Merhaba Aisyah

Silaturahmi ke Rumah Aqila

"Baik Ayah," sahut Aisyah lemah dia tidak percaya dua minggu ini dia akan melaksanakan ujian kelulusan serta tes wawancara kuliah yang dilakukan secara via zoom.

 

"Semangat dek." Katya mengangkat tangan kanannya memberikan dukungan kepada sang adik tercinta.

 

Sedangkan Aisyah hanya membalasnya dengan tersenyum manis lalu dia kembali melahap makanannya.

 

"Permisi tuan mobilnya sudah siap," ujar Pak Ujang memberitahu.

 

"Bun, Ayah pergi ke kantor dulu ya!" kata Haris sambil membersihkan tangannya dengan lap.

 

Adiba bangkit untuk mengambilkan tas kerja sang suami dan menghantarkannya hingga depan pintu.

 

"Hati-hati Ayah," ujar Aisyah dengan tersenyum.

 

"Buruan habiskan nasinya!" pinta Adiba kepada ke dua putrinya dengan lembut dan berlalu pergi bersama suaminya.

 

"Siap Bun."

 

Katya makan dengan lahap dia sangat merindukan masakan Bundanya ini membuat selera makannya bertambah baik.

 

"Kalau di Turky biasanya kalau pagi kakak hanya makan roti dek," ungkap Katya menceritakan pengalamannya jika di Turky.

 

Aisyah menatap kakaknya, "Setiap pagi ka?"

 

"Iya karena kan di sana kakak harus pergi kuliah pagi banget belum lagi ada kesibukan lainnya jadi ya harus dikerjakan dan rotinya enak kok dek pasti kamu juga akan terbiasa makan roti."

 

Di Turky Katya bukan hanya seorang pelajar saja dia juga menjalani bisnis dengan sohibnya di sana.

 

"Sayang katanya mau berbagi oleh-oleh" tanya Adiba setelah kembali menghantar Haris di depan.

 

"Oh iya Bun, sebentar aku ambilkan dulu ya kopernya." Katya bangkit dari duduknya untuk membawa koper yang berisi barang-barang.

 

"Bunda biar aku saja yang merapihkannya," ujar Aisyah saat Adiba hendak membereskan meja makan.

 

Adiba puh membiarkan Aisyah melakukannya dia berlalu pergi ke ruang tengah sambil menunggu Katya membawa kopernya.

 

Aisyah dengan gesit merapikan meja makan dia juga mencuci piring bekas makan tadi.

 

"Bun ini dia oleh-olehnya alhamdulillah aku dapat rezeki jadi bisa membeli ini semua dan aku juga sudah pisahkan untuk para tetangga." Katya membawa koper itu dihadapan Bundanya serta membukannya.

 

Ternyata isinya adalah gelang tangan, syal, tas dan makanan ringan produk Turky.

 

"Ya sudah kalau sudah dipisahkan nanti langsung kasih aja ke Bu Reta, Bu Jidah dan yang lainnya," ujar Adiba sambil menyebutkan ke dua saudaranya itu.

 

"Siap Bun nanti aku kasih bareng Aisyah aja ya aku malu jika tidak ada temannya," ungkap Katya lirih dia sudah 6 bulan tinggal di Turky jadi agak canggung dan malu untuk bertemu orang kampung.

 

"Tuh Aisyah coba kamu yang ngomong aja sama orangya emang dia mau," seru Adiba dia menyerahkan semuanya kepada Aisyah karena dia tidak punya hak untuk memutuskan.

 

Katya menoleh memandang Aisyah yang sedang berjalan, "Dek sini kakak mau ngomong!"

 

"Ada apa ka kok tadi Bunda sebut namaku ya? kalian sedang membicarakanku ya?" tebak Aisyah telinganya tidak salah dengar.

 

"Iya dek nanti tolong temani kakak ya memberikan ini kepada para tetangga kita," sahut Katya dia berharap sang adik mau menemainya.

 

Aisyah pun menganggukan kepalanya dengan senang hati dia akan menemani sang kakaknya memberikan oleh-oleh, sekalian dia juga ingin bertemu Aqila di rumah pasti anak itu senang dengan kedatangannya.

 

"Tapi nanti aku harus dibagi ya ka? mana oleh-oleh buat aku?" ujar Aisyah dia ingin tahu apa yang telah kakaknya berikan untuknya.

 

Katya pun memberikan Aisyah paper bag dia sengaja memisahkannya untuk sang adik, "Nih untukmu!" katanya.

 

"Wahh apa ini?" Aisyah duduk di samping Bundanya sambil melirik isi dalam paper bag yang diberikan oleh sang kakak. "Ah makasih banyak kakak syalnya bagus banget eh ada bajunya juga cantik banget makasih banyak kakak."

 

Aisyah memeluk sang kakak dia senang sekali mendapat pemberian yang begitu cantik, Katya pun memberikan Bundanya sebuah pashmina dan tas khas turky dengan motif yang begitu cantik awalnya dia bingung mau memberikan Bundanya apa saat dia ingat bahwa Bundanya suka pergi ke pengajian akhirnya dia berniat untuk memberikan Bundanya sebuah tas.

 

"Ini dia yang kakak jual di Turky dek kerudung pasmina makanya kakak bawa lima untuk di rumah dan ini paper bag satu laginya untuk Aqila pasti dia suka," ujar Katya dia tidak lupa bahwa dia juga mempunyai seorang keponakan cewek yang sudah besar.

 

"Ya sudah sana buruan kasih!" Adiba menyuruh ke dua putrinya untuk langsung memberikannya. "Nanti jangan lupa mampir ke rumah Bu Reta ya sayang."

 

"Siap Bun, yuk ka aku bawa yang ini saja ya." Aisyah mengambil tas yang paling sedang dan paper bag untuk Aqila.

 

Mereka berdua pun pergi dari rumah tetangga yang paling dekat hingga paling di ujung sebrang saja, tidak hanya para tetangga saja mereka berdua juga memberikan makanan itu kepada para pengamen dan anak jalanan yang biasa Aisyah temui kala pulang sekolah.

 

"Makasih banyak kakak," ujar seorang cewek dengan muka yang kusam itu dengan tersenyum raut bahagia tergambar di wajahnya.

 

Dan yang terakhir mereka berkunjung ke rumah Aqila, rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Aisyah namun rumah Aqila berada di sebrang sana saat mereka sampai di depan rumahnya mereka langsung bertemu dengan tante Bella Mamahnya Aqila.

 

"Assalamualaikum Tante," ujar Aisyah dengan tersenyum tidak lupa mereka bersalaman.

 

"Waalaikumsalam eh Aisyah pasti nyari Aqila ya? lah ini Katya subhanullah sayang kamu makin cantik saja deh." Mamahnya Aqila memuji wajah Katya yang terlihat cantik dan anggun berbeda dengan Aisyah yang memakai baju santai dengan kerudung instannya.

 

"Makasih Tante kita kemari mau memberikan ini kebetulan aku pulang bawa oleh-oleh jadi kami kemari untuk memberikannya Bunda tidak ikut karena di rumah tidak ada orang Tante," kata Katya dengan tersenyum ramah.

 

"Ya sudah yuk masuk kita ngobrol di dalam saja!" Mamahnya Aqila membawa Aisyah dan Katya masuk ke dalam rumah.

 

Rumah Aqila masih sama di mata Katya ketika masuk Tante Bella langsung memanggil Aqila untuk menghampiri dirinya di ruang tamu.

"Ahh kak Katya!" teriak Aqila saat bertemu melihat dengan siapa Aisyah datang.

 

"Hay Aqila," Katya menyapa keponakannya itu yang bertambah tinggi mungkin tingginya hampir sama dengan dirinya.

 

Aisyah hanya tersenyum dia sengaja tidak memberitahu Aqila saat datang ke sini karena dia ingin memberikan kejutan kepada saudarinya ini.

 

"Nih buat kamu dari kak Katya!" Aisyah memberikan paper bag untuk Aqila.

 

Dengan senang Aqila langsung membuka isi paper bag tersebut dan isinya ternyata tas dan dompet batik khas Turky, "Ah cantik banget makasih banyak kak Katya aku jadi ingin deh jalan-jalan ke pasar Turky," ungkapnya.

 

"Oh ya Tante ini aku juga bawa makanan ringan khas Turky untuk Tante dan Aqila," kata Katya sambil memberikan makananya yang berada di dalam plastik.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!