Jatuh Cinta Dengan Pengawalku

Kebenaran Tentang Mama

“Ayah nggak pernah cerita tentang Mama ya?”

Pertanyaan itu tiba-tiba keluar begitu saja dari bibir Claudia saat makan malam berlangsung sunyi di ruang tengah safe house.

 

Sendok di tangan Jackson berhenti bergerak, suasana langsung berubah hening.

Bahkan para pengawal di sudut ruangan ikut saling melirik kecil sebelum kembali diam.

 

Adrian yang berdiri dekat pintu perlahan mengangkat tatapannya ke arah Claudia, gadis itu sendiri tampak ragu setelah mengucapkannya, tetapi rasa penasaran yang selama ini ia pendam akhirnya terlalu besar untuk ditahan.

 

Selama bertahun-tahun, tidak ada yang pernah benar-benar membicarakan ibunya.

Tidak ada foto keluarga, tidak ada cerita, tidak ada kenangan.

Seolah wanita itu sengaja dihapus dari hidup mereka, Jackson perlahan meletakkan sendoknya di atas meja.

 

“Kenapa tiba-tiba tanya itu?”

Claudia menggenggam jemarinya pelan di bawah meja.

“Karena aku bahkan hampir nggak ingat wajah Mama.”

Nada suaranya terdengar jauh lebih kecil dari sebelumnya, Jackson tidak langsung menjawab.

 

Tatapannya justru berubah dingin dan sulit dibaca. “Aku cuma tahu Mama meninggal waktu aku kecil,” lanjut Claudia pelan. “Tapi nggak ada yang pernah cerita apa pun.”

 

Hening kembali memenuhi ruangan, Sophia yang duduk tidak jauh dari Jackson ikut diam sambil memperhatikan situasi.

Dan Adrian mulai merasa percakapan ini menuju sesuatu yang buruk.

“Sudah malam,” ujar Jackson akhirnya singkat. “Kita bahas lain kali.”

 

Jawaban itu langsung membuat Claudia kecewa. “Ayah selalu bilang nanti.”

“Claudia.”

“Aku cuma pengin tahu tentang Mama.”

Nada suaranya mulai terdengar emosional.

“Kenapa semua orang selalu nyembunyiin sesuatu dariku?”

 

Tatapan Jackson perlahan mengeras. “Karena ada hal yang memang nggak perlu kamu tahu.”

Claudia langsung mengangkat wajah.

“Kenapa nggak perlu?” suaranya meninggi sedikit. “Ini tentang Mama aku sendiri.”

“Cukup.”

“Aku capek terus dianggap anak kecil!” Suasana ruangan langsung menegang.

 

Para pengawal saling diam, Sophia memperhatikan Claudia tanpa bicara, sementara Adrian mulai berdiri lebih waspada kalau situasi berubah semakin buruk.

Jackson perlahan bangkit dari kursinya.

“Ayah…”

“Sudah saya bilang cukup.”

Nada suara pria itu rendah, tetapi penuh tekanan.

Namun kali ini Claudia tidak mundur seperti biasanya.

 

Matanya mulai memerah menahan emosi.

“Aku hampir diculik semalam,” katanya lirih namun bergetar. “Orang-orang itu pengin bunuh aku karena dunia Ayah.”

Tatapan Jackson berubah sesaat.

“Tapi aku bahkan nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi di keluarga ini.”

 

Ruangan kembali sunyi dan untuk pertama kalinya sejak Claudia kecil, Jackson terlihat kehilangan jawaban.

Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya pria itu memalingkan wajah.

“Mama kamu bukan wanita lemah.”

Suara Jackson terdengar lebih pelan sekarang, Claudia langsung diam.

“Dia tahu dunia saya berbahaya sejak awal.”

 

Tatapan Jackson perlahan kosong, seolah pikirannya kembali pada masa lalu yang tidak ingin ia ingat.

“Waktu itu saya masih membangun perusahaan. Musuh saya banyak. Politik mulai masuk ke hidup kami.”

Claudia memperhatikan ayahnya tanpa berkedip.

“Lalu apa yang terjadi sama Mama?”

Rahang Jackson perlahan mengeras.

“Mobil yang dia tumpangi meledak.”

Suara Claudia langsung tertahan di tenggorokan.

“Apa…?”

Sophia perlahan menunduk kecil.

Sementara Adrian diam memandang Jackson.

“Mereka bilang itu kecelakaan,” lanjut Jackson pelan. “Tapi saya tahu itu bukan kecelakaan.”

Jantung Claudia mulai berdetak lebih cepat. “Siapa yang ngelakuin?”

 

Hening beberapa detik terasa begitu panjang, lalu Jackson akhirnya menjawab dengan suara dingin.

“Orang-orang yang sekarang juga sedang mengejar kamu.”

 

Claudia membeku di tempatnya, selama ini ia selalu berpikir ibunya meninggal karena sakit.

Itu yang dikatakan semua orang padanya sejak keci namun ternyata ibunya dibunuh.

“Ayah bohong sama aku,” gumam Claudia lirih.

Tatapan Jackson perlahan turun. “Saya cuma nggak mau kamu hidup dalam ketakutan.”

 

“Tapi aku tetap hidup dalam ketakutan!”

Suara Claudia akhirnya pecah, matanya mulai dipenuhi air mata.

“Selama ini aku mikir Ayah cuma terlalu posesif, terlalu ngatur hidup aku.” napasnya mulai bergetar. “Ternyata Mama mati karena dunia itu.”

 

Jackson mengepalkan rahangnya kuat namun tetap diam karena tidak ada yang bisa ia bantah, semua ketakutan itu memang nyata.

 

Dan sejak kehilangan istrinya, Jackson hidup dengan satu ketakutan yang sama setiap hari kehilangan Claudia juga.

 

“Aku bahkan nggak dikasih kesempatan buat kenal Mama.”

Air mata mulai jatuh di pipi Claudia, ruangan terasa semakin sesak. Adrian diam memperhatikan gadis itu dari jauh.

 

Dan untuk pertama kalinya ia benar-benar mengerti kenapa Jackson mengurung Claudia selama ini.

Bukan hanya karena kekuasaan tetapi karena trauma, rasa takut.

 

Karena pria itu pernah kehilangan seseorang yang paling ia cintai dengan cara yang brutal.

 

“Ayah pikir ngurung aku bakal bikin semuanya aman?” suara Claudia melemah. “Apa itu bakal bikin Mama balik?”

“Claudia.”

“Jawab aku!”

Jackson akhirnya mengangkat wajah.

 

Dan untuk pertama kalinya, Claudia melihat sesuatu yang jarang sekali muncul di mata ayahnya penyesalan.

“Saya cuma nggak mau kehilangan kamu juga.”

 

Suara itu terdengar rendah, lelah dan jauh lebih rapuh dibanding biasanya. Claudia langsung terdiam.

Air matanya masih jatuh perlahan namun sekarang dadanya terasa jauh lebih sakit.

 

Karena akhirnya ia sadar selama ini ayahnya bukan hanya membangun sangkar emas untuk mengurungnya.

Tetapi juga untuk melindungi satu-satunya hal yang masih tersisa dalam hidupnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!