Pasukan Langit
Perang Dimulai, Aji vs Denta
”Jadi..., apakah hal itu mungkin terjadi?” ketua Yarko dan ketua Gonan duduk di dalam tenda, dia berbicara pada Barsha dan Aji serta kakek Jinho. Ketua Yarko ingin memastikan berita dari analisa kakek Jinho tersebut.
Jika hal itu benar, bahwa para pendekar seolah dikumpulkan dengan isu Bunga Bulan, maka mereka hanya akan menjadi umpan empuk bagi kekuatan dari Lord Demon melalui artefak Blood Supreme.
”Keterangan dari kakek Jinho sepertinya masuk akal,” Aji pun menambahkan hal itu dan mencoba meyakinkan ketua Yarko, ”Kami sudah berpencar dengan membagi kelompok, dan kami melihat banyak murid dari berbagai macam perguruan sudah dikalahkan, dan bahkan mayatnya seolah memiliki kepekatan energi gelap.”
Ketua Yarko dan ketua Gonan jadi berpikir ulang. Mereka sangat menghormati Aji, bahkan ketua Yarko sendiri sudah melihat bagaimana kekuatan Aji yang menjadi murid dari Tiga Legenda. Awalnya dia tidak percaya, tapi setelah melihat kekuatan pedangnya, maka dia akan langsung percaya bahwa memang Aji mewarisi kekuatan dari Tiga Legenda.
Selain itu, mereka juga saat menjelajahi hutan, mereka melihat mayat-mayat dari beberapa perguruan bela diri dan memang ada bekas kegelapan dalam tubuh mereka. Itu bisa jadi penyerapan dari pasukan kegelapan. Namun, apakah memang ada penyerapan dari Blood Supreme, mereka belum memastikannya.
”Lalu..., bagaimana kita akan mencegah ini semua?” tanya ketua Gonan sambil melihat pada ketua Yarko.
”Sepertinya..., kita harus memperingati mereka semua, mereka harus keluar dari hutan Tulisma ini. Untuk urusan Bunga Bulan, sebaiknya mereka mempercayakan hal itu pada pasukan pertahanan dan Pasukan Langit,” ketua Yarko menambahkan ide tersebut.
”Saya setuju ketua Yarko,” Barsha pun mengangguk.
Pagi itu, Pasukan Langit dan juga pasukan pertahanan membuat tim untuk berpencar dan membagi tugas. Mereka akan menginformasikan hal pada setiap perguruan bela diri yang sudah masuk ke hutan Tulisma. Mereka harus mengetahui bahwa pasukan kegelapan mengincar mereka semua, dan akan menjadikan mereka tumbal.
Pasukan langit kembali membagi kelompok seperti semula, tiga kelompok. Pasukan pertahanan membagi menjadi 4 kelompok besar dan mengambil sisi yang berbeda. Mereka bertugas dengan cepat sambil menyisir setiap arah yang mereka tuju.
Mereka semua segera memberitahu setiap perguruan bela diri yang mereka temui, meskipun mereka juga sudah melihat pembantaian di mana-mana. Para pasukan kegelapan bergerak lebih cepat, jika demikian maka salah satu yang harus dilakukan oleh kakek Jinho adalah melepaskan artefak peringatan.
Benar, kakek Jinho melepaskan kekutan pemancar pesan dari kekuatannya. Dia meledakkan kekuatan energi elemental ke udara, dan itu suara yang menggelegar dari atas hutan dan semua orang di seluruh hutan dapat mendengarnya.
Suara itu adalah pesan untuk keluar dari hutan. Para pasukan pertahanan mendapatkan pesan tersebut dan juga para pendekar dari berbagai perguruan bela diri. Setiap perguruan yang sudah masuk ke hutan mendengar pesan itu bagi mereka yang masih hidup. Pesan penting itu membuat mereka ragu, untuk meneruskan penyelidikan mereka atau mundur dan keluar dari hutan.
Namun, ada juga yang mengira bahwa itu adalah peringatan jebakan agar mereka keluar dan juga mereka akan menguasai Bunga Bulan sendirian.
Tidak sedikit yang percaya pada pesan dari kakek Jinho tersebut. Mereka pun akhirnya banyak yang memutuskan keluar dari hutan Tulisma. Hanya saja, semua pasukan dari perguruan bela diri harus berhenti berharap keluar dari hutan.
Penghalang sebelum keluar hutan muncul dan itu seperti aray tingkat tinggi. Mereka tidak bisa keluar dari hutan Tulisma.
Para pendekar dari perguruan bela diri yang berniat keluar dari hutan, bahkan sudah mengeluarkan kekuatan energi mereka untuk memecah penghalang itu. Sayangnya, penghalang itu bahkan tidak tergores sedikitpun.
Aji dan kelompoknya merasakan hal itu, tentu saja semua kelompok yang berpencar pasti merasakan adanya energi penghalang yang kuat yang sudah menutupi seluruh hutan Tulisma. Ini artinya, benar kata kakek Jinho bahwa hutan ini adalah tempat untuk mengumpulkan energi yang besar sebagai nutrisi dari Lord Demon.
”Semuanya, bersiaplah menghadapi kekuatan kegelapan dan Lima Gerbang!”
Aji merasakan bahwa ada kekuatan yang mendekat kearahnya, itu kekuatan yang besar dan dalam jumlah yang cukup banyak. Namun, itu juga merupakan pertarungan yang tidak seimbang di depan mereka.
Para murid perguruan bela diri yang masih bertahan di sekitar mereka sudah dihabisi dengan cepat.
”Mereka menuju kemari! Ada salah satu dari Lima Gerbang di antara mereka!” Aji merasakan energi besar, itu adalah energi yang tidak mungkin dimiliki oleh pasukan kegelapan biasa. Gayatri bahkan terlihat langsung bersiap, karena dia juga merasakan energi yang pekat sedang mendekati mereka.
Alicia mengirim sinyal komunikasi agar bantuan datang di sekitar mereka yang jaraknya dekat. Dia mendapatkan sinyal dari salah satu kelompok pasukan pertahanan yang masih dekat dengan mereka.
”Pasukan pertahanan akan segera datang!” kata Alicia.
Tujuh Pasukan Langit bersiap dan mengeluarkan senjata mereka. Tepat di depan mereka, pasukan kegelapan dari dahan-dahan pohon memenuhi pandangan mereka. Jumlahnya sangat banyak, dan salah satu dari mereka tersenyum dan terbang di udara memimpin kelompok tersebut. Ada percikan darah pada senjata mereka, artinya mereka baru saja menyelesaikan orang-orang dari kelompok perguruan bela diri tertentu.
”Katakan! Kalian dari perguruan bela diri mana? Hal ini agar aku bisa mendata kalian dengan lebih mudah!”
Itu adalah suara seorang lelaki yang dipenuhi energi gelap, senjatanya dua pedang di tangan kanan dan kirinya yang mengeluarkan energi kegelapan. Dia juga memberi kode pada pasukan kegelapannya, dan mereka semua mengepung tujuh anggota Pasukan Langit.
”Katakan dulu, siapa dirimu!” Alicia memberanikan diri bertanya lebih dulu, sambil mengarahkan pedangnya kearah pemimpin dari pasukan kegelapan itu.
”Ha... ha... ha...” tawanya menggelegar, ”Kalian tidak takut pada kami? Sungguh para pemuda yang berani. Jumlah kalian hanya tujuh orang, aku berharap kalian memiliki kekuatan yang cukup dapat menghiburku! Ha.. ha.. ha...”
”Denta!” suara Aji terdengar sangat tenang dan dia maju melewati Alicia dan juga yang lainnya. Saat menyebut Denta, semua teman-temannya baru menyadari bahwa Denta yang dipanggil oleh Aji, benar-benar salah satu dari Lima Gerbang yang tidak terkalahkan? Jika itu benar, maka pelatihan mereka hari ini harus diperlihatkan habis-habisan. Pasukan kegelapan yang mengepung mereka bahkan terlihat jumlahnya lebih dari seratusan pasukan.
Di sisi pasukan kegelapan, orang yang dipanggil Denta itu kaget dan matanya melotot. Bagaimana seorang pemuda biasa sepertinya langsung mengetahui bahwa dirinya adalah Denta, salah satu dari Lima Gerbang?
”Siapa kamu Pemuda! Kamu hebat bisa mengenaliku yang bahkan tidak pernah menunjukkan diriku, kecuali siapa yang tahu siapa aku pasti sudah mati menjadi mayat!” Denta terlihat cukup penasaran dan marah.
Aji tersenyum, ”Ingatlah namaku, aku adalah Aji yang akan menjadi malaikat pencabut nyawamu!”
Wajah Denta memerah, ”Kurang Ajar! Serang mereka dan habisi semuanya!”
Pasukan kegelapan menghambur seperti ratusan anak panah dan melompat menerjang. Aji pun mengambil tongkatnya dan bersiap, enam orang di belakangnya juga bersiap. Mereka tidak takut sama sekali, mundur atau maju mereka semua bakal bertemu dengan pasukan kegelapan.
Latihan yang sudah mereka jalani dan penyerapan kekuatan dari Heart Dragon, membuat hati mereka semakin kuat bersiap dan tak tergoyahkan.
Woosshhhhh!
Braaaakkkk!
Ada segerombolan pasukan kegelapan dipenuhi energi gelap maju kearah Aji. Dan sabetan tongkat Aji menghempaskan mereka, dan ada yang membentur pohon dan pohon itu pecah dan meledak.
Berapapun pasukan kegelapan yang mencoba menyerang Aji, gerakan tongkatnya jauh lebih cepat dan menghempaskan mereka dengan kecepatan memutar tongkatnya. Aji menghindari serangan dengan cepat dan membalasnya lebih cepat lagi.
Dari atas, Denta melihat bahwa tujuh orang itu pasti bukan pendekar biasa, karena mampu mengimbangi dengan baik pasukan kegelapan yang menyerang mereka. Mereka selama beberapa hari ini sudah membunuh para pendekar dari perguruan bela diri dengan sangat mudah. Namun, kali ini dia harus melongo karena kekuatan tujuh orang itu sangat luar biasa.
Tidak hanya Aji, enam orang lainnya juga memiliki kekuatan yang besar dan mereka tidak lelah sama sekali. Mereka mampu menyerap energi dengan cepat, dan dapat menstabilkan kekuatan mereka dengan baik.
Siapa mereka sebenarnya?
Pasukan kegelapan bahkan sudah menggunakan Demon Transform, tapi mereka tetap saja tidak bisa membuat para pendekar itu terluka. Denta semakin penasaran dan juga merasakan sensasi bahwa dia akan menikmati pertarungan kali ini.
Saat pasukan kegelapan sudah mengubah diri mereka dengan kekuatan berlipat ganda dengan Demon Transform, mereka mulai seimbang dengan para Pasukan Langit. Di belakang Denta, tiga orang kepercayaannya masih menunggu perintah.
”Tuan Denta! Apakah tiba giliran kami untuk maju?” itu adalah Saga yang menjadi salah satu dari kepercayaan Denta.
”Baiklah, kalian maju sekarang!”
Saga, Drisin dan Junta. Mereka bertiga adalah rekan dari Jasum dan Mora yang sudah dihabisi oleh Pasukan Langit. Ketiganya adalah orang kepercayaan dari Denta saat ini, mereka bertiga langsung mengeluarkan kekuatan kegelapan mereka dengan mengubah diri menjadi Demon Transform, karena melihat para bawahan yang kesulitan memberikan serangan pada 7 pemuda di bawah mereka tersebut.
Blaaaaarrrrr!
Serangan energi kegelapan membuat bumi bergetar, dan tujuh orang Pasukan Langit itu menghindari serangan itu. Mereka harus hati-hati, tiga orang yang baru datang itu sepertinya memiliki kekuatan yang besar dibanding pasukan kegelapan yang lainnya.
Tiga orang itu; Saga, Drisin dan Junta sudah mengubah dirinya dan memiliki perubahan dengan tanduk dan sisik yang menyala. Mereka menerjang masuk ke pertempuran. Namun...
Woosssshhhhhh!
Seorang dari para pendekar itu membuat mereka kaget karena dia melewati tiga orang itu, tanpa mereka sadari dan pemuda itu adalah yang mengaku dirinya sebagai Aji, sudah berada di depan Denta dan berhadapan satu lawan satu dengan tuan mereka, Denta. Mereka hanya berjarak sekitar lima meter.
Bagaimana bisa pemuda itu melewati mereka, bahkan mereka tak bisa mencegahnya sama sekali mendekati tuan mereka?
”Takdirmu sudah dekat wahai salah satu dari Lima Gerbang. Kamu akan menyusul Gultron sahabatmu!”
Mata Denta mendelik mendengar kata-kata pemuda kekar di depannya itu, Gultron? Artinya..