Cinta Menyatukan Iman
Brother Time in Bali
Hamdan menoleh pada Alex mereka saling pandang untuk berbicara dari hati ke hati.
"Terus mobil lo gimana Dav?" tanya Alex dia bingung karena David kini tidak membawa supir pribadinya jika akhirnya mereka akan pergi naik pesawat.
David terkekeh, "Tenang saja nanti nanti gue urus," sahutnya santai.
Namun berbeda dengan Hamdan kini yang malah memikirkan uangnya, "Dav kita gak bawa uang banyak lo terus nanti buat bayar penginapannya bagaimana?" ujarnya lirih dia tidak bisa diam saja seperti ini.
"Iya Dav gue juga sama, ini gue bawa tabungan gue yang terakhir awalnya gue ngira kita mau ke pantai eh tahu-tahunya ke Bali," timpal Alex dengan nelangsa bisa-bisa dia berhutang lagi dengan David jika seperti ini.
David mendengarkan satu persatu keluhan dari teman-temannya dia memang salah karena mengajak mereka untuk berlibur yang mana itu artinya mereka menghamburkan uangnya untuk bertamasya.
"Dav, lo kok diam saja sih jangan ke Bali ya! Udah ganti tempat lain saja," seru Hamdan kali ini wajahnya nampak serius.
"Gak bisa dibatalin gue udah mesan pesawat dan bayar penginapannya, gue ingin ngajak kalian jalan-jalan untuk liburan bukan membawa beban jadi bawa santai saja dan nikmati." David buka suara setelah melihat raut wajah teman-temannya yang nampak bete karena ulahnya.
"Jadi semuanya sudah lo bayarin Dav?" pekik Alex paling dulu setelah pikirannya sudah conext.
David menganggukan kepalanya sebagai jawaban membuat ke dua temannya itu kaget seketika.
"Dav, gue terus berhutang budi sama lo, lo sudah baik banget sama kita padahal kita tidak pernah melakukan apa-apa buat lo," kata Hamdan dia tidak percaya punya teman sebaik David kali ini dia merasa senang juga karena tidak salah memilih teman.
"Iya Dav, gue juga gak bisa membalas semia kebaikan lo sama gue selama ini," timpal Alex kali ini dia tidak menyangka punya teman sebaik David dan dia juga baru kali ini merasakan bagaimsna punya teman kaya. P
"Please you are my best friends, so gak usah membalas apa yang sudah gue lakukan, we are friends tidak ada kata maaf dan terima kasih dalam pertemanan lagian juga tanpa kalian sadari kalian sudah melakukan banyak hal buat gue," seru David dengan tersenyum simpul.
Suasana pun menjadi haru mengingat awal pertemuan mereka hingga detik ini ya indahnya pertemanan mereka sama-sama senang bisa memiliki teman yang tulus baik tanpa harus ada imbalan apapun.
"Thank you bro," Alex pun tiba-tiba langsung memeluk David dari belakang sebab dia duduk di bangku belakang sendirian.
Perlakuan Alex membuat David tidak bisa mengendarai dengan benar, "Eh lepasin Lex, lo gila kali ya pengen mati bareng," gerutu David bercanda.
"Seandainya memang kita ditakdirkan untuk mati bareng gue siap serius," sahut Alex dengan mengangkat ke jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk 'peace'.
Perkataan Alex membuag Hamdan kaget lantas dia langsung menoleh ke belakang, "Astagfirullah amit-amit dah gue belum siap buat mati sekarang gue belum bahagiain ke dua orangtua dan biayain adik-adik gue," tukas Hamdan menanggapi ucapan Alex dengan serius.
"Au nih si Alex gue belum nikah sama Dinda nanti aja amal ibadah gue aja masih kurang," balas David dia tidak menyangka Alex bisa berkata seperti itu.
Mendengar perkataan teman-temannya ini yang seakan-akan menyalahkan dirinya membuat Alex menjelaskan, "Ya bukan sekarang maksud gue juga belum siaplah kalau sekarang amal ibadah gue aja belum banyak maksud gue tuh ya nanti gitu."
Setelah mendengar penjelasan Alex mereka berdua baru mengerti dan serempak berkata 'oh' dengan panjang.
Sesampainya di bandara mereka langsung turun dari mobil dan mengeluarkan kopernya masing-masing.
Penampilan ke tiga anak muda ini sangatlah keren Alex memakai baju rajut dengan celana jinsnya serta kaca mata hitam begitu pun dengan Hamdan yang kini memakai kaos putih polos dengan dilapisi jaket kulitnya serta celana jins hitam dan kaca mata hitamnya tak mau kalah penampilan David pun kini sungguh meanawan dia memakai hoodie dengan syal dilehernya serta kaca mata hitamnya yang digantungnya di bajunya.
"Yuk gays pesawat kita sudah ada tuh," ajak David yang mendengar suara panggilan tersebut, dia pun berjalan lebih dulu memimpin ke dua temannya.
"Eh Dav, tungguin kitalah!" Alex berlari kecil sambil menyeret kopernya mengejar David yang sudah berjalan duluan.
Di pesawat mereka pun duduk bertiga di paling belakang di antara ke tiganya hanya Hamdan yang belum pernah naik pesawat.
Perjalan mereka hari begitu berharga bagi mereka dan akan menjadi sejarah bagi mereka karena ada banyak cerita tentang hari ini dan dibalik perjalanan mereka.
"Wellcome to Bali!!" teriak mereka bertiga dengan serempak ketika pesawat sudah mendarat di bali.
Pulau Bali adalah salah primadona pariwisata Indonesia yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa yang sudah terkenal di seantero dunia. Selain dikenal dengan pesona baharinya, Bali juga terkenal dengan aneka kesenian dan kebudayaan unik yang masih terus di lestarikan.
Bali menjadi salah satu destinasi wisata paling poluler di Indonesia karena banyak hal. Berikut ini keunggulan pulau Bali sebagai destinasi wisata, yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk mengunjungi.
Ada banyak sekali objek wisata di Bali yang tak boleh dilewatkan ketika kalian berkunjung ke Pulau Dewata ini, lalu mana saja tempat yang wajib kalian kunjungi?
Sesampainya di hotel mereka pun langsung turun dari mobil penjemputnya dan berjalan masuk ke dalam serta langsung beristirahat mereka sampai pada malam hari.
****
Keesokan harinya mereka langsung pergi ke pantai kuta dengan siap mereka memakai baju kaos hitam serta celana pendek selutut.
Selama di sini David tidak akan dilihat Dinda jadi dia bebas berpenampilan meski dulu Dinda pernah melarang dirinya untuk tidak memakai celana pendek selutut karena takut mengundang syahwat perempuan termasuk dia sendiri.
"Woww ramai banget ya Dav," seru Alex sambil merangkul bahu temannya itu.
"Kita ke sana yuk gays!" ajak David ke tepi pantai.
Ketika melihat seluncur Hamdan jadi ingin mencobanya selama ini dia hanya melihatnya di televisi, "Dav, Lex naik papan seluncur air yuk kayanya seru tuh," pekiknya sambil menunjukan beberapa orang yang sedang bermain papan seluncur.
David pun menyetujuinya dia sendiri ingin mencobanya bersama ke dua temannya ini, begitu pun dengan Alex yang paling suka jika dengan tantangan.
"Dav, kayanya bule itu tidak bisa ngomong indonesia deh lo aja yang ngomong ya!" seru Alex dia merasa bahasa inggrisnya masih rendah takut jika bule itu tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya.
"Maaf saya dan tsman-teman saya mau pesan papan seluncurnya tiga," kata David dengan menggunakan bahasa inggrisnya.
Hamdan hanya terkekeh mendengar ucapan Alex dan melihat David yang akhirnya menghadapi bule Bali itu.
Objek wisata pantai Kuta akan selalu masuk dalam daftar tempat wisata di kunjungi di pulau Bali bagi wisatawan yang pertama kali liburan ke Bali. Hal utama yang membuat pantai Kuta ramai mendapat kunjungan wisatawan karena menawarkan pantai pasir putih dengan bentangan panjang, serta pemandangan sunset.
Ombak di pantai Kuta lumayan besar dan cocok untuk aktivitas selancar pemula. Jika anda ingin berenang bersama anak-anak, maka anak anda harus selalu dalam pengawasan orang dewasa.
Aktivitas utama wisatawan saat liburan ke pantai Kuta adalah duduk santai di tepi pantai, berenang dan melihat pemandangan sunset. Karena tingginya minat wisatawan liburan ke pantai Kuta, maka hampir setiap hari jalan raya sekitar pantai akan terjadi kemacetan.
Selain daya tarik pantai, fasilitas pariwisata di sekitar area tempat wisata Kuta sangat lengkap. Anda akan dengan mudah menemukan akomodasi, tempat makan, pusat perbelanjaan, dan klub malam.
"Thank Dav, gue senang banget hari ini," seru Hamdan setelah berjalan-jalan seharian mencoba wisata di Bali.
"Ya sama-sama bro, hari ini kita pulang dulu ya besok lanjut ke tempat perbelanjaan," kata David dengan tersenyum simpul dia adalah orang yang paling santai yang pernah Hamdan kenal.
"Okey atur aja Dav, gue mah ngikut lo aja," sahut Alex seketika mendengar usulan David tentang jadwal liburannya ini