Kembalinya Magic Assassin

Misi Mengumpulkan Target dalam Bunker

”Pak Presiden! Anda harus segera bersembunyi untuk beberapa waktu!” juru bicara presiden tergesa-gesa setelah mengangkat telepon penting dari pasukan militer. Dia mendapatkan telepon dari Jenderal Bison. Malam ini, Presiden harus diamankan.

”Ada apa sebenarnya? Apakah keadaan tidak bisa ditangani?” presiden Losara kaget mendengar kabar dari asistennya tersebut.

”Pemberontakan terdesak, dan mereka mengincar anda pak Presiden!”

Penjelasan itu membuat presiden mengerutkan keningnya, hal inilah yang ditakuti oleh pak Losara. Di mana, ketika operasi pembersihan pada semua yang menyebabkan kekacauan di negara ini akan diadili secara militer. Tak ada pengadilan dan belas kasihan. Semua akan diakhiri dengan jalan militer.

Dan, apapun dalam peperangan tidak memiliki aturan. Bisa jadi, para pemimpin pemberontakan itu  merasa tak memiliki pilihan lain dalam melawan pemerintah. Mereka membalas dendam pada semua kematian yang menimpa rekan dan keluarga mereka. Dan, mereka akan mengincar kepala kepemimpinan untuk membalaskan dendam mereka.

”Apakah Bison mengatakan tidak ada alternatif lainnya?” tanya Losara sekali lagi pada juru bicaranya.

Kedua mata asisten Losara mengecil, dan tak ada ekspresi apapun.

”Tidak ada Presiden, hanya itu keputusan yang harus diambil. Sisanya, Jenderal Bison akan menyelesaikan semua pemberontak.”

Presiden Losara menarik napasnya dalam-dalam, tak ada pilihan. Keselamatan pemimpin negara adalah prioritas utama saat ini. Dan tentu saja, jika pemimpin negara memilih mundur atau bahkan meninggal dunia. Negara ini akan kacau, butuh penyelesaian yang rumit jika seorang pemimpin negara tidak ada.

”Baiklah, kita ikuti arahan dari Bison untuk saat ini. Minta semua pasukan pengawal presiden untuk bersiap!”

”Baik, Presiden!”

”Satu lagi, bawa keluargaku ikut serta. Mereka akan dalam bahaya jika tidak dalam perlindungan!”

Juru bicara paham akan kondisi tersebut, para pemberontak bisa saja mencari presiden dan mereka tidak menemukannya. Keluarga akan menjadi korban dari kejahatan mereka. Asisten pun mengiyakan perintah presiden.

Mereka pun bersiap, mereka sudah diarahkan untuk masuk ke dalam bunker rahasia di pusat kota. Itu adalah tempat rahasia yang hanya diketahui militer dan petinggi di negara ini. Tempat rahasia yang juga merupakan tempat paling aman ketika terjadi kekacauan yang tak bisa ditangani oleh militer.

Bunker khusus yang ada di bawah bangunan Istana Negara. Akses untuk memasukinya, hanya dipegang oleh para pemangku kekuasaan.

Presiden dan keluarganya pun dikawal menuju ke bunker rahasia tersebut.

***

Tuut Tuut Tuut!

Sambungan tidak aktif. Beberapa kali Inspektur Jodi mencoba menghubungi kakaknya yang merupakan salah satu menteri. Ada apa dengannya sehingga nomornya tidak aktif? Jodi merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi.

Sial!

Inspektur Jodi tak bisa menghubungi kakaknya, dia sudah menjadi target dari rencana operasi yang dilakukan oleh militer. Mungkin saja, dia diangap sebagai ancaman dalam proses pengambil alihan negara. Jenderal Bison memang memiliki kekuasaan yang tinggi sehingga mampu melakukan apapun.

Dia sudah dapat menjalankan misinya seperti yang dikatakan oleh Shadow Eagle. Dia sudah mendapatkan surat perintah dari Presiden. Maka, dia sekarang sebagai kepanjangan tangan dari presiden untuk melakukan pembersihan pada siapapun yang menurutnya mengancam negara. Tidak! Bukan mengancam negara, melainkan mengancam rencananya untuk mengambil alih negara ini.

Jodi juga mendapatkan kabar dari Shadow Eagle, dia harus segera memberitahu kakaknya yang merupakan salah satu menteri. Kakaknya adalah menteri telekomunikasi, dan karena permintaan dari Jodi sehingga presiden tidak mundur dari jabatannya.

Sekarang, Jodi tidak bisa menghubungi kakaknya tersebut.

Telepon rumah!

Itu Benar!

Jodi mencari nomor keluarga kakaknya, sambungan pun dapat dilakukan. Telepon itu diangkat.

”Ada apa, Jodi?” suara dari isteri kakaknya.

”Kakak kemana?” tanya Jodi terburu-buru.

Dan, setelah mendengarkan cerita dari kakak iparnya tersebut. Mata Jodi terbelalak kaget, serombongan pasukan menjemput kakaknya. Mereka mengatakan bahwa kondisi sedang dalam kekacauan. Presiden dan para menteri menjadi target para pemberontak. Maka, mereka semua harus dipindahkan secara khusus untuk menghindari penyerangan terhadap mereka.

Sudah terlambat!

Inspektur Jodi tidak bisa mencegah kakaknya, dia sudah dibawa. Dan, tidak ada tempat yang yang dicurigai, kecuali bunker di bawah Istana Negara. Inspektur Jodi harus mencapai tempat itu segera, sebelum terlambat. Dia tak peduli ketika dirinya sudah menjadi target dan sedang diincar.

Ini semua, adalah perjuangan untuk membela negara. Jodi harus mengambil bagian. Dia memasuki mobil dan segera menyalakan mesinnya. Jodi tidak paham, apa yang direncanakan Bison dengan mengumpulkan Presiden dan semua menteri. Apakah, mereka semua akan ditahan dan dia akan memproklamirkan dirinya sebagai pemimpin negara?

Sungguh rencana yang gila!

Brooommm! Jodi bergegas.

***

Presiden dengan cepat masuk ke ruang bawah tanah, melalui ruangan di dalam Istana negara. Itu adalah ruangan khusus yang hanya bisa dimasuki oleh Presiden. Losara menuntun putera termudanya, umur puteranya itu masih sekitar 12 tahun.

”Apakah kita harus bersembunyi, Ayah?” tanya putera bungsu presiden. Sementara, dua anaknya yang lain sudah dewasa dan salah satunya sudah berkeluarga dan di luar negeri. Sementara, satu lagi ikut bersama dengan Losara. Anak kedua dari presiden masih menyelesaikan pendidikan Magisternya.

Kini,  mereka harus dievakuasi untuk menghindari penyerangan dari para pemberontak. Meskipun begitu, intelejen negara paham dan memberikan informasi yang simpang siur dan berbeda tentang pemberontakan.

Ada informasi bahwa para pemberontak memiliki orang dalam yang sangat kuat di dalam pemerintahan.

”Untuk sementara, kita harus bersembunyi. Semua ini demi kebaikan kita dan juga negara. Jika terjadi sesuatu pada Ayah, maka negara akan jatuh dalam konflik dan kekacauan besar.”

”Baik, Ayah. Kami tahu Ayah sudah bekerja keras untuk negara ini,” kata putera kedua dari Presiden menimpali. Dia mengusap kepala adiknya, mencoba untuk memahamkan juga pada adiknya bahwa mereka memang harus bersembunyi untuk sementara waktu. Si kecil harus mulai belajar bagaimana menjadi keluarga dari seorang pemerintah negara.

”Ayo semua, kita harus bergegas!” suara Ibu negara memberikan pengertian tambahan pada si kecil. Mereka pun turun dengan tangga rahasia yang disediakan di ruangan khusus presiden. Mereka turun dengan membuka pintu rahasia dan menaiki lift untuk menuju ruangan bawah. Itu adalah ruangan khusus untuk bunker rahasia.

Tut! Tut! Tut!

Staf khusus presiden menekan tombol, mereka memasuki lift dan turun. Lift berhenti, pintunya terbuka. dan, pandangan di depan mereka, membuat kaget Presiden dan keluarganya. Mereka tidak sendirian. Di ruangan yang besar dalam bunker, semua menteri sudah ada di sana. Jadi, Presiden tidak sendirian di dalam bunker?

Kenapa Presiden tidak diberitahu sejak awal?

Apa yang sebenarnya terjadi?

***

BROOOOMM!

Inspektur Jodi melaju mobilnya cukup kencang, di setiap tempat terjadi beberapa baku tembak. Jodi melewati atau mencari jalur lain, dia tidak ingin terlibat dalam pertempuran apapun. Bahkan, dia sendiri sedang menjadi target. Jika dia menunjukkan identitasnya, maka bisa jadi data target sudah ada dan dirinya juga akan menjadi tahanan.

Bagaimana bisa, dirinya juga ditargetkan? Padahal, dia tidak memiliki niat apapun untuk memberontak. Dia sudah berjuang untuk negara ini dengan kejujuran, tapi mereka yang ingin mengambil alih negara ini. Jenderal Bison, membuat dirinya menjadi seorang target hanya karena tidak sepaham dengannya.

Dua polisi menghadang jalan Inspektur Jodi di depan sana. Jodi harus melewati mereka.

Ciiiittt!

Jodi mengerem mobilnya, dan dia bersiap jika memang harus berhadapan dengan dua polisi tersebut.

”Inspektur Jodi!” salah satu dari prajurit melihat Jodi dari jendela mobil yang dibuka oleh Jodi. Itu adalah salah satu bawahan Jodi saat bertugas.

”Arul, ternyata kamu?” kata Jodi.

”Benar, Inspektur. Inspektur Jodi mau kemana?”

”Istana Negara, Presiden dalam bahaya.”

Arul yang merupakan bawahan dari Jodi, dia menganggukkan kepalanya. Dia mempersilakan Jodi untuk lewat. Arul sudah bekerja sangat lama di bawah kepemimpinan Jodi, dia tahu bahwa Jodi adalah seorang polisi yang jujur dan berjuang untuk negara ini.

Brooom!

Mobil melewati Arul dan rekannya.

”Kenapa kamu lepaskan? Bukankah kamu tahu bahwa dia adalah salah satu target?” rekan dari Arul yang merupakan polisi dari kota lain penasaran. Kenapa Arul melepaskan Inspektur Jodi, dan bahkan memintanya untuk lewat ke Istana Negara.

”Aku percaya padanya, dia adalah polisi paling jujur yang pernah aku kenal.”

Rekan dari Arul hanya tahu bahwa Jodi salah satu target. Dia harus ditangkap jika menemukannya, tapi dalam hatinya juga penasaran. Apa yang hendak dicari dari operasi militer yang tiba-tiba ini

Bahkan, seringkali salah sasaran.

Apa sebenarnya keinginan dari Jenderal besar, Bison?

”Terserah kamu saja, Arul. Semoga saja, Inspektur Jodi itu dapat melindungi Presiden jika dalam bahaya!”

”Semoga saja,” jawab Arul. Mereka melanjutkan tugas mereka, mereka adalah pasukan yang paling dekat dengan Istana Negara. Tugas mereka, mengawasi siapapun yang akan memasuki daerah kota utama.

Untuk Inspektur Jodi yang melewati mereka, anggap saja, mereka tidak pernah melihat Inspektur Jodi. Dan selanjutnya, apapun yang terjadi, mereka hanya bisa berdoa agar keamanan dan kedamaian negara ini segera pulih.

Itu saja!

Inspektur Jodi melaju mobilnya cukup kencang, dia sudah melewati penjagaan terakhir. Dan, Istana Negara sudah dekat.

Dia harus bergegas, kakaknya ada di dalam bersama dengan Menteri lainnya, dan juga bersama Presiden.

Ciiiittt!

Memasuki gerbang paling depan, beberapa pasukan keamanan sudah menghadang mobil Jodi. Dan, mereka semua mengarahkan senapan lengkap mereka.

DOR! DOR! DOR!

Dia sudah ketahuan, mereka sudah memahami bahwa pengemudi Mobil memiliki tujuan lain selain tujuan mereka.

Jodi kehilangan keseimbangan, dan salah satu dari pasukan tersebut menggunakan meriam. Tembakan cepat mengarah pada mobil Jodi yang kehilangan keseimbangan.

Brush!

Jodi membuka pintu mobilnya, meriam menghancurkan Mobil dan Jodi sudah melompat lebih dulu. Jodi bergulingan dan bersembunyi di salah satu dinding kokoh.

Tiga orang di barisan depan para penjaga, mereka adalah pasukan khusus milik Bison. Mereka bertugas mengamankan tempat Istana Presiden dari para gangguan. Mereka akan membunuh siapapun yang mencoba menggagalkan rencana tuan mereka, Jenderal Bison.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!