Cinta Menyatukan Iman
Akhirnya Bisa Liburan
"Dav, besok jadi kan liburannya?" tanya Hamdan ragu jika David akan membatalkannya.
"Iya gue serius lagian juga dua hari lagi kan masuk kuliah jadi ya udah besok kita bertamasya," sahut David dengan santai saat ini David sedang mengurus kerjaannya di kantor terlebih dahulu agar besok dia bisa libur.
"Dav, lo serius mau ngajak kita ke Bali?" pekik Hamdan lagi dia ragu dengan apa yang dikatakan David saat ini.
Mendengar pertanyaan Hamdan yang terus menerus bertanya membuat David mendengus, "Iya Hamdan, gue serius ya sudahlah gue mau ngerjain tugas dulu biar nanti bisa langsung pergi."
"Okey semangat brother." Hamdan pun memutuskan sambungannya untuk membiarkan David mengerjakan tugas kantornya.
Tiba-tiba pintu ruangan David diketuk oleh seseorang membuat David langsung menoleh.
"Masuk!!" kata David menyuruh tamunya itu untuk segera masuk.
Tanpa David sadari ternyata tamunya ini malah pergi ke lemari buku yang berada di kantor karena tidak ada suara David pun menoleh.
"Aish Papah kirain siapa, kenapa gak kabarin aku dulu kalau mau ke sini?" gerutu David mengetahui jika tamunya itu adalah Papahnya sendiri.
Nathan tersenyum kepada David karena dia berhasil membuat anaknya itu kaget.
"Surprise buat kamu Nak, sedari tadi Papah lihatin dari luar kamu sangat rajin sekali mengerjakan tugasnya hebat anak Papah ini baru dikasih waktu sebulan buat menggantikan posisi Papah ternyata berhasil membuat perusahaan bisa berkembang dengan pesat banyak iklan dimana-mana serta banner promosi yang ada di luar," ujar Nathan terkejut melihat perubahan kantornya ini.
David pun tersenyum senang melihat Papahnya yang bangga terhadap hasil kerjanya.
"Makasih banyak Pah, ini semua juga berkat arahan Papah kemarin pas di Bandung aku dapat beberapa motivasi dari para rekan senior tentang pemasaran produk yang akhirnya aku coba dan ternyata bagus juga banyak yang minat setelah iklan-iklan dipasang," seru David dia juga merasa senang ketika usahanya tidak sia-sia dan berhasil.
"Berapa lama lagi kamu kuliah Papah sudah tidak sabar ingin mengangkat kamu menjadi CEO di perusahaan ini," seru Nathan sambil duduk di bangku dengan kakinya yang silangkan ke atas kaki kirinya.
Suatu kebanggan bagi David mendengar orangtuanya telah memberikannya kepercayaan terhadap perusahaan ini.
"Masih satu tahun lagi Pah," sahut David mengingat jika dia akan lulus kuliah tahun besok rasanya waktu berjalan dangan begitu cepat sampai dia lupa bahwa sebentar lagi dia akan memiliki gelar pada namanya.
"Bagus kalau begitu berarti Papah tidak usah nunggu lama lagi," tukas Nathan dengan senang akhirnya penantiannya telah berakhir David tumbuh menjadi anak yang baik dan berpendidikan.
"Pah, David ingin melanjutkan S2 David ke luar negeri apakah boleh?" ujar David mengatakan apa yang sudah dipikirkan sebelumnya.
Nathan terkejut mendengar perkataan anaknya ini, "Astaga David kamu sudah dewasa Nak, umurmu sudah pas untuk menikah tidakkah kamu mencari perempuan untuk dinikahi? Apa kamu tidak ingin memberikan Papah dan Mamah cucu darimu," omel Nathan menjeda ucapannya, "Sudah cukup S1 saja dan lanjut mengurus perusahan Papah ini karena nanti Papah sudah tua tidak bisa mengurus dan bekerja sebagai bos lagi karena Papah sudah susah untuk berpikir, kalau mau nanti saja setelah kamu menikah," lanjutnya lagi.
Mendengar ucapan Papahnya tentang pernikahan David ingin segera mengatakan bahwa dia sudah punya calon istri.
"Pah, aku sudah punya calon istri di sini," gumam David dalam hatinya.
"Baik Pah aku akan melepaskan keinginanku yang satu ini?" kata David lirih.
"Nah begitu baru anak Papah." Nathan berseru sambil berdiri.
"Oh ya Pah besok aku ingin berlibur bersama teman-temanku makanya hari ini aku akan lembur?" ujar David sambil meminta izin kepada Papahnya.
"Ya silahkan saja Nak, Papah kasih kamu izin untuk fokus dengan kuliahmu dulu jika semuanya sudah selesai baru Papah akan menekankan kamu untuk kembali lagi mengurus kantor," kata Nathan mengambil alih lagi tugasnya dan membebaskan David dari semua pekerjaan kantor.
Betapa senangnya David mendengar hal itu karena dia bisa bebas untuk beristirahat dan fokus dengan kuliahnya yang sudah semester akhir.
***
Keesokan harinya David sudah siap dengan mobilnya untuk menyusul teman-temannya di halte karena mereka berdua sudah menunggu David di sana.
"Hallo Dav, lo sudah sampai mana kita udah nungguin dari tadi loh," omel Alex dengan kesal karena David tak kunjung datang.
"Sabar gue masih di jalan tunggu aja dulu as-shobru minal iman," kata David dia mengeluarkan dalil tentang sabar kepada temannya itu.
"Iya sudah buruan ke buru jenggotan dulu gue disini," tukas Alex dengan candanya.
Hamdan yang mendengar itu tertawa begitu pun dengan David yang memang selalu tertawa jika Alex sudah berkata lucu.
Akhirnya mobil David sampai di depan Halte membuat kedua temannya itu langsung naik ke mobil David dan memasukan barang-barangnya di belakang.
"Dav, kita mau pergi ke mana ini?" tanya Hamdan ketika sudah berada di mobil.
"Ke Bali, gue mau nginap di sana dan berlibur karena gua hari ini sedang senang." David menyahut dengan santai.
Alex tersenyum mendengarnya, "Wah bakal cuci mata nih di sana," katanya tanpa ekspresi.
Hamdan pun langsung menoyor kepala Alex karena telah berkata seperti itu, "Gila ya lo Lex, niat lo itu astagfirullah jelek banget padahal disana banyak wisata yang bisa kita lihat, banyak-banyak istigfar deh lo," serunya.
David pun memberikan kertas perjalanannya menuju Bali kepada kedua temannya itu.
Day 01: Airport - Bloom Garden - Ulun Danu Beratan Bedugul (Ms, Mm)
Penjemputan di Bandara Ngurah Rai Bali (disarankan tiba pagi) Start program menuju kawasan wisata Bedugul
Mengunjungi Bloom Garden Bali, taman bunga termegah di Bali dengan konsep ala luar negeri dilengkapi wahana selfie yang menarik.
Berikut list harganya sesuai dengan jumlah peserta:
2 orang = 1.860.000/orang
3 orang = 1.540.000/orang
"Gila ini seriusan Dav?" pekik Alex kaget saat melihat bayarannya pasalnya dia tidak membawa uang sebanyak itu.
"Iya gue serius nanti kita turun di bandara dan langsung diantarkan ke Bali," jelas David sambil fokus dengan jalanan.
Hamdan dan Alex begitu senang mereka berdua memeluk David yang sedang mengendarai mobil, saking senangnya bisa pergi jauh dan pastinya mereka bisa lihat bule-bule yang sedang berjemur heheh itulah yang ada di pikiran cowok-cowok itu.
"Lepasin ih, kalian suka sama gue peluk-peluk begini? Nanti ayang gue marah lo dan bisa cemburu dia," gurau David wajahnya tampak serius.
Hamdan pun langsung menjauh, "Najis dah Dav, sorry ya Gue masih normal," katanya yang kembali duduk.
"Ogah gue juga, banyak cewek-cewek yang ngantri rebutin gue," sahut Alex dengan gayanya yang sombong. "Tapi kok Lo ngeselin ya Dav, mentang-mentang udah dapat Dinda jadi pamer ayang gitu."
"Hahaha sorry gue gak maksud Lex, gue tuh senang akhirnya bisa dapatin hati Dinda," kata David meski dia belum mendapatkan restu Papanya dan keluarga besarnya untuk melamar Dinda.