Merhaba Aisyah
Keluarga Yang Tidak Utuh Lagi
"Makasih banyak ya Katya, Aisyah kalian selalu ingat dengan Tante dan Aqila kalau apa-apa." Ya Bella merasa tidak enak hati saat saudarinya ini selalu ingat kepadanya kalau menyangkut apa-apa sedangkan dirinya terus menerus sibuk memikirkan keluarganya yang kini sudah hancur.
"Ish Tante kan kita saudara mana mungkin kita bisa lupa, oh ya kita mau main dulu di sini ya Tante boleh kan?" ujar Aisyah dia berniat untuk main sebentar dengan Aqila.
"Ya tentu saja boleh dong, sebentar Tante buat minuman dulu ya!" Bella pun berlalu pergi untuk membuatkan minuman serta cemilan untuk ke dua keponakannya itu yang sudah lama tidak pernah main.
"Ihh kamu jahat banget Syah kok mau ke rumah tidak bilang-bilang," gerutu Aqila dia pindah duduk di dekat Aisyah.
"Maafkan aku La, kan tadinya aku mau buat kejutan untuk kamu masa harus bilang dulu sih kan bukan kejutan namanya kalau gitu," jelas Aisyah dengan santai dia mengerti bahwa Aqila sedang kesal dengannya.
Katya membuka ponselnya membalas pesan dari teman-temannya sambil membaca artikel yang lewat di berandanya, sedangkan Aisyah asik mengobrol dengan Aqila.
"Eh La, kamu masih dekat kan sama Ilham?" tanya Aisyah dia sudah lama tidak chattan dengan Ilham hampir dua mingguanlah setelah masing-masing disibukan dengan urusannya.
"Masih kok tapi sekarang jarang chattan juga sih karena katanya Ilham juga sedang mengurus kuliah, kalau kamu kuliah di mana Syah?" tanya Aqila dia tidak tahu bahwa Aisyah akan kuliah di Turky karena yang tahu hanyalah sahabat-sahabatnya saja.
Aisyah melirik ke arah sang kakak yang kini tersenyum, "Aku akan ke Turky La doain ya semoga aku bisa diterima di universitas istanbul."
"Aamiin insya Allah diterima kamu kan pintar di sekolahnya dan punya hafalan banyak pasti diterima belajar aja yang rajin Syah," sahut Aqila dia yakin bahwa Aisyah bisa kuliah di tempat impiannya itu.
Ya Aisyah memang sudah lama menginginkan kuliah di Turky bahkan dia sering memperlajari budaya Turky dari travelling para artis yang main ke negara sana, apalagi dia mempunyai kakak yang memang kuliah di sana juga.
"Kalau ada usaha pasti ada jalan ya," sahut Katya dia sebagai seorang kakak selalu mendukung apa yang adiknya lakukan asal itu benar.
Tidak lama kemudian Tante Bella datang membawa minuman di nampan serta cemilan di toples. "Nih di minum di makan ya!" ujarnya sambil tersenyum.
"Baik Tante tenang saja nanti Aisyah yang habiskan," kata Aisyah dengan terkekeh dan melirik Aqila.
Katya pun tertawa mendengar ucapan Aisyah yang sepertinya hanya bercanda saja. "Iya Tante sama Aisyah mah pasti habis kok," timpalnya.
"Ya sudah Tante pergi dulu ya kalian bisa ngobrol di sini gak apa-apa kan Tante tinggal biasa ada acara arisan bersama Ibu-ibu yang lain." Tante Bella pergi meninggalkan anak-anak di rumah.
"Baik Mah," sahut Aqila sambil bersalaman dengan Mamahnya.
Setelah kepergian Bella, Aisyah langsung makan cemilannya, Katya pun mengambil air minumnya, sebuah kesempatan untuk Aisyah memancing Aqila untuk bercerita seminggu yang lalu waktu Aisyah jalan-jalan bersama para sahabatnya dia mendengar bahwa ke dua orang tua Aqila berpisah, membuat dirinya ikut sedih karena mengingat perjuangan Aqila selama ini untuk menyatukan ke dua orang tuanya yang ternyata sia-sia.
Akhirnya Aisyah berhasil memulai perbincangan mengenai hal itu, Aisyah yang umurnya lebih tua setahun dari Aqila mencoba mengunakan bahasa yang halus dan tidak menginggung.
"Syah," seru Katya begitu mendengar bahwa Aisyah memancing Aqila untuk bercerita.
"Gak apa-apa ka, biasanya emang aku cerita sama Aisyah tapi karena akhir-akhir ini dia sibuk jadi aku tidak berani buat cerita ke siapa-siapa semenjak kejadian itu juga aku jarang kan main ke rumah, karena ya aku takut nanti Tante Adiba dan Om Haris malah menginggung ke dua orang tuaku yang ada aku malah sedih lagi," ungkap Aqila dengan mata yang mulai berlinang.
"Aqila kalau mau nangis, nangis aja ya dek jangan ditahan yang ada nanti bakal menyakitkan diri sendiri, kita paham, kita mengerti jadi ceritakan saja siapa tahu Om Wildan mau kembali lagi ke keluarga kalian," ujar Katya sambil mendekat di sisi kiri Aqila.
Aqila terdiam, dia memang sudah memendam semuanya sendiri bahkan dia tidak berani untuk menangis di depan Mamahnya, yang ada Mamahnya akan memarahinya untuk tidak menangisi orang yang tak pantas untuk ditangisi, karena hari ini Mamahnya sedang pergi dan dia ada di dekat saudarinya hatinya merasa sedikit tenang, air matanya mulai menetes saat ingatannya bangkit kembali.
"Hiks, hiks, hiks aku rindu dengan Papah kak sebelum ke dua orang tuaku bercerai Papah memang tidak pernah balik dari kantornya hingga pada saat itu Mamah mendatangi Papah di kantor dengan membawa surat cerai yang sudah ditanda tangani, aku pun baru tahu setelah masuk ke dalam kamar Mamah dan menemukan surat itu yang ternyata sudah dua hari setelah paska perceraian mereka," ungkap Aqila dengan pelan dia mencoba menceritakan semuanya secara perlahan kepada Aisyah dan kak Katya.
"Lalu apa setelah cerai kamu tidak bertemu dengan Om Wildan?" tanya Aisyah sambil mengusap-usap punggung Aqila dengan lembut dia tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Aqila Om nya itu benar-benar kelewatan banget.
"Belum, sampai sekarang aku tidak tahu keberadaannya bahkan aku telepon pun nomornya tidak aktif," kata Aqila dengan lirih itulah yang membuatnya bersedih.
"Astagfirullah yang sabar ya dek, kakak coba nanti bantu hubungi Om Wildan ya dan mempertemukan kalian berdua kakak yakin pasti ada kesalah pahaman di antara ke duanya," terang Katya mencoba menenangkan emosi yang tertahan pada diri Aqila.
Yang membuat Aqila sedih pun dia belum lulus sekolah dan kejadian ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dari temannya yang baru mendengar ada pun mereka yang tahu betul tentang keluarganya.
"Iya makasih banyak ya kalian sudah mendengarkan cerita aku, untuk saat ini aku sedang mencoba membahagiakan Mamah dengan caraku sendiri walau bagaimana pun Mamah pasti sedih juga harus bekerja sendiri di saat aku masih butuh uang sekolah," kata Aqila sekarang dia baru merasakan menjadi anak yang broken home.
Katya ikut bersedih, dia juga di Turky bertemu dengan teman yang mempunyai latar belakang yang sama dengan Aqila yaitu anak broken home namun karena dia adalah orang yang gigih terhadap pekerjaannya serta lulus dengan nilai yang bagus dia akhirnya bisa kuliah di luar negeri.
"Iya benar apapun yang terjadi terhadap ke dua orang tua kamu sekarang aku sarankan kamu tidak boleh membenci ke duanya karena bagaimana pun mereka adalah orang tua kamu." Aisyah menasehati Aqila kini dia turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga saudarinya ini.