Kembalinya Magic Assassin

Serangan Pembunuh Berdatangan

[Serangan cepat, peluru dengan kecepatan tinggi]

Sense dari kekuatan Bagas, sebagai kekuatan assassin yang sudah berurusan dengan senjata dan peluru setiap harinya. Sense miliknya bekerja dengan baik ditambah dengan kemampuan sistem yang muncul di depannya.

Bagas memegang kedua pundak Mahmud dengan cepat dan menariknya ke sisi kursi lainnya.

Dor!

Kursi busa yang sebelumnya diduduki Mahmud meledak, peluru itu menembus kursi.

AAAAAAHHHHH!

Teriakan salah satu pengawal yang berada di belakang kursi, dia terkena peluru tersebut setelah menembus kursi. Kakinya terkena peluru tersebut.

”Sembunyi di sini, Kakek!” teriak Bagas. Satu orang pengawal membawa pengawal yang tertembak, dua orang yang tersisa segera melindungi Mahmud. Bagas membawanya di balik lemari dan dinding. Semua orang di rumah itu panik, termasuk Morgan dan Nadia.

[Aktifkan Skill Magic Assassin]

Kepanikan terjadi, Bagas fokus dan menghidupkan semua inderanya. Dan, kemampuan magic assassin terbuka. semua pandangannya berbentuk hologram, hingga beberapa gedung di sekitar Bagas. Dan, dia melihat ada satu sosok yang sedang memegang senapan panjang, sniper. Dia berada di atas sebuah gedung.

Dari jarak yang jauh, dia menembakkan tembakan ke arah Mahmud. Artinya, Mahmud menjadi target pembunuhan. Bisa jadi, Romi sudah berani menggunakan kemampuan seorang pembunuh dan membayar mahal untuk membunuh Mahmud.

Bagas sudah paham alurnya, karena dia adalah mantan pembunuh. Bagas menajamkan matanya, dan dia melihat bahwa energi penembak itu sedang mengarahkan tembakan kedua. Hologram dalam pandangan mata Bagas membuatnya tahu, sniper itu mengarahkan tembakannya lagi pada Mahmud yang dilindungi dua penjaga.

Wooossshh!

Bagas melihat arah peluru itu, meskipun peluru itu sangat cepat. Namun, kekuatan dari eye assassin mampu melihatnya. Bagas mengambil besi di kaki meja, Bagas menendangnya dan mematahkannya. Bagas menggerakkan tangannya dengan besi itu dan menahan peluru tersebut.

Brush! Klang!

Dorongan dari peluru itu sangat kuat, senapan yang digunakan pasti memiliki kekuatan yang tinggi. Bagas mampu menahannya. Hologram terlihat, sosok dari jauh berwarna merah itu terlihat di atas gedung dengan kemampuan unik mata assassin milik Bagas.

”Pengawal, lindungi Kakek di belakang dinding.”

Dua pengawal pun segera membawa Mahmud di belakang dinding.

Bagas bergerak.

”Cucuku, kamu mau kemana?” tanya Mahmud.

”Percayalah padaku, Kakek. Aku akan mencari pembunuh itu.”

”Tapi ...”

Bagas mengangguk dan meyakinkan Mahmud. Saatnya bergerak, Bagas berlari menuju pintu. Di ke ruang depan dan berlari dengan cepat.

[Eye Assassin diaktifkan]

[Kemampuan melihat area terdeteksi, jarak penglihatan ditingkatkan sepuluh kali lipat]

Itu dia!

Bagas berada di depan rumah mewah kakeknya. Dengan jarak dua ratus meter, pembunuh itu mengincar kepala Mahmud. Seorang pembunuh, dan dia adalah seorang ahli dalam menembak. Lelaki pembunuh itu  melihat ke arah Bagas. Mereka saling melihat. Pembunuh itu sadar bahwa dia diperhatikan.

***

Regard mencoba membidik kedua kalinya, dia telah gagal di tembakan pertama. Sesuatu yang tidak mungkin gagal dalam targetnya. Regard sudah memiliki reputasi terbaik sebagai salah satu pembunuh di Dark Head. Bahkan, dia menjadi salah satu elit kelas satu yang merupakan pembunuh terhebat setelah Assassin VIP.

Selangkah lagi, Regard akan menjadi salah satu pembunuh VIP. Hal itu karena, sepuluh tugas sebelumnya sudah dilakukan dengan sangat cepat dan rapi. Tanpa ada kendala sama sekali.

Tembakan pertama sebelumnya, target adalah lelaki tua kaya bernama Mahmud. Bagi Regard itu sangat mudah, dia menaiki atap gedung tinggi dan membidik setelah satu jam memperhatikan. Kemampuannya menembak, dan menembus dinding rumah adalah yang terbaik di antara yang terbaik.

Namun, tembakannya gagal karena gerakan cepat dari salah satu orang di dekat targetnya. Hanya sekejap dan kepala targetnya tiba-tiba bergeser.

Regard kemudian mengambil teropongnya lagi, Mahmud bersembunyi di antara para pengawal dan juga pelayan di sana.

Tembakan kedua tidak akan meleset. Bahkan, jika meleset, Regard akan menyumpahi dirinya sendiri. Bidikan didapatkan, meskipun bersembunyi, target kali ini pasti kena.

DOR!

Tidak mungkin!

Mata Regard di teropong senapannya tidak mempercayai apa yang disaksikannya. Seseorang menggagalkan tembakan jitunya. Sebuah penghalang atau benda menghalangi tembakan Regard.

Ada seseorang ahli yang menjadi pelindung lelaki tua Mahmud. Itu adalah keyakinan Regard saat ini. Dua kali gagal.

Dan, saat melihat ke arah bawah lagi. Regard melihat seseorang keluar dari rumah mewah Mahmud dan berada di halaman depan. Mata mereka bertemu.

Itu dia!

Regard mengarahkan senapannya dengan cepat, target terkunci dan pandangannya kaget karena lelaki itu tepat menatapnya.

Matilah kau pengganggu!

Wooosh!

DOR!

Wosh!

Tidak mungkin itu menghindari kecepatan peluru yang ditembakkan oleh Regard, pemuda itu pasti akan mati.

Crak! BRUSH!

Mata Regard kembali mendelik tak percaya, saat pelurunya hanya tinggal beberapa meter sebelum mengenai kepala pemuda yang melihatnya itu. Kepalanya bergerak dengan cepat ke samping dan peluru itu tidak mengenainya sama sekali. Dia menghindari tembakan itu dengan kecepatannya. Rambut pemuda itu hanya tergerak dengan kecepatan peluru di sebelahnya.

Dia bukan pemuda sembarangan!

Pemuda itu adalah Bagas, dia menghindari peluru itu sepersekian detik sebelum peluru mengenainya. Mata Bagas menajam, dia memastikan posisi pembunuh itu. Dan, dia segera berlari ke arah gedung itu.

Regard bergerak, dia memutar senapannya dan mengalungkannya di belakang punggungnya. Pemuda itu  mengejarnya. Benar-benar gila! Sekarang, Regard harus menyembunyikan dirinya. Dia berlari di atas gedung tinggi itu.

Melompat!

Wooosh!

Brak!

Gedung itu berjarak dekat dengan gedung lainnya, Regard masih bisa melompat ke gedung lainnya. kemampuan seorang pembunuh sudah dilatih dengan baik. Regard tak bisa lagi melompat ke gedung lain karena gedung yang lain tingginya terlampau jauh untuk dilompati.

Turun, dia menyelinap dan membungkus senapannya menjadi lebih pendek. Hal itu mempermudahnya untuk turun dan tidak akan dicurigai orang di dalam gedung.

Lift ramai, Regard mengambil jalan lain. Tangga darurat. Regard berbalik dengan gaya sederhana, setelah sepi dia segera melompat ke tangga darurat. Dia dengan cepat turun, memutari tangga menurun. Cukup jauh untuk sampai lantai bawah, tapi dia memiliki kemampuan dan ketahanan yang tinggi dengan pelatihan yang sangat intensif.

Sampai di bawah, dia menyelinap dan sampai di pintu keluar, penjaga menanyainya. Regard terburu-buru dan langsung menyelinap dengan memukul belakang leher penjaga yang curiga.

Bug!

Satu penjaga jatuh, penjaga satunya kaget tapi gerakan Regard lebih cepat dan melumpuhkan penjaga itu dengan satu pukulan di dadanya. Penjaga kedua jatuh.

Regard berlari menyamping di depan gedung, saat berlari di koridor lorong yang sepi. Dia terus berlari, ada dinding tinggi. Dia ingin melompat dan dia akan segera dapat melarikan diri dari situasi ini.

Regard mendekati tembok dan bersiap berlari, saat akan melompati dinding tersebut.

Woooosshh!

Sebuah kayu dilemparkan dan mengenai punggung kanannya.

Brug!

AAAAAHHHH!

Regard terlempar dan jatuh ke samping kiri.

Siapa yang melakukannya?

Regard bangun, dan dia melihat pemuda yang berjalan perlahan ke arahnya, sekitar sepuluh meter.

Pemuda itu!

Regard berdiri, seorang pemuda yang datang untuk mencari mautnya sendiri.

”Cukup berani juga kamu Bocah!” Regard berdiri dan tangan kanannya terlihat bergerak-gerak.

Bagas paham dengan hal itu, pasti dia mempersiapkan sebuah senjata. Dan juga, Bagas tahu siapa lelaki berumur 30an tahun yang ada di depannya itu. Jadi, tidak terlalu lama untuk bertemu dengan salah satu musuh. Dunia memang sempit.

[Kesempatan hidup anda 55 hari, Anda sudah  menggunakan lima hari]

”Apakah kamu ingin mengambil senapan di pinggangmu, Pembunuh Regard!”

Mata Regard tak percaya dengan pendengarannya. Nama seorang pembunuh adalah dirahasiakan, tidak ada yang tahu kecuali mereka adalah sama-sama pembunuh di organisasi yang sama. Bocah itu, bahkan mengetahui namanya. Tangan Regard pun terlihat gemetar untuk sejenak.

Regard pun meyakinkan dirinya, bocah di depannya bukan bocah sederhana. Dia harus mati di sini!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!