Padang Sajadah

Memenuhi Cinta

Sehabis shalat berjamaah bersama, kami bertiga duduk melingkar. Mereka mempersilakanku memberikan tausiah atau nasehat. Tadi malam telah kupersiapkan materinya dari buku yang diberikan bu Nisa, buku ‘Jalan ke Surga’ sebelum tidur.

Allah. Lihatlah wajah Ratih yang teramat cantik dengan balutan jilbabnya dan tentu saja Rini yang tersenyum menatapku, menunggu nasehatku. kuasaMu yang membuat kami bertiga mendapatkan naunganMu dengan jilbab kami. Mereka teramat bahagia, tampak dari raut wajah mereka. Allah, pantaskah aku mengajarkan ilmu, sedang ilmuku belum seberapa, aku juga masih belajar ya Allah. Tapi, ilmu harus disampaikan walau satu ayat.

“Allah SWT berfirman dalam Hadits Qudsi, ‘Aku telah mempersiapkan surga bagi hamba-hambaKu yang shalih apa yang mata belum  melihat, telinga belum mendengar dan tidak terdetik (terbesit) dalam hati manusia.’ (HR. Bukhari dan Muslim). Allah ‘Azza wa Jalla hanya menyediakan surgaNya dan melihat wajahNya kelak di akhirat kepada orang yang lelaki dan perempuan yang shalih dan shalihah. Maka, kita harus berupaya menjadi wanita yang shalihah.

Setiap orang baik laki-laki dan perempuan yang berada di dunia pasti ingin bahagia. Semua yang dilakukan manusia adalah untuk mencari kebahagiaan. Ketika mencintai maka sebenarnya tujuannya adalah apa yang dihasilkan cinta itu, ketika mencari uang maka sebenarnya yang diharapkan adalah manfaat dari uang tersebut bukan uangnya. Ketika seorang naik haji, ia tidak pergi kecuali ingin menemukan kebahagiaan di hatinya, untuk menikah juga, maka itulah manfaat uang yang diharapkan.

Namun, mari kita renungkan. Di dunia ini tidak ada kebahagiaan yang sempurna. Mengapa? Allah ‘Azza wa Jalla tidak menjadikan kebahagiaan di dunia ini sempurna. Sehingga, kita akan menemukan kebahagiaan di dunia selalu terdapat cacat padanya. Bukannya begitu?

Sebagai contohnya adalah ketika kita lapar, kita makan makanan yang lezat. Namun, setelah makan begitu banyak ternyata perut kita sakit, mulas sehingga selera makan kita berkurang bahkan menghilang, dan akhirnya kita tak menemukan kebahagiaan yang sempurna disana. Sama ketika kita berekreasi menikmati keindahan alam, tiba-tiba kita kecapaian dan kepayahan, lalu tidur karena badan yang lelah.

Sekali lagi, kita tidak akan menemukan kebahagiaan di dunia dari awal hingga akhir kita kelak, kecuali ada cacatnya. Karena dunia itu tidak akan bertahan lama. Intinya, setiap kelezatan di dalamnya akan sirna. Allah berfirman,

‘Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) itu sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.’ (QS. Ar-Ruum : 54).

Hari ini kita muda dan kuat. Tapi, tiga puluh tahun lagi kita akan menjadi tua dan keriput serta beruban dan tentu kita akan lemah. Menikmati makanan dengan susah, dan tidak enak seperti kala kita sekarang. Maka, kita jangan tertipu dengan usia  yang masih muda, jangan tertipu dengan kekuatan, serta materi yang kita miliki saat ini.

Lalu, dimana kita bisa menemukan kebahagiaan sebenarnya?

Tiada kebahagiaan sejati kecuali di surga. Kebahagiaan yang sempurna, kenikmatan hakiki, dan puncak kesenangan tidak ada di dunia, tetapi ada disana. Sangat merugi orang yang mencari kesenangan dunia semata, karena usianya di dunia hanyalah seperti kapas yang terbang dari pohon lalu jatuh ke bumi, seperti buah kelapa yang jatuh dari pohonnya. Sangat singkat.

Banyak pemuda saat ini yang menginginkan surga, namun perilakunya sebenarnya menuju ke neraka dengan terpancing dalam hidup gemerlap, dia terlalu menikmati dunia, menikmati kekasih semu yang hanya memuaskan nafsu, menggunakan uangnya untuk berfoya-foya. Ingatlah hidup kita hanya sementara,” airmataku menetes, aku belum kuat menjelaskannya.

Aku berhenti, aku mengusap airmataku. Kulihat Rini juga mengusap airmatanya dengan sapu tangannya. Ratih telah banjir dengan airmata.

“Teruskan saudariku, teruskan,” Rini mendongakkan wajahnya padaku, “Aku ingin menjadi wanita yang shalihah, kumohon teruskanlah.”

Seolah mendapat kekuatan, bibirku mulai bergerak kembali.

“Hati kita harus jernih, kita harus peka terhadap godaan syetan yang terus melambai-lambai dan mengajak kepada kemaksiatan. Bagaimanakah kita rela hanya demi umur 60-70 tahun di dunia dan melalaikan akhirat yang selama-lamanya? Kita korbankan kebahagiaan yang sejati hanya dengan kebahagiaan singkat di dunia? Ingatlah, Allah ‘Azza wa Jalla telah mempersiapkan surga bagi hambaNya  yang shalih.

Di dalam surga, ada empat hal yang sudah cukup bagi kita sebagai penyemangat untuk taat padaNya. Pertama, Kesehatan di surga abadi, tanpa pernah sakit selamanya. Yang kedua, kehidupan disana abadi, dan tak akan pernah mati selamanya. Ketiga, kemudaan dan selalu kuat, tidak akan pernah tua sama sekali. Kita akan tetap dalam usia muda jika kita bisa memasukinya. Yang keempat, di surga akan bersenang-senang selamanya tanpa merasa khawatir akan kehilangan kesenagan tersebut.

Itulah kenikmatan surga. Pantaskah kita memasukinya dengan perbendaharaan dosa yang menumpuk melebihi gunung? Selalu ada harapan saudariku, jika kita mohon ampun padaNya, setiap keburukan dan dosa yang telah kita kerjakan akan digantiNya dengan kebaikan-kebaikan.

Anugerah tertinggi di dalam surga, anugerah terindah dan termulia itu adalah melihat wajah Allah ‘Azza wa Jalla. Wajah Mahaindah yang kita sembah dengan khusyuk di dunia ini. 

Nabi saw bersabda, ‘Sesungguhnya, penduduk surga ketika memasukinya, mereka akan tinggal di dalamnya dengan amal-amal mereka. Kemudian mereka dipanggil ketika waktu seukuran waktu adzan shalat jumat ketika di dunia, sehingga mereka pun mengunjungi Tuhan mereka. Lalu Arsy-Nya ditampakkan pada mereka, yang tampak berada di taman dari taman-taman surga, mereka diberikan mimbar-mimbar dari berlian, mimbar-mimbar dari zamrud, dari emas, dari perak, dan ada yang duduk (di lantai) yang beralaskan kerikil (dari) kesturi dan bebatuan wangi. Mereka melihat yang duduk di atas kursi lebih baik tempat duduknya dari mereka.

Abu Hurairah ra. bertanya, ‘Wahai Rasul, apakah kami akan melihat Tuhan kami?’. Beliau menjawab, ‘Ya, apakah kalian kesulitan melihat matahari dan bulan pada saat purnama?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Beliau berkata, ‘Demikianlah, kalian juga tidak akan kesulitan melihat Tuhan kalian. Dan tidaklah tertinggal seorang pun di tempat itu kecuali Allah akan bicara padanya, hingga Dia (Allah) bertanya pada seorang diantara mereka, ‘Wahai Fulan bin Fulan, apakah kau ingat ketika kau berkata ini dan itu?’ hamba itu mengemukakan udzurnya di dunia lalu berkata, ‘Wahai Tuhanku, bukankah Kau sudah mengampuniku?’ Allah menjawab, ‘Ya, bahkan dengan ampunanKu, kau bisa sampai pada tempatmu sekarang.’

Tatkala mereka dalam keadaan seperti itu, awan menaungi mereka di atas mereka, dan Allah menyebarkan wewangian pada mereka, yang mereka belum pernah menemukan bau wangi seperti itu. Lalu Allah barkata, ‘Bangunlah kalian menuju tempat yang sudah Kusiapkan pada kalian dari kemuliaan, dan ambillah apa yang kalian inginkan.’

Lalu kami datang ke sebuah pasar yang dikelilingi malaikat. Di dalamnya (apa) yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terdetik dalam hati. Lalu dibawa pada kami apa yang kami inginkan. Di dalamnya tidak ada jual beli. Di pasar itu penduduk bumi sebagian mereka bertemu dengan sebagian yang lain, yang berkedudukan lebih tinggi menerima orang yang berkedudukan di bawahnya dan yang mereka di tempat rendah, sehingga pakaian mereka yang begitu mewah itu membuatnya kagum...’

Suhaib ra. meriwayatkan bahwa Nabi saw membaca ayat, Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala  yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yuunus : 26).

Lalu, Beliau saw berkata, ‘Jika penghuni surga telah memasuki surga dan penghuni neraka telah memasuki neraka, maka ada penyeru yang menyeru, “Wahai penghuni surga, kalian memiliki janji dari Allah, Dia menginginkan kalian menyelesaikannya.” Mereka bertanya keheranan, ‘Apa itu? bukankah Dia telah memberatkan timbangan kami, memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke surga, dan menarik kami dari neraka?’

Beliau saw berkata, ‘Maka dibukalah tirai dan mereka melihatNya.’ Lalu beliau berkata, ‘Maka, Demi Allah, tiadalah Dia memberi mereka yang lebih mereka sukai dan tiada yang lebih menyejukkan mata mereka dari melihatNya.’ (HR. muslim, Imam Ahmad dan At-Turmudzi).

Oleh karena itu, Rasulullah saw selalu berdoa

‘Ya Allah, aku meminta padaMu kelezatan melihat wajahMu dan rindu untuk bertemu denganMu.’ (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i).

Dan surga itu hanyalah untuk orang-orang yang bebas dari maksiat!”

“Apa?” Rini dan Ratih berbarengan agak keras.

“Tidak,” Rini benar-benar sempurna menangis, airmatanya tumpah, “Kalau begitu, kita akan masuk neraka. Tuhan, ampuni hambaMu ini ya Allah.”

“Benarkah itu Salwa?” airmata Ratih juga berguguran.

Aku menepuk kedua pundak sahabatku dengan kedua tanganku, “Dengarlah penjelasanku dulu, kita masih mempunyai banyak kesempatan.”

Mereka mulai tenang, aku mengucap bismillah kembali.

“Harus dipahami, surga itu diciptakan Allah bagi mereka yang benar-benar bersih, di hati penghuni surga tidak ada perasaan dendam dan dengki pada orang lain, juga kebiasaan menggunjing orang lain, atau berinteraksi dengan kasar pada manusia. Setiap penghuni surga harus benar-benar suci dari dosa-dosa.

Allah berfirman, ‘... Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.’ (QS. Az - Zumar : 73). Artinya kalian disucikan dari setiap dosa, maka jika kita belum baik, tentunya kita tidak akan masuk ke dalam surga.

Allah juga berfirman, ‘(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) : ‘Saalamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. An-Nahl : 32).

Syarat penghuni surga adalah, kita harus baik lagi suci, artinya suci dari dosa-dosa, sehingga tidak lagi memiliki dosa, meski sebiji dzarah pun.

Bagaiman itu dapat terjadi? Sementara kita semua berbuat dosa dan bermaksiat? Apakah ini berarti tidak ada yang akan masuk surga? Mungkin itu yang membuat pertanyaan yang terngiang di pikiran kita.

Tidak! bukan ini yang dimaksudkan, bahkan disana ada jutaan orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Surga hanya akan dihuni oleh yang benar-benar bersih dan suci. Maka, Allah menjadikan sebelas terminal penyucian dosa-dosa. Ia adalah media menyucikan diri untuk menghuni surga; empat di dunia, tiga di kubur dan empat di akhirat.

Sebelas jalan terminal penyucian dosa. Kalau sebelas jalan ini telah menyucikan kita, maka kita akan memasuki surga. Tetapi, jika masih tertinggal sebiji dzarahdosa, tentunya akan masuk neraka. Ini adalah alat ukur kita untuk masuk surga.

Terminal ini akan selesai di depan sirath, artinya ketika kita mulai melewatinya, maka kita mungkin telah suci hingga kita akan melewati sirath, atau kita tidak suci hingga terjatuh kembali.

Waspadalah dengan sirath ini, sebab sirath ini, seperti sabda Rasululah saw, ‘Lebih tipis dari rambut, dan lebih tajam dari pedang.’ Di tengah Jahannam! Ia adalah jembatan yang membentang di atas Jahannam. Jika kita melewati sirath, maka kita akan menemukan pintu surga di depan kita, dan Nabi saw akan memegang tangan kita, lalu ia akan mengajak memasuki istana-istana surga, karena kita telah menyelesaikan tahapan penyucian sebelum tiba di sirath. Jika kita belum suci, kita akan jatuh ke neraka.

Tahukah berapa lama ketika manusia yang jatuh dari sirath menuju neraka?

Suatu hari Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabat ra. ketika mereka mendengar suara gemuruh, lalu Nabi saw bertanya, “Apakah kalian tahu apa itu?”. Mereka menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.” Ia berkata, “Itu batu yang jatuh ke dasar neraka. Ia telah jatuh sejak tujuh puluh tahun, dan sekarang baru sampai di dasarnya. (HR. Muslim dan Imam Ahmad).

Manusia yang jatuh dari puncak menara eiffle, atau puncak gunung everest yang tertinggi di dunia, ia tetap tidak membutuhkan waktu yang lama, sekitar lima atau enam detik saja. Bayangkan, bagaimana orang yang jatuh selama tujuh puluh tahun lamanya? Seumur hidupnya. Ia jatuh, dan sebelum sampai di dasar neraka, ia melayang jatuh selama ia hidup.

Masyaallah! Hamba tak kuat membayangkannya ya Allah,” aku menutup kedua mataku, airmataku tumpah tak beraturan. Rini dan Ratih yang sesenggukan juga ikut memelukku. Allah, hatiku terasa sejuk. Allah, Kau berikan segalanya padaku. Kini, aku akan berusaha sekuat tenaga menjadi wanita shalihah, dan kuatkanlah kami semua ya Allah. Kuatkan Muslimah seluruh dunia yang mereka berusaha menjaga dirinya dari api neraka.

“Teruskan Salwa, kami ingin mendengarkannya,” Rini kembali menatapku, airmatanya masih menyembul.

“Dada kami terbakar iman, teruskanlah kembali,” Ratih mengusap airmatanya, mata itu benar-benar mengharap dengan ketulusan.

Bibirku kupaksakan bergerak kembali, merangkai setiap hal yang kubaca dalam buku yang diberikan bu Nisa tadi malam.

“Nabi saw bercerita tentang sirath, “Di antara mereka ada yang lewat dalam satu kedipan mata, ada yang lewat secepat kilat, ada yang lewat seperti angin, ada yang lewat dengan merangkak, ada yang lewat dengan berlari, ada yang bergantung pada sirath dan ditarik malaikat ke sirath, ada yang langsung jatuh dan ada yang disambar kalaaliib.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apakah kalaaliib itu? Ia adalah besi bengkok lagi tajam untuk mengambil ahli maksiat dan melemparkan mereka ke neraka. Siapa yang akan melewati sirath? Jangan kita merasa takut saudariku, siapa yang suci di terminal penyucian dosa, maka dia akan melewati sirath dengan satu kedipan mata, dan jika belum disucikan, maka ia akan jatuh ke dalam neraka.

Apa sajakah terminal penyucian dosa itu? Sebenarnya jika kita melewati ini dengan ketulusan dan kecintaan padaNya, tidak akan ada yang akan masuk ke neraka karena rahmat dan kemudahan dalam memasuki surga.

Empat terminal di dunia,

Pertama adalah taubat. Ya, taubat adalah terminal pertamanya dan inilah terminal paling penting. Mari kita lakukan dengan segera, karena dosa-dosa kita telah menggunung. Ini sangat lebih baik dan lebih mudah daripada kita berlari-lari atau merangkak di sirath, maka marilah bertaubat di dunia ini. Selama kesempatan itu masih Allah buka untuk kita.”

Kudengar lantunan istighfar dari kedua bibir Ratih dan Rini, aku mengikutinya dan melanjutkan penjelasanku.

“Yang kedua adalah istighfar. Ya, istighfar dari dosa yang juga banyak dan tidak kita ingat. Nabi saw beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali, lalu apa sebenarnya yang menghalangi kita untuk beristighfar 100 kali sehari? Beratkah? Mungkin hanya membutuhkan waktu setengah menit saja. Dan itu adalah terminal yang akan membebaskan diri kita dari neraka, dengan kehendak dan keridhaan Allah semata.

Terminal ketiga di dunia adalah melakukan kebaikan. Karena kebaikan menghapus kejelekan dan dosa. Mari ikuti setiap kejelekan dengan kebaikan. Wahai yang takut akan sirath, apa yang menghalangi jiwa untuk bertaubat dan melakukan kebaikan-kebaikan karenaNya.

Mari bersemangat untuk melakukan sebanyak mungkin kebaikan untukNya, dan jangan merasa malu atau hina ketika membersihkan penghalang yang merintangi jalan. Itu adalah terminal untuk memudahkan kita melewati sirath. Dan jangan malu mengatakan “Assalamu’alaikum” untuk mengganti kata “Halo”,  “Bye” atau “Hai”. Katakanlah “Assalamu’alaikum” dan ambillah kebaikannya.

Lakukan kebaikan semampu kita, dan inilah sebesar-besarnya media penyucian dari dosa-dosa yang kita sengaja atau tidak kita sengaja. Maka mengapa kita tidak bersegera untuk bersedekah dan berdzikir setiap hari dan setiap detiknya mengingatiNya dalam diri kita.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!