Kembalinya Magic Assassin
Kekacauan, dan Misi Bison Dimulai
Hanya dalam waktu satu hari, kebijakan cepat Jenderal Bison dengan melaksanakan Operasi Siaga Satu sudah berjalan. Beberapa orang ditangkap secara khusus, mereka semua adalah orang-orang yang memang terafiliasi dengan pemberontakan.
Negara menjadi sangat kacau, di beberapa tempat terdengar suara adu tembakan. Hal itu satu hari setelah kemarin pemerintah memberikan kekuasaan penuh pada Bison. Dia melaksanakan pembersihan dari para separatis yang menginginkan kemerdekaan.
Bagi Jenderal Bison, hal itu sangat mudah. Dia sudah mendapatkan semua data dari intelejen yang disimpannya dengan baik. Selama ini, para pemberontak itu dibiarkan membuat kerusakan dan berbuat kriminal. Bison membiarkan hal itu, dan saat dekrit presiden dibuat untuk Operasi Siaga Satu. Maka, itu menjadi alasan kuat Bison membersihkan semua orang yang berafiliasi pada pemberontakan.
Hal itu, tentu saja memiliki satu tujuan. Bison menjadi penyelamat dan menyelesaikan semua kasus kriminal dan kekacauan. Bison harus tampil sebagai pahlawan bagi rakyat, dan untuk itu. Tujuannya menjadi jelas, untuk memimpin negara ini.
Satu hari, di mana terjadi banyak sekali penangkapan. Bison memiliki hak penuh.
”Jenderal Bison, apakah kita harus menyisir hutan terdalam dan juga kawasan terpencil?” tanya kepala polisi kota di wilayah yang cukup jauh dari pusat kota. Bison sedang berkumpul dengan semua kepala polisi kota.
”Tentu saja, habiskan semua target yang sudah kuberikan. Sisir semua tempat terpencil, hari ini tidak ada lagi daftar nama yang sudah kuberikan tersisa. Mereka semua, harus mati hari ini!”
Ketegasan Jenderal Bison membuat semua kepala polisi di tiap kota tak berani membantah. Operasi Siaga Satu dimulai, dan semua polisi dan militer dikerahkan mencari semua target yang sudah dibuka dengan jelas oleh Bison. Data itu, sudah menjadi bagian dari rencana penghapusan para separatis.
Meskipun begitu, pasukan khusus di belakang layar yang menjadi provokator menjauh dan kembali ke tempatnya semula. Mereka semua bekerjasama dengan separatis untuk membuat para pemberontak itu semakin masif bergerak. Setelah itu, mereka akan dihancurkan, dan tentu saja semua pembersihan ini pada akhirnya memiliki satu tujuan.
Jenderal Bison adalah Jenderal terbaik yang mampu menyelesaikan semua kekacauan di negara ini. Dan, dia adalah kandidat paling tepat untuk memimpin negara ini.
***
Apa yang ditakutkan Bagas pun terjadi, dia mencoba mencegah rencana Bison dengan memberitahu pada Inspektur Jodi. Namun, hal itu tidak cukup untuk menghentikan rencana Bison dalam mengambil alih negara untuk dikuasainya bersama para pembunuh.
Surat operasi militer sudah dijalankan, dan itu semua adalah tujuan dari kekuasaan Bison. Bison kini dapat menangkap siapapun yang menurutnya menghalangi jalannya. Dan, tidak akan ada yang menghalangi upaya Bison. Hal itu karena, dia adalah pemimpin operasi militer ini. Dan tentu saja, dia melakukan hal itu dengan kekuasaan absolut dengan keputusan presiden.
Di rumah tuan Mahmud, beberapa petugas datang dan mencoba memeriksa rumah tuan Mahmud. Para petugas polisi datang dengan membawa surat perintah, hal itu karena Mahmud dicurigai memiliki hubungan khusus dengan para separatis atau pemberontak.
Tuduhan tidak berdasar sama sekali.
Namun, para petugas itu harus menemukan kegagalan. Hal itu karena, sesuatu yang sudah disusupkan oleh para pembunuh dan juga petugas, tidak mampu mereka temukan. Sehari sebelumnya, beberapa pembunuh dikirim untuk memasukkan beberapa alat peledak dan juga buku-buku tentang pergerakan pemberontakan.
Namun, Bagas sudah tahu akan hal itu. Dia membiarkan para penyusup memasukkan barang-barang untuk menjerat kakeknya. Bagas membersihkan semua barang bukti yang sudah dimasukkan dalam rumah tuan Mahmud. Bagas membuangnya jauh dan tuan Mahmud diperiksa dan dilepaskan.
Tidak ada bukti bahwa Mahmud terlibat dalam organisasi atau anggota separatis. Dan di sisi lain, banyak para pengusaha besar yang ditangkap oleh pasukan pemerintah. Tentu saja, mereka semua ditahan dalam tahanan khusus. Barang-barang disusupkan di rumah mereka, dan penangkapan terjadi.
Tuan Mahmud terlepas dari penangkapan karena Bagas sudah membersihkan barang bukti terlebih dahulu, yang dimasukkan oleh para assassin.
Bison sudah bergerak terlalu jauh, Bagas sudah melihat blue print dari rencana Bison untuk menguasai negara ini. Jadi, dia sudah bersiap. Pertarungan dengan para pembunuh di Dark Head, akan sekaligus mempertemukan Bagas dengan semua pemipin organisasi pembunuh, dan juga jenderal Bison sekaligus.
Bagas menunggu saat itu.
***
Rumah kediaman Inspektur Jodi
Beberapa petugas polisi datang ke rumah Inspektur Jodi. Mereka mengetuk pintu, Jodi keluar dari rumahnya. Dan, Jodi kaget karena petugas dengan cukup banyak orang itu menunjukkan surat penangkapan untuk dirinya.
”Apa apa ini? Apa salah saya sehingga aku ditahan?” tanya Inspektur Jodi kebingungan.
”Anda dituduh menjadi salah satu polisi yang mendukung pemberontakan para separatis!” jawab salah satu pasukan khusus tersebut.
”Aku tidak mungkin melakukan hal itu, ini bukan wewenang kalian!” Jodi cukup marah.
”Surat perintah sudah jelas, anda bisa menjelaskan di kantor!”
Inspektur Jodi tak bisa berbuat banyak, dia akhirnya tak melawan ketika kedua tangannya diborgol. Isteri dan anaknya histeris melihat Jodi yang selalu berjuang untuk memberikan rasa aman pada semua orang, kini dia ditahan dengan alasan bagian dari pemberontak.
Jodi menenangkan keluarganya, pasti ada jalan keluar. Jodi akan berusaha menghubungi kuasa hukum dan memperbaiki kesalahan yang dibuat dalam prosedur penangkapan dirinya. Jodi pun dibawa mengendarai mobil petugas. Jodi sudah mendapatkan informasi dari Shadow Eagle, kerusuhan besar akan terjadi ketika operasi siaga satu sudah dilakukan.
Dan, semua polisi yang tidak sejalan dengan Jenderal Bison, maka mereka akan ditahan dengan alasan mendukung para memberontak. Siapapun mereka, polisi yang jujur akan ditahan dan diberi julukan sebagai bagian dari pasukan pemberontak.
Mobil cukup besar, inspektur Jodi diborgol dan diapit dua tentara. Mereka semua menyusuri jalan, dan Jodi tahu arah mobil yang membawanya bukan menuju kantor polisi atau kantor pertahanan.
”Mau dibawa kemana saya?” tanya Jodi pada para tentara itu.
”Diam, Inspektur. Sudah saatnya anda tutup mulut dan pergi dari dunia ini selamanya.”
Dan, Jodi kaget karena seorang tentara yang berbicara itu mengeluarkan pistol dari balik pinggangnya. Tentara itu mengarahkan pistolnya pada Jodi, jadi inilah yang dikatakan Shadow Eagle. Bahwa, segalanya akan dimulai Jenderal Bison untuk membuatnya menjadi orang nomor satu dan mengambil alih negara ini.
Ciiiiiitttt!
Mobil mengerem mendadak, saat tikungan tajam, batang pohon besar menutupi jalan. Semua orang di mobil itu kaget dan terhuyung ke depan.
”Mundur!” perintah tentara yang memegang pistol.
Brooomm!
Ciiiitttt!
Saat mobil hendak mundur, sebuah mobil melaju kencang dari arah belakang. Dan, mobil itu menabrak bagian belakang mobil yang membawa Jodi.
Brak! Brush!
Asap mengepul, para tentara itu kaget. Siapa yang berani menabrak mobil mereka dengan kecepatan tinggi. Apa dia tak melihat di depan sana ada pohon tumbang?
”Biar aku bereskan!” salah satu tentara keluar dan dia menghampiri mobil yang menabrak mereka.
”Cepat keluar!” tentara itu memukul kap mobil bagian depan.
Brak! Brush!
Pintu mobil terbuka dengan keras, dan seseorang memutar tubuhnya keluar dari pintu mobil. Tendangan kuat mengarah pada tentara itu, dia tak menduga seseorang menyerangnya.
Brush! Bug!
Tendangan itu membuat tentara itu terpental ke belakang dan terseret di jalan. Seseorang berdiri dan berjalan mendekati mobil dimana Jodi ditahan. Para tentara kaget, dan mereka melihat sosok bertopeng burung berlari ke arah mobil mereka.
Dia datang!