Cinta Menyatukan Iman

Berbagi Ilmu

Setelah selesai bersalaman Hamdan pun menyahut, "Hehehe nungguin antum keluar tadi tapi karena lama jadi kita makan dulu di sana."

 

"Iya ustad kita mau bersilaturahmi dengan antum nih sekalian David katanya mau bertemu dengan ustad Syakir," sahut Alex.

 

"Oh gitu ya sudah duduk dulu sini!" ujar ustad Syakir menjeda ucapannya, "David kamu habis pulang dari kampung halaman ya Nak? Bagaimana kabarmu baik?" lanjutnya.

 

"Alhamdulillah Pak ustad, David baik," sahut David dengan terus menundukan pandangannya.

 

Jika sudah duduk bareng dalam satu majlis seperti ini pasti akan lama ustad Syakir pun berbagi cerita dengan ketiga muridnya serta sahabatnya yaitu ustad Hambali.

 

David dan kedua temannya hanya menyimak pembicaraan beliau dengan saksama sesekali David merekam apa yang dikatakan oleh Gurunya itu agar selalu diingatnya.

 

"Dunia ini penuh dengan tipu daya jadi jangan sesekali tergoda olehnya, jika kita khilaf segeralah beristighfar meminta ampunan kepada Allah, kita boleh mengejar dunia tapi kita juga tidak boleh melupakan akhirat karena tujuan kita hidup di dunia ini semata-mata untuk menyembah, tunduk dan patuh kepada Allah SWT," ujar ustad Syakir ketika sedang membahas tentang pekerjaan dan uang.

 

David begitu tersadar mendengar ceramah ustad Syakir, hatinya jadi ikut beristighfar takut jika dia telah berbuat salah dan khilaf.

 

"Lo masih rajin sholat kan Dav?" bisik Alex dia tahu betul David begitu sibuk di kantornya takut jika sahabatnya lalai akan sholat.

 

David melirik Alex, "Masih lah bro, Alhamdulillah Allah selalu mengingatkan gue," katanya.

 

Malam ini begitu damai dan tenang, hati David serta pikirannya ikut damai tidak lagi pusing memikirkan pekerjaan atau masalah lainnya di saat sudah berkumpul bersama teman-temannya dan guru ngajinya.

 

"Lex, gue antar David pulang dulu ya!" teriak Hamdan kepada Alex yang mau ke toilet.

 

"Iya nanti ke sini lagi ya anterin gue pulang," sahut Alex dia memang ke sini dengan Hamdan.

 

"Woke tenang saja." Hamdan menyahut dengan nada tinggi sambil menyalakan mesin motornya.

 

David pun menepuk bahu Hamdan, "Sudah yuk cabut!" serunya.

 

Hamdan pun langsung menjalankan motornya, udara malam yang segar menerpa kulit wajah David yang tidak memakai helm.

 

Kerlap-kerlip lampu menyala menerangi gelapnya malam, suara derungan motor memecahkan telinga David membuat cowok itu mendengus kesal.

 

"Gila tuh motor kenceng banget mana suara knalpotnya begitu, bikin telinga orang mau pecah aja," gerutu David dengan raut wajahnya yang nampak kesal karena ulah si pengendara motor dual sport.

 

"Paling dia si gengster motor itu kalau malam suka keluyuran," sahut Hamdan yang ikut kesal karena merasa terganggu dengan suara motornya.

 

David jadi teringat dulu saat dia dan teman-temannya bersepeda motor malam-malam untuk mencari udara segar dan melihat aktifitas orang-orang ketika di malam hari.

 

"Dulu bukannya lo juga gitu ya Dav," pekik Hamdan masih mengingat cerita David kala waktu itu.

 

"Iya tapi kan motor gue mah gak begitu suaranya dan geng motor gue pernah sekali kena omel satpam yang berjaga malam gara-gara kita melakukan balap liar cuma sekali itu doang sih," ungkap David yang membuka memori tentang masa lalunya dulu saat masih menjadi geng motor.

 

"Nama geng motor lo apa Dav?" tanya Hamdan penasaran dia ingin tahu apakah nama geng motor David yang pernah masuk koran waktu itu atau bukan.

 

"Apa ya? Gue lupa Dan nanti gue inget-inget lagi deh," sahut David dengan santainya.

 

Ucapan David berhasil membuat Hamdan tertawa mendengarnya.

 

"Ya kalau lupa gak usah Dav, gue cuma ingin tahu aja soalnya gue pernah baca koran terus ada berita geng motor yang ditahan polisi gara-gara balap liar."

 

"Kalau itu bukan gue Dan, karena geng motor gue gak pernah ditahan polisi, kita itu bersahabat banget sama polisi karena kita selalu mematuhi aturan keamanan hanya saja ya kita nakalnya suka balapan kalau malam," jelas David dengan terkekeh jika mengingat masa-masa dulu rasanya David ingin tertawa saja.

 

Ada rasa rindu yang tiba-tiba dia rasakan ketika membahas tentang kawan-kawannya di Eropa.

 

Melihat raut wajah David yang tiba-tiba sedih membuat Hamdan bertanya-tanya.

 

"Ada apa Dav apa ada masalah?" tanya Hamdan dengan pandangan yang fokus ke depan.

 

"Gue kangen temen gue di Eropa Dan, pas waktu gue di sana mereka menjauh seakan-akan enggak kenal gue karena waktu itu juga gue jelasin ke mereka kalau gue udah jadi mualaf, sedih kehilangan mereka karena bagaimanapun mereka teman-teman gue disaat gue masa remaja gue dan mereka juga yang selalu menghibur gue kalau gue habis putus cinta," ungkap David lirih, begitu banyak kenangan yang indah pada masa itu yang tidak mudah David lupakan.

 

"Sabar Dav, Allah maha adil kok buktinya Allah mengganti mereka dengan gue dan Alex ya walaupun tidak sama dengan mereka tapi kan kita tulus berteman dengan lo." Hamdan menyahut meski dia akui jika pertemanan David dulu pasti berbeda dengan dengan sekarang apalagi dulu pergaulan David sangatlah bebas.

 

"Yoi bro santai saja gue yakin sama rencana Allah untuk gue ke depannya," ujar David sembari merapikan rambutnya yang tertiup angin.

 

Motor Hamdan pun sudah sampai pada gerbang rumah David dengan segera David turun dari motor Hamdan.

 

"Thanks ya Dan, udah nganterin gue, motor lo ada bensinnya nggak?" tanya David sambil merogoh kantong celananya.

 

"Ada kok, lagian juga gue masih ada uang buat beli bensin Dav," sahut Hamdan dengan tersenyum.

 

"Oh yaudah deh kalau begitu oh ya untuk besok kan UTS jangan lupa belajar ya!" seru David mengingatkan, dia tahu jika Hamdan sibuk membantu kedua orangtuanya bekerja jadi kadang tidak ada waktu untuk belajar.

 

"Iya thanks udah ingetin gue lo juga jangan lupa belajar Dav!" seru Hamdan menjeda ucapannya, "Ya sudah gue pulang dulu ya assalamualaikum."

 

Motor Hamdan pun kembali berjalan meninggalkan kediaman David, setelah melihat motor Hamdan yang sudah menjauh membuat David segera masuk ke dalam rumahnya.

 

Untung saja pintu gerbang belum ditutup di jam sebelas ini pasti Pak Bayu sedang menunggu kepulangannya.

 

David pun menghampiri kantor pos satpam rumahnya dan mendapati Pak Bayu yang sedang asik menonton televisi.

 

"Pak, jangan lupa dikunci gerbangnya!" seru David membuat Pak Bayu kaget.

 

"Siap laksanakan Den," sahut Pak Bayu yang langsung berdiri. "Eh den David, sudah pulang?" lanjutnya ketika sadar jika bos mudanya ini telah pergi.

 

"Iya baru sampe ya sudah buruan gih dikunci takut ada maling masuk," pinta David dan berlalu masuk ke dalam rumahnya.

 

Sebelum tidur David mengingat kembali akan kegiatannya seharian ini, rasa kantuk sudah menyerangnya sejak duduk di motor Hamdan tadi.

 

"Gue harus belajar dulu nih sebelum tidur biar besok IPK gue gak turun," gumam David yang sudah mendudukan bokongnya di tempat belajar.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!