Kembalinya Magic Assassin

Menemani Nadia, Dia Harus Bahagia!

BRUSH!

Brak!

Lelaki yang mencoba memukul kepala Bagas, matanya melotot tak percaya. Dia menggerakkan kepalanya yang sakit, dia hendak memukul tapi kenapa dia terdorong dan menimpa meja? Dia mencoba bergerak, tapi tak kuasa. Dia pun pingsan.

Sebelum tangannya mencapai kepala Bagas, pukulan kuat sudah menghantam perutnya dengan kuat. Dalam sekejap, lelaki itu terjatuh dan menghancurkan meja di samping kanan.

”Benar-benar mencari mati!” teriak lelaki yang duduk, dua orang mengikutinya dan ikut berdiri. Tiga orang itu langsung kesumat dan menerjang ke arah Bagas.

”Hati-hati, Bagas!” teriak Nadia.

”Tenang saja!” Bagas menggerakkan tangan kirinya, membuat Nadia mundur ke belakang.

Woosh!

Satu pukulan, Bagas menghindari dengan memundurkan langkahnya. Kaki kirinya berputar, dan membentur kepala penyerang pertama.

Brush! Brak! Meja dan kursi hancur.

Dua orang tersisa maju, ada bau alkohol pada mulut mereka. Bagas maju ke depan dan menggunakan kedua tangannya yang sudah mengepal. Dua pukulan langsung menghantam perut keduanya sebelum mereka mencapai Bagas.

Brush! Brak!

Meja dan kursi hancur, empat orang sudah menggeliat dan tak bisa bangun lagi. Tubuh mereka terasa hancur.

”Aku sudah tidak selera makan di sini, ayo pulang, Nadia!” Bagas menggenggam pergelangan tangan Nadia dan menariknya. Mereka bertemu dengan pelayan yang melihat meja dan kursi hancur dan ada empat pemuda yang tak berdaya.

Bagas mengambil kartu di balik bajunya dan menyerahkannya pada pelayan. Dia meminta pelayan itu untuk menagih tagihan dalam kartu nama itu. Itu adalah kartu nama vip, para pelayan itu bisa bernapas lega karena ada yang menjamin kerusakan di dalam kafe. Para pelayan bisa selamat dan tidak akan dimarahi atasan mereka.

”Terima kasih, Tuan.”

Bagas terus menarik tangan Nadia, dan Nadia pun tersenyum bahagia. Dia merasa dilindungi dan diistimewakan oleh Bagas. Mereka pun pergi kembali dan menaiki motor mereka.

Dari kejauhan, seseorang mengintai mereka dan tanpa Bagas sadari. Sosok itu sangat jauh mengawasi dan dia menggunakan alat teropong kecil. Dia mengangguk dan mendapatkan sedikit informasi tambahan tentang penyelidikannya. Dia adalah Ricky, orang kepercayaan dari Jenderal Bison.

Apakah pemuda itu memiliki hubungan khusus dengan lelaki bertopeng burung yang menyebut dirinya Shadow Eagle?

***

Komedi putar bergerak, beberapa orang berteriak karena ketakutan.

Kedua tangan Nadia tanpa sengaja menggenggam lengan kanan Bagas, matanya terpejam karena ketakutan. Selama ini, dia hanya melihat orang menaikinya. Saat melihat komedi putar, dia terpana. Bagas pun mengajaknya untuk naik, karena malu Nadia tidak memberitahu bahwa dirinya tidak pernah naik komedi putar.

”Kamu tidak pernah menaiki permainan ini, Nadia?”

Nadia tidak mau melepaskan cengkeraman tangannya pada Bagas, dia benar-benar ketakutan.

”Jangan menggodaku, Bagas. Aku benar-benar takut.”

Dan, tawa Bagas terdengar. Hingga, Bagas pun mengangkat tangan kanannya, dia ingin berhenti dan menunjukkan pada petugas. Dia melihat wajah Nadia terlihat pucat, matanya terus terpejam dan tangannya terasa dingin.

Mesin berhenti, kedua kaki Nadia gemetaran.

”Kita sudah berhenti, ayo turun!”

Nadia masih ketakutan, dia masih mencengkeram lengan Bagas. Bagas pun tersenyum, bahkan mata Nadia masih saja terpejam karena ketakutan.

Srak!

Bagas menggendong Nadia, dia menurunkan wanita itu. Dan, Nadia baru bisa membuka matanya. Dia melihat wajah dan rahang kuat milik Bagas. Mata Nadia tak bisa lepas dari wajah Bagas yang sedang menggendongnya, dan menurunkannya kembali.

Kedua mata mereka bertemu, Bagas sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Namun, dia merasakan detak jantungnya berdetak. Itu adalah jantung milik Bagas, dan bukan milik James. Dan, kini James sedang berada di dalam tubuh Bagas.

”Ayo pulang, Nadia.”

Nadia tersenyum, ”Tentu, Bagas!”

Keduanya pun pulang, dalam perjalanan Nadia terus tersenyum. Meskipun, dia merasakan sesuatu yang lain dari Bagas. Bagas yang dikenalnya, tidak pernah punya keberanian dan selalu mengurung dirinya dalam ketidakberdayaan.

Bagas mengantar Nadia hingga ke rumahnya, yaitu rumah pelayan dari tuan Mahmud. Ayah Nadia adalah Morgan. Nadia turun dan berpamitan hendak masuk ke rumah. Bagas melihat Nadia, hingga Nadia pergi meninggalkannya.

Bagas hendak memutar motornya.

”Bagas!” suara wanita itu kembali terdengar, Nadia berbalik melihat Bagas.

”Ada apa, Nadia?” Bagas sudah mengenakan helmnya.

”Terimakasih untuk hari ini, apapun yang terjadi. Selalu jaga kesehatanmu, Bagas.”

Nadia tersenyum, Bagas membalasnya dengan senyuman. Bagas melaju  motornya meninggalkan Nadia.

Broom!

***

Rumah Sakit elit, VIP.

Seorang lelaki memasuki kamar VIP, dia membuka pintu setelah menemui beberapa penjaga yang menjaga di depan pintu kamar sangat elit tersebut. Lelaki itu adalah, Aulus. Dia membuka kacamatanya. Dia duduk di samping lelaki setengah baya yang masih tergeletak dengan selang infus di tangannya.

”Kamu sudah datang, Aulus.”

”Saya datang memenuhi panggilan anda, tuan Thomas,” jawab Aulus.

Thomas tersenyum, janggutnya sedikit panjang. Dia menatap langit-langit di kamar VIP rumah sakit tersebut. Dia memang sengaja memanggil Aulus melalui bawahan dari kepercayaannya. Tentunya, ada sesuatu yang ingin dibicarakannya pada Aulus. Dan, Thomas hanya percaya pada Aulus dibandingkan dengan para Assassin lainnya di Dark Head.

Thomas hendak menggerakkan tubuhnya, kepalanya ingin sedikit lebih tegak agar bisa bicara dengan Aulus.

”Ketua! Jangan memaksakan diri, anda dalam masa pemulihan!” Aulus mencegah Thomas untuk duduk. Dia kemudian memberikan bantal satu lagi di bawah kepala Thomas. Dengan demikian, Thomas bisa sedikit terangkat kepalanya.

”Ceritakan padaku, apa saja yang terjadi sejak aku di Rumah Sakit!” Thomas melihat Aulus yang sudah duduk di sebelahnya.

”Peter mengambil alih kepempimpinan!” itu adalah kata-kata pertama yang keluar dari mulut Aulus.

Thomas tersenyum, ”Sudah kuduga, dia memang berambisi untuk menguasai Dark Head. Dia bahkan sejak lama menginginkan kursi pemimpin Dark Head.”

Aulus diam saja, dia tak berani membantah analisa dari Thomas yang merupakan pemimpin Dark Head sebelumnya.

”Apakah James juga sudah disingkirkan?” tanya Thomas.

”Apa yang tuan Maksud?” tanya Aulus penasaran.

”Jika Peter menginginkan kursi pemimpin. Tentu saja, dia pasti sudah merencanakan untuk menghilangkan James.”

Aulus gemetar, ”Apakah, kematian James ada hubungannya dengan rencana Peter?”

Thomas kembali tersenyum kecil, ”Itu adalah analisaku, Aulus. Halangan terkuat Peter adalah James, mau tidak mau. Dia harus menyingkirkan pembunuh tercepat itu!”

Aulus kini baru menyadari, dia memang sempat curiga. Namun, dalam dunia Assassin balas dendam bisa saja terjadi. James memang terbunuh oleh racun dan juga tembakan, tapi yang dia ketahui. Pembunuh yang membunuh James sudah lompat dari gedung di pesta saat kematian Bagas. Dan, semua orang tahu akan hal itu.

Namun, tentang Peter yang membunuh James! Apakah hal itu mungkin terjadi?

Sialan!

Aulus terlihat kesal, ternyata dalam Dark Head bisa terjadi saling membunuh sesama Assassin. Hal itu akan menghancurkan Dark Head itu sendiri di masa depan!

”Aulus! Apakah rencana Bison sudah dimulai?” Thomas bertanya tanpa menoleh ke Aulus. Dia melihat ke atap kamar perawatan tersebut.

”Rencana telah dibuat dan disusun oleh tujuh organisasi pembunuh terkuat di negara ini. Rencana ini akan mengambil alih negara.”

Thomas melihat ke arah Aulus, ”Ikuti saja arahan dari Peter, itu adalah pesanku!”

”Tapi, Ketua! Anda masih ada. Seharusnya, Peter bertanya dulu pada Anda!” Aulus masih belum menerima dengan baik jika Peter menjadi pemimpin Dark Head.

”Aku tahu Aulus, tapi biarkan Peter berbuat semaunya. Tunggu sampai saatnya tiba, setelah aku sembuh. Aku yang akan menghabisinya!”

”Ketua ...!” Aulus kaget mendengar hal itu.

”Kamu tidak perlu heran, Aulus. Bahkan, Peterlah yang meracuniku hingga aku seperti ini!”

”Tidak mungkin! Bagaimana dia berani melakukan hal itu, Ketua!”

”Aku sudah menyelidikinya melalui orang kepercayaanku, Aulus.”

Aulus pun diam mendengar penjelasan Thomas. Tidak mungkin, Thomas bicara tanpa data.

”Jadi ..., apa yang harus saya lakukan, Ketua?” tanya Aulus.

”Ikuti saja perintah Peter, jalankan misi mengambil alih negera oleh Bison. Itu sudah cukup menjadi tugasmu, Aulus.”

”Baik, Ketua. Saya akan melaksanakannya.”

Aulus meninggalkan ruangan perawatan bagi Thomas. Aulus berjanji untuk melaksanakan perintah dari Thomas.

Seperginya Aulus, Thomas mencoba menggerakkan kepalanya. Semua sudah terjadi demikian jauh, sebentar lagi akan terjadi perang besar di negara ini.

Tunggu saja, Peter! Ini juga menjadi bagian dari pemusnahan organisasi pembunuh, dan Dark Head akan menjadi organisasi terkuat dan tak ada yang berani.

Tunggu saja!

Thomas tersenyum, dia pun menutup matanya.

Saatnya untuk istirahat, dan menunggu waktu yang tepat!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!