Kembalinya Magic Assassin
Misi dan Unit Khusus
Sepasukan orang dari halaman kediaman tuan Mahmud datang. Di dalam, Bagas mengambil topeng dan memakainya, Bagas juga bersiap dengan dua pistol di kedua tangannya. Jika mereka yang datang adalah musuh, maka Bagas akan menghabisi mereka.
”Sepertinya misi sudah berhasil!” suara seorang lelaki, dia memakai jas. Dia melangkahi jasad penjaga di depan kediaman tuan Mahmud.
”Misi ini tidak mungkin gagal Ayah, mereka adalah para pembunuh terbaik!” suara dari samping Romi. Lelaki yang berbicara adalah Natan, tangannya sedang dibalut dengan gift karena terluka saat dihajar oleh Bagas. Dia tahu bahwa ayahnya menyewa para pembunuh untuk menghabisi kakeknya dan juga Bagas.
Semua sudah terjadi, mereka kini hampir saja menjadi gelandangan karena keuangan mereka diblokir. Untuk mendapatkan uang, mereka harus menghabisi tuan Mahmud dan juga membalas dendam pada Bagas.
Romi datang bersama anaknya, Natan. Dan juga, ada sepuluh orang pengawal yang datang, mereka datang untuk melihat keberhasilan para pembunuh mahal yang sudah mereka bayar. Tak mungkin ada kegagalan, mereka pasti berhasil.
Srak! Srak!
Satu sosok keluar dari pintu kediaman tuan Mahmud yang sudah porak-poranda, dia keluar dan memakai topeng hitam dengan ukiran kepala burung. Rombongan Romi berhenti, apakah sosok itu adalah salah satu pembunuh yang sudah mereka bayar? Dan, di tangan sosok itu, ada dua pistol yang dipegangnya.
”Apakah tugas kalian sudah beres?” tanya Natan langsung kepada sosok bertopeng itu.
Hening, sosok bertopeng masih diam saja.
”Hei, apa kamu tidak mendengarkan kami?” Romi ikut menanggapi, ”Aku sudah membayar mahal untuk kalian. Jadi, bawakan kami keberhasilan dalam misi kalian!”
”He.. he.. he..!” suara tawa dari lelaki bertopeng. Tangan lelaki bertopeng bergerak, dia membuka topengnya sambil tetap memang pistolnya.
Srak! Pluk!
Topeng dibuang ke lantai, temaram lampu semburat melihat wajah lelaki itu. Romi dan Natan kaget melihat wajah lelaki di balik topeng itu. Mereka sangat mengenal lelaki itu, pemuda yang sudah membuat hidup keduanya hancur.
”Bagas! Sialan! Bunuh dia!” teriak Romi pada pasukan di belakangnya.
Beberapa pengawal di belakang Romi, semuanya segera bergerak dan mengambil senjata di balik pinggangnya.
[Magic Assassin, kecepatan ditingkatkan]
DOR! DOR! DOR!
Lima orang pengawal belum sempat mengambil pistol, peluru sudah menjatuhkan lima orang sekaligus. Bagas sudah menembak lima orang yang hendak memegang pinggang untuk mengambil senjata. Kecepatan peluru dan menembakkan pistol, sudah merupakan kebiasaan bagi Bagas. Dia mampu menjatuhkan lim orang dengan tembakannya.
DOR! DOR! DOR!
Para pengawal yang tersisa sudah mengambil pistol dan hendak mengarahkan pada Bagas. Namun sekali lagi, Bagas sudah mampu menembakkan peluru dengan cepat dan menjatuhkan lima pengawal lagi di belakang Romi. Kini, hanya tersisa Romi dan Natan. Romi bahkan harus melihat ke belakang dan memastikan. Ternyata, semua pengawal yang ikut dengannya, sudah tidak bergerak lagi.
”Sialan! Kamu telah menghancurkan hidupku!” Romi berteriak, dia mengambil pistol di balik pinggangnya. Dia mengarahkan pistolnya ke depan, tepat di mana Bagas berada. Dan, Bagas tidak bergeming sambil menunggu Romi mengarahkan pistolnya dengan baik.
DOR!
Tembakan satu dilepaskan, Bagas melihat arah peluru yang mengarah padanya. Saat peluru itu sudah semakin dekat. Bagas menggerakkan tubuhnya dengan kecepatan bayangan. Dia maju dan menggeser tubuhnya ke samping, menghindari peluru. Peluru melewati Bagas dan tidak mampu mengenai Bagas.
DOR! DOR!
Dua tembakan dilepaskan Romi, Bagas meliuk sambil maju ke depan. Dia menghindari dua peluru sekaligus dengan bergantian. Jarak Bagas semakin dekat dengan Romi dan Natan. Natan mulai ketakutan. Bagas terus mendekat.
Kini, Romi sudah kehilangan kendali. Dia melepaskan peluru di pistolnya dengan terus mengawasi pergerakan Bagas.
DOR! DOR! DOR!
Tembakan terus dilepaskan, Bagas mampu menghindarinya dengan baik. Senjata pistol memang mematikan, tapi di tangan yang salah. Hal itu hanya menjadi bualan dan tontonan bagi seorang Assassin yang sebenarnya. Mereka adalah para ahli yang mampu menggunakan senjata, dan orang awam yang memegang senjata hanyalah sekedar hiasan. Itu sangat berbeda!
Cklik!
”Aku ..., Aku ... Maafkan!” suara Romi tercekat. Dia baru sadar jika pistolnya kehabisan peluru, dan moncong senjata sudah menyentuh kepalanya. Pistol itu terasa dingin saat menyentuh kulit Romi. Bagas sudah berada di depannya, menatapnya dengan tajam.
”Maafkan aku ..., Bagas! Aku adalah pamanmu! Kita keluarga ...!”
DOR!
Bruk!
Bagas tidak peduli, dia melepaskan tembakan dan tubuh pamannya itu jatuh ke tanah. Bagas tak memiliki rasa bersalah sama sekali.
”Minta maaflah pada Ibuku di langit! Aku datang hanya untuk membalas dendam!”
AAAAAAHHHHH!
Di samping Bagas, Natan berteriak histeris. Dia tak menyangka, kecepatan gerakan Bagas dan dia baru sadar jika ayahnya sudah jatuh dan tak lagi bergerak. Natan shock dengan apa yang dilihatnya, dia menggerakkan tangannya secara refleks dan mencoba memukul Bagas.
Wooosh!
Brush! Krak!
Bagas langsung menangkis dengan lengannya. Serangan Natan terhenti dan Natan tak mampu mengimbangi kekuatan Bagas. Dia terdorong ke belakang dan jatuh ke lantai. Dia melihat ke arah Bagas dan gemetaran.
”Aku tidak mau mati ...!” teriak Natan.
Bagas melihat dengan sorot mata tajamnya ke arah Natan.
[Dominasi sebagai Mesin Pembunuh diaktifkan]
Wooossh!
Bagas mengarahkan pukulannya kearah Natan, matanya tajam melihat Natan. Pukulan itu terhenti di depan wajah Natan. Pukulan itu terhenti tapi energi tekanan mampu membuat seluruh tubuh Natan gemetaran. Dia merasakan bahwa angin kematian menusuk seluruh jiwanya.
AAAAAAAHHHHH!
[Tekanan sebagai pembunuh diberikan, shock tingkat tinggi diberikan]
AAAAAAHHHHH!
Natan mundur tak karuan sambil duduk, dia mundur dan bergulingan. Dia berteriak dan berlari, terjatuh dan bergulingan. Setidaknya, Bagas tahu kalau Natan akan memiliki tekanan mental yang sangat kuat. Hal itu karena, jiwanya sudah tergoncang sangat kuat.
”Aku tidak mau mati!” teriak Natan sambil berlari dan jatuh, dia terus berlari di kegelapan. Jiwa dan mentalnya benar-benar terganggu. Sulit baginya untuk menyembuhkan diri dari tekanan mematikan yang dikeluarkan Bagas. Natan seperti melihat monster yang mengerikan dan menelannya hidup-hidup.
Bagas membiarkan Natan berlari dan menghilang di kegelapan. Hal itu sudah cukup dengan menghancurkan mentalnya. Bagas tersenyum, dia berjalan dan mengambil topeng burungnya kembali. Bagas melihat ke langit malam, dia memejamkan matanya sebentar.
Balas dendam untuk Bagas sudah terpenuhi, tersisa dendam untuk membalaskan apa yang sudah dialami oleh James. Kali ini, penghapusan untuk Dark Head harus diselesaikan. Ini adalah misi terakhir Bagas.
Menemukan Peter! Ini adalah puncak dari balas dendam Bagas.
Bagas membuka selaput pada kedua tangannya, itu adalah kulit palsu yang disamarkan. Hal itu untuk menutupi barang bukti. Bagas harus terlepas dari masalah ini. Dia mengambil api dan membakar semua barang bukti. Sementara, jasad-jasad sudah berserakan dari depan kediaman tuan Mahmud dan di dalam rumah.
Tuan Mahmud sudah disembunyikan di ruang rahasia di dalam kediamannya, itu adalah ruangan bunker. Saat semua berakhir, semua hanya akan mengira bahwa Shadow Eagle adalah pelaku pembunuhan dari semua pembunuh yang datang ke rumah tuan Mahmud.
Bagas meninggalkan beberapa bukti ukiran burung yang ditinggalkan di jasad Solam. Pemimpin dari misi pembunuh.
Sisanya ..., biarkan para pembunuh di seluruh organisasi assassin akan mulai gelisah. Mereka sedang diburu oleh Shadow Eagle. Namun, semua orang juga sedang tak percaya. Shadow Eagle sudah mati, lalu siapa yang menggantikannya untuk membalas dendam?
***
Jenderal Bison berjalan di ruangannya, dia sudah mendapatkan laporan bahwa akhir-akhir ini para pembunuh sedang diburu. Dan, kesimpulannya adalah. Sosok yang sedang memburu para pembunuh memiliki dendam kepada para pembunuh.
Dia telah membunuh banyak para Assassin dan membuat mereka hancur tanpa ampun.
”Ricky!”
”Iya Jenderal!” jawab Ricky memberikan salam kehormatan dan memberi hormat. Ricky adalah orang kepercayaan Bison, dia adalah salah satu dari tiga pasukan inti yang terkuat yang dimiliki Bison.
”Selidiki semua hal yang berkaitan dengan Shadow Eagle. Aku ingin mendapatkan semua bukti tentang semua hal yang berkaitan dengannya.”
”Tentu saja, Jenderal Bison!” suara Ricky bersiap menjalankan tugas.
Woosshh!
Tubuh Ricky bagaikan hilang diterpa angin. Di kesatuan unit polisi, ada pelatihan khusus tentang berlatih menjadi seorang pasukan assassin. Dan, tidak banyak yang tahu karena itu sangat rahasia.
Bison memiliki kekuatan yang besar, dan dia menempa pasukan unitnya sendiri. Dia mempersiapkan persiapan yang sangat terencang. Untuk, mengambil alih negara ini dalam kekuasaannya.
”Shadow Eagle ..., nyamuk yang ingin menggigit harimau! Tunggu saja kematianmu!”
Ha.. ha.. ha..