Kembalinya Magic Assassin

Kedatangan Shadow Eagle, Aku Datang Diutus Tuhan!

”Prajurit! Periksa penyusup itu!” teriak Harold. Dua orang prajurit segera maju sambil mengarahkan masing-masing senapan laras panjangnya ke depan. Mereka akan mencapai dinding gerbang, tempat ledakan mobil yang ditembakkan meriam sebelumnya.

Kedua prajurit berjalan perlahan, mereka waspada jika penyusup itu masih hidup. Penyusup tersebut pasti bukan orang biasa, bisa jadi dia selamat dan bersiap menyerang balik.

Dari balik dinding, Inspektur Jodi harus melumpuhkan dua prajurit tersebut dan merebut senjata mereka. Dia tidak bergerak dan menyembunyikan dirinya dengan baik, dua prajurit semakin dekat ke arah dinding. Jodi harus memperhitungkannya dengan baik, dia harus tetap melawan. Dia harus bisa mencapai bunker dan menyelamatkan Presiden.

Srak!

Wosh!

Inspektur Jodi berputar di tanah, dia meliuk dengan cepat. Targetnya dua prajurit, dan saat kedua prajurit masih kaget dan mencoba mengarahkan senapan mereka.

DOR!

Crak!

Inspektur Jodi sudah melakukan latihan militer dengan ketat, dia selalu berlatih meskipun tidak mendapatkan tugas operasi khusus. Itulah sebabnya, bagi Jodi kemampuan beladiri adalah kewajiban yang harus dimiliki oleh seorang polisi.

Jodi menembak sekaligus menggunakan kakinya untuk menendang kaki prajurit satunya. Tendangan kaki dan tembakan berbarengan dan hal itu efektif, kedua prajurit itu jatuh dan Jodi harus melakukannya. Mereka adala para pemberontak yang sebenarnya, karena mereka bersama dalam misi Bison untuk mengambil alih kekuasaan.

Wosh!

Inspektur Jodi dengan kecepatan tinggi, merebut senjata dan menembakkan satu prajurit yang tersisa karena terjatuh.

DOR!

Namun, dia sudah ketahuan. Dia mengambil senapan dan memutar tubuhnya kembali ke sisi dinding. Dan, tembakan beruntun mengarah padanya, menembaki dinding di mana Jodi bersembunyi di baliknya.

Rentetan senjata terus ditembakkan, para pasukan yang berjumlah lebih dari seratus pasukan itu merangsek mau. Terus memuntahkan peluru ke arah dinding.

DOR! DOR! DOR!

Dinding mulai hancur dan akan roboh. Inspektur Joi memejamkan matanya, suara tembakan memekakkan telinganya. Ini gila! Bagaimana dirinya, bisa menghadapi musuh begitu banyak. Dan, ada tiga pemimpin mereka yang merupakan kesatuan unit kuat yang dilatih secara khusus oleh Jenderal Bison!

Jodi kehabisan akal, dia masih bersembunyi dan merunduk, memegang erat senjata laras panjangnya.

Ricky mengangkat tangan kanannya, itu adalah tanda bagi pasukan untuk menghentikan tembakan. Ricky tersenyum dan saatnya untuk menghabisi penyusup yang hendak menjadi superhero tersebut. Dan, Ricky juga paham siapa dia. Dia adalah, Inspektur Jodi yang lolos dari penargetan untuk dibunuh.

”Kepung dia! Ambil semua arah!” teriakan Ricky memberi perintah, puluhan prajurit dengan senjata lengkap bergerak ke kanan dan ke kiri hendak mengepung Jodi. Ricky yakin, kali ini inspektur yang ingin menjadi pahlawan kesiangan itu, akan dihancurkan!

Srak! Srak!

Pasukan bergerak, Jodi pun bersiap untuk bertempur mati-matian demi negara.

Saat pasukan mulai bergerak untuk mengepung, ada asap yang dilemparkan dari kejauhan. Asap yang dilemparkan itu memiliki botol yang juga memiliki api yang menyala di ujungnya. Semua melihat ke atas.

”Hati-hati!” teriak Harold.

Itu seperti bom molotov, yaitu api di ujung sumbu di dalam botol. Dan, ledakannya hanya ledakan kecil karena minyak yang tumpah dan sedikit bahan peledak.

Nicon, penembak jitu. Dia memutar senapannya, mengarahkan pada botol yang melayang berasap di udara. Dan, dia menembak dengan cepat ketika botol itu  masih melayang di udara.

Booommm!

Ledakan cukup besar, meledak di udara. Api pecah dan sedikit membuat pandangan terganggu. Api beterbangan.

Siapa yang berani melakukan ini pada satuan khusus seperti mereka! Jika ada penyusup lainnya, maka mereka hanya harus menghabisi musuh tersebut.

[Waktu tersisa dari kesempatan hidup anda, 8 jam]

”Aku tahu, sistem berisik!”

Dan, seseorang mengumpat sendirian dari kejauhan. Lelaki itu memakai topeng burung berwarna hitam dan memakai jaket hitam. Dia terus berjalan menuju gedung Istana Negara, di balik sisa ledakan dari bom molotov yang dilemparkannya. Kini, semua pasukan elit milik Bison melihat siapa yang datang.

Shadow Eagle yang berjalan dengan santai menuju lebih dari seratus satuan khusus yang menjaga istana mereka.

Dia benar-benar mencari kematiannya sendiri. Tidak perlu mencarinya karena mangsa itu datang sendiri. Tiga pemimpin unit khusus itu; Ricky, Nicon, dan Harold. Mereka semua bersiap. Jodi juga akan menjadi sasaran mereka. Dua orang penyusup itu, akan dihentikan di sini dan tidak akan dibiarkan untuk mengganggu rencana dari Jenderal Bison.

”Jadi dia yang selama ini mengacau, Ricky?” tanya Harold.

”Itu benar! Dia yang telah menghapus beberapa organisasi pembunuh. Dan, dia mengaku sebagai Shadow Eagle.”

Ucapan Ricky dipahami oleh Harold. James atau Shadow Eagle sudah dikonfirmasi kebenarannya, bahwa dia sudah meninggal. Dan, saksi mata dari Dark Head sudah meyakinkan seratus persen bahwa kematian James adalah benar. Jadi, siapa sebenarnya sosok yang mengaku sebagai Shadow Eagle tersebut dan dia menghapus begitu banyak organisasi pembunuh.

”Bagi pasukan, sebagian kecil bergerak untuk menangkap polisi di balik tembok!”

Perintah Nicon dipahami pasukan elit di belakang mereka. Mereka membagi kekuatan mereka, hal itu karena mereka harus fokus. Shadow Eagle yang memakai topeng burung itu, dia dikonfirmasi memiliki kekuatan tempur sebagai seorang assassin yang sangat hebat. Jadi, tiga pasukan elit tertinggi Jenderal Bison tetap harus waspada.

”Berhenti dan menyerahlah Shadow Eagle! Meskipun, kami tahu bahwa kamu bukan Shadow Eagle yang sebenarnya!”

Harold maju sambil berteriak, dia melihat lelaki bertopeng itu tetap berjalan meskipun musuh di depannya sangat banyak. Terlihat, dia sangat tenang dan tidak gentar sama sekali. Dia sangat berani, dan tentunya kekuatan tempurnya juga dipastikan sesuai dengan berita yang sudah didapatkan.

”Aku tidak akan menyerah! Tugasku adalah menghapus semua pembunuh di Dark Head dan juga organisasi pembunuh lainnya di dalam sana!” Bagas yang memakai topeng itu menunjuk ke arah gedung Istana Negara.

Tiga pasukan elit kaget mendengarkan kata-kata Bagas. Jika dia menunjuk pada pasukan dari tujuh organisasi pembunuh yang mulai bergerak. Maka, Shadow Eagle palsu itu sudah mengetahui rencana dari Jenderal Bison. Jadi benar! Dia datang ke sini untuk mengganggu rencana Jenderal Bison untuk menjadi pemimpin negara ini yang absolut!

”Kamu tidak akan berhasil, kamu hanya sendirian Shadow Eagle!” tantang Harold.

”Aku pasti berhasil, karena Tuhan yang sudah mengirimku!”

”Sialan! Kamu memang bermulut besar! Habisi dua penyusup, bagi tugas seperti perintah sebelumnya!”

Dan, tembakan diarahkan kepada Bagas. Lebih dari 2/3 pasukan elit mengarahkan senapan mereka pada Bagas yang tetap berjalan dengan tenangnya. Sedangkan, beberapa pasukan elit lainnya bergerak ke arah Jodi.

Pertarungan tak bisa dihindarkan!

”Tembak!”

DOR! DOR! DOR!

Senyuman Bagas terlihat, dia mencabut dua senjata dari balik pinggang belakang. Dua belati yang sudah dipersiapkan, tampak berkilau. Senjata belati melawan senapan lengkap?

[Magic Assassin diaktifkan]

[Magic Exchange aktifkan, target didapatkan]

Wooosssh!

Tubuh manusia dihujani ratusan peluru dan teriakan kematian terdengar, tubuh itu ditembus ratusan peluru dan dia terjatuh. Kedua lututnya menyentuh tanah, dan semua kaget karena dia bukanlah Shadow Eagle. Melainkan salah satu prajurit! Bagaimana hal itu bisa terjadi dalam waktu yang cepat!

Slap! Slap! Crop!

AAAAAAHHHHH! AAAAAHHH!

Semua kaget, suara teriakan terdengar dari arah tengah. Semua melihat, terjadi pembunuhan beberapa prajurit. Sosok bayangan hitam bergerak demikian cepat dan menggunakan belatinya untuk membunuh siapapun prajurit yang dekat dengannya.

Dia bergerak sangat cepat, benar-benar assassin yang berhasil membubarkan banyak organisasi pembunuh. Semua prajurit bingung, mereka mengarahkan senapan mereka, tapi tidak berani menembak karena bisa jadi tembakan mereka akan salah sasaran. Apalagi, pergerakan lelaki bertopeng itu sangat cepat. Meliuk dan menghabisi rekan-rekan mereka.

Nicon mengarahkan senapannya, dia adalah terkenal dengan tembakannya yang tepat. Meskipun musuh bergerak dengan sangat cepat. Namun, mata Nicon sangat mudah menangkap gerakan Bagas. Dia mengarahkan senapannya, tangannya bersiap dan matanya konsentrasi melihat arah gerakan Shadow Eagle yang terus bergerak dan membunuh banyak prajurit.

DOR!

Wosh!

[Kemampuan Mata Assassin ditingkatkan, sense meningkat bersamaan dengan intuisi yang meningkatkan adrenalin]

Tembakan itu sangat akurat, sepersekian detik Bagas menyadari serangan peluru dari Nicon. Dia memutar tubuhnya dan bergerak, sambil memutar belati dan menusukkan pada salah satu prajurit. Tembakan itu dihindari, meskipun menyerempet pundaknya

Woosh!

Srat!

Ada tetessan darah yang keluar dari tangan Bagas. Namun, hal itu bukan apa-apa. Jika saja Shadow Eagle yang dulu, bisa jadi tembakan itu akan mengenainya dengan dalam. Namun, berkat sense kuat dari sistem, Bagas mampu merasakan bahaya dengan intuisi yang tepat.

Bruk!

Satu lagi prajurit terjatuh dan tak bergerak lagi, Bagas memutar tubuhnya kakinya menginjak tanah. Dan, tembakan datang lagi dari Nicon yang sudah memprediksi jika serangan pertamanya gagal.

Kali ini, tamatlah riwayatmu, Shadow Eagle palsu!

”Mati kau, tembakanku tak pernah meleset meskipun pergerakanmu bagaikan halilintar!”

DOR!

Mata Bagas menajam, serangan yang sangat cepat dan presisinya sangat akurat.

[Wind Thunder aktifkan!]

Wooossssh! Angin di sekitar Bagas bergerak cepat, menciptakan pusaran angin yang mengitari Bagas. Bagas mampu  melatih tubuhnya untuk menggunakan beberapa kekuatan yang terhubung dengan halilintar. Dia menggunakan hal itu karena sudah berlatih setiap hari selama enam puluh hari. Dia butuh kekuatan tambahan jika harus menghadapi semua assassin terkuat di dunia.

”Datanglah! Aku adalah, Shadow Eagle!”

Woosh!

Slap!

Tidak mungkin! Nicon tak percaya dengan apa yang dilihatnya, serangan akuratnya! Itu tak mungkin gagal! Namun, Nicon harus melihat ada kekuatan defense yang menghalangi serangannya. Itu seperti kabut yang berputar dan menutupi pandangan. Jadi, pelurunya seperti ditelan oleh kabut itu sebelum mengenai Shadow Eagle.

Mata Nicon menajam, apakah serangannya berhasil?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!