Naura

28. Desain Bisnis

Adam harus bekerja keras untuk menemukan beberapa orang yang memiliki lahan di sekitar Danau Kenanga. Dia sudah mendapatkan datanya dari Perangkat desa yang ditemuinya. Semua daftar itu dia catat dan sudah mengetahui rumah dan tempat tinggalnya. Bahkan, Adam pun mendapatkan semua nomornya.

Adam ingin cepat mengurus pembelian tanah-tanah itu. Lagian, tanah di sekitar Danau itu hanya tumbuh pohon dan ada pohon kelapa dan bahkan seolah jarang disambangi pemiliknya dan dibiarkan begitu saja. Sayang, keindahan dan kejernihan Danau Kenanga jarang ada orang yang mengetahuinya.

Hanya beberapa orang yang memiliki lahan di sekitaran Danau itu, memang masih banyak pohon dan rumput tebal juga. Mereka memiliki lahan itu sudah turun temurun, jadi mereka hanya memiliki semata dari warisan dan bingung hendak menggunakannya untuk apa.

Kesempatan bagus! Adam pun bergerak ke rumah orang yang bernama Wijaya. Dia memiliki lahan paling luas yaitu 10 Hektar, dan lahannya blok satu posisi semua dan dipinggir Danau. Adam ke rumahnya dan meminta izin masuk. Rumahnya juga biasa saja, seperti yang dikatakan perangkat desa tadi bahwa mereka memiliki lahan yang merupakan warisan turun temurun.

Seorang wanita yang sudah tua muncul. Namanya mbah Sareah. Adam dipersilakan masuk, bahkan bu Sareah mengenal Adam dengan baik sebagai orang yang airmatanya mampu mengobati orang sakit. Adam pun meminta maaf soal itu, itu semua karena dirinya tak berdaya menghadapi kenyataan.

Ternyata, tanah yang paling besar itu adalah milik suaminya. Suaminya sendiri telah meninggal dunia. Surat tanah kemudian dialihkan kepada Wijaya yang merupakan putera mereka satu-satunya. Adam pun menyampaikan tujuan silaturahimnya, karena dia ingin membeli tanah itu dan ingin memajukan desa dan lingkungan Danau Kenanga.

Mendengar hal itu, mbah Sareah bahkan langsung setuju karena memang lahan itu tidak bisa dimanfaatkan atau lebih tepatnya tidak bisa memanfaatkannya. Wijaya sendiri tidak tinggal jauh dari mbah Sareah, hanya saja dia bekerja sebagai seorang PNS. Rumahnya hanya berkelang satu rumah satu maka dari itu, mbah Sareah menyuruh Adam untuk menunggu sebentar karena tetap harus diskusi dengan Wijaya sebagai pemilik nama atas tanah itu.

Adam menunggu sejenak sekira beberapa menit dan kemudian mbah Sareah sudah datang bersama pak Wijaya yang terlihat berpakaian rapi dan berumur sekitar 50 tahun. Mereka berkenalan dan basa-basi sejenak.

Adam pun kembali menyampaikan maksud dari kedatangannya pada pak Wijaya. Pak Wijaya pun manggut-manggut, dia adalah seorang guru Sekolah Dasar dan ketika menjelaskan maksud baik Adam, Wijaya pun langsung setuju akan hal itu. Adam bersyukur Alhamdulillah, soal harga Adam akan mengikuti harga umum di sekitar sana, Wijaya juga demikian karena memang merasa belum bisa mengolah lahan kebun itu.

Adam merasa lega karena satu tempat sudah selesai dan itu adalah lahan yang paling luas di sekitaran Danau Kenanga. Tinggal beberapa orang lagi yang memiliki lahan di sekitarnya sekitar enam orang lagi.

Hari itu, Adam mencoba menyelesaikan semuanya hari ini. Dia tidak ingin tanggung-tanggung karena besok adalah hari Ahad dan dia akan bertemu kembali dengan Diandra untuk membahas kerjasama mereka selanjutnya. Jika lahan sudah bisa dibebaskan tentu map sudah tersedia dengan baik dan akan diisi dengan apa di sekeliling Danau dan akan dibuatkan master plan usaha dan pembangunannya.

Adam pun segera pergi dari satu rumah ke rumah yang lain, semuanya sudah dipetakan olehnya. Dia akan mengambil lahan yang paling banyak dulu kemudian mengerucut yang kecil.

Sore itu, Adam berhasil memasuki semua rumah yang memiliki lahan di sekitar Danau Kenanga. Meskipun ada kendala semisal karena masalah harga, ya benar memang masalah harga yang paling utama. Ada diantara mereka yang karena melihat Adam begitu tertarik langsung memasang harga tinggi. Namun, Ada sudah belajar bagaimana merespon setiap keadaan. Dia mengatakan jika nanti dibangun sesuatu, maka si pemilik tanah asal boleh memanfaatkannya dengan cara yang lebih mudah bahkan bisa memakainya gratis.

Sungguh, iming iming yang menarik. Pepatah bijak mengatakan, jika kamu tengah bernegosiasi bisnis maka jangan berikan ancaman tetapi berikanlah mereka keuntungan. Benar saja, ancaman malah akan membuat orang berani dan semakin tertantang namun jika masalah keuntungan mereka akan langsung berbinar dan setuju pada akhirnya.

Deal! Seluruhnya sepakat dari tujuh rumah yang didatangi semua setuju untuk menjual lahannya pada Adam. Lagian memang semua areal perkebunan dan rumput juga sangat tinggi. Selain itu, ketika dibongkar Adam masih memberikan kompensasi berupa kayu yang ditebang maka mereka boleh mengambil kayu tersebut untuk keperluan mereka.

Adam hanya membutuhkan lahan untuk proses green desain yang akan segera dia kerjakan.

Lanjut malam harinya, Adam membuat sedikit gambaran dalam sebuah kertas putih kosong. Dia menggambar dengan peta sederhana bagaimana letak Danau Kenanga dan semua lahan di sekitarnya melalui letak arah baik itu; sebelah utaranya berbatasan dengan apa saja, selatan, timur dan barat. Semua digambarkan dalam maping yang cukup jelas oleh Adam.

Tinggal persiapan besok, usulan apa yang akan diberikan Diandra untuk menambahi usaha mega proyek mereka.

Adam tersenyum, tinggal beberapa langkah lagi. Dia juga menuliskan usaha apa saja yang ada di pikirannya. Ide-ide kreatif pun muncul dari mulai usaha dengan basis memang melayani hingga usaha refreshing yang memang membuat orang betah yaitu bagian usaha pariwisata tentunya.

Malam semakin larut, Adam mencukupkan usahanya malam ini. Dia ingin istirahat dan memulihkan kondisinya. Ibunya sempat menengok tadi, takut Adam berlebihan namun Adam menjelaskan bahwa kini dirinya sudah cukup kuat. Ibunya pun tersenyum dan mereka istirahat.

***

Diandra pun berkonsultasi siang itu kepada kakaknya Elfan soal beberapa usaha yang di desain untuk pelayanan dan juga mencari profit keuntungan tentunya. Diandra berkunjung ke rumah kakaknya itu. Ada dua ponakannya yang lucu yang langsung menyambutnya.

Mereka pun lanjut ke pembahasan soal usaha yang tengah digarap Diandra. Elfan mendukung apa yang akan dilakukan oleh Diandra karena memang Diandra dulu hanya terdiam di kamarnya saja. Kini, dia ingin berusaha maka dirinya pun mendukungnya penuh.

Untuk urusan hasil, itu adalah sebuah harapan dan jika pun gagal dia ingin melihat adiknya sudah berusaha dan bersemangat itu saja sudah cukup. Pengalaman demi pengalaman yang sudah didapatkan Elfan dari belajar bersama Ayahnya Hamid memang sudah banyak. Kini, dia mencoba menjadi tutor bagi adiknya itu yang akan mewujudkan mimpi Adam, seseorang yang telah membantunya bangkit dari keterpurukan.

Pertama, Hamid ingin mengetahui kondisi tempat yang akan dibuat mega usaha itu. Diandra pun menceritakan soal lahan di sekitar Danau Kenanga. Untuk Danau Kenanga sendiri diceritakan Diandra tempat yang begitu indah dan bahkan bisa dibilang itu adalah surganya dunia ketika berada disana dan menikmati pemandangan air yang jernih.

Lalu, lahan kosong di sekitarnya dan juga pepohonan yang tinggi serta ada perdu bambu dan juga ada beberapa tempat yaitu kelapa sawit dan juga pohon karet yang masih belum besar.

Setidaknya, Elfan mengatahui gambaran secara imajinasinya. Dia pun mereka apa usaha yang bisa dikembangkan dalam lahan luas dan di tempat semi perkotaan.

Elfan memberikan gambaran singkatnya, dia mengusulkan untuk membuat mapping yang baik apalagi juga ada pariwisata. Tentu saja, karena Adam diketahui adalah penganut agama yang baik karena lulusan pesantren maka diusulkan untuk ada hotel yang berbasis syariah dan tidak ada lokalisasi dan praktek minuman keras dan juga sejenis pesta pora dihindari.

Selanjutnya ada semi mall dan tempat bermain dan juga tentu saja tempat pemancingan ikan karena ada air yang jernih. Orang akan mudah berlibur apalagi ada komunitas pemancing kini yang begitu banyak bisa kita jumpai. Jika spot memancing bagus dan indah, para pemancing dari manapun akan datang dengan sendirinya.

Diandra benar-benar memperhatikan bahkan dia langsung menuliskan ide-ide yang disampaikan kakaknya itu.

Di sela-sela keasyikan mengobrol kakak dan adik itu, Fatimah yang merupakan isteri Elfan datang membawa minuman jus dan juga cemilan. Diandra pun menggoda kakak iparnya itu dan berterimakasih karena sudah repot-repot menyediakan minuman dan snack.

Fatimah juga bersyukur bisa melihat Diandra begitu ceria, karena kisah dahulu sudah umum dan Fatimah juga sangat paham.

Mereka pun melanjurkan perbincangan soal planning usaha-usaha di lahan yang luas di semi perkotaan tersebut. Sesekali kedua ponakan Diandra ikut nimbrung dan mengganggu mereka, namun mereka malah selalu bercanda. Bahkan ide baru bermunculan karena pasti ketika usaha dan pariwisata dikumpulkan, yang menjadi pokok dari promosi adalah anak-anak.

Tempat bermain!

Benar saja, seperti water bomb. Selain itu ada tempat bermain seperti tempat untuk berkemah dengan kemasan belajar yaitu belajar bahasa inggris dan bahasa asing lainnya akan membuat kejutan besar dengan banyaknya pengunjung.

Benar kata pepatah, jika ingin uang orang lain maka rayulah anaknya. Diandra mendapatkan banyak ilmu dengan kakaknya itu. Ayahnya yang sibuk memang menyuruhnya untuk belajar langsung dari kakaknya saja karena itu sama saja. Dan, benar saja, Diandra mendapatkan banyak ilmu baru soal bisnis.

Setelah agak lama, Diandra pun berpamitan karena sudah diminta pulang oleh Ibunya, Sarah. Elfan menitipkan salam pada Ayah dan Ibu, Diandra pun mengiyakan dan pamitan pergi.

Besok pagi, Diandra harus naik pesawat dan bertemu Adam kembali. Usaha yang akan mereka jalankan harus berhasil karena ini merupakan kolaborasi dari dua orang yang baru bangkit dari keterpurukan dan kegelapan.

Diandra yakin akan hal itu.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!