Cinta Menyatukan Iman

Semakin Terkenal

"Tuan muda ada yang ingin bertemu dengan anda," seru seorang dalam telepon.

"Oh siapa?" tanya David dia merasa jika hari ini dia tidak memiliki janji dengan siapa pun.

 

"Tuan Devan dari perusahaan industri katanya ingin berbicara sebentar dengan anda," sahut Lala seorang admin di kantor.

 

"Oh ya sudah suruh aja tapi Mbak udh bilang kalau Papah lagi sakit?" David tidak mau ketika tamu ini datang ke ruangannya malah kaget saat melihat dirinya bukan Papahnya.

 

"Hemm maaf Pak Tuan Nathannya sedang sakit jadi yang bertanggung jawab di kantor ini anaknya namanya Tuan muda David," ujar Lala kepada Pak Devan.

 

"Hemm gak apa-apa saya hanya akan berbicara sebentar saja dengannya," kata Pak Devan sembari tersenyum simpul di tangannya membawa map berwarna kuning yang entah apa itu isinya.

 

"Sudah saya katakan Pak lalu apakah saya suruh masuk saja?"

"Iya sudah suruh langsung ke ruangan saya," sahut David lalu langsung memutuskan sambungan secara sepihak.

 

Di usianya yang baru 22 tahun David merasa dia adalah bos paling muda di seluruh dunia, namun usia tidak menjamin kedewasaan dan kecerdasan seseorang jadi David bisa mengandalkan kemampuannya dalam hal bisnis serta mengembangkan apa yang sudah dia pelajari di perkuliahan.

Tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang diketuk oleh seseorang yang sepertinya itu adalah Pak Devan yang dikatakan oleh Lala barusan.

 

"Selamat siang," sapa Pak Devan ketika David mengizinkannya untuk masuk.

"Siang Pak silahkan duduk dulu!" David segera bangkit untuk melakukan jabat tangan dengan Pak Devan serta mempersilahkannya untuk duduk.

 

"Oh dengan Pak David ya?" seru Pak Devan masih mengingat nama yang disebutkan oleh admin kantor tadi.

David tersenyum, "Iya benar Pak saya David Nathantion."

 

Devan mengenal baik pemilik perusahaan Helac Official yang bernama Nathan Samuel dan ternyata anaknya ini tidak kalah tampannya dari Bapaknya sendiri.

"Oh salam kenal David saya Devan dari perusahaan industri kebetulan kami akan memberikan tawaran kerja sama dengan perusahaan Helac official silahkan dibaca terlebih dahulu laporannya!" seru Pak Devan seraya menyodorkan map berwarna kuning tadi kepada David.

 

Sedikit bingung namun David harus membacanya terlebih dahulu untuk urusan kerja sama seperti ini David sedikit kurang paham bagaimana sistemnya jadi dia harus membaca keterangannya terlebih dahulu.

 

"Wahh keuntungannya lumayan juga ya?" pekik David setelah membaca kertas tersebut.

 

Pak Devan akhirnya menjelaskan secara lisan kepada David agar menjadi lebih jelas lagi, setelah mengobrol bagaimana sistemnya akhirnya David memutuskan untuk menghubungi Papahnya terlebih dahulu karena dia tidak bisa langsung mengambil keputusan.

 

"Baiklah tidak masalah saya akan menunggu kabar baiknya saja dari anda dan jika perusahaan Helac mau menerima tawaran ini silahkan hubungi nomor saya ini kartu nama saya," ujar Pak Devan memberikan kartu nama yang mana ada nomor teleponnya juga dia lalu bangkit dari duduknya.

 

"Terima kasih sebelumnya semoga kita bisa bekerja sama." Pak Devan sangat berharap tawaran yang diberikan bisa diterima oleh David karena tawaran ini sifatnya sama-sama menguntungkan.

Ketika Pak Devan sudah keluar dari ruangan David segera menghubungi Papahnya.

"Hallo Pah," sapa David memulai percakapan.

 

"Iya ada apa David?" Terdengar suara tegas Nathan dari sebrang sana, dia memang sengaja tidak menghubungi anaknya ini sebab dia ingin David tumbuh menjadi anak yang mandiri serta bertanggung jawab namun selama ini dia selalu diberi kabar oleh sekretarisnya tentang cara kerja David yang aktif serta cekatan.

"Pah, Papah kenal dengan pemilik perusahaan idustri?" tanya David dia ingin tahu apakah Papahnya mengenal orang tersebut atau tidak.

Sedikit ingatannya yang sudah lupa Nathan mencoba mengingatnya kembali.

 

"Oh Devan, kenapa dengannya?" sahut Nathan setelah berhasil mengingat namanya.

David bersyukur ternyata Papahnya masih ingat akan Pak Devan karena ini mempermudah dalam seseorang bisa bekerja sama.

 

"Begini Pah tadi Pak Devan ke kantor dan menawarkan kerja sama dengan perusahaannya ...." David pun menjelaskan sesuai dengan keterangan yang ada di dalam kertas map tadi.

"Bagaimana menurutmu Dav?" Nathan malah balik bertanya kepada anaknya dia ingin tahu apakah David sendiri setuju atau tidak.

 

"Sebetulnya Pah, aku ingin melakukan promosi besar-besar agar produk kita bisa dikenal banyak orang tapi karena ada tawaran ini membuatku berpikir akan lebih mudah jika memang kita melakukan kerja sama apalagi ini kan perusahaan baru," sahut David mengeluarkan pendapatnya mengenai penawaran yang diberikan oleh Pak Devan.

 

"Ya sudah kalau begitu terima semua keputusan ada di tangan David jika menurut kamu baik ya lakukan jika tidak ya jangan dan ingat cari tahu terlebih dahulu asal-usulnya sebelum menerima kerja sama dari pihak perusahaan mana pun," titah Nathan kepada David dia memang sudah menyerahkan semuanya kepada David tapi dia juga butuh tahu apa yang akan anaknya ini lakukan.

 

"Berarti kita terima nih ya Pah semoga aja perusahaan kita bisa terus berjaya dan produk kita bisa terus dikenal," seru David penuh harap.

Akhirnya telepon pun terputus secara sepihak dengan segera David menandatangi surat tersebut lalu dia menelpon sekretaris Papahnya itu untuk ke ruangannya sekarang.

 

"Permisi Tuan muda apa anda memanggil saya, ada yang bisa saya bantu?" ujar Pak Hartono ketika sudah diizinkan untuk masuk ke dalam ruangan David.

David pun menoleh ketika orang yang sedang dia butuhkan sudah berada di depannya.

 

"Ah ya Pak Hartono silahkan duduk dulu Pak! ini tadi ada perusahaan kita mendapatkan penawaran untuk kerja sama dengan perusahaan industri dan tadi saya sudah memberitahu Papah yang akhirnya disetujui terus saya mau memberitahu kepada Pak Hartono untuk mengeceknya lalu mendokumentasikan agar jika suatu saat nanti kita butuhkan kita punya salinannya." Seperti biasa David akan menyerahkan semuanya kepada sekretaris Papahnya ini.

 

"Wahh kabar bagus okey nanti akan saya kerjakan apa yang sudah diperintahkan."

 

"Oh ya jadwal saya hari ini apa saja ya?" tanya David dia ingin menghandle pekerjaannya agar nanti malam bisa hadir di masjid bersama teman-temannya.

Pak Hartono pun langsung membuka bukunya untuk melihat jadwal bosnya ini.

 

"Ada rapat nanti sore dan akan ada makan malam juga bersama owner dari perusahaan AHA," sahut Pak Hartono menyampaikan jadwal David hari ini.

 

"Kira-kira makan malamnya jam berapa ya Pak?" David memang belum pernah makan malam bersama perusahaan lain jadi dia tidak tahu waktunya.

 

"Sekitar jam delapan habis salat magrib."

"Oh baiklah ya sudah anda boleh kaluar dari ruangan ini!" David mempersilahkan Pak Hartono untuk kembali ke tempat kerjanya.

 

"Baik Tuan muda terima kasih." Pak Hartono pun berlalu keluar dari ruangan David.

Dengan bergegas David pun mengerjakan tugas-tugasnya agar dia bisa santai untuk seterusnya jika sudah selesai semua

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!