Pasukan Langit
Serangan Paman Toda
Mata Toda melotot tajam, kata tetua Drakos saat itu dan juga pasukan kegelapan. Yomura tidak akan pernah bangun dan bahkan akan menjadi mayat hidup selamanya. Oleh karena itulah, dia hari ini khawatir dan langsung merangsek rumah Yomura, karena mendengar bahwa Nagada datang bersama beberapa orang Pasukan Langit.
Itulah sebabnya, untuk membuat Nagada tunduk dia membawa lima orang penasehat yang sudah berada dalam jangkauannya. Namun, begitu melihat Raja Yomura keluar dari pintu kediamannya, semua bisa menjadi berantakan.
Apalagi, Toda khawatir jika Yomura ingat bagaimana kejadian sebelum Yomura tak sadarkan diri. Dia datang beserta Drakos dan itu adalah tanda bahwa Toda sudah mengikuti rencana Drakos. Kini, Drakos sudah dikabarkan meninggal oleh Pasukan Langit. Oleh sebab itu, Toda langsung datang begitu Pasukan Langit datang bersama Nagada.
Apa yang ditakutkan oleh Toda benar-benar terjadi.
”Sudah cukup jalan hitammu itu Toda!” Yomura berjalan menuju ke depan, di dekat para Pasukan Langit yang datang berjumlah tiga orang itu termasuk Nagada.
Toda kebingungan, semuanya hancur berantakan. Jika dia menyerah sekarang penjara pasti menantinya, tapi dia menemukan bahwa kakaknya itu Yomura baru saja sadar. Tentu saja kekuatannya belum pulih sempurna.
Ini adalah keputusan yang harus diambilnya. Dia harus bisa membunuh kakaknya itu sekarang juga, dan juga menghapus tiga anggota Pasukan Langit. Dia pasti bisa. Apalagi, dia sudah menyerap kekuatan dari cairan kegelapan yang dia serap.
”Tidak ada jalan kembali lagi Kakak! Hari ini, aku atau dirimu yang akan meneruskan tahta Hanusan!” kekuatan energi Toda meluap dan melingkupi tubuhnya. Kabut tipis energi mulai disiapkan oleh Toda, siap untuk menyerang.
Melihat hal itu, tiga anggota Pasukan Langit pun bersiap menghadapi serangan dari para prajurit dari Toda.
”Penasehat! Kita harus menyingkirkan pengganggu! Para prajurit tangkap mereka hidup-hidup, jika melawan maka bunuh saja!” Toda mencabut pedangnya.
Toda mengarahkan pedangnya dan memberi instruksi pada pasukannya untuk maju melawan. Puluhan prajurit itu pun maju, mereka adalah para prajurit pilihan dari kerajaan Toda yang sudah dikondisikan menjadi bawahannya.
Nagada mengkhawatirkan ayahnya, apakah dia sudah pulih atau belum. Dia pun maju untuk melindungi ayahnya.
”Maju! Mereka adalah para Mondu!” Nagada menerjang. Dia mencabut pedang bertahtakan ukiran di gagangnya ada gambar kepala naga. Sanjo dan Yara juga bersiap, Sanjo dengan dua trisula di kedua tangannya. Itulah senjata yang diupgrade saat di perguruan Bangau Emas. Yara memakai pedang kecil dan panjang, sesuai dengan tubuhnya yang ramping.
Mereka bertiga mengeluarkan energi mereka, circle dari energi alam sudah mereka kuasai dengan rank masing-masing. Mereka menyerap energi alam dalam diri mereka, dan menyatu dengan energi internal mereka.
”Maju!” teriakan Toda membuat para prajurit segera menyerbu maju. Sanjo melompat dan berputar dengan kedua trisulanya. Energi di sekitarnya membuat angin mendesau dan saat dia turun senjata beberapa prajurit Toda hancur berkeping-keping. Tombak mereka patah pada areal kayunya. Serangan Sanjo cepat dan dia kembali memutar dan kakinya menendang kesana kemari, hingga melewati delapan prajurit dan membuat tendangannya mengenai mereka bergantian.
Beberapa prajurit masih maju dan dengan cepat, Nagada mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dengan cepat. Kilatan energi pedang seperti ratusan saling bersilangan dan Nagada meliwati beberapa prajurit, mereka semua terkena sabetan pedangnya dan berjatuhan.
Dari belakang, Toda menyadari bahwa memang benar kekuatan dari Pasukan Langit sesuai dengan namanya. Mereka adalan anak-anak muda berbakat. Namun, prajurit yang maju sebelumnya hanyalah prajurit garis depan.
Masih ada beberapa prajurit yang memiliki kemampuan tempur tinggi, mereka pun disuruh Toda untuk maju saat itu juga. Para penasehat pun adalah sosok-sosok yang memiliki kemampuan tinggi dalam kekuatan bela diri.
Mereka sudah bersumpah setiap pada Toda.
Kelima Penasehat maju dengan senjata masing-masing. Nagada menghadang mereka, Sanjo dan Yara juga berhadapan dengan prajurit tingkat satu milik Toda. Pelatihan neraka yang mereka lalui bersama pejuang Jiro sudah sangat bagus. Jika saja mereka bertemu dengan musuh-musuh kuat seperti ini sebelum dilatih pejuang Jiro. Mereka bisa kalah saat ini juga.
Nagada melawan lima penasehat di pihak Toda, tiga penasehat lainnya pasti belum mengetahui kabar ini dan mereka pasti masih di kediamannya. Tidak ada waktu untuk memanggil dan meminta bantuan mereka meskipun mereka di pihaknya.
Kali ini, kekuatan mereka adalah jalan untuk bisa menyelamatkan kerajaan.
Sanjo dan Yara berhadapan punggung, karena mereka menghadapi sekitar dua puluh orang dengan titel prajurit utama milik Toda.
Kali ini, mereka kalah jumlah, mereka terpojok. Apalagi, Nagada paham bahwa kekuatan pamannya Toda seimbang dengan kekuatan ayahnya. Jika melawan Toda saja mungkin masih ada peluang, kali ini lima penasehat dan prajurit utama berada di pihak Toda.
Tidak ada jalan untuk menyerah.
”Sanjo! Yara! Terima kasih karena sudah berjuang bersamaku sebagai anggota Pasukan Langit! Aku bisa bangga sebagai bagian dari kalian!”
Nagada berteriak sambil mengatur posisi yang tepat bagi pedangnya, dan bersiap jika lima penasehat menyerangnya dari segala sisi.
Sanjo dan Yara pun tersenyum sambil dikepung oleh pasukan utama level satu di pihak Toda. Mereka juga bangga sudah menjadi bagian dari Prajurit Langit. Mereka tak akan menyerah hingga akhir sebagai Pasukan Langit. Menciptakan dunia yang bersih dari kejahatan Mondu dan pasukan Lord Demon.
Itulah mimpi indah bagi Prajurit Langit dan sumpah mereka. Ini adalah impian mereka.
”Tidak usah banyak bicara Pangeran Berisik!” kata Sanjo, ”Kita akan menang! Kita sudah dilatih seperti neraka oleh pejuang Jiro! Jangan katakan omong kosong! Selesaikan saja mereka semua, dan biarkan yang di sini menjadi urusan kami. Benar kan Yara?”
Sanjo menengok sedikit ke arah belakang.
”Berisik!” jawab Yara, ”Hajar saja mereka dan baru kamu bicara!”
Mereka bertiga tersenyum, pelatihan neraka, latihan yang membuat mereka merasakan mati sebelum mati bersama dan dilatih oleh pejuang Jiro. Mereka telah mengalami latihan seolah mereka kini menjadi satu jiwa, sebagai Pasukan Langit dan memegang satu sumpah untuk memusnahkan semua kekuatan dari Lord Demon.
Mereka tersenyum dalam pandangan mereka masing-masing. Memiliki teman sebagai perjuangan bersama dan tujuan yang sama, adalah semangat tersendiri bagi mereka untuk maju dan tak menyerah pada siapapun musuh mereka.
Sedetik kemudian, benturan energi terjadi dan perang tak bisa lagi dihindari.
Teriakan marah dari Toda terdengar dan saat itu lima penasehat langsung menyerbu dari segela sudut celah Nagada. Pedangnya seperti bayangan yang menangkis lima serangan dari para penasehat. Dari kanan, kiri, atas, samping. Semua sisi digunakan oleh lima penasehat dan melihat celah.
Nagada menajamkan matanya, circle dibuka, dia menyerap energi alam untuk mendorong kemampuannya agar lebih cepat dan lebih tajam daya sensitifnya terhadap serangan musuh. Mereka semua, lima penasehat itu sudah tua gerakan mereka seperti melambat saja. Itu semua disadari oleh Nagada karena pelatihan yang sudah dilakukannya.
Kecepatan Nagada bertambah cepat, dan seolah musuhnya melambat. Dia dapat menghalau setiap serangan dengan mudah, tapi tetap saja satu musuh lima juga merupakan tantangan tersendiri. Dia tak boleh membuat celah karena setiap celah berbahaya baginya, setiap menghalau serangan dia harus segera melihat serangan lainnya dengan cepat.
Klang!
Klang!
Trang!
Celah terbuka dan sebuah serangan mengenai perut kiri dari Nagada. Namun, Nagada sudah menyelimutinya dengan energi defensif. Nagada terpental ke kiri dan kedua kakinya segera berpijak dan dia melesat maju kembali.