Cinta Menyatukan Iman

Temu Kangen

"Ya Allah semoga gue istiqomah dalam mengikuti ajaran-ajaran islam dan sunnah-sunnah Rasulullah," gumam David dalam hatinya dia sangat berharap agar hatinya tidak mudah goyah meski banyak cobaan yang menghalanginya seperti kesibukannya sekarang dia takut akan meninggalkan salatnya.

 

Mobil pun sudah sampai di masjid At-taqwa tempatnya tidak jauh dari perusahaannya sehingga dia bisa salat berjamaah di masjid.

 

"Ya sudah Pak mari kita masuk!" ajak David saat sudah turun dari mobilnya.

 

Sesuatu yang David jaga untuk saat ini adalah beribadah salat yang mana salat itu adalah tiang agama yang wajib didirikan.

 

Salat merupakan salah satu kewajiban yang kita jalankan setiap harinya terutama dalam menjalankan shalat lima waktu di mana hukumnya wajib bagi setiap umat muslim, salat sendiri merupakan rukun Islam yang kedua yang sangat ditekankan atau menjadi ibadah yang paling utama setelah dua kalimat syahadat, salat juga merupakan tiang atau pondasi agama jadi salat sangat penting bagi kita semua.

 

Seperti makna dalam firman Allah berikut ini:

Artinya : “Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat mu, ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

 

"Alhamdulillah." David bersyukur masih selalu diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga bisa melaksanakan kewajibannya.

 

David pun memilih untuk beristirahat sebentar di depan masjid sambil membuka ponselnya melihat apakah ada kabar dari rekan-rekan kerja dan para teman-temannya.

 

Sehingga David mempunyai ide untuk berfoto sendiri di depan masjid dan menjadikannya status di whatsapp nya.

 

'Alhamdulillah bisa berjamaah di masjid ini, jangan lupa untuk berbagi waktu dengan Allah!' Begitulah caption dalam status David.

 

Ya David memang sangat bersyukur bisa melaksanakan salat berjamaah jika biasanya dia akan salat di ruangan pribadinya di kantor atau di ruangan salat para karyawan muslim di sana.

 

Seketika itu pula banyak komentar yang membalas status David membuat cowok itu tersenyum membacanya namun tidak membalasnya.

 

"Maaf Tuan muda apa mau kopi?" Pak Asep menawarkan kopi kepada David.

 

"Boleh satu Pak kopi good daynya," sahut David mendengar nama kopi dia langsung ingin meminumnya untuk merilekskan pikirannya kini dan membantunya untuk berpikir terang.

 

Setelah meminum kopi David pun kembali karena mendapat kabar dari sekretarisnya.

 

Sesampainya di kantor David menghadiri makan malam bersama owner dari perusahaan AHA, dia memang sengaja salat maghrib terlebih dahulu di masjid karena waktu tidak menjamin dia akan salat ketika di kantornya nanti.

 

Ya David hanya ingin menggunakan waktunya sebaik mungkin dan membagi waktunya untuk semua orang, kantor dan teman-temannya.

 

"Senang bertemu dengan anda," seru sang owner dari perusahaan AHA setelah mengakhiri makan malam yang singkatnya.

 

"Next time kita bisa kembali makan bersama," sahut David dengan tersenyum hangat.

 

Padahal David baru kenal namun sikapnya sangat ramah dan humble kepada orang lain itulah salah satu kelebihan cowok itu yang sangat berguna, David memang ramah dan friendly kepada siapa pun.

 

"Siap siap atur saja waktunya dan terima kasih untuk makan malamnya semoga bisnis kita lancar dan sukses terus." Begitu pun sebaliknya sang owner dari perusahaan AHA ini bersikap ramah apa mungkin dari Davidnya juga atau emang seperti itu yang terpenting makan malam ini telah selesai David bisa pulang dan ke masjid untuk ikut acara syukuran di sana bersama ustad Syakir dan ke dua temannya.

 

"Dan, malam ini gue akan hadir lo jemput gue di rumah saja ya!"

 

Klik! David mengirim pesan kepada Hamdan, setelah pulang dari kantor David berniat untuk langsung mandi dan pergi bersama Hamdan.

 

Hamdan yang mendapat pesan dari David untuk menjemput cowok itu dengan segera langsung meluncur.

 

"Mau ke mana Dan?" seru Alex ketika mendengar bunyi motor Hamdan.

 

"Jemput David bro!" sahut Hamdan bersamaan dengan motornya yang sudah melaju dengan kecepatan tinggi.

 

Air dari shower terasa sangat segar di tumbuh David yang tadinya lengket.

 

Motor Hamdan pun telah sampai di depan gerbang rumah David, Pak Bayu yang melihat kedatangan Hamdan langsung membukakan gerbang.

 

"David sudah pulang kan ya Pak?" tanya Hamdan dia takut jika cowok itu belum sampai rumah setelah memberitahu jika malam ini dia akan menghadiri rapat terlebih dahulu.

 

"Sudah-sudah bos muda ada di dalam masuk saja!" Pak Bayu mempersilahkan Hamdan untuk masuk bertemu dengan David.

 

"Hay Dan," sapa David yang turun sedang menuruni anak tangga.

 

"Langsung cabut aja bro acara sebentar lagi bakal dimulai," seru Hamdan sambil bangkit dari duduknya.

 

Akhirnya mereka pun pergi bersama, Hamdan bangga kepada David yang selalu berbagi waktu dan menepati janjinya.

 

Lama melakukan perbincangan akhirnya pengajian pun selesai juga dengan diakhiri pembagian makanan dan besek.

 

Setelah sebagian Bapak-bapak ngobrol David dan kedua temannya memilih untuk keluar dari masjid.

 

"Yuk ke luar!" ajak Alex sambil mencolek Hamdan dan David untuk ikut bersamanya keluar.

 

Sebelum keluar dari masjid David menoleh melihat ustad Syakir.

 

"Udah Dav, nanti aja kalau mau bicara sama beliau," tukas Hamdan yang seakan-akan bisa menebak isi pikiran David saat ini.

 

Kaget mendengar suara Hamdan David pun menoleh, "Iya nanti aja kali ya?"

 

"Iya beliau lagi ngobrol kita tunggu saja di luar yuk!"

 

Akhirnya David bangkit dari duduknya mereka berdua keluar menyusul Alex yang sudah lebih dulu keluar.

 

Mendapatkan makanan dari pengajian mereka bertiga pun memakannya di depan masjid sambil minum teh dan kopi yang mereka dapat juga dari pengajian tadi.

 

"Kalian berdua belum makan?" tanya David kepada kedua temannya itu.

 

Alex menggelengkan kepalanya ambigu serta menampilkan wajahnya yang cemberut.

 

"Gue juga belum Dav, sengaja biar makannya dari habis pengajian aja," sahut Hamdan dengan mengulum senyuman pada wajahnya.

 

David pun berinisiatif untuk mengajak kedua temannya ini makan bersamanya karena dia sendiri pun belum makan setelah pulang dari kantor makan malam bersama owner perusahaan AHA David hanya makan sedikit jadi dia ingin makan lagi sekalian bersama kedua teman-temannya ini.

 

"Ya sudah yuk ke pecel lele kita makan di sana nanti gue yang traktir deh," seru David dengan memainkan jarinya hingga menimbulkan bunyi dari gesekan jarinya tersebut.

 

Kedua mata Alex seketika bersinar mendengar jika dia akan makan gratis, "Wah lo serius Dav mau traktir kita?" tanyanya ragu.

 

"Iya Dav emang lo punya banyak uang apa buat traktir kita?" timpal Hamdan dengan ke dua alis yang saling bertautan.

 

David pun langsung merangkul ke dua temannya mengiring mereka ke tempat pecel lele yang berada di jalanan tidak jauh dari masjid.

 

"Udah tidak usah banyak tanya kalian mau tidak?" sahut David to the point.

 

"Maulah kalau dikasih rezeki tuh gak boleh ditolak namanya Pak mali." Alex begitu antusias jika mengenai makanan.

 

"Bu malinya gak ada?" sahut David sambil terkekeh.

 

"Hahaha!!" Semuanya tertawa, rasanya sudah lama tidak mendengar candaan dengan diiringi kebahagiaan mereka.

"Iya bener, kalau ditawarin mah kita mau ya apalagi dipaksa seperti ini." Hamdan berseru.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!