Kembalinya Magic Assassin
Akhir adalah Awal, James dan Bagas
James membuka matanya, cahaya silau membuat matanya sulit untuk melihat. Ada sosok bercahaya yang muncul dan menyilaukan matanya.
”Apa yang kamu inginkan sebagai permintaan terakhirmu, James?”
Suara dari sosok bercahaya itu sangat menyejukkan.
Benar! James masih memiliki satu permintaan.
”Apakah permintaanku akan dikabulkan, apapun itu?”
”Tentu saja, kamu telah menjalankan misi dengan baik.”
”Aku ingin bertukar kembali, biarkan pemuda yang bernama Bagas kembali dan biarkan aku yang pergi dari dunia.”
”Permintaanmu dikonfirmasi, apakah kamu tidak punya keinginan lain?”
James tersenyum, ”Tidak ada, itu sudah cukup! Aku sudah membalaskan dendamku. Itu sudah cukup!”
”Baiklah, sekarang pergilah!”
Wosh!
Angin berhembus kencang, menghempskan tubuh James. Dia terjatuh dalam kekosongan, dia terus terjatuh. Dan, seseorang melayang ke atas mendekatinya.
”Tuan James!”
Mata James tak percaya, itu adalah jiwa dari Bagas. James tersenyum dan meraih tangan Bagas.
”Bagas ..., hiduplah dengan baik. Selamat tinggal, Bagas!”
”Tuan James!”
Wosh!
Mereka terpisahkan oleh angin, Bagas terlempar ke atas dan Bagas terlempar ke bawah. James tersenyum meskipun dia terus jatuh ke kedalaman.
[Anda masih memiliki satu hadiah yang belum dikonfirmasi, anda adalah pahlawan bagi banyak orang. Katakan permintaan anda]
Sistem lagi!
Apakah ini belum berakhir?
James menggelengkan kepalanya, andai saja ..., aku terlahir kembali dan menjadi bayi mungil yang patuh pada orangtuanya. Memiliki keluarga dan jauh dari pertumpahan darah.
Ah sudahlah!
[Permintaan anda dikonfirmasi]
[Hadiah diberikan]
Apa? James kaget.
AAAAHHHHHH!
Angin menghembuskannya lagi, dan kali ini dia dilemparkan ke atas dengan sangat kencang.
TIDAAAAAKKK!
***
Presiden dan para menteri akhirnya sudah menerima kabar dari satuan khusus. Mereka semua sudah aman. Pasukan pelindung presiden datang untuk mengeluarkan Presiden dan para menteri dari dalam bunker. Saat mereka melihat banyak mayat, mereka membersihkannya terlebih dahulu. Identifikasi dilakukan dan mereka menemukan jasad Jenderal Bison.
Evakuasi semua yang terluka pun dilakukan, Inspektur Jodi segera membantu. Dia sadar dan berada di dekat Khalid dan juga Nadia. Khalid menjelaskan keadaannya dan mengatakan bahwa James terpaksa melumpuhkannya.
Jodi segera bergabung pada pasukan dan menjemput Presiden dari bunker. Dia bertemu dengan kakaknya. Semua sudah aman dan konfirmasi akan diberikan presiden langsung setelah mengetahui insiden yang terjadi.
Jodi melaporkan bahwa dia tahu segalanya, dia diminta untuk menjelaskan masalahnya pada Presiden di tempat khusus. Konferensi pers akan segera dilakukan.
Khalid menyelinap sebelum pasukan datang menjemput presiden. Dia sudah dihubungi James sebelum misi berakhir. Bukti yang sudah dikumpulkan James berada di kartu memori yang dia simpan di balik topeng burungnya.
Saat Khalid menemukan semua mayat, dia tak menemukan mayat James sama sekali. Hanya, topengnya yang tersisa. James benar-benar lenyap begitu saja.
Seperti biasanya, itulah James. selalu menghilang!
Bukti itulah yang ada di tangan Inspektur Jodi dan diserahkan kepada Presiden Losara. Jadi, semua menjadi jelas saat konferensi pers berlangsung. Semua kejahatan yang sudah terjadi, baik pemberontakan dan lain sebagainya adalah taktik Jenderal Bison untuk mengkudeta kepemimpinan Presiden. Losara pun tidak menyadari hal itu.
Kondisi pun mulai mereda karena mengetahui semua permasalahan yang sebenarnya. Perbaikan harus dilakukan dengan baik. Losara tidak mengatakan apapun tentang organisasi pembunuh yang hancur. Dia hanya menjelaskan ke publik bahwa para pemberontak dan juga pasukan militer bertempur dan semua keadaan sudah membaik.
***
Di atas jurang.
Seorang pemuda terbentuk dari cahaya, membentuk ulang sebuah tubuh sempurna. Matanya terbuka dan dia melihat ke langit.
”Aku kembali?”
Bagas mengangkat tubuhnya dan duduk, dia melihat seluruh tubuhnya. Tidak ada luka apapun, dia kembali ke dunia. Dia menyadari bahwa itu adalah jurang dimana dia dijatuhkan bersama dengan ibunya. Tempat dimana dia dan ibunya menjadi target pembunuhan.
Dia menyadari saat bertukar tubuh dengan tuan James. apapun itu, Bagas sangat berterimakasih pada tuan James.
Sssshhhhhhhh!
Woosshh!
Sebuah layar menyala berada di depan Bagas, layar itu bergoyang seperti layar portabel.
[Selamat datang kembali, Bagas]
[Kemampuan bertarung James diwariskan pada anda, kemampuan seorang Magic Assassin]
Kemampuan Assassin?
Woooosssh!
Layar portabel itu pecah, menyerbar dan memasuki tubuh Bagas.
Energi ini? Bagas merasakan energi kuat yang mengalir dalam tubuhnya. Dia merasakan tubuhnya bertenaga dan terasa ringan.
Bagas paham sekarang, dia mewarisi kemampuan tuan James. lalu ..., apa sebenarnya yang sudah terjadi? Aku harus kembali!
Bagas melihat ke bawah jurang, itu adalah tempat Ibunya terjatuh.
”Ibu ..., aku akan terus mendoakanmu. Aku harus melanjutkan hidupku lagi, Ibu!” Bagas pun meninggalkan tepi jurang tersebut. Bagas meneruskan hidup yang sudah diteruskan oleh James. Bagas tidak hanya mendapatkan kemampuan dari kekuatan assassin milik tuan James. namun, dia juga mendapatkan semua ingatan transfer tentang semua perjuangan James selama dua bulan sebagai bentuk balas dendam tuan James.
Dan, Bagas mengetahui semua perjuangan James saat menempati tubuhnya. Semua itu ditransfer dalam memori ingatan Bagas.
***
Mahmud sedang berada di ruang tamu, dia terlalu khawatir karena Bagas tak terlihat. Meskipun Presiden sudah memberikan konferensi pers dan keadaan sudah pulih. Namun, cucunya itu belum terlihat.
”Apa kamu tidak bisa menghubungi teman sekolahmu yang lain, Nadia?” tanya Mahmud pada Nadia yang berdiri di samping ayahnya, Morgan.
Nadia kebingunan dan sejak pulang dia terus mencari keberadaan Bagas. Bahkan, dia mendapatkan informasi bahwa Bagas ikut bersama inspektur Jodi saat kerusuhan terjadi. Nadia kemarin juga mengalami penculikan dan diantarkan oleh seorang inspektur polisi bernama Jodi. Nadia dapat selamat dari penculikan.
”Aku sudah menghubungi semua teman sekolah kami, Kakek. Namun, mereka semua tidak ada yang mengetahui keberadaan Bagas.”
”Kemana anak itu pergi...,” Mahmud kebingungan, dia pun berdiri.
”Tuan! Tuan!”
Seorang pelayan berlari dari luar, wajahnya cerah sekali dan menghadapi tuan Mahmud.
”Ada apa?” Mahmud kebingungan.
”Tuan Bagas, sudah kembali!”
Nadia yang mengetahui hal itu ikut gembira, seorang pemuda masuk dan memberi salam. Nadia berlari menyambut Bagas. Dia bahkan tak bisa menahan dirinya dan berlari memeluk Bagas.
”Syukurlah ..., kamu kembali!”
Nadia meneteskan airmata bahagia.
Bagas tersenyum, dia melihat kakeknya juga tersenyum. Dia pun menepuk pundak Nadia dan mengelusnya.
”Aku sudah kembali, Nadia. Aku akan selalu melindungimu.”
”Terima kasih, Bagas.”
***
Sepulang sekolah, Bagas keluar dan membenahi tasnya. Dia pulang bersama dengan Nadia. Mobil yang menjemput mereka sudah datang. Sekolah sudah tak lagi ada masalah, Bagas menjadi siswa yang dihormati oleh semua teman-temannya. Tentu saja, hal itu karena semua hal yang sudah dilakukan tuan James saat menjadi Bagas.
Jadi, Bagas tak perlu melakukan apapun dan semua orang sudah takut padanya. Ada seseorang yang mengawasi Bagas. Bagas mampu merasakan hal itu.
Bagas mampu merasakan aura yang mengawasinya. Kemampuan seorang Assassin itu adalah anugerah bagi Bagas.
”Nadia, pulanglah dulu. Aku masih ada perlu.”
”Tapi, Bagas...”
”Pulanglah, aku masih ada perlu.”
”Baiklah... pulanglah dengan selamat.”
Bagas mengangguk, dia meminta sopir untuk pulang duluan dan tak perlu mengkhawatirkannya. Mobil pun melaju, dan Bagas mencari lorong yang cukup sepi. Dia mampu merasakan seseorang mengikutinya.
”Keluarlah, aku sudah tahu itu kau, Khalid!”
Slap!
Seseorang melompat di belakang Bagas.
”Jadi ..., siapa anda sekarang? Apakah anda James, atau Bagas?” Khalid bertanya penasaran.
Bagas tersenyum, ”Aku Bagas, kemampuan tuan James sekarang adalah milikku. Kamu pun bebas sekarang Khalid. Semua organisasi pembunuh sudah dihancurkan!”
Khalid tersenyum, ”Baiklah kalau begitu. Aku akan melamar menjadi pengawal yang bekerja pada keluarga Mahmud. Aku tak tahu pekerjaan apa yang tepat untuk mantan pembunuh sepertiku.”
Khalid membuka kedua tangannya.
Bagas pun tersenyum, ”Selamat datang, Khalid!”
Bagas melewati Khalid dan menepuk pundak lelaki yang lebih tinggi darinya tersebut.
Wosh!
Bagas sudah menghilang dengan kecepatan tinggi, dia menggunakan God Step Assassin dan menghilang dari hadapan Khalid.
Khalid tersenyum, ”Dia memang selalu menghilang! Ha.. ha.. ha.., saatnya menikmati hidup bukan?”
Wosh!
Slap!
Khalid melompat dan menghilang.
***
Lima tahun berlalu.
Bagas menggendong bayi mungil, dia mendekati wanita yang masih lemah terbaring. Itu adalah isterinya, Nadia. Bagas tersenyum pada Nadia.
”Suamiku..., anak kita lelaki. Siapa nama yang akan kamu berikan untuknya?”
Bagas tersenyum, ”James, dia akan dipanggil James!”
”James?” Nadia mengerutkan keningnya, ”Sepertinya, bagus juga.”
Bagas tersenyum.
[Kemampuan anda sebagai seorang Assassin dibagi menjadi dua. Kemampuan anda dibagi ke dalam tubuh anak anda]
Apa! Itu tidak mungkin bukan? Bagas keheranan.
Dan, bayi itu tersenyum.
[Selamat datang kembali ke bumi, James. silakan nikmati hidup anda tanpa pertumpahan darah dan tanpa menjadi seorang pembunuh]
[Nikmati hidup anda, ini adalah hadiah untuk anda]
Selesai.