Mirna dan Kopi Motivasi

Anda Suka Racikan Saya?

Daru membawa satu kardus minuman botol yang dia beli dari sebuah toko, membeli satu dus minuman botol juga mendapatkan diskon dibanding beli satu botol. Tiba-tiba saja, ada ide yang keluar dari pikiran Daru.

Apa ini karena kopi yang barusan diminumnya?

Daru berpikir, ada sesuatu yang aneh yang dirasakan Daru. Mungkin, empat tahun lalu terakhir kali Daru meminum kopi. Saat itu, saat dia akan pergi merantau ke kota dan mencari pekerjaan. Saat itu juga, Daru dihidangkan kopi terakhir oleh Ibunya. Setelah itu, Daru baru pulang sekali itu pun dua tahun lalu saat lebaran.

Kopi terakhir itu ..., benar. Daru merasakan rasa khas itu saat meminum kopi di kafe tersebut. Saat akan memberikan uang ke pengemis tua. Dia menemukan ide, membeli satu kardus minuman botol dan membawanya ke hadapan wanita tua itu.

”Untuk apa ini Nak? Nenek tidak haus, dan minuman sebanyak ini untuk apa?”

Daru tersenyum pada nenek tua keriput tersebut, sepertinya dia susah berjalan.

”Nenek tunggu saja di sini, biarkan botol minuman ini disini.”

Setelah mengatakan itu, Daru mengambil kertas kosong dan menuliskan sesuatu. Dia membuka kardus minuman mineral tersebut dan menaruh tulisan kertas di depannya, satu botol utuh digunakan untuk menindih kertas bagian atas tengahnya.

Tulisan itu tertulis.

”Belilah dengan harga sukarela, anda mungkin haus!”

Daru meninggalkan nenek itu, dan dia ingin masuk lagi ke kafe sebelumnya. Letaknya tidak jauh, Daru memesan kopi hitam sekarang dan dia menggunakan internet gratis dengan wifi dari kafe tersebut.

”Sepertinya ..., anda pelanggan yang tadi?” tanya wanita pelayan kafe.

”Benar, Mbak. Maafkan saya, saya teringat ibu saya di rumah. Jadi, saya ingin pesan lagi.”

”Baiklah, kopi hitamnya akan segera datang,” jawab wanita berjilbab biru tersebut.

Pelayan itu cukup ramah, saat itu juga. Daru melihat dari jendela kaca, melihat ada satu orang yang mendekati pengemis tua dan melihat tulisan tersebut. Lelaki muda itu adalah pekerja kantoran, dia masih memakai setelan kerjanya. Dan, lelaki itu tersenyum saat melihat tulisan di minuman botol.

Lelaki itu mengambil sesuatu dari dompetnya, entah berapa uang yang dikeluarkan. Dia mengambil satu botol dan berterimakasih pada nenek tua, dia menaruh uang itu di kotak kecil yang disediakan nenek tua untuk derma orang yang lewat dan menaruh di kotak kecil itu.

Daru tersenyum melihat hal itu.

Orang akan lebih simpati ketika tidak hanya memberi kepada orang yang meminta, tetapi mereka yang berjualan karena itu merupakan harga diri seseorang. Meminta itu sesuatu hal yang dibenci oleh Rasulullah saw., hal itu hanya boleh ketika benar-benar darurat. Maka, ketika melihat wanita menyediakan minuman, maka mereka tak masalah mengambil minuman itu dan memberikan uang karena si nenek tua berharap menjual minuman botol tersebut.

Dan, tak lama kemudian. Bersamaan dengan habisnya kopi hitam yang diminum Daru. Wanita tua itu telah mendapatkan beberapa orang yang menghabiskan minuman dalam kardus di depannya.

Daru pun tersenyum, dia berdiri dan hendak pergi dari kafe tersebut. Daru masih ingin kembali ke sana. Mungkin besok, karena sekarang dia pengangguran. Dia harus mencari pekerjaan baru atau mencari alternatif lainnya.

”Kopi di sini sangat enak,” kata Daru pada penjaga di kasir.

Wanita berhijab kecil itu tersenyum, ”Pemilik kafe ini yang meracik sendiri kopi di sini.”

”Oh, apakah dia ada sekarang?” tanya Daru.

”Dia jarang datang Mas, saya dan dua orang lainnya yang selalu berjaga di sini. Pemilik biasanya datang untuk mengantarkan racikan yang perlu ditambahkan dalam kopi di sini.”

Daru manggut-manggut, dia kemudian berpikir kalau kopi yang dua kali diminumnya sangat enak. Bahkan, harganya hanya sepuluh ribu. Jika itu dijual di kafe terkenal atau mahal, pasti akan sangat laku jika dijual dua puluh ribu atau bahkan empat puluh ribu.

”Kalau boleh tahu, kenapa ingin bertemu pemilik kafe, Mas?” tanya wanita itu.

”Oh, tidak apa-apa. Aku hanya teringat kopi terakhir yang dihidangkan ibu saja empat tahun yang lalu.”

Daru tersenyum dan berpamitan pada penjaga kafe itu, dan saat dia hendak keluar matanya tak bisa berkedip karena seorang wanita berjilbab panjang sedang masuk. Mereka bertatapan sejenak dari pintu kaca yang memiliki dua fungsi, dorong dan tarik.

Daru mendorong pintu kaca sebelah kiri dan wanita berjilbab panjang itu mendorong pintu kaca kanan dari luar. Mereka saling melihat sejenak.

Astaghfirullahal ’adhim, Daru bergumam dalam hati.

”Assalamu’alaikum,” suara wanita berjilbab itu setelah mengalihkan pandangannya dari Daru, dia masuk ke dalam.

”Mbak Mirna datang!” suara penjaga toko yang sebelumnya bicara dengan Daru, dan Daru masih mendengar sedikit pembicaraan itu.

”Aku membawa racikannya, mbak Sekar.”

Apa! Jadi, dia pemilik kafe ini!  Daru menutup pintu kaca, tapi dia masih di luar kafe. Ada perasaan aneh dalam hati Daru. Jantungnya berdegub lebih kencang, ada sesuatu yang luar biasa memenuhi jiwanya. Apakah ini ...

Wajahnya yang bercahaya, sekilas wanita itu bahkan tak bisa hilang saat mata mereka bertemu. Dan ..., suara itu menggetarkan jiwa Daru. Daru belum pernah mengalami hal dahsyat seperti itu, kecuali hanya sekedar suka pada wanita dan itu biasa. Kali ini, Daru merasa bahwa dia harus melakukan sesuatu.

Meski, dia tak punya apa-apa dan hanya pengangguran. Namun, dia merasa bahwa sudah saatnya memperjuangkan sesuatu.

Harus berani!

Daru berbalik lagi dan membuka pintu kaca itu dan wanita berjilbab itu masih bicara dengan pelayan kafe.

”Ini dia Mbak Mirna, pelanggan yang baru saja saya ceritakan!”

Deg!

Deg!

Wanita berhijab, bernama Mirna. Dia berbalik dan melihat ke arah Daru, pandangan mereka bertemu sejenak.

Dunia seperti berhenti sejenak dalam pikiran Daru, bibirnya kelu dan dia seperti terpaku. Dia belum pernah melihat wanita secantik ini selama hidupnya, tak pernah bermimpi sekalipun ada keindahan yang lebih indah dari dunia dan seisinya.

”Anda suka kopi racikan saya?”

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!