Cinta Menyatukan Iman

Jawaban dari Penantian Dinda

"Assalamualaikum Din, maaf aku telat memberitahu jawabanku karena habis rapat. Dan ya aku siap untuk menikahimu jadi tolong percayalah padaku bahwa suatu saat nanti aku pasti akan kembali."

 

"Ya Allah mudahkanlah urusanku," gumam David memanjatkan doa dalam diamnya.

 

Saat ini David mencoba menjadi laki-laki yang berani dan bertanggung jawab untuk Dinda dan masa depannya kelak.

 

Mendapat balasan dari David tidak butuh waktu lama untuk Dinda membukanya karena saat ini dia memang sedang menunggu balasan dari David.

 

"Ya Allah alhamdulillah makasih banyak Dav, sudah mau memilihku dan memperjuangkanku, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu," ujar Dinda dengan senang dia langsung meletakkan ponselnya dengan asal di atas kasur.

 

"Sayang ada apa kok senang banget kelihatannya?" tanya Wilda saat melihat putrinya.

 

Tanpa ragu Dinda pun menyerahkan ponselnya kepada Umminya. "Lihat Mi aku senang banget!" ujarnya.

 

Saat Wilda membaca pesan di ponsel, dia tersenyum namun saat melihat siapa pengirimnya dia terdiam terkejut.

 

"Nak, apakah kamu benar-benar jatuh cinta kepada David?" tanya Wilda ragu jika suatu saat nanti anaknya ini akan kena masalah.

 

"Mi, Allah telah menaruh rasa pada hatiku untuk David hanya dia laki-laki yang aku percaya Mi, lagi pula bukankah ini impian Ummi untuk bisa melihat aku menikah nantinya," sahut Dinda sembari memeluk tubuh Wilda dia begitu senang mendapatkan kabar baik pagi hari ini.

 

Wilda memang sangat menantikan pernikahan Dinda namun dia jadi takut karena laki-laki yang akan menikah dengan Dinda adalah seorang mualaf apakah keluarga David akan menerimanya? Atau malah akan menolak pernikahannya kelak batin Wilda terus bertanya dia khawatir dan harus berbicara dengan David.

 

"Nak sampaikanlah kabar ini kepada Abimu, karena Abi harus tahu kabar ini agar ketika David kemari dia bisa menerima David apa adanya," ujar Wilda dengan lembut sambil mengusap rambut Dinda yang tidak menggunakan hijabnya.

 

"Baik Mi, insya Allah nanti malam Abi pulang aku akan memberitahunya," kata Dinda dengan antusias.

 

Tidak sabar Dinda pun memberitahu kabar ini kepada sahabatnya Najma hanya dia yang cukup tahu selanjutnya biarkan waktu yang akan memberitahunya.

 

Saat itu juga David melihat jika pesannya sudah dibaca namun tidak ada balasan dari Dinda membuatnya bingung.

 

"Sudahlah yang penting gue sudah menepati janjiku untuk menjawab pertanyaannya atau mungkin Dinda senang ya mengetahuinya sampai-sampai tuh anak lupa untuk membalas pesan gue," pekik David berpikir positif kepada Dinda.

 

Bagaimana pun David tahu jika jawabannya kali ini sangat penting bagi Dinda karena itu dia langsung memberikan balasan tanda bukti bahwa dia serius berhubungan dengan Dinda.

 

"Nak David mau pulang jam berapa dari sini?" tanya Pak Hartono mengingatkan David bahwa besok adalah jadwal kepulangannya.

 

"Pagi saja Pak, karena nanti orang tuaku akan pulang ke Jakarta jadi aku ingin libur besok untuk menyambutnya sampaikan salam saya kepada yang lain jika ada yang butuh apa-apa silahkan tangani dulu sama Pak Hartono," kata David dia telah mendapat pesan dari Mamahnya akan kepulangannya ke Jakarta.

 

Namun tidak untuk kakak-kakaknya yang masih berada di Eropa karena sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

 

"Baiklah kalau begitu," seru Pak Hartono.

 

"Duh tidak terasa ya Pak, waktu kita di Bandung tinggal malam ini saja," seru Lala ada rasa sesal pada dirinya saat mengetahui bahwa dia harus kembali besok.

 

Liburan ke Bandung adalah waktu di mana Lala bisa terlepas dari pekerjaan beratnya di kantor serta terlepas dari tagihan kontrakannya.

 

"Nanti kalau ada rapat ke luar saya akan ajak kalian lagi tapi sepertinya akan sangat sulit karena Papah akan kembali ke kantor," ungkap David dia akan senang hati mengajak dua rekan kerjanya ini pergi berlibur namun waktu dia mengurus kantor hanya sedikit karena Papahnya akan kembali menempati posisinya menjadi bos di kantor.

 

"Kita pergi makan dulu ya sebelum kembali," ujar David kepada Pak Hartono yang membawa mobil.

 

"Ke mana Nak David?" tanya Pak hartono karena David tidak memberitahu tempat makan yang akan dikunjunginya.

 

David pun berpikir mencari tahu, "Ah gedung sate saja sekalian dekat dengan arah pulang," sahut David akhirnya saat teringat akan gedung sate tersebut.

 

"Gedung sate adalah tempat makan yang terkenal di Bandung, ada banyak sejarahnya di sana," kata Pak Hartono mulai bercerita akan sejarah gedung sate.

 

"Tepat pada 27 Juli 2020, Gedung Sate yang dulunya bernama Gouvernements Bedrijven berusia 100 tahun sejak pertama kali dibangun pada 27 Juli 1920.

 

Awalnya, pembangunan gedung bermula saat Gubernur Jenderal van Limburg Stirum pada 1918 menetapkan Bandung sebagai ibu kota Hindia Belanda.

 

"Alasan pemindahan itu disebabkan kondisi lingkungan di Batavia yang sudah mulai tercemar," kata Ridwan Hutagalung, kurator museum Gedung Sate.

 

Selama pendudukan Jepang, Gedung Sate menjadi Pusat Pemerintahan (Shucho) Wilayah Jawa Barat dan kedudukan Komandan Militer Daerah.

 

Saat Indonesia merdeka, gedung kembali digunakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Hingga pada 1980, gedung dimanfaatkan sebagai kantor pemerintahan Jawa Barat hingga saat ini.

 

Masih kokoh hingga kini

 

Kendati sudah berusia 100 tahun, namun Gedung Sate masih dalam kondisi prima. Edukator Gedung Sate, Winda, menjelaskan bahwa hampir seluruh batu yang digunakan adalah batu kali dan batu gelas.

 

Sementara kolom bangunan Gedung Sate terbuat dari baja asli Swedia.

 

“Untuk batu kalinya sendiri, batu diambil dari kawasan Bandung Timur. Seperti daerahnya Sindanglaya dan Ujungberung. Diambil dari daerah sana karena batunya lebih kuat,” kata Winda saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, beberapa waktu lalu.

 

Home Travel Jalan Jalan, sejarah Gedung Sate yang Kini Berusia 100 Tahun. Lukisan yang berada di sepanjang lorong yang menuju ke pintu keluar Museum Gedung Sate, Bandung.

 

Meski hampir seluruh gedung dibangun menggunakan bebatuan tersebut, namun bagian taman terbuat dari batu bata.

 

Winda menuturkan, hingga saat ini Gedung Sate masih belum pernah melalui tahap pemugaran bangunan dan hanya renovasi kecil atau pengecatan ulang saja.

 

Museum Gedung Sate selama ini, Gedung Sate dikenal sebagai kantor untuk gubernur Jawa Barat. Namun sebenarnya ada bagian dari gedung yang didedikasikan untuk museum.

 

Letaknya di lantai dasar gedung. Di sana, wisatawan bisa melihat berbagai macam koleksi seni seputar Bandung.

 

Ada juga contoh batu kali, batu gelas, dan baja Swedia yang digunakan untuk membangun Gedung Sate. Terdapat juga enam instalasi interaktif.

 

Sementara lantai dua dan tiga dimanfaatkan sebagai area perkantoran pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Di kedua daerah tersebut ada beberapa ruang rapat yang masih digunakan hingga kini.

 

Lantai empat Gedung Sate dulunya dijadikan sebagai tempat museum. Namun sejak 2017, museum ditaruh di lantai dasar sehingga lantai empat saat ini dibiarkan kosong.

 

Lantai lima, juga disebut “Menara”, merupakan area untuk melihat sebagian Kota Bandung dari lantai paling tinggi Gedung Sate.

 

Namun untuk menuju ke sana melalui elevator hingga lantai empat dan menaiki tangga ke lantai lima, wisatawan harus mengurus perizinan.

 

“Kalau satu atau dua orang bisa datang ke lantai lima, tetapi dilihat dulu apakah sedang dipakai atau tidak oleh pemerintah setempat. Kalau datangnya rombongan, harus bikin surat dulu ke Biro Umum. Untuk naik ke sana tidak ada biaya tambahan,” tutur Winda, itulah sejarah tentang Gedung sate yang cukup terkenal itu," jelas Pak Hartono dengan panjang lebar.

 

"Keren banget ya kalau begitu," sahut Lala terpukau mendengar cerita dari sejarah berdirinya Gedung Sate.

 

Mobil mereka pun telah sampai di Gedung Sate dengan segera mereka langsung turun untuk makan.

 

David yang lapar langsung memesan beberapa menu yang telah disediakan, dia pun akhirnya mengalami kekenyangan.

 

"Habis ini langsung pulang ya Tuan muda?" ujar Pak Hartono kepada David yang sedang bersandar akibat kekenyangan.

 

"Iya langsung pulang saja saya mau istirahat," sahut David lemah sambil meraih minuman miliknya.

 

Akhirnya setelah sampai villa David pun segera mandi dan pergi tidur hingga dia kebablasan sampai malam jam dua belas karena belum salat isya akhirnya dia pun bangun untuk melaksanakannya sekaligus salat tahajud.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!