Kembalinya Magic Assassin
Menutupi Kasus Pembunuhan #
Media informasi viral tersebar, berita utama di via offline dan online. Informasi terbunuhnya kepala polisi kota membuat negara goncang. Jenderal Bison bahkan melakukan instruksi besar-besaran dan melakukan penyelidikan dengan ketat. Semua saksi saling dihubungkan, itu semua demi menjaga nama baik polisi pertahanan seluruh negara.
Semua orang yang menjadi saksi diperiksa, bahkan inspektur Jodi yang kebetulan ada di kejadian ikut diperiksa. Bison ingin mengungkap, siapa orang yang telah membunuh salah satu orang kepercayaannya.
Satu hal yang dilakukan Bison sebelum investigasi, dia membersihkan semua bukti tempat di mana Bagas disekap sebelumnya. Tempat itu tidak boleh diberitakan sebagai tempat hukuman bagi orang tanpa melalui persidangan. Itu akan menjatuhkan reputasi pasukan pertahanan negara. Kediaman itu dibersihkan dalam waktu cepat. Semua tahanan dipindahkan dan tempat itu dipersiapkan sebagai tempat latihan khusus.
Senjata militer segera dimasukkan dan ditata rapi, hal itu untuk menutupi apa yang ada di dalam tempat penyiksaan oleh Daren tersebut.
Kasus tentang Bagas pun ikut ditutup. Jika Bagas masuk dalam pemeriksaan, maka media akan mempertanyakan bagaimana seorang anak sekolah bisa ditahan tanpa proses pengadilan. Bagas pun seolah menghilang dari saksi mata atas kejadian terbunuhnya kepala polisi kota.
Kasus ini pun menjadi kasus yang sedang dibicarakan di semua organisasi pembunuh di masing-masing rumah pembunuh. Mereka bahkan tak mengira, ada seorang pembunuh yang memiliki misi untuk menghabisi Kepala polisi kota. Tentu saja, jika para pembunuh membuat taksiran harga untuk membunuh kepala polisi kota.
Maka, pembunuh yang berhasil itu akan mendapatkan uang yang sangat melimpah. Jika pembunuh itu dibayar untuk membunuh polisi Daren, maka dia telah mengambil bayaran yang sangat besar.
Kesimpulannya, siapa yang mengincar polisi kota Daren? Hal itu akan terjawab dalam perkiraan, Daren adalah polisi yang memiliki banyak musuh. Dia memiliki upeti yang diwajibkan untuk semua pengusaha. Bisa jadi, salah satu pengusaha memiliki dendam padanya, atau bahkan tidak suka padanya.
Hebatnya, pembunuh itu terlalu berani ambil resiko. Bahkan, dia bertarung dengan tiga kompi pasukan khusus dan mampu membunuh mereka semua.
Kota di mana kepala polisi kota terbunuh, kini tidak ada yang berani ambil resiko menjadi penggantinya. Posisi itu kosong untuk dua hari, tapi hal itu tidak bisa dilakukan. Kepala polisi pertahanan, Jenderal Bison sedang mencari pengganti yang tepat untuk menggantikan posisi Daren.
Namun, banyak polisi yang ditunjuk oleh Jenderal Bison menolak. Alasannya, mereka belum siap untuk mengelola kota di mana keamanan sedang menjadi masalah utama. Perlu orang yang kuat dan juga pemberani. Beberapa polisi yang sudah ditunjuk, semuanya masih menolak. Bison tidak memiliki pilihan lain.
Dia menunjuka Inspektur Jodi yang berada di bawah tingkatan dengan Daren. Hal itu karena, Jodi sudah tahu seluk beluk kota itu. Dia dipercaya dengan tugas khusus, dan jabatannya naik jika dia mau menerima tugas menggantikan posisi polisi Daren.
Inspektur Jodi tidak bisa menolak. Meskipun dia tahu, dia sedang dikorbankan; pertama, jika terjadi kasus penyerangan lagi. Maka, dialah korban selanjutnya. Kedua, dia harus bertanggungjawab untuk menyelesaikan proses investigasi penyelesaian kasus pembunuhan jenderal Daren. Dia terkenal jujur dan disiplin, maka dia diberi tanggung jawab secara khusus tersebut. Dan ketiga, semua itu pengalihan isu, dimana Inspektur Jodi memiliki penilaian yang baik di mata banyak orang.
Jodi, dipasang sebagai pengganti Daren, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di kota. Jodi tak bisa menolak tugas tersebut.
***
Bagas masih sibuk dengan urusannya sendiri, mempersiapkan dirinya. Pagi itu, dia seperti biasa. Melakukan latihan sebagai persiapan untuk perang besar yang sudah dipersiapkan. Dia akan membutuhkan banyak kekuatan, musuhnya tidak hanya Dark Head. Dia sedang berhadapan dengan semua organisasi pembunuh.
[Kesempatan hidup anda, 33 hari]
[Status kekuatan, Ultimate Magic Assassin tingkat pemula]
Hosh! Hosh! Hosh!
Napas Bagas memburu, dia sudah berlari sangat jauh. Pagi itu masih semburat, matahari belum muncul. Bagas terus berlari, melakukan latihan fisik dan mencoba untuk menggunakan kekuatannya berlatih di tempat lapangan.
Gerakannya semakin cepat.
[Latihan fisik meningkatkan sense anda]
Bagas menyelesaikan latihannya, dia berlari kembali ke rumahnya. Bagas tidak boleh menyia-nyiakan semua waktu yang tersisa.
”Kamu sudah selesai olahraga, Bagas?” tanya kakek Mahmud saat Bagas memasuki halaman rumahnya.
”Iya, Kakek. Apakah Kakek juga sedang berolahraga?”
Mahmud tersenyum, ”Tidak, aku hanya ingin menghirup udara segar di luar.”
Mereka duduk di kursi halaman rumah mereka. Mahmud menceritakan soal puteranya, Romi. Dia sudah menghilang cukup lama setelah Mahmud mengusirnya dari rumah. Romi tidak memiliki kabar lagi, Mahmud kehilangan kontak. Namun, Mahmud tidak peduli soal Romi. Seorang anak yang tega meracuni ayahnya sendiri.
Anak dari Romi, yaitu Rianti. Dia masih tinggal bersama kakeknya, Mahmud. Mahmud menerimanya dengan baik dan dia masih tinggal bersama Mahmud. Rianti tidak tahu kesalahan apa yang dilakukan ayahnya, maka Mahmud harus adil dan tidak mengusir cucunya tersebut.
”Pamanmu Evan dan Bibimu Sinta, keduanya sudah kuberikan masing-masing satu perusahaan untuk mereka kelola. Namun, aku mengusir Romi karena dia berani melakukan hal buruk padaku. Bisa jadi, jika dia diberikan kekuatan. Dia akan membunuh semua orang dari keluarga kita. Dia terlalu serakah!”
Apa yang dikatakan Mahmud disetujui oleh Bagas, bahkan dia juga yang membunuh Ibu Bagas. James mengetahui hal itu setelah transfer ingatan dari Bagas dimasukkan dalam pikirannya. Bagas sekarang tidak tahu, apakah dia akan membalas dendam untuk Romi atau menyudahinya.
Jika dia sudah membalaskan dendam Bagas, maka tugas selanjutnya hanya menghancurkan organisasi Dark Head. Dan, mencari tahu, siapa yang menjadi dalang pembunuh James.
”Aku ingat sesuatu Bagas, apakah kamu mencintai Nadia?” tanya Mahmud sambil tersenyum melihat cucunya itu.
”Kenapa kakek menanyakan hal itu?” tanya Bagas kembali.
”Tidak apa-apa, sejak kamu kecil. Kamu selalu memperhatikan anak perempuan Morgan itu. Aku hanya merasa bahwa kamu mencintainya.”
Bagas tersenyum, ”Aku tidak memikirkan hal itu untuk sementara, Kakek. Masa depanku masih panjang. Aku akan sekolah dan menjadi yang terbaik.”
Mahmud tersenyum, ”Itu bagus, Bagas. Kamu sebagai lelaki, harus memiliki prinsip yang teguh. Kamu adalah salah satu keturunanku, setidaknya kamu akan menjadi pewaris dari hartaku.”
”Kakek tidak perlu memikirkan hal itu. Aku tidak terlalu memikirkan soal warisan. Aku hanya ingin membuat Ibuku di surga bisa tenang.”
Mahmud sudah mengetahui, bahwa Ibu dari Bagas. Dia meninggal karena kecelakaan, itu yang diketahui oleh Mahmud. Namun, Bagas tahu bahwa Ibunya dibunuh. Dia tidak menceritakan hal itu pada siapapun.
”Kakek, aku harus bersiap lebih dulu. Aku akan sekolah.”
”Tentu saja, Bagas. Pergilah!”
Mahmud mempersilakan Bagas untuk masuk ke dalam. Sekolah menengahnya hampir selesai, sebentar lagi Bagas pasti akan melanjutkan sekolahnya.
***
Handphone Bagas berdering, Bagas sudah memakai baju seragamnya. Bagas melihat nomor di handphonenya.
Dari Khalid?
”Ada apa, paman Khalid?” tanya Bagas langsung.
”Baik, sampaikan pada Shadow Eagle,” suara Khalid terdengar kecil. Sepertinya ini sangat penting.
”Nanti malam, tepat jam 12 malam. Kepala pertahanan negara, akan bertemu dengan tujuh pemimpin dari organisas pembunuh paling elit di negara ini. Mereka akan membicarakan detail dari misi gabungan. Hanya itu yang bisa aku sampaikan.”
Sambungan terputus.
Khalid menghidupkan handphonenya, dia menghilangkan semua histori panggilannya. Seorang pembunuh sudah bersiap sebelum semuanya akan dilacak. Dia sudah diberikan pesan melalui Bagas tentang rapat selanjutnya, tentang misi gabungan. Khalid diminta memberitahu pada Bagas. Dia sudah melaksanakannya.
Khalid tersenyum, dia menunggu momen di mana Shadow Eagle akan membuat misi balas dendamnya sendiri. Itu akan sangat menarik. Lagipula, Khalid tidak menyukai Peter yang kini memimpin Dark Head.
Khalid penasaran, apa yang akan dilakukan Shadow Eagle mulai sekarang.
Di sisi lain, Bagas tersenyum dan mengambil tasnya. Dia keluar dari rumahnya, bersiap untuk berangkat sekolah. Dan, dia semakin dekat dengan misi utamanya.
Menghancurkan seluruh Dark Head!