Kembalinya Magic Assassin
Target Pertama; Black Monster
Perang ini, adalah untuk menghentikan invasi dari Jenderal Bison. Apakah hal ini menjadi alasan dari balas dendamnya? Bagas masih berpikir untuk menyingkap misteri dirinya, apa yang menjadi tujuan utamanya sekarang?
Dia harus fokus, kembali ke tujuannya. Jika waktu yang diberikan untuknya terbatas. Maka, dia harus bisa menggunakan waktu itu sebaik-baiknya.
”Sistem!”
[Sistem aktif, Kesempatan hidup anda, 29 hari]
Sudah lebih dari separuh waktunya digunakan, balas dendamnya mencapai ujung dari kesempatan yang diberikan Tuhan padanya. Malam ini, semua harus jelas. Dia sudah paham semua alur setelah 30 hari diberikan kesempatan kedua. Saatnya untuk bertindak dengan cepat, sebagaimana dia adalah seorang pembunuh paling cepat.
Dia akan bertindak mulai sekarang. Untuk awalan, dia akan menyelesaikan tugas balas dendamnya pada semua orang yang berhubungan dengan Bagas. Dia harus menyelesaikan misi pembalasan dendam untuk Bagas terlebih dahulu. Sisa waktunya, akan digunakan untuk menumpas semua Dark Head. Bahkan jika perlu, semua orang yang berkaitan dengan pembunuhan James.
Srak! Triiing! Triiing!
Bagas membuat sebuah alat, dia mengukirnya dengan beberapa alat yang sudah diambilnya. Dia harus membuat dirinya sebagai pembunuh. Dia membeli topeng dari tembaga, dia melakukan beberapa modifikasi dengan alat mesin. Menipiskan topeng tembaga, percikan listrik dari pecahan tembaga menyebar. Bagas menggunakan kacamata radiasi. Dia tidak boleh berlama-lama mulai sekarang.
Triiiinnnnnng!
Matanya fokus, tujuannya jelas. Dia sudah mengetahui segalanya, saatnya untuk menyelesaikan misinya yang sudah terpendam lama. Matanya menyala, dia membentuk topeng tersebut.
Topeng sudah jadi, Bagas mengambil cat dan menyemprotkannya keseluruh topeng di bagian depan. Dia akan menjadi Shadow Eagle yang baru. Dia akan menunjukkan, siapa pembunuh tercepat yang sebenarnya.
Mereka yang sudah membuatnya berjalan di atas semua ini, mengkhianatinya. Semuanya akan dihancurkan dengan kemarahan yang tidak bisa diukur.
Topeng itu mulai berwarna hitam, cat semprot hitam terus memenuhi topeng itu. Topeng itu dibuat berbeda dan cukup panjang hingga hampir menjangkau belakang kepala. Bagas memasang pembesar suara di bagian suara. Hal itu agar dapat menyamarkan suaranya, menjadi lebih besar.
Bagas mengambil jaket yang sudah dibelinya. Jaket hitam dan ada penutup bagian kepala. Jaket itu sangat tebal namun ringan. Bagas mengambil kain yang sudah diberikan gambar, dia menempelkan pada bagian belakang jaket. Kepala burung dengan mata menyala, dan dia menjahitnya dengan cepat.
Sudah jadi!
Sekarang, Shadow Eagle sudah kembali. Misi pertama dari perubahannya kali ini sudah jelas. Rumah pembunuh yang sudah membunuh ibu dari Bagas. Bagas akan menghancurkan organisasi pembunuh dengan nama Black Monster. Organisasi itulah yang bertanggungjawab atas kematian Ibunya Bagas. Bagas sudah mendapatkan informasinya dari Khalid.
Terakhir, kelompok Black Monster bahkan sudah dipesan menjadi salah satu organisasi pembunuh yang dibayar lagi oleh Romi. Romi sudah menggunakan semua uang yang tersisa, memperbanyak menyewa pembunuh. Tujuannya adalah kematian kakek Mahmud dan dirinya. Jadi, sebelum para pembunuh dari Black Monster datang.
Shadow Eagle akan datang lebih dulu ke rumah organisasi Black Monster, dan akan menghabisi mereka semua.
Ini setimpal dengan nyawa Ibu Bagas yang dilemparkan ke jurang. Malam ini, adalah malam di mana sang Ibu bisa tenang. Dan, Bagas di langit sana juga akan tersenyum karena pembalasan dendamnya sudah datang.
”Ambil jiwaku, tuan James!”
James di dalam tubuh Bagas ingat betul. Bagaimana Bagas yang memberikan raganya pada James. Dia sudah putus asa pada kehidupannya, dan dia pun rela tubuhnya diambil oleh James. Agar, dia memperoleh keadilan untuk membalas dendam.
Semuanya, yang terlibat dalam pembunuhan Bagas. Mereka semua akan dimusnahkan.
Bagas memakai topengnya, kini hanya ada lubang di mata dan lubang kecil di depan hidungnya. Topeng serba hitam dan jaket hitam. Dia pun membuka jendela kamarnya, tinggi. Dia melompat naik ke atas, menyusuri dinding dan itu sudah menjadi keahliannya. Dia melihat ke depan. Dia melompati pagar. Dan, dia sudah mempersiapkan motor yang akan digunakannya.
Brooommm!
Motor melaju, tujuannya adalah, rumah pembunuh. Black Monster.
***
Organisasi pembunuh, Black Monster.
Black Monster, seperti namanya. Mereka memiliki banyak pembunuh di dalam organisasinya. Mereka selalu bekerja dengan baik, meskipun mereka terkenal kejam dalam melakukan misinya. Tugas utama saat membunuh, bagi mereka itu yang utama. Namun, jika misi utama sudah selesai. Mereka bisa melakukan apapun, termasuk menguras harta korban atau melakukan tindakan kejam lainnya. selama tugas utama selesai, maka mereka tidak masalah.
Black Monster dibayar sekali lagi oleh Romi, untuk mempersiapkan dirinya bersama dengan organisasi pembunuh lainnya. target mereka adalah Tuan Mahmud. Dulu, mereka juga dibayar untuk membunuh cucu dan menantunya. Namun, mereka disebutkan gagal. Cucunya hidup kembali dari jurang yang dalam.
Kini, Romi menggunakan semua uangnya untuk membunuh Mahmud. Mereka sedang bersiap, dua hari lagi adalah penyerbuan total ke rumah tuan Mahmud. Bahkan, ada organisasi Dark Head yang akan memimpin penyerangan.
Mereka pun kini bersiap di base mereka.
”Suatu kehormatan kita akan bekerja bersama dengan Dark Head,” Nova duduk di kursinya, kaki kanannya diangkat menyilang di tumpuan kaki kirinya. Dia menyalakan rokoknya, dia menghembuskan asap rokok itu dengan santai.
Bams duduk di seberang Nova, dia mengambil wadah rokok Nova. Mengambil satu batang rokok dan menyalakannya.
”Aku jadi berpikir ulang tentang aksi kita, saat membunuh Pemuda dan Ibunya di dalam mobil itu,” Bams menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
”Kamu benar, Bams,” Terry ikut menyahut, ”Saat itu, kita yakin benar-benar membunuh pemuda yang merupakan cucu dari tuan Mahmud itu. Dan, tidak mungkin dia bisa keluar dari dalam jurang yang dalam seperti itu.”
Nova mengingat sesuatu, benar saat itu dialah yang mendengar suara jeritan minta tolong dari dalam jurang. Dan, kedua rekannya itu mengira bahwa dia sedang mabuk. Nova benar-benar sadar saat itu bahwa ada suara pemuda minta tolong.
”Apakah dia kembali dari kematian! Dia datang lagi dan ingin membalas dendam?” Nova sontak berkata begitu saja. Dia merasa bahwa, hal itu bisa saja terjadi.
”Kamu mabuk lagi, Nova! Ha.. ha.. ha..!” suara tawa Bams. Bahkan, Terry ikut tertawa mendengar kata-kata Nova.
Bagaimana mungkin di dunia ini, ada seorang yang mati dan kembali untuk balas dendam. Itu semua hanya ada di dalam film saja.
”Namun, pada akhirnya. Kita tahu bahwa misi kita telah gagal! Bahkan, Romi dan isterinya marah pada kita. Pemuda itu kembali dengan selamat dan kembali ke keluarga tuan Mahmud bukan?” Nova masih menyangkal. Bisa jadi, apa yang dia katakan mungkin saja terjadi. Pemuda itu benar-benar selamat dari jurang yang dalam.
”Hmmm...,” suara Terry terlihat berpikir, ”Mungkin saja, kita membunuh target yang salah. Bisa jadi, mobil yang kita ikuti bukan mobil yang dinaiki oleh pemuda itu dan ibunya. Jadi pada intinya, kita benar-benar salah target. Kita membunuh orang yang salah saat itu!”
”Hal itu lebih masuk akal,” kata Bams, ”Penjelasan dari Terry akhirnya menjadi kesimpulan yang paling benar. Kita benar-benar salah sasaran saat itu. Dan tentunya, uang kita tidak dibayar sisanya. Dan, aku juga menyelidiki bahwa pemuda itu memang baik-baik saja.”
Keasyikan mereka berbincang berhenti.
Pluk! Pluk! Pluk!
Seseorang keluar dari pintu paling elit di rumah besar yang di depannya nampak seperti sebuah kantor yang megah. Mereka menampilkan gedung itu sebagai sebuah Perseroan Terbatas. Jadi, setiap orang yang melewati gedung itu akan mengira bahwa mereka sedang bekerja di sebuah kantor perusahaan.
Hanya segelintir orang yang paham, itu adalah kantor dari rumah pembunuh, Black Monster.
”Kalian sedang membicarakan apa?” suara Dekker, pemimpin dari Black Monster. Di belakang Dekker, ada Merry yang merupakan wakil pemimpin dari Black Monster. Keduanya adalah otak dari Black Monster. Mereka mengambil keputusan apapun tentang rumah pembunuh Black Monster.
Dan, tiga orang yang sedang bicara, yaitu; Nova, Bams, dan Terry. Ketiganya adalah elit tertinggi yang dimiliki Black Monster.
”Kami membicarakan misi yang gagal dahulu, Pemimpin!” suara Bams menjawab pertanyaan pemimpin sambil menundukkan kepalanya.
Tiga orang elit itu berdiri menyambut Dekker dan Merry. Hingga, kedua pemimpin itu duduk barulah tiga orang elit itu ikut duduk. Mereka berlima, berkumpul untuk membicarakan detail rencana gabungan dengan beberapa pembunuh. Tugas mereka, menghabisi keluarga Mahmud. Dan, pemimpin dari penyerangan adalah organisasi terkuat saat ini, Dark Head.
”Kali ini, kita tidak boleh gagal lagi. Reputasi kita sedang dipertaruhkan. Bagaimana mungkin kita bisa gagal hanya membunuh anak sekolah. Itu sungguh memalukan!”
Merry terlihat tegang wajahnya, matanya membulat. Tiga orang elit yang sudah dipercaya menghabisi Bagas sebelumnya telah gagal. Jadi, ini adalah misi lanjutan untuk membuktikan bahwa Black Monster adalah para pembunuh yang hebat.
”Kami akan melakukan yang terbaik, Wakil pemimpin!” suara Nova mewakili ketiga temannya. Dia pun meminta maaf karena sempat gagal, dan mereka mengaku telah salah sasaran. Hal itu sungguh memalukan bagi sebuah organisasi pembunuh.
”Kita akan bergabung dengan tim khusus dari Dark Head. Misi ini, bukan misi biasa. Tuan Mahmud sudah menyadari rencana penargetan dirinya. Dia sudah membayar beberapa pembunuh untuk melindungi keluarganya. Maka, ini akan menjadi pertempuran antar pembunuh!”
Suara Dekker membuat empat orang lainnya terdiam.
”Kita akan mengerahkan semua pasukan kita. Kali ini, kita harus menonjol dengan kekuatan kita. Hal ini akan membuat Dark Head menilai bahwa kita juga profesional.”
Tiga elit dan Merry menganggukkan kepala mereka. Mereka tahu, Dark Head sudah menjelma menjadi organisasi pembunuh terkuat di seluruh negara ini. Misi kali ini, mungkin mereka hanya akan mengirim pembunuh kelas dua untuk menyelesaikan misi. Namun, Black Monster harus menunjukkan kemampuan mereka dengan baik.
DOOR! DOOR! DOOR!
Suara tembakan!
Mereka berlima kaget, suara tembakan keras di arah depan. Ini adalah malam hari, tidak mungkin pasukan Black Monster berlatih menembak! Sial, apakah ada perselisihan di antara pasukan Black Monster?
***
Di depan kantor Black Monster.
BROOOOMMMM!
Motor dengan suara keras di depan kantor perusahaan. Bagi orang umum, mereka paham bahwa itu adalah kantor perusahaan. Namun, hanya segelintir orang yang tahu. Bahwa, di dalam kantor itu. Tersusun daftar target mangsa yang harus mereka bunuh. Mereka adalah organisasi assassin yang pintar menyamar.
Dua penjaga keluar dari gerbang, itu adalah pusat pengawasan.
”Pergi! Kantor sudah tutup!” kata salah satu penjaga dengan tegas.
”Aku ingin bertemu dengan pemimpin Black Monster!”
Dua orang penjaga kaget, mereka segera paham. Niat pemuda yang naik motor itu tidak baik. Keduanya mengeluarkan senjata tembakan.
DOOR! DOOR! DOOR!
[Magic Assassin diaktifkan]
Kedua penjaga menembakkan pistol mereka ke arah pemuda itu. Pemuda itu melompat dari motornya.
Brak!
Motor terjatuh. Pemuda itu bergulingan, dia melepas helmnya dan melemparkan dengan sangat kuat.
Brak!
Helm membentur kepala salah satu penjaga. Helm hancur, pemuda itu bergerak cepat menghindari tembakan. Tembakan itu dengan mudah dihindari. Dia melompat dan menggunakan pukulan kuatnya.
Bug!
Pukulan di leher, penjaga satu jatuh dan tak bergerak. Penjaga satunya yang terkena helm akan bangkit, tapi sebelum dia berdiri. Pemuda itu mengambil senapan yang terjatuh.
DOOOR!
AAAAAAAAAAHHHH!
Pemuda itu menjatuhkan dua penjaga, beberapa orang dari dalam terlihat di depan kantor. Mereka berada di gerbang yang masih tertutup. Mereka mempersiapkan senjata mereka.
”Kamu ingin mati!” teriak salah satu dari mereka.
Dan, mereka kaget karena melihat seorang lelaki memakai jaket hitam, dan memakai topeng dengan bentuk seperti burung.
”Untuk apa kamu kesini!”
”Aku ...!” kata pemuda itu, ”Malaikat pembasmi Black Monster!”
DOOR! DOOR! DOOR!
Malam yang hening itu, berganti dengan suara riuh memekakkan telinga karena puluhan tembakan menggema. Memecah kesunyian malam.