Pasukan Langit
Adu Tanding dengan Penasehat Alex
”Saya akan selalu siap bersama anda untuk melawan pasukan kegelapan Tuan Penasehat. Itu adalah janji saya sejak kecil, sehingga saya berlatih tiap hari untuk menepatinya.”
Benar saja, menjadi salah satu pasukan khusus di Pasukan Langit adalah sangat sulit. Nora, pemuda itu pasti sudah berlatih dengan sangat tekun dengan pedang besarnya itu. Janjinya itu, saat-saat dimana Alex bersemangat menumpas kejahatan dan kekuatan gelap.
Waktu lama berlalu, Alex sendiri bingung dengan langkahnya ke depan sekarang. Tekanan yang didapatkannya hanya dia sendiri yang menanggungnya. Alex seperti menyimpan kesedihan yang dalam.
”Bagus Nora, lanjutkan perjuanganmu. Kamu sangat dibutuhkan untuk menghentikan pasukan kegelapan menguasai dunia,” Alex pun bahagia karena tekadnya dulu masih diwarisi oleh generasi muda. Dia menganggukkan kepalanya pada Nora.
Nora pun tersenyum, ”Apapun yang terjadi, saya akan memenuhi janji itu Tuan Penasehat. Aku akan melawan pasukan kegelapan apapun yang terjadi!”
”Ingatlah satu hal Nora,” meskipun sudah lupa wajah kecil Nora, tapi penasehat Alex sepertinya hendak menyampaikan sebuah pesan penting, ”Ingatlah, jika nanti kamu berhadapan dengan siapapun yang berada di pihak Lord Demon. Maka, kamu harus melawannya! Tidak peduli apakah itu seorang petinggi sekalipun, atau misalnya Dasatama sekalipun. Kamu harus berani melawannya!”
Ada penekanan dalam nada bicara penasehat Alex, seolah dia menduga bahwa hal itu akan terjadi di masa depan. Di mana, perang besar yang terjadi bahkan menjadi perang saudara antara sesama pendekar kebenaran. Apakah itu hal yang ingin disampaikan oleh penasehat Alex?
”Saya tidak mengerti maksud tuan Penasehat, apakah...” Nora mencoba menguak misteri itu. Maksud dari perkataan penasehat Alex untuk bertarung, dan berada di pihak kebenaran apapun yang terjadi.
Penasehat Alex tersenyum, melihat semangat dari Nora dia teringat saat muda dulu betapa dulu dia begitu bersemangat berjuang hingga tak peduli apapun. Perjuangannya dan cita-citanya adalah membela kaum tertindas.
”Apakah kamu mau bertanding denganku Nora?” penasehat Alex bahkan seolah menutup celah Nora untuk bertanya hal yang rumit. Dia ingin pertemuan mereka itu diingat sebagai pertemuan yang baik saja. Alex mengarahkan pada tempat latihan anak-anak yang diajarinya bela diri.
Nora tak bisa menolak, ”Baiklah, penasehat Alex. Mohon bimbingannya,” Nora pun tak ingin lagi mempertanyakan hal soal lainnya. Kini, dia merasa tengah melakukan reuni dengan seorang yang teramat dikaguminya.
Penasehat Alex menuntun mereka bertiga ke arah tempat pelatihan anak-anak yang sedang berlatih bela diri. Barsha dan Aji mengikuti dari belakang, penasehat Alex dan Nora sudah terlihat akrab.
Mereka datang untuk menyelidiki lebih dalam. Apakah benar bahwa penasehat Alex terlibat dalam pasukan kegelapan? Dan, apakah dia adalah bagian dari Mondu? Mereka harus mengkonfirmasi kabar itu dengan bersikap biasa. Mereka menyelidiki, apakah melihat hal yang mencurigakan.
Mereka harus terus bersikap wajar dan biasa, seolah mereka sedang mengantarkan Nora yang ingin bertemu dengan idolanya. Sosok penasehat Benua, Alex. Ketua dan wakil ketua hadir untuk menghormati Nora dan juga penasehat Alex.
Mereka sampai di tempat pelatihan, anak-anak melihat penasenat Alex datang dan mereka segera memberi salam kepada para Pasukan Langit. Anak-anak itu terlihat sangat senang karena bisa bertemu langsung dengan pasukan yang menjadi pembicaraan di semua tempat, di seluruh benua ini. Mereka adalah harapan untuk melawan pasukan kegelapan.
Beberapa saat mereka terlibat pembicaraan dan ada anak-anak yang bahkan ingin beradu tanding dengan anggota Pasukan Langit. Tentu saja, hal itu hanya sekedar perasaan penasaran mereka. Namun, penasehat Alex meminta mereka untuk menonton dulu duel latihan dirinya dengan Nora.
Penasehat Alex menjelaskan pada anak-anak didiknya itu bahwa, Nora adalah salah satu pendekar yang dulu pernah menjadi murid Alex ketika dia kecil. Kali ini, penasehat Alex ingin beradu tanding dengan Nora dan para anak-anak didik itu diminta untuk melihatnya.
Anak-anak yang berlatih bela diri dengan penasehat Alex itu pun sangat gembira. Jarang mereka melihat latihan tanding antara dua pendekar kuat.
Penasehat Alex pun bersiap, dia mengambil sebuah pedang dan bersiap. Anak-anak duduk dengan tenang berkeliling. Jumlah mereka ada sekitar 40 anak, ada dua tempat yang digunakan oleh Aji dan Barsha untuk duduk juga di antara mereka.
Keduanya, penasehat Alex dan Nora bersiap ke dua sisi dan mereka saling menatap. Mereka mengambil kuda-kuda. Pedang sudah dipegang oleh penasehat Alex, begitupun Alex yang mengangkat pedang besarnya.
Para murid didikan dari penasehat Alex, bahkan sampai bersorak begitu Nora mengangkat pedang besarnya. Pedang sebesar itu tentu sangat keren, mereka kagum bahwa Nora bisa menggunakan pedang sebesar itu dengan baik.
”Majulah duluan Nora!” ucap Alex sambil memajukan ujung pedangnya ke depan.
Nora bersiap, dia harus bisa menunjukkan bahwa dia sudah bekerja keras sepanjang waktu. Kali ini, dia tidak boleh mengecewakan penasehat Alex, karena harapan besarnya untuk Nora dari kecil dibiayai masuk perguruan bela diri.
Nora menerjang dengan pedang besar yang terangkat ke atas, dia menyelimuti tubuh dan pedangnya dengan energi yang besar. Dia mengatur ritme napas dan pengendalian pedang besarnya dengan seksama, agar tidak memberikan celah untuk bisa diserang musuh.
Pedang bertemu pedang, gerakan Nora juga cepat. Latihan dengan pejuang Jiro memperhalus gerakannya, sehingga gerakannya bisa lebih efektif meskipun dengan pedang yang berat dan besar. Nora memang dari awal selalu berlatih dengan pedang besar, sejak kecil dia memang melatih pedang besar sehingga baginya pedang besar tidak masalah dalam genggamannya.
Saat pedang beradu, Nora mendesak dengan kekuatan besar yang selama ini sudah dilatih dan dikumpulkan. Sekalian, Nora ingin mengetahui dengan kekuatan maksimalnya, apakah ada kekuatan hitam yang akan dikeluarkan oleh penasehat Alex? Hal itu akan membuat mereka mempunyai bukti lain. Namun, jika tidak bisa dipastikan berita dari Nasura itu hanya bohong belaka.
Klang! Booooommmm!
Setelah pedang bertemu pedang, Nora menghempaskan kekuatan besarnya dengan memutar tubuhnya sembari mengayunkan pedangnya ke bawah. Sesaat sebelum mengenai tubuh penasehat Alex, dia menghilang dan pedang besar Nora menghantam tanah. Ledakan debu terjadi dan membuat pandangan sedikit silau.
Alex melihat celah, dia mendorong pedangnya menuju Nora yang pedangnya masih ke arah bawah. Nora sigap dan dia mengetahui hal itu. Dia menendang gagang pedangnya, agar kedua tangannya mudah mengangkat pedangnya kembali dengan cepat.
Tendangan itu membantu Nora mempercepat proses menangkis serangan dari penasehat Alex. Pedang pun terangkat cepat dan pedang penasehat Alex dapat ditahan oleh Nora. Tekanan dari Alex cukup kuat sehingga membuat Nora sedikit kewalahan dan mundur ke belakang.
Nora dapat mengendalikan kekuatannya dengan baik, dia menghantamkan kakinya ke tanah di belakangnya sehingga dia tidak terpental. Saat itu, dia segera mendorong dan menyelimuti pedang besarnya agar bisa bertahan dari serangan kuat penasehat Alex.
”Bertahanlah sekuat tenagamu, Nora!”
Sambil berteriak, kekuatan dari penasehat Alex tiba-tiba meledak. Tekanan yang diberikannya kepada Nora juga bertambah berkali lipat. Nora pun merasakan ketahanan defensenya perlahan mengendur.
Apakah ini adalah kekuatan kegelapan?