakan tugas yang mudah ketimbang menghancurkan sebuah artefak langit.

Dasatama pun mengangguk dan memahami bahwa kini tugasnya sebagai pemimpin aliansi bela diri, untuk menyelesaikan apa yang sudah menjadi tugasnya untuk membuat para pendekar bersatu. Tugas ini tentu saja jauh lebih mudah ketimbang harus memusnahkan artefak langit atau berdiskusi dengan para pendekar akan dikemanakan artefak langit tersebut.

Kericuhan masih terjadi, debat kemana artefak menghilang masih membuat semua orang penasaran. Saat itu, Dasatama sang God of War dan juga pemimpin aliansi para pendekar di seluruh benua melompat dan berdiri di udara. Semua orang melihat Dasatama mengalirkan energi kuat dengan pedangnya yang diacungkan ke atas, dan energi dari langit seolah turun ke pedang Dasatama.

Semua orang melihat energi besar itu, bahkan Moura pun memperhatikan Dasatama dengan baik. Sosok yang menjadi orang terkuat dan dipercaya sebagai sosok pendekar terkuat di seluruh benua. Semua orang menghormatinya.

”Kalian semua harus mendengarkanku! Aku bicara sebagai pemimpin aliansi bela diri. Demi persatuan dan kemulyaan para pendekar, dan menjaga perdamaian di seluruh benua. Artefak Bunga Bulan sudah aku hancurkan dengan pedangku!

Aku memutuskan untuk menghancurkan artefak itu, karena apapun yang menimbulkan kekacauan para pendekar. Aku, Dasatama! Tidak akan membiarkannya. Meskipun itu adalah artefak langit, aku sudah menghancurkannya!

Jika kalian tidak percaya, kalian dapat menggunakan energi kepekaan kalian dan mencari sumber energi dari artefak langit tersebut. Kalian tidak akan menemukannya karena aku sudah menhancurkannya!”

Semua terdiam. Ada juga para pendekar dengan kepekaan tinggi mencoba mencari sumber energi besar dari artefak langit. Namun, mereka benar-benar tak bisa merasakannya. Jika artefak itu disimpan oleh Dasatama maka mereka harusnya masih bisa merasakannya.

Para pendekar pun diam, jika itu adalah Dasatama, mungkin dia memang menghancurkannya. Siapa lagi yang mampu kecuali dia! Pasukan Langit pun lega karena para pendekar bisa menerima hal itu, meskipun dalam hati mereka mungkin ada yang tidak puas dengan keputusan dari Dasatama.

Alasan Dasatama juga tepat, persatuan bela diri adalah segalanya untuk menghentikan pasukan kegelapan.

Para pendekar dan murid perguruan kehilangan semangat mereka untuk bertarung. Buat apa bertarung lagi, sudah tidak ada yang diperebutkan. Mereka kehilangan motivasi untuk bertarung dan mereka pun akhirnya mulai menyadari dan akhirnya mereka meminta maaf dengan pendekar lainnya yang semula bertempur.

Mereka sadar, mereka harus bersatu karena ancaman dari pasukan kegelapan sudah diperlihatkan di dalam hutan Tulisma. Tidak penting lagi soal artefak Bunga Bulan, mereka harus bersatu dan memperkuat persatuan.

Dasatama tersenyum dan semuanya bisa memahami keputusan Dasatama. Dasatama melihat langit, kekacauan besar itu diselesaikan dengan mudah oleh pemuda yang ingin identitasnya disembunyikan.

Jarang ada pendekar yang tidak ingin dikenal. Dasatama merasa beruntung bisa mengetahuinya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!