Naura

36. Cinta Tanpa Noda

Semua berjalan seperti biasanya. Adam yang bekerja keras untuk membentuk Danau Kenanga menjadi tempat industri berbasis Green Desain dan juga Syarif yang bekerja dengan baik menjaga toko bangunan.

Keduanya masih sering bertemu bersama.

Syarif semakin semangat untuk bekerja di toko bangunannya, terkadang sepulang dari toko atau dia juga siang hari menyempatkan dirinya ke proyek Mata Air Surga dan menemui Adam dan bicara seperti saat dulu kala.

Kini, Syarif sendiri tengah menunggu kelahiran anak pertamanya. Dia kini selalu menamani isterinya sesekali untuk ke Mata Air Surga untuk melihat pemandangan dan keindahan. Tentu saja itu akan membaut tenang pikiran isterinya dan berimbas pada anaknya agar lebih tenang di dalam kandungannya.

Dia tetap saja merasa bahwa Adam adalah sahabat terbaiknya, apapun yang terjadi. Usaha yang kini dapat menjadi penunjang ekonomi dirinya dan keluarga, bahkan bisa membantu orang lain merupakan hadiah yang besar dari Adam untuknya. Usahanya pun dijaga dengan amanah dan hingga kini banyak orang yang percaya dan menjadi pelanggannya karena Syarif melakukan jual beli dengan amanah dan tak menipu sama sekali.

Pembeli pun sangat suka membeli di toko bangunan yang dikelola olehnya, dimana barang yang baik dan berkualitas dijelaskan dengan benar sehingga pembeli pun memilih dengan tepat dan sesuai budget mereka.

Bagi Syarif, Adam merupakan seorang sahabat sekaligus guru baginya. Meskipun dulu sering ngaji bersama dalam pesantren, namun Syarif sendiri mengaku sering malas untuk menghafal kitab dan Adam adalah orang yang begitu rajin membaca kitab dan mempelajari ilmu baru.

”Kapan kamu akan segera menikah Adam?” Syarif kembali duduk di sebelah Adam dan menikmati semilir angin, ”Apakah kamu belum bisa melupakan Naura? Atau kamu bahkan tidak yakin apakah kamu akan bahagia dengan menikah?”

Syarif sendiri sangat penasaran dengan alasan Adam kenapa sampai sekarang tidak menikah. Bahkan, Diandra adalah sosok yang sudah menjelma menjadi gadis yang bijak dan cantik, selain itu dia memiliki kekayaan yang luar biasa jumlahnya.

Adam pun tersenyum dan menatap sahabatnya itu, ”Entahlah Syarif, kau paham akan diriku dengan baik. Jika aku belum punya kemantapan maka aku tidak akan melangkah bukan? Kali ini pun, di fase umurku sekarang, aku ragu dengan kemantapan diriku. Tapi juga, kau tidaklah salah soal Naura. Berat rasa hatiku memang mengikhlaskannya, meskipun kini aku bisa tegar dan harus menerima kenyataan.

Namun, seolah aku memang hanya tercipta untuk Naura, Syarif. Meski aku tak bisa memiliki fisiknya, tapi aku merasa bahwa aku memiliki jiwanya.”

Syarif tak bisa berkata apa-apa lagi, tingkatan cinta yang dimiliki Adam memang merupakan cinta dengan derajat yang sangat berbeda dari kebanyakan orang. Bahkan, untuk cinta yang dimilikinya.

Cinta itu seperti cinta yang murni dan tak ternoda. Tak dendam meskipun dikhianati dan tak membenci meskipun disakiti. Cinta apakah dengan derajat yang dimiliki Adam itu? Syarif pun tak mengerti.

Itu bahkan seperti cinta Tuhan kepada hamba-hambanya, dimana ketika hambanya berbuat dosa dan mengingkari Tuhannya. Tuhannya tak membenci dan memberi hukumannya di dunia.

”Kamu memang Adam yang kukenal, tidak akan bergerak kalaupun dirimu belum yakin dan tak mengikuti sesuatu kecuali dengan keyakinan yang kokoh. Tapi, aku yakin kamu akan melalui semua ini dengan baik dan kamu akan dapat memilih wanita yang tepat.

Tentu saja, itu setelah kamu merenung. Kamu akan menemukan dirimu membutuhkan seorang pasangan hidup yang bisa berbagi kisahmu. Kamu pasti akan membutuhkannya nanti pada saat yang tepat.”

Adam melihat ke arah Syarif. Penjelasannya kali ini memang mengena baginya. Mungkin, saat ini karena belum fase dimana dirinya membutuhkan seorang isteri sehingga dia juga belum berpikir soal menikah.

”Baiklah Kawan, akan aku pikirkan baik-baik saranmu itu.”

Keduanya lalu tersenyum.

***

Adam memasuki ruangan kantor yang dibuat dengan sengat indah, melekat pada alam namun dibangun dengan futuristik. Di dalam ruangan kerja dan ruangan rapat terdapat akuarium yang disusun dengan indah. Selain itu ada tanaman yang memang bisa hidup dalam ruangan yang menambah kesejukan ruangan.

Adam pun menyapa beberapa karyawan yang tersenyum kearahnya. Suara mengaji dan bergantian dengan shalawat juga diperdengarkan agar pagi menjadi berkah dan siap bekerja dengan amanah. Khusus untuk kantor pusat atau base camp pusat ini digunakan untuk memantau setiap unit usaha yang ada di Mata Air Surga.

Adam melakukan briefing sejenak, mereka berkumpul untuk masing-masing pengelola beberapa tempat di pusat itu. Adam memulai rapat dan mengajak para karyawan itu untuk memberikan usulan demi kemajuan Mata Air Surga.

Beberapa diantara mereka karena sudah biasa dengan cara kerja bos mereka, yaitu Adam. Mereka pun bergantian memberikan ide dan usul tentang kemajuan dan apapun masalah yang ditemui mereka dalam menjalankan tugas setiap harinya. Rapat pun diadakan seminggu sekali pada saat jumat.

Mulai dari water bomb, taman bahasa, pusat rumah makan, taman bermain, tempat kajian di masjid, hotel, properti perumahan, hingga tempat refreshing wisata di danau dan usaha lainnya. Untuk santunan juga ada setiap jumat dalam seminggu sekali. Semua memberikan gambaran bagaimana pengelolaan masing-masing tempat.

Dari sana, Adam dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan  kekuarangan masing-masing usaha yang sedang berjalan.

Namun, ada satu hal yang menjadi minat Adam yang tiba-tiba muncul, dimana ada beberapa orang yang sakit saat sedang berlibur. Mereka sakit karena serangan penyakit bawaan atau penyakit ringan. Mereka pun kesulitan mencari rumah sakit karena letaknya jauh di kota. Sedangkan orang desa susah menjangkaunya.

Adam baru menemukan ide, karena masih banyak lahan kavling kosong bisa dibuat klinik dengan izin usaha. Meskipun klinik sederhana namun setidaknya jika bisa manarik seorang dokter disana pasti akan memiliki manfaat yang banyak bagi mereka yang masuk kesini dan juga masyarakat dari desa yang ingin berobat lebih dekat.

Ide yang brilian!

Para rekan kerja, begitu kata Adam. Dia menganggap mereka semua adalah tim, atau rekan kerja. Jadi, tidak ada atasan dan bawahan. Semua bekerja dengan produktifitas dan kreatifitas tinggi dan mereka dapat mengeksplore apa saja yang bisa memajukan Air Mata Surga.

Semua setuju akan hal klinik yang siap di bangun, keuntungan dari masing-masing usaha bisa digunakan untuk pembangunan klinik terlebih dahulu. Hal ini tentunya sangat baik untuk melengkapi semua hal yang ingin dikelola banyak oleh Mata Air Surga.

 Namun masalahnya tak semudah itu, untuk izin usaha klinik pun harus lengkap secara administrasi sedangkan untuk biaya pasti juga akan membengkak. Adam sudah tak enak ketika bicara lagi dengan Diandra, sudah cukup banyak yang diinvestasikan keluarga Diandra untuk mereka.

Setidaknya, ide itu sangat baik dan Adam pun menyimpannya baik-baik. Sambil melangkah dengan pembahasan lainnya, siapa tahu akan ada investor baru yang memang siap mendanai proyek klinik. Namun tentu saja, tidak melulu mengharapkan bagi hasil keuntungan berlipat melainkan niat utamanya adalah memberi kemanfaatan bagi orang banyak.

Ya, hasilnya, klinik tetap direncanakan dalam renstra atau rencana kerja ke depan. Meskipun waktunya ditunda demi mempersiapkan pendanaannya.

Adam pun membubarkan rapat sederhana rutin itu, dia menutupnya dengan memimpin doa agar apa yang dilakukan mereka demi majunya Mata Air Surga dapat berkah dan bermanfaat bagi semua orang. Para rekan kerja Adam pun semuanya mengamini.

Semua rencana kehidupan di masa depan harus direncanakan dengan baik. Biarkan Allah yang menentukan segalanya, manusia hanya bisa berencana dan berusaha. Mimpi adalah mimpi, Adam masih tetap ingin menjadikan Danau Kenanga menjadi Danau Cinta.

Danau yang bisa membuat siapapun tenang hatinya saat berada di sana. Adam merasa bahwa hatinya sudah terpaut dengan tempat tersebut.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!